JAKARTA (Mediabisnisnasional.com) – PT Tirta Mahakam Resources Tbk ("TIRT"), emiten di sektor
angkutan laut dalam negeri, terus membangun fondasi bisnisnya di sektor
pelayaran setelah melakukan transformasi kegiatan usaha pada tahun lalu.
Perseroan kini berfokus pada optimalisasi pemanfaatan armada kapal, peningkatan
efisiensi operasional, penguatan tata kelola perusahaan, serta perbaikan posisi
keuangan secara berkelanjutan guna menciptakan pertumbuhan usaha yang sehat dan
berkesinambungan.
Tham Arvin Setyanto,
Presiden Direktur PT Tirta Mahakam Resources Tbk, mengatakan, Transformasi
menuju bisnis angkutan laut merupakan langkah penting dalam perjalanan TIRT.
Pada tahun 2025, kami telah menyelesaikan berbagai perizinan yang diperlukan
untuk menjalankan kegiatan usaha angkutan laut, serta memperoleh sejumlah
kontrak penyewaan kapal dengan pelanggan.
Dalam menjalankan
bisnisnya, Perseroan menerapkan strategi bisnis berbasis Business-toBusiness
(B2B) dengan mengedepankan captive market sebagai sumber penghasilan utama. Di
saat yang sama, Perseroan tetap membuka peluang kerja sama dengan berbagai
mitra strategis yang dapat mendukung pengembangan usaha serta sejalan dengan
prinsip-prinsip tata kelola perusahaan yang baik.
"Saat ini
industri angkutan laut sedang menghadapi tantangan utama berupa fluktuasi harga
bahan bakar minyak yang dipengaruhi oleh dinamika geopolitik global. Untuk
menghadapi kondisi tersebut, kami terus melakukan optimalisasi pemanfaatan
armada, memastikan seluruh kapal dalam kondisi laik laut, serta menerapkan
pengendalian biaya operasional secara disiplin dan efisien. Fokus utama kami
saat ini adalah memastikan kegiatan usaha pelayaran dapat berjalan optimal
sehingga dapat mendukung perbaikan posisi keuangan Perseroan secara
berkelanjutan. Selain itu, kami juga akan terus membangun fondasi tata kelola
yang kuat agar dapat menciptakan nilai tambah bagi para pemegang saham dan
seluruh pemangku kepentingan," tambah Tham Arvin Setyanto.
Rp
13,66 miliar
Transformasi yang
dilakukan mulai menunjukkan hasil positif. Pada tahun buku 2025, TIRT
membukukan pendapatan sebesar Rp13,66 miliar yang berasal dari pengoperasian 20
unit armada kapal. Pencapaian tersebut menjadi kontribusi awal segmen usaha
angkutan laut terhadap kinerja Perseroan pasca transformasi. Momentum perbaikan
kinerja tersebut berlanjut pada kuartal I2026. Perseroan mencatatkan pendapatan
sebesar Rp26,6 miliar serta membukukan laba bersih sebesar Rp7,5 miliar.
Pada tanggal 24 Juni
2026, Perseroan juga telah menyelenggarakan RUPST dan RUPSLB. Dalam RUPST
tersebut, para pemegang saham telah menyetujui dan mengesahkan Laporan Tahunan
Perseroan untuk tahun buku 2025, termasuk Laporan Direksi mengenai jalannya
usaha Perseroan, Laporan Pengawasan Dewan Komisaris, Laporan Keuangan Tahunan
yang telah diaudit, serta Laporan Keberlanjutan Perseroan.
Selain itu, para
pemegang saham juga telah menyetujui seluruh mata acara RUPST dan RUPSLB yang
telah disampaikan kepada publik dalam pemanggilan rapat. Ke depan, Perseroan
akan melanjutkan upaya penguatan kegiatan usaha angkutan laut dengan tetap
mengedepankan prinsip kehati-hatian, efisiensi operasional, dan tata kelola
perusahaan yang baik. Langkah tersebut diharapkan dapat mendukung
keberlangsungan usaha dan perbaikan fundamental Perseroan secara bertahap.
(Redaksi MBN.Com/Corcom TIRT).






Tidak ada komentar:
Posting Komentar