JAKARTA (Media Bisnis Nasional.com, 25 Maret 2026) - PT Indonesia
Kendaraan Terminal Tbk (IDX: IPCC), bagian dari ekosistem Pelindo Group melalui
PT Pelindo Multi Terminal sebagai subholding, mencatatkan kinerja keuangan yang
impresif berdasarkan laporan audited tahun buku 2025. Perseroan berhasil
membukukan laba bersih sebesar Rp256,51 miliar, menandai rekor tertinggi
sepanjang sejarah (all time high) dan melampaui capaian psikologis Rp250
miliar.
Kinerja tersebut
tumbuh 20,87% secara tahunan (YoY) dibandingkan laba tahun sebelumnya sebesar
Rp212,21 miliar, mencerminkan fundamental bisnis yang semakin kuat serta
kemampuan perseroan dalam menjaga pertumbuhan yang berkelanjutan di tengah
dinamika industri.
Pencapaian ini
didorong oleh keberhasilan IPCC dalam mengakselerasi inovasi dan strategis
bisnis, memperkuat transformasi dan digitalisasi operasional, serta melakukan
standarisasi proses bisnis secara konsisten di seluruh lini, sehingga mampu
meningkatkan efisiensi, produktivitas, dan kualitas layanan sebagai fondasi
utama dalam menciptakan nilai tambah bagi pengguna jasa, pemegang saham dan
pemangku kepentingan.
IPCC mencatatkan
pertumbuhan pendapatan yang solid sepanjang tahun 2025 dengan membukukan
Rp929,96 miliar, meningkat 12,77% YoY dibandingkan Rp824,60 miliar pada tahun
sebelumnya. Kinerja ini menegaskan kemampuan perseroan dalam menjaga momentum
pertumbuhan yang berkelanjutan, didukung oleh kontribusi dominan dari Branch
Tanjung Priok sebesar 91% atau Rp 842,55 miliar, serta penguatan peran terminal
satelit di berbagai wilayah strategis Indonesia yang berkontribusi sebesar 9%
atau Rp85,15 miliar.
Dari sisi komposisi
bisnis, segmen Completely Built Up (CBU) tetap menjadi kontributor utama dengan
pendapatan mencapai Rp697,66 miliar, diikuti oleh segmen alat berat sebesar
Rp82,67 miliar serta truck/bus sebesar Rp77,31 miliar. Struktur pendapatan ini
mencerminkan positioning IPCC yang kuat sebagai pemain kunci dalam rantai
logistik otomotif nasional sekaligus menunjukkan diversifikasi portofolio
bisnis yang semakin solid.
Menariknya, pertumbuhan
kinerja IPCC juga didorong oleh akselerasi tren kendaraan listrik atau Battery
Electric Vehicle (BEV), yang menjadi salah satu katalis utama pertumbuhan
perseroan di tahun 2025. IPCC berhasil melayani lebih dari 101.731 unit
kendaraan listrik, dengan dominasi merek asal Tiongkok yang menyumbang lebih
dari 80.000 unit. Hal ini tidak hanya memperkuat peran IPCC dalam ekosistem
logistik otomotif masa depan, tetapi juga menegaskan kesiapan perseroan dalam
menangkap peluang dari transisi menuju industri yang lebih ramah lingkungan dan
berkelanjutan.
IPCC berkomitmen
untuk selalu memberikan pelayanan terbaik dari sisi keamanan, keselamatan dan
penanganan seluruh kargo yang dilayani oleh Perusahaan. Pada tahun 2025,
perseroan menerapkan secara full single billing dan juga pada triwulan 4(empat)
tahun 2025 IPCC resmi meluncurkan inovasi bisnis In-Land Transportation sebagai
perwujudan tagline baru yaitu Integrated Auto Solutions yang memperkuat arah
perseroan sebagai pemimpin layanan logistik terminal kendaraan yang
terintegrasi dan terbesar di Indonesia.
IPCC juga
mencatatkan kenaikan total aset sebesar 11,21% dari Rp 1,85 Triliun pada 2024
menjadi Rp 2,05 Triliun pada akhir 2025 dimana kenaikan tersebut disebabkan
oleh kenaikan Kas dan Setara Kas IPCC mencapai Rp 1,08 Triliun yang naik
sebesar 33,55%. Wing Megantoro selaku Direktur Keuangan, SDM dan Manajemen
Risiko menuturkan, “Berbagai upaya yang dilakukan Perseroan untuk menciptakan
nilai tambah dari setiap layanan yang diberikan utamanya dari sisi keuangan
seperti efisiensi biaya yang tidak berhubungan langsung dengan pendapatan serta
penggunaan sistem pembayaran yang terintegrasi melalui digitalisasi seperti
PRAYA dan PTOS-C yang memungkinkan pengguna jasa dapat mengetahui tagihan atas
layanan IPCC secara realtime, mengurangi proses tatap muka serta berhasil
mengurangi ACP (average collection Period) Perseroan dari 31,74 pada tahun 2024
menjadi 29,05 pada tahun 2025 ”.
“Sebagai salah satu
entitas bisnis di Pelindo grup yang memiliki fundamental solid, kami tidak
memiliki kewajiban perseroan dalam bentuk hutang kepada perbankan maupun pihak
lain (debt free company) sehingga memberikan ruang gerak yang lebih prudent
serta independensi pengelolaan keuangan untuk pengembangan perseroan”, ucap
Wing.
