KENDARI (Media Bisnis Nasional.com, 5/1/2026) –
Terminal Petikemas Kendari (TPK Kendari) memastikan kegiatan operasional di
dalam terminal tetap berjalan normal, meskipun terdapat aksi mogok dari
sebagian sopir truk di area menuju TPK Kendari.
Aktivitas bongkar muat kapal, pelayanan petikemas, serta kegiatan
operasional di dalam area terminal hingga saat ini tetap berlangsung sesuai
rencana dengan mengedepankan aspek keselamatan, keamanan, dan kelancaran
layanan kepada pengguna jasa.
Terkait kondisi akses jalan, TPK Kendari terus melakukan
koordinasi intensif dengan Pemerintah Kota Kendari. Dalam pertemuan siang ini
antara manajemen TPK Kendari dengan Pemkot Kendari, kedua pihak menegaskan
komitmen bersama untuk percepatan peningkatan dan perbaikan akses jalan menuju
TPK Kendari
Sebagai tindak lanjut, sejak kemarin TPK Kendari telah melakukan
perbaikan sementara akses jalan dengan penimbunan material pasir dan batu
(sirtu).
Langkah tersebut dilakukan sebagai upaya pencegahan risiko
kecelakaan lalu lintas, baik kendaraan roda dua maupun roda empat, sembari
menunggu pelaksanaan perbaikan lanjutan secara menyeluruh oleh Pemerintah Kota
Kendari.
Terminal Head TPK Kendari, Herryanto, menyampaikan bahwa seluruh
kegiatan operasional di dalam terminal tetap berjalan sesuai prosedur.
“Kegiatan demonstasi tidak menganggu aktivitas di terminal. Kami
pastikan operasional bongkar muat dan pelayanan petikemas di dalam Terminal
Petikemas Kendari tetap berjalan normal,” ujar Herryanto.
Saat ini TPK Kendari melayani kegiatan bongkar muat Kapal Meratus
Larantuka, sementara KM SPIL Rahayu telah menyelesaikan pelayanan dan lepas
tambat pada pukul 09.34. Selanjutnya, terminal dijadwalkan menerima kedatangan
KM Kabonga Baru, KM Huanghe Mas, dan KM Tanto Kawan.
Ketua ALFI/ILFA Provinsi Sulawesi Tenggara Abd. Rahim Nabok
menyampaikan apresiasi kepada TPK Kendari atas langkah cepat dalam mendukung
penanganan sementara berupa penimbunan pada titik-titik jalan berlubang di
akses masuk menuju TPK Kendari. Ia berharap Pemerintah Kota Kendari dapat
segera menyelesaikan permasalahan akses jalan ini, paling lambat pada Selasa, 6
Januari 2026, guna menjaga kelancaran arus logistik dan keselamatan pengguna
jalan.
"Kami mengapresiasi langkah cepat TPK Kendari dalam mendukung
penanganan sementara melalui penimbunan pada titik-titik jalan berlubang di
akses masuk menuju TPK Kendari. Kami berharap sinergi antar TPK Kendari dan
Pemerintah Kota Kendari dapat segera menyelesaikan permasalahan akses jalan
ini," imbuh Rahim
(Redaksi MBN.Com).





Tidak ada komentar:
Posting Komentar