JAKARTA (Media Bisnis Nasional.com, News,12
Maret 2026) -.PT
Indonesia Kendaraan Terminal Tbk (IDX: IPCC) tetap konsisten menunjukkan
komitmen kepada pemegang saham dan para pengguna jasa melalui pertumbuhan
kinerja operasional yang berkelanjutan. Hal ini tercermin dari capaian
kunjungan kapal konsolidasi yang mencapai 593 call atau meningkat 111 kunjungan
secara tahunan (YoY), setara dengan pertumbuhan sebesar 23,06%.
Selain itu, pertumbuhan paling menonjol juga terlihat
pada segmen kargo Truck/Bus yang mencatatkan peningkatan sebesar 50,61% YoY
atau bertambah 17.062 unit dibandingkan periode sebelumnya. Secara keseluruhan,
kinerja operasional konsolidasi terminal kendaraan yang meliputi CBU, alat
berat, serta Truck/Bus tumbuh sebesar 13,53%, mencerminkan tren positif dalam
aktivitas layanan terminal kendaraan yang dikelola perusahaan.
Peningkatan tersebut didukung oleh penguatan sistem
operasional berbasis digital melalui implementasi PTOS-C, yang menjadi platform
terintegrasi dalam pengelolaan operasional terminal internasional maupun
domestik. Penerapan sistem ini berperan penting dalam meningkatkan efektivitas
layanan, mempercepat proses operasional, serta memberikan visibilitas yang
lebih baik bagi para pengguna jasa. Transformasi digital yang dijalankan
perusahaan juga menjadi bagian dari strategi berkelanjutan dalam memperkuat
kinerja operasional terminal kendaraan.
“Transformasi digital melalui implementasi PTOS-C
merupakan bagian penting dari strategi kami dalam membangun sistem operasional
terminal kendaraan yang lebih terintegrasi, efisien, dan transparan. Melalui
penguatan platform digital ini, kami tidak hanya meningkatkan kualitas layanan
bagi para pengguna jasa, tetapi juga memastikan bahwa IPCC mampu menghadirkan
operasional yang adaptif, andal, dan berkelanjutan di tengah dinamika industri
logistik otomotif yang terus berkembang,” ungkap Sugeng Mulyadi, CEO IPCC.
Pertumbuhan aktivitas ekspor kendaraan turut menjadi
salah satu pendorong penguatan kinerja operasional PT Indonesia Kendaraan
Terminal Tbk (IPCC), khususnya pada segmen kargo Completely Built Up (CBU).
Hingga Februari 2026, perusahaan mencatatkan penanganan sebanyak 62.630 unit
CBU, meningkat sekitar 35% secara tahunan (YoY).
Capaian ini sekaligus menegaskan semakin kuatnya posisi
Indonesia sebagai salah satu basis produksi industri otomotif yang mendapat
kepercayaan pasar global, dengan Vietnam tercatat sebagai negara tujuan ekspor
terbesar pada periode tersebut, mencapai 11.672 unit kendaraan. Secara
keseluruhan, pada segmen kargo CBU konsolidasi IPCC berhasil melayani 139.480
unit kendaraan, meningkat 5.895 unit atau tumbuh sekitar 4,41% YoY. Pertumbuhan
ini menunjukkan tren peningkatan yang stabil dan berkelanjutan dalam aktivitas
layanan terminal kendaraan yang dikelola perusahaan.
Kinerja positif tersebut juga tercermin dari capaian
operasional IPCC selama dua bulan pertama tahun 2026 yang secara konsolidasi
berhasil menangani 195.729 unit kargo kendaraan, terdiri dari CBU, truck/bus,
serta alat berat. Jumlah tersebut meningkat 23.319 unit dibandingkan dengan
periode yang sama pada tahun sebelumnya, mencerminkan peningkatan aktivitas
logistik otomotif yang terus berkembang.
