JAKARTA (Mediabisnisnasional.com) – PT Pelabuhan
Indonesia (Persero) atau Pelindo secara resmi mengumumkan penggabungan PT
Pelindo Property Indonesia (PPI) ke dalam PT Menara Maritim Indonesia (MMI)
yang mulai efektif berjalan per 1 Oktober 2026. Dalam aksi korporasi ini, MMI
bertindak sebagai entitas penerima penggabungan (surviving entity).
Langkah strategis
ini merupakan bagian dari agenda streamlining anak perusahaan BUMN di
bawah koordinasi Danantara Asset Management (DAM) dan Pelindo. Konsolidasi ini
bertujuan untuk menyederhanakan struktur korporasi, mengoptimalkan tata kelola
portofolio, serta memperkuat kapabilitas operasional dan daya saing bisnis di
lingkungan Pelindo Group secara berkelanjutan.
Melalui
penggabungan ini, seluruh sumber daya, pengelolaan aset, serta integrasi kompetensi
dan kegiatan usaha PPI terkonsolidasi sepenuhnya ke dalam MMI. Seluruh tahapan
transisi dilaksanakan secara disiplin dengan menjunjung tinggi prinsip Good
Corporate Governance (GCG) guna memastikan proses berjalan transparan,
akuntabel, dan memberikan kepastian bagi seluruh pemangku kepentingan.
Sebagai pemegang
saham mayoritas PT Menara Maritim Indonesia (MMI), Direktur Utama PT Pelindo Sinergi Lokaseva, Faruq Hidayat,
menegaskan bahwa penggabungan ini bukan sekadar restrukturisasi administrasi korporasi,
melainkan pilar penting dalam memperkuat fondasi bisnis dan menciptakan nilai
tambah (value creation) bagi ekosistem PSL dan Pelindo Group.
“Penggabungan ini
adalah bagian dari langkah terukur untuk penataan portofolio yang sejalan
dengan arahan pemegang saham dan kerangka integrasi Danantara. Fokus utama kita
selanjutnya adalah mengawal proses integrasi agar berjalan seamlessly.
Yang kita bangun bukan sekadar struktur entitas yang lebih efisien, melainkan
organisasi yang agile, berdaya saing, serta mampu mengoptimalkan setiap
potensi aset dan peluang pasar guna memberikan kontribusi konkrit bagi PSL dan
Pelindo Group secara keseluruhan,” ujar Faruq.
Dari sisi
operasional entitas, Plt. Direktur
Utama PT Menara Maritim Indonesia, Rudy Istiawan, menyampaikan bahwa
peleburan kompetensi PPI ke dalam MMI menjadi akselerator untuk memperluas
jangkauan layanan dan kapasitas bisnis perusahaan.
“Konsolidasi ini
memberikan MMI tambahan sumber daya dan kompetensi strategis. Kami berkomitmen
menjalankan integrasi operasional ini secara disiplin dan terukur, dengan tetap
menjaga service level agreement (SLA) serta kualitas layanan terbaik
bagi seluruh pelanggan dan mitra bisnis MMI,” jelas Rudy.
Mendukung
kelancaran transisi tersebut, Komisaris
PT Menara Maritim Indonesia, Heru Satrio, memastikan fungsi pengawasan
Dewan Komisaris akan berjalan optimal sepanjang proses pasca-merger.
“Dewan Komisaris
mengawal ketat seluruh rangkaian integrasi ini agar senantiasa berada dalam
koridor ketentuan hukum dan tata kelola korporasi yang baik (GCG), sehingga
dapat merealisasikan potensi kepemimpinan pasar dan manfaat strategis yang
diharapkan bagi Pelindo Group,” kata Heru.
Melalui
penggabungan ini, MMI siap bertransformasi menjadi wadah konsolidasi kompetensi
dan aset yang solid, sekaligus mendukung agenda efisiensi serta penataan
portofolio Pelindo Group secara berkelanjutan.




Tidak ada komentar:
Posting Komentar