Pages

Selasa, Mei 05, 2026

IPC TPK Panjang Topang Pergerakan Ekspor Ribuan Kontainer Kosong Masuk Lampung


 

BANDAR LAMPUNG (Mediabisnisnasional.com) – IPC Terminal Petikemas (IPC TPK) Panjang menerima kedatangan kapal MV MSC Polonia III dengan muatan peti kemas kosong (empty container) terbesar sepanjang tahun 2026. Kehadiran kapal ini menjadi momentum penting dalam mendukung kelancaran arus logistik, khususnya untuk kebutuhan ekspor dan impor di wilayah Sumatera.


Dalam kegiatan bongkar muat, kapal ini mencatatkan total 2.318 box (2.470 TEUs). Aktivitas bongkar didominasi oleh peti kemas kosong sebanyak 1.772 box (1.787 TEUs), serta 124 box full (228 TEUs). Sementara itu, kegiatan muat tercatat sebanyak 422 box full (455 TEUs).


Masuknya sekitar 1.700 lebih empty container ini terjadi di tengah kondisi industri logistik yang saat ini menghadapi ketidakseimbangan antara permintaan dan ketersediaan kontainer. Dalam beberapa waktu terakhir, permintaan ekspor tercatat lebih tinggi dibandingkan dengan ketersediaan kontainer kosong, yang berdampak pada tertundanya pengiriman serta kenaikan biaya logistik.


Kedatangan kapal ini menjadi tambahan pasokan yang signifikan, sekaligus membantu mempercepat pengiriman ekspor yang sebelumnya tertahan (backlog), serta menjadi bentuk intervensi langsung terhadap ketidakseimbangan supply-demand kontainer.


“Kehadiran kontainer kosong dalam jumlah besar ini diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan pelaku usaha, khususnya dalam mendukung kelancaran aktivitas ekspor dari wilayah Sumatera,” ujar Anang Subagyono, Manager Area IPC TPK Panjang.


Berdasarkan data Badan Pusat Statistik Provinsi Lampung, secara kinerja perdagangan, aktivitas ekspor di wilayah Sumatera, khususnya Provinsi Lampung, menunjukkan tren yang kuat. Berdasarkan data tahun 2026, nilai ekspor Lampung tercatat sekitar US$500 juta per bulan, dengan total US$992,45 juta pada periode Januari–Februari 2026. Hal ini mencerminkan tingginya demand logistik di wilayah Sumatera yang terus meningkat.


Dalam konteks ini, ketersediaan kontainer kosong menjadi faktor krusial. Kehadiran kapal dengan muatan empty container dalam jumlah besar tidak hanya menambah pasokan, tetapi juga berperan sebagai enabler ekspor, yang memastikan kelancaran distribusi barang ke pasar global.


Lebih lanjut, penempatan kontainer kosong dalam jumlah besar di IPC TPK Panjang juga menjadi indikasi meningkatnya permintaan pasar (market signal). Shipping line umumnya menempatkan kontainer di wilayah dengan potensi ekspor tinggi, sehingga hal ini mencerminkan optimisme terhadap aktivitas perdagangan di kawasan Sumatera.


IPC TPK Panjang juga semakin menunjukkan perannya sebagai alternative gateway logistik di Sumatera, khususnya melalui layanan pelayaran yang terhubung langsung (direct call) ke hub internasional seperti Singapura, sehingga memberikan efisiensi waktu dan biaya logistik bagi pelaku usaha.


“Kami melihat adanya peningkatan aktivitas logistik di wilayah Sumatera, yang tercermin dari kebutuhan kontainer serta arus barang yang terus tumbuh,” tambah Anang.


Seiring dengan dinamika tersebut, IPC TPK Panjang siap mendukung pelaku logistik, baik perusahaan pelayaran maupun pemilik barang, dengan menghadirkan layanan terminal yang kompeten, cepat, dan efisien. Kesiapan ini tercermin dari optimalisasi operasional bongkar muat yang terus dijaga, sehingga mampu mengakomodasi pertumbuhan arus peti kemas dan peningkatan trafik secara berkelanjutan.