“Peningkatan kinerja operasional pada awal tahun ini
mencerminkan efektivitas strategi pengelolaan terminal kendaraan yang kami
jalankan secara konsisten. Pertumbuhan pada segmen CBU serta peningkatan volume
kargo secara konsolidasi menunjukkan bahwa aktivitas logistik otomotif tetap
bergerak positif, sekaligus memperkuat peran IPCC dalam mendukung kelancaran
distribusi kendaraan baik untuk pasar domestik maupun ekspor,” ujar Bagus
Dwipoyono, Direktur Operasi dan Teknik IPCC.
Sebagai bagian dari ekosistem Pelindo Group di bawah
pengelolaan Sub Holding Multi Terminal atau PT Pelindo Multi Terminal (SPMT),
IPCC menjalankan peran strategis dalam pengelolaan terminal kendaraan yang
berfokus pada layanan kargo non-petikemas atau multipurpose. Peran tersebut
menjadi semakin penting di tengah dinamika geopolitik internasional serta
perubahan kebijakan nasional yang turut mempengaruhi lanskap perdagangan dan
logistik global. Dalam menghadapi kondisi tersebut, IPCC terus memperkuat
kapabilitas operasional dan menjaga konsistensi kinerja guna memenuhi
ekspektasi pemegang saham sekaligus mempertahankan kontribusinya terhadap
pertumbuhan industri logistik otomotif nasional sepanjang tahun 2026.
Dalam upaya memperkuat kualitas layanan dan menjawab
kebutuhan industri yang terus berkembang, IPCC secara konsisten memperkuat lini
operasionalnya melalui standarisasi lima terminal satelit. Hal ini menjadi
komitmen perusahaan untuk menghadirkan layanan terminal kendaraan yang lebih
merata, adaptif, dan efisien, yang didukung oleh sistem operasional
terintegrasi berbasis digitalisasi. Langkah tersebut turut mendorong
peningkatan kinerja operasional pada berbagai segmen layanan.
Pada layanan kargo truk dan bus, IPCC mencatat
pertumbuhan paling signifikan sebesar 50,61% secara tahunan (YoY), seiring
meningkatnya aktivitas sektor pertambangan domestik yang terdorong oleh
implementasi kebijakan hilirisasi industri sumber daya mineral. Di sisi lain,
program pemerintah melalui Kementerian Pertanian Republik Indonesia yang
berfokus pada penguatan swasembada pangan—melalui peningkatan produktivitas
pertanian, pengembangan lahan sawah baru, serta hilirisasi sektor
pertanian—juga turut meningkatkan kebutuhan alat produksi dan sarana angkut
yang distribusinya dilayani melalui terminal kendaraan yang dikelola IPCC.
Sejalan dengan penguatan peran perusahaan dalam mendukung
rantai pasok industri nasional yang berkelanjutan, layanan kargo alat berat
turut mencatatkan kinerja positif dan menjadi kontributor terbesar kedua bagi
aktivitas operasional perusahaan. Hingga Februari 2026, penanganan alat berat
secara konsolidasi mencapai 5.477 unit, meningkat 7,08% YoY atau bertambah 362
unit dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Capaian ini sekaligus
mencerminkan kontribusi IPCC dalam mendukung pengembangan ekosistem hilirisasi
sektor pertambangan yang menjadi salah satu agenda strategis pemerintah.
“Pertumbuhan kinerja operasional pada berbagai segmen
layanan ini menunjukkan bahwa inisiatif pengembangan bisnis yang dijalankan
IPCC mampu merespons dinamika kebutuhan industri secara adaptif. Melalui
penguatan jaringan terminal, optimalisasi sistem operasional terintegrasi,
serta penerapan prinsip tata kelola perusahaan yang baik, kami optimis IPCC
dapat terus menciptakan nilai tambah yang berkelanjutan sekaligus memberikan
kontribusi nyata dalam mendukung rantai pasok industri nasional yang semakin
kompetitif,” ucap Endah Dwi Liesly Sekretaris Perusahaan IPCC
(Redaksi MBN Com/Corcom IPCC).





Tidak ada komentar:
Posting Komentar