PALEMBANG (Mediabisnisnasional.com) - Pelindo Regional 2 Palembang menggelar Drill
Lingkungan Penanganan Tumpahan Limbah Bahan Berbahaya dan Beracun (LB3) padat
dan cair, bertempat di depan Tempat Penyimpanan Sementara (TPS) LB3 di
lingkungan Pelindo Regional 2 Palembang.
Kegiatan ini diselenggarakan sebagai bagian
dari upaya berkelanjutan Pelindo Regional 2 Palembang dalam meningkatkan
kesiapsiagaan serta kemampuan respons personel terhadap sistem tanggap darurat,
khususnya dalam penanganan tumpahan limbah B3 di lingkungan operasional pelabuhan.
Skenario yang diuji dalam simulasi ini
menggambarkan kejadian tumpahan oli bekas saat proses pemindahan drum oli
menggunakan forklift, dalam rangka kegiatan penggantian oli mesin alat bongkar
muat yang dilakukan di area TPS LB3. Dalam skenario tersebut, drum oli yang
diangkut forklift terjatuh dan menyebabkan tumpahan di halaman depan TPS LB3.
Sesuai prosedur tanggap darurat, kejadian
dalam simulasi tersebut dilaporkan secara berjenjang, mulai dari petugas di
lapangan kepada Junior Manager HSSE. Tim Tanggap Darurat selanjutnya
diterjunkan ke lokasi untuk melakukan pemeriksaan dan penanggulangan, meliputi
pembersihan area menggunakan bahan absorbent dan serbuk kayu, pemasangan safety
line serta rambu peringatan lantai licin, hingga pengumpulan limbah terkontaminasi
ke dalam kemasan khusus untuk disimpan di TPS LB3 sebelum diangkut oleh
transporter limbah B3 berizin yang bekerja sama dengan Pelindo Regional 2
Palembang. Setelah proses penanggulangan selesai pejabat yang berwenang
melaporkan hasil penanganan kepada Manager Kepatuhan Bisnis dan aktivitas
penggantian oli alat bongkar muat dapat kembali dilanjutkan.
Drill ini turut melibatkan perwakilan anak usaha di lingkungan Pelindo Group Regional 2 Palembang, yakni PT IPC Terminal Petikemas, PT Pelabuhan Tanjung Priok, PT Jasa Armada Indonesia Tbk, PT Multi Terminal Indonesia, dan PT Berkah Industri Mesin Angkat.3
“Kegiatan ini menjadi bagian penting dari
upaya kami dalam memperkuat sinergi dan kesiapan bersama anak usaha di
lingkungan Pelindo Group, khususnya dalam menghadapi potensi keadaan darurat
terkait limbah B3. Kami berharap simulasi ini dapat meningkatkan kompetensi
personel di lapangan sekaligus memastikan prosedur penanganan berjalan sesuai
standar keselamatan dan lingkungan,” ujar Iwan Sanjaya, Manager Kepatuhan
Bisnis PT Pelabuhan Indonesia (Persero) Regional 2 Palembang.
Melalui kegiatan ini, Pelindo Regional 2
Palembang menegaskan komitmennya dalam menjaga keselamatan, kesehatan kerja,
dan kelestarian lingkungan (K3LH) di area operasional pelabuhan, sekaligus
memastikan kesiapan seluruh personel dalam merespons kondisi darurat secara
cepat dan tepat.




Tidak ada komentar:
Posting Komentar