Dengan dukungan fasilitas dan layanan yang andal, IPC TPK Panjang juga siap menghadapi dinamika industri logistik yang terus berkembang, sekaligus memastikan kelancaran arus barang di wilayah Sumatera tetap terjaga. Kedatangan kontainer kosong dalam jumlah besar ini diharapkan dapat mendukung stabilitas rantai pasok, menjaga kelancaran distribusi, serta meningkatkan daya saing ekspor Indonesia di pasar global.


(Redaksi MBN.Com/Corcom IPC TPK).  

Pelindo Regional 2 Panjang Lepas 3.330 Ekspor Perdana Tepung Tapioka Senilai Rp. 26 Miliar ke Tiongkok

 


PANJANG LAMPUNG (Mediabisnisnasional.com) — Pelabuhan Indonesia (Pelindo) Regional 2 Panjang kembali mencatatkan tonggak penting dalam mendukung pertumbuhan ekspor daerah melalui kegiatan pelepasan ekspor perdana tepung tapioka ke Tiongkok.


Ekspor ini merupakan bagian dari penguatan hilirisasi hasil bumi Provinsi Lampung, di mana singkong menjadi salah satu komoditas unggulan yang telah menembus pasar ekspor ke berbagai negara di Asia maupun belahan dunia lainnya. Selain Tiongkok, komoditas ini juga direncanakan akan terus diekspor ke sejumlah negara yang telah menjalin kerja sama dan negosiasi dagang untuk menyerap hasil bumi Lampung.


Sebanyak 3.330 ton tepung tapioka dengan nilai ekspor mencapai sekitar Rp26 miliar diberangkatkan melalui Pelabuhan Panjang. Ekspor ini dilakukan oleh perusahaan mitra Pelindo Regional 2 Panjang, CV Intan Group.


Kegiatan ini dihadiri langsung oleh Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal, didampingi Kapolda Lampung, Irjen Pol Helfi Assegaf, S.I.K., M.H., serta jajaran Forkopimda Provinsi Lampung. Turut hadir perwakilan instansi maritim dan kepelabuhanan, antara lain Balai Karantina, KSOP Kelas I Panjang, Bea Cukai Kanwil Sumbagbar, serta Asosiasi Maritim Pelabuhan Regional 2 Panjang.


Dalam rangkaian acara, sambutan diawali oleh CEO Intan Group Jeremy Gozal yang menyampaikan apresiasi atas dukungan seluruh pihak dalam merealisasikan ekspor perdana ini.


“Ekspor perdana ini merupakan langkah strategis bagi kami untuk memperluas pasar internasional, khususnya ke Tiongkok. Kami optimistis produk tepung tapioka dari Lampung memiliki kualitas yang mampu bersaing di pasar global,” ujarnya.


Selanjutnya, Deputi Karantina Indonesia diwakili Plt. Deputi Bidang Karantina Tumbuhan Drama Panca Putra menegaskan komitmen dalam menjamin kualitas dan keamanan komoditas ekspor.


“Kami memastikan seluruh proses karantina, baik untuk komoditas ikan maupun tumbuhan, telah memenuhi standar dan persyaratan negara tujuan, sehingga produk yang diekspor aman, sehat, dan memiliki daya saing tinggi,” jelasnya.


Gubernur Lampung, Rahmat Mirzani Djausal, dalam sambutannya menyampaikan bahwa ekspor ini menjadi bukti nyata kekuatan komoditas unggulan daerah.


“Pelepasan ekspor ini menunjukkan bahwa Lampung mampu menjadi pemain penting dalam perdagangan internasional. Pemerintah Provinsi Lampung akan terus mendorong kemudahan dan dukungan bagi pelaku usaha agar ekspor semakin meningkat,” ungkap Gubernur.


Sementara itu, General Manager Pelindo Regional 2 Panjang. Hardianto, menegaskan komitmen Pelindo dalam mendukung kelancaran arus logistik dan kegiatan ekspor.


“Sebagai pengelola pelabuhan sekaligus pemilik lahan tempat berlangsungnya kegiatan ini, Pelindo Regional 2 Panjang berkomitmen memberikan layanan terbaik guna memastikan kelancaran proses ekspor. Sinergi antar stakeholder menjadi kunci dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah melalui sektor logistik,” ujar Hardianto.