Dalam rangka menjadi
terminal kendaraan yang memiliki keunggulan dari sisi pelayanan sehingga
menjadi top of mind pengguna jasa, IPCC memperkuat tata kelola dan pelaporan
kepada para pemegang saham sebagai bagian dari akuntabilitas perseroan dimana
sepanjang IPCC berdiri, di tahun 2025 berhasil meraih penghargaan bergensi
Annual Report Award 2024 Juara 2 kategori BUMN Publik Non-Keuangan dengan
Pendapatan di bawah 1 Triliun yang diselenggarakan oleh Komite Nasional
Kebijakan Governansi (KNKG) dan Bursa Efek Indonesia (BEI).
Apresiasi
Direktur Utama IPCC,
Sugeng Mulyadi mengatakan “Kami bersyukur dan memberikan apresiasi yang
setinggi-tingginya kepada Pengguna Jasa, Vendor, Tim IPCC, Pemegang
Saham/Investor dan Stakeholders atas pencapaian yang luar biasa ini serta tak
lupa dukungan dan kepercayaannya kepada IPCC”.
IPCC mengapresiasi
penilaian pengguna jasa dan vendor atas layanan yang kami berikan dimana hal
ini terukur dalam hasil survey kepuasan pelanggan tahun 2025 di lingkungan
Pelindo Grup, IPCC memperoleh skor tertinggi 4,82 dari skala 5. Kinerja yang
baik ini tentunya turut didukung oleh Pelayanan Prima yang diberikan oleh IPCC.
“Sepanjang tahun
2025, IPCC berhasil memperluas layanan melalui penambahan kapasitas melalui
PDC, integrasi layanan logistik, in-land transportation dan optimalisasi
lahan-lahan idle di sekitar perseroan untuk menampung lonjakan kargo yang
melalui terminal kami,” pungkas Sugeng.
Di tahun 2025,
strategi bisnis IPCC berlanjut dengan menyesuaikan strategi dan rencana induk
perusahaan yang bergerak pada ekosistem logistik terminal kendaraan yang
terintegrasi (vehicle logistic ecosystem), dengan terus melaksanakan ekspansi
bisnis baik organik maupun anorganik.
IPCC terus melakukan
penguatan pada sisi operasional dan digitalisasi yang salah satunya Go-Live
aplikasi PTOS-C secara penuh pada terminal internasional yang bertujuan untuk
integrasi layanan dan memadukan pola operasi dengan teknologi terkini ungkap
Bagus Dwipoyono, Direktur Teknik dan Operasi.
“Guna meningkatkan
pelayanan operasional yang berfokus kepada kepuasan pengguna jasa, memastikan
kesiapan tim operasional, keselamatan kerja, transformasi yang berkelanjutan
dengan mengimplementasikan prinsip kerja 3 No yaitu no cause defect, no accept
defect, no continues defect”, tutur Bagus.
Atas pelayanan prima
IPCC kepada salah satu pengguna jasa, IPCC berhasil memperoleh sertifikat
apresiasi untuk pelayanan selama 460 hari tanpa kecelakaan/insiden pada kargo
PT Astra Daihatsu Motor. Pengakuan inin sekaligus menjadi motivasi bagi IPCC
untuk terus meningkatkan kualitas dalam menangani kargo para automaker,
memberikan kontribusi positif bagi perekonomian nasional serta menjawab
tantangan bisnis di masa depan.
Program TJSL
Endah Dwi Liesly,
Sekretaris Perusahaan menambahkan, “selain peningkatan dari kinerja keuangan,
jejak langkah bidang bisnis IPCC yang dinamis juga memperhatikan unsur
lingkungan, sosial dan tata kelola perseroan yang berkelanjutan sesuai dengan
Sustainable Development Goals (SDG’s). Pengelolaan ESG IPCC terus mengalami
peningkatan yang diindikasikan dengan perolehan penghargaan bergensi ditahun
2025 dengan memperoleh 3 penghargaan pada BUMN Track TJSL & CSR Award”.
IPCC mengedepankan
prinsip ramah lingkungan melalui komitmen penggunaan alternatif bahan bakar
dengan RON 92 dari setiap alat penunjang operasi yang ramah lingkungan untuk
mengurangi emisi karbon sebagai bentuk pengurangan dampak negatif akibat residu
bahan bakar. Selain itu penggunaan Golf Car berbasis Baterai dan Penggunaan
Taxi Car EV memperkuat komitmen menuju pelabuhan hijau berbasis teknologi
(Green & Smart Port).
Dari sisi tanggung
jawab sosial dan lingkungan (TJSL), di tahun 2025 IPCC terus mendukung program
prioritas bidang lingkungan melalui konservasi biota dan ekosistem laut seperti
penanaman 2.750 bibit mangrove di Kawasan Konservasi Danau Siombak, Medan
Sumatera Utara dan perawatan konservasi 8.100 tanaman mangrove di kecamatan
Sungai Undang, Provinsi Kalimantan Tengah.
Selain itu, IPCC
juga mendorong Usaha Mikro Kecil (UMK) melalui program UMKM Kuat di wilayah
Kelurahan Kalibaru yang juga mendukung program TJSL pengentasan Stunting
melalui program IPCC Gembira dimana ekonomi sirkuler dan saling mengisi menjadi
fondasi penting keberhasilan dan keberlanjutan program tersebut.
“Kinerja IPCC selalu
sejalan dengan terukur dan berbasis kinerja berkelanjutan, dengan komitmen kami
kepada publik tidak hanya mempertahankan aspek keuangan namun juga menciptakan
bisnis yang berkesinambungan dengan penguatan UMKM yang memiliki peran penting
sebagai penopang perekonomian bangsa serta kesehatan sebagai modal berharga
mencetak para pemimpin muda di masa yang akan datang” tutup Endah.
(Redaksi
MBN.Com /Corcom IPCC).





Tidak ada komentar:
Posting Komentar