BALI (Mediabisnisnasional.com) - Menteri Koordinator Bidang
Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY)
meninjau langsung progres pengembangan Bali Maritime Tourism Hub (BMTH) di
Pelabuhan Benoa, Bali, Selasa (21/7). Kunjungan tersebut dilakukan untuk
memastikan percepatan pengembangan BMTH sebagai kawasan pariwisata maritim
terpadu sekaligus membahas sejumlah isu strategis yang perlu diselesaikan
bersama guna mendukung operasional kawasan secara optimal.
Dalam kunjungan tersebut,
Menko AHY meninjau Area Pengembangan I BMTH yang direncanakan menjadi Marina
District, serta membahas penataan kawasan, termasuk rencana relokasi kapal
perikanan dari area pengembangan BMTH guna meningkatkan keselamatan pelayaran
dan mendukung pengembangan marina bertaraf internasional. Selain itu,
pemerintah juga membahas percepatan penyelesaian sejumlah regulasi terkait
pengelolaan marina yacht dan kapal pesiar (cruise) sebagai bagian dari upaya
mendorong pengembangan pariwisata maritim yang terintegrasi dan berdaya saing
global.
Menteri Koordinator Bidang
Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono menyampaikan
bahwa BMTH merupakan salah satu proyek strategis nasional yang diharapkan mampu
memperkuat sektor pariwisata sekaligus memberikan multiplier effect bagi
perekonomian.
"Pengembangan BMTH
merupakan bagian penting dari upaya kita untuk memperkuat sektor pariwisata dan
ekonomi maritim nasional. Negara telah hadir melalui dukungan investasi
pemerintah, sehingga seluruh tahapan pengembangannya perlu kita selesaikan
secara terpadu agar manfaat pembangunan ini dapat dirasakan secara optimal oleh
masyarakat maupun perekonomian nasional," ujar AHY.
Salah satu isu strategis yang
menjadi perhatian dalam pengembangan BMTH adalah penataan kapal perikanan yang
saat ini masih bersandar di kawasan BMTH. Penataan dilakukan secara bertahap
seiring dengan rencana pembangunan Pelabuhan Perikanan Pengambengan sebagai
lokasi relokasi aktivitas perikanan di masa mendatang.
Direktur Pengembangan Usaha
Pelindo, Prasetyo, mengatakan bahwa penataan kawasan dilakukan untuk
menciptakan tata kelola pelabuhan yang lebih aman, tertib, dan mampu
mengakomodasi berbagai aktivitas maritim secara berdampingan.
"Penataan kawasan ini
merupakan bagian dari upaya mewujudkan kawasan pelabuhan yang aman, tertib, dan
memiliki fungsi yang semakin optimal. Dengan pengaturan ruang dan alur
pelayaran yang baik, aktivitas perikanan tetap dapat berjalan, sementara
pengembangan marina internasional juga dapat berlangsung secara harmonis dengan
tetap mengedepankan aspek keselamatan, keamanan, dan kelancaran
operasional," ujar Prasetyo.
Area Pengembangan I BMTH
direncanakan menjadi Marina District yang mampu menampung hingga 180 kapal
yacht dengan panjang maksimum mencapai 90 meter. Kawasan ini akan dilengkapi
berbagai fasilitas pendukung, antara lain area hiburan (entertainment
district), kawasan gaya hidup (lifestyle district), serta ruang publik yang
terintegrasi sebagai destinasi pariwisata maritim bertaraf internasional.
Pengembangan BMTH diharapkan
semakin memperkuat posisi Pelabuhan Benoa sebagai gerbang pariwisata maritim
Indonesia. Hal tersebut tercermin dari tren positif kunjungan kapal pesiar yang
terus meningkat. Sepanjang tahun 2025, tercatat 65 kapal pesiar internasional
bersandar di Pelabuhan Benoa, meningkat 16 persen dibandingkan tahun
sebelumnya. Sementara itu, jumlah wisatawan internasional yang datang melalui
kapal pesiar mencapai sekitar 146 ribu orang, atau tumbuh 36 persen secara
tahunan.
Melalui sinergi antara
pemerintah, Pelindo, serta seluruh pemangku kepentingan, pengembangan BMTH
diharapkan mampu menjadi katalis pertumbuhan ekonomi Bali, memperkuat daya
saing pariwisata maritim Indonesia, sekaligus menjadikan Pelabuhan Benoa
sebagai salah satu destinasi marina dan kapal pesiar terkemuka di kawasan Asia
Pasifik.
(Redaksi MBN.Com/Humas
Pelindo Regional 3).






Tidak ada komentar:
Posting Komentar