Pelepasan ekspor ini diharapkan menjadi langkah awal yang berkelanjutan dalam memperluas pasar ekspor komoditas Lampung, khususnya tepung tapioka, serta memperkuat peran Pelabuhan Panjang sebagai gerbang logistik utama di wilayah Sumatera bagian selatan.


Kegiatan ini diakhiri dengan penyerahan secara simbolik Sertifikat Phytosanitari dan penyerahan Nota Pelayanan Ekspor (NPE) dan dilanjutkan "pecah kendi" yang dilakukan oleh Gubernur Lampung beserta seluruh peserta yang hadir.


(Redaksi MBN.Com/Humas Pelindo Regional 2 Panjang).  

TPS Surabaya LAKUKAN SHARING SESSION dengan MAHASISWA UNIVERSITAS ISLAM BANDUNG

 

 


SURABAYA INDONESIA (Mediabisnisnasional.com) – Masih dalam semangat memperingati Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas), PT Terminal Petikemas Surabaya (TPS) melaksanakan sharing session saat menerima kunjungan akademik dari 72 mahasiswa Jurusan Akuntansi Universitas Islam Bandung (UNISBA) pada Senin (4/5) di kantor TPS, Jalan Tanjung Mutiara 1 Surabaya.


Kunjungan ini merupakan bagian dari pelaksanaan komitmen TPS dalam pelaksanaan Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL), khususnya pada pilar pendidikan. Para mahasiswa berkesempatan berpartisipasi dalam sesi berbagi tentang pengelolaan terminal petikemas, ditinjau dari perspektif ilmu akuntansi.


Sekretaris Perusahaan TPS, Erika A. Palupi, menyampaikan bahwa kegiatan ini menjadi wujud peran perusahaan secara berkelanjutan dalam mendukung dunia pendidikan serta menyiapkan SDM unggul yang relevan dengan kebutuhan industri.


“Peringatan Hari Pendidikan Nasional ini menjadi momentum bagi TPS untuk berbagi praktik terbaik kepada mahasiswa. Kami ingin memberikan gambaran bahwa ilmu akuntansi saat ini tidak lagi bersifat konvensional. Ilmu akuntansi telah berkembang termasuk perannya dalam mengukur dampak sosial melalui Social Return on Investment (SROI) serta pengelolaan dan pelaporan kinerja berkelanjutan melalui Sustainability Report,” ujar Erika.


Ia menambahkan, sebagai perusahaan yang bergerak di sektor kepelabuhanan, TPS secara konsisten menerapkan prinsip keberlanjutan (sustainability) dan tata kelola perusahaan yang baik (Good Corporate Governance), sehingga peran akuntansi menjadi sangat strategis dalam mendukung pengambilan keputusan manajemen.


Dalam sharing session, TPS juga menjelaskan bagaimana akuntansi berperan dalam mendukung transparansi, akuntabilitas, serta implementasi aspek Environmental, Social and Governance (ESG) dalam pengelolaan terminal petikemas. Hal ini memberikan wawasan kepada mahasiswa mengenai penerapan ilmu akuntansi secara langsung di dunia industri.


Kegiatan dilanjutkan dengan diskusi interaktif yang memberikan kesempatan bagi mahasiswa untuk bertanya dan bertukar pandangan dengan praktisi TPS terkait tantangan dan peluang profesi akuntan di sektor logistik dan kepelabuhanan.


TPS berharap kegiatan ini dapat memperkuat sinergi antara dunia industri dan dunia pendidikan, khususnya perguruan tinggi, sekaligus mendukung pengembangan kualitas pendidikan nasional sebagai pelaksanaan program TJSL yang berkelanjutan.


(Redaksi MBN.Com/Corcom TPS Surabaya).

