BANTEN (Mediabisnisnasional.com) – PT Pelabuhan Indonesia (Persero) Regional 2 Banten
menegaskan portofolionya sebagai simpul logistik strategis yang andal dalam
mendukung ketahanan pangan dan industri pakan ternak nasional. Melalui
kelengkapan fasilitas dan keunggulan operasional di Pelabuhan Ciwandan, Pelindo
Regional 2 Banten terus memfasilitasi kelancaran arus bongkar muat komoditas
curah kering (dry bulk), salah satunya komoditas Soybean Meal (SBM) sebagai
sumber protein nabati utama dalam industri pakan ternak yang menjadi pilar
penting bagi ketersediaan dan
pertumbuhan industri peternakan di Indonesia.
Keandalan layanan kepelabuhanan tersebut
dibuktikan melalui pencapaian kinerja operasional yang terus konsisten.
Berdasarkan rekapitulasi data sepanjang tahun 2025, Pelabuhan Ciwandan berhasil
melayani penanganan komoditas Soybean Meal dengan total volume mencapai 225.491
Metric Ton (MT).
Tren positif pelayanan operasional ini
terus berlanjut pada tahun 2026. Hingga Agustus 2026, volume penanganan
komoditas SBM di Pelabuhan Ciwandan tercatat mencapai 116.926 Metric Ton (MT),
meningkat sebesar 28,39% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Capaian ini tidak terlepas dari kolaborasi dan kemitraan yang kuat bersama para
pengguna jasa dan pelaku industri yang terus memercayakan aktivitas logistiknya
melalui Pelabuhan Ciwandan.
Plt. General Manager Pelindo Regional 2
Banten, Achmad Yoga Suryadarma, menyampaikan bahwa capaian operasional ini
merupakan wujud nyata dari kesiapan infrastruktur dermaga dan kompetensi sumber
daya manusia di Pelabuhan Ciwandan dalam menangani komoditas curah kering
berskala besar.
"Keberhasilan menangani ratusan
ribu ton komoditas Soybean Meal membuktikan kapasitas dan keandalan operasional
Pelabuhan Ciwandan. Hal ini adalah wujud komitmen kami beserta para stakeholder
untuk terus menghadirkan layanan logistik yang efektif, efisien, dan berfokus
pada pemenuhan kebutuhan pasokan bahan baku industri pakan ternak dalam
negeri," ujar Achmad Yoga Suryadarma ( 23 September 2026).
Yoga menjelaskan bahwa penanganan kargo
curah kering seperti SBM menuntut tingkat produktivitas dan kebersihan yang
tinggi, ketersediaan alat berat yang mumpuni, serta penerapan standar
Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) yang ketat untuk memastikan kualitas
komoditas tetap terjaga dengan baik hingga didistribusikan ke tujuan akhir.
Kinerja positif ini tentunya tidak lepas dari sinergi yang terbangun erat
dengan para mitra pengguna jasa, perusahaan bongkar muat, serta seluruh
pemangku kepentingan terkait di lingkungan pelabuhan.
"Ke depan, Pelindo Regional 2
Banten akan terus meningkatkan kualitas layanan dan kesiapan fasilitas guna
mengakomodasi peningkatan volume arus logistik komoditas industri pakan ternak
maupun kargo lainnya. Tentunya, hal ini akan lebih mudah untuk diwujudkan
dengan adanya dukungan dari seluruh pihak demi menjaga stabilitas industri
nasional dan keberlangsungan ekosistem logistik ke depannya," tutup Yoga.
(Redaksi MBN.Com/Humas Pelindo
Regional 2 Banten).




Tidak ada komentar:
Posting Komentar