 

Supply Chain Indonesia (SCI): EKSPOR MARET TURUN 3,10 PERSEN, PERTUMBUHAN EKONOMI 5,61 PERSEN PERLU DITOPANG EFISIENSI LOGISTIK

 


JAKARTA (Mediabisnisnasional.com) - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat PDB atas dasar harga berlaku triwulan I-2026 mencapai Rp6.187,2 triliun dan PDB atas dasar harga konstan 2010 mencapai Rp3.447,7 triliun. Dari sisi produksi, pertumbuhan tertinggi terjadi pada Penyediaan Akomodasi dan Makan Minum sebesar 13,14 persen, diikuti Jasa Lainnya 9,91 persen serta Transportasi dan Pergudangan 8,04 persen. Industri Pengolahan sebagai sektor terbesar tumbuh 5,04 persen.

 

Supply Chain Indonesia (SCI) menilai pertumbuhan ekonomi Indonesia pada triwulan I-2026 sebesar 5,61 persen (y-on-y) menunjukkan daya tahan ekonomi nasional yang cukup baik. Namun, kontraksi 0,77 persen secara triwulanan (q-to-q) mengindikasikan penguatan kualitas pertumbuhan diperlukan agar tidak terlalu bertumpu pada faktor musiman dan konsumsi domestik.

 

Founder & CEO SCI Setijadi mengatakan pertumbuhan Transportasi dan Pergudangan yang lebih tinggi dari pertumbuhan ekonomi nasional menunjukkan aktivitas logistik menjadi salah satu penggerak penting ekonomi. Namun, peningkatan aktivitas tersebut harus diikuti efisiensi biaya, peningkatan produktivitas, integrasi antarmoda, dan digitalisasi rantai pasok.

 

Dari sisi pengeluaran, pertumbuhan masih ditopang konsumsi rumah tangga yang tumbuh 5,52 persen dan berkontribusi 54,36 persen terhadap PDB. PMTB tumbuh 5,96 persen, sedangkan ekspor barang dan jasa hanya tumbuh 0,90 persen, jauh di bawah impor barang dan jasa yang tumbuh 7,18 persen. Kondisi ini menunjukkan pertumbuhan ekonomi masih perlu diperkuat dari sisi produktivitas industri dan daya saing ekspor.

 

SCI merekomendasikan pemerintah memperkuat konektivitas logistik dari sentra produksi ke pasar dan pelabuhan, mempercepat digitalisasi layanan logistik, serta mendorong pengembangan pusat konsolidasi barang di luar Jawa. Hal ini penting karena struktur ekonomi masih terkonsentrasi di Jawa dengan kontribusi 57,24 persen, meskipun Bali-Nusa Tenggara dan Sulawesi mencatat pertumbuhan tinggi masing-masing 7,93 persen dan 6,95 persen.

 

Perkembangan Ekspor dan Impor

Pada perdagangan internasional, BPS mencatat ekspor Januari-Maret 2026 mencapai USD66,85 miliar atau hanya naik 0,34 persen, sementara ekspor Maret 2026 turun 3,10 persen secara tahunan menjadi USD22,53 miliar.

 

Sebaliknya, impor Januari-Maret 2026 naik 10,05 persen menjadi USD61,30 miliar, terutama didorong impor bahan baku/penolong dan barang modal. Neraca perdagangan masih surplus USD5,55 miliar, tetapi lebih rendah dibanding surplus Januari-Maret 2025 sebesar USD10,91 miliar.

 

Setijadi menilai penurunan ekspor Maret perlu diantisipasi agar tidak berkembang menjadi pelemahan berkepanjangan. Ekspor nonmigas masih ditopang industri pengolahan yang naik 3,96 persen, tetapi ekspor pertanian turun 32,18 persen dan pertambangan turun 11,17 persen. Di sisi lain, kenaikan impor barang modal dapat menjadi indikasi ekspansi kapasitas produksi, namun harus dikawal agar berdampak pada peningkatan produktivitas dan ekspor bernilai tambah.

 

SCI merekomendasikan pemerintah dan pelaku usaha memperkuat hilirisasi, diversifikasi pasar ekspor, konsolidasi muatan ekspor, efisiensi pelabuhan, serta layanan logistik ekspor yang lebih kompetitif. Kenaikan impor bahan baku dan barang modal perlu diarahkan untuk memperkuat kapasitas produksi nasional, memperdalam rantai pasok domestik, dan mengurangi ketergantungan impor dalam jangka menengah.

 

(Redaksi MBN.Com/Humas SCI).

PTP Nonpetikemas Jambi Perkuat Peran dalam Mendukung Kelancaran Logistik Wilayah

 



JAMBI (Mediabisnisnasional.com) — PT Pelabuhan Tanjung Priok (PTP Nonpetikemas) Cabang Jambi terus memperkuat perannya dalam mendukung kelancaran arus logistik dan distribusi komoditas di wilayah Jambi dan sekitarnya. Upaya ini dilakukan melalui peningkatan kinerja operasional, optimalisasi layanan, serta penguatan sinergi dengan para pemangku kepentingan.


Sebagai salah satu pelabuhan multipurpose di wilayah Sumatera, PTP Nonpetikemas Cabang Jambi memiliki posisi strategis dalam menunjang distribusi berbagai komoditas, khususnya curah kering dan general cargo. Didukung keunggulan geografis yang terhubung dengan hinterland industri, pelabuhan ini menjadi salah satu simpul penting dalam rantai pasok regional.


“Kami terus mendorong peningkatan kinerja operasional dan produktivitas guna memastikan kelancaran distribusi barang serta memberikan pelayanan terbaik bagi pengguna jasa,” ujar Branch Manager PTP Nonpetikemas Cabang Jambi.


Dalam aktivitas operasionalnya, PTP Nonpetikemas Cabang Jambi melayani berbagai jenis kargo, mulai dari curah kering seperti batubara dan clinker, hingga general cargo berupa material konstruksi dan heavy equipment. Dukungan fasilitas dermaga multipurpose, lapangan penumpukan, serta gudang menjadi faktor penting dalam menjaga kelancaran proses bongkar muat.

 

 

Kinerja Operasional 

Sepanjang tahun 2025, PTP Nonpetikemas Cabang Jambi mencatat throughput sebesar 1,55 juta ton/m³, tumbuh 30% dibandingkan tahun sebelumnya yang sebesar 1,193 juta ton/m³. Kinerja ini mencerminkan meningkatnya aktivitas logistik di wilayah Jambi. Secara komposisi, kontribusi terbesar berasal dari curah cair sebesar 1,23 juta ton, diikuti bag cargo sebesar 244 ribu ton, curah kering sebesar 65 ribu ton, serta general cargo sebesar 11 ribu ton.


Selain itu, produktivitas operasional juga menunjukkan peningkatan signifikan. Nilai Ton Ship Day (TSD) untuk curah kering naik 14% secara year on year, dari 1.663 menjadi 1.896, yang mengindikasikan semakin efisiennya proses operasional dalam mendukung percepatan arus barang.


Pada Triwulan I 2026, throughput tercatat sebesar 388,7 ribu ton/m³, meningkat 3,81% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar 374,4 ribu ton/m³. Pertumbuhan ini didorong oleh kontribusi bag cargo sebesar 72,9 ribu ton/m³ (naik dari 48,3 ribu ton/m³) serta curah cair sebesar 313,3 ribu ton/m³ (meningkat dari 284 ribu ton/m³), yang menunjukkan konsistensi peningkatan aktivitas logistik di wilayah Jambi.


“Kinerja positif ini menjadi cerminan meningkatnya kepercayaan pengguna jasa serta hasil dari sinergi yang kuat antara perusahaan dan seluruh stakeholder,”ujar Branch Manager PTP Cabang Jambi, Romi Hasbeni.

 

Dukungan Infrastruktur 

PTP Nonpetikemas Cabang Jambi memiliki dua wilayah operasional utama, yaitu Talang Duku dan Muara Sabak. Kedua lokasi ini berperan penting dalam mendukung distribusi logistik, dengan Pelabuhan Muara Sabak dikenal sebagai salah satu pelabuhan yang efisien di wilayah Jambi.


Fasilitas yang tersedia meliputi dermaga ferrocement, jetty conveyor, dan dermaga samudera, serta lapangan penumpukan seluas lebih dari 60 ribu m² dan gudang dengan kapasitas hingga 3.000 ton. Dukungan peralatan seperti mobile crane, forklift, conveyor, excavator, dan wheel loader turut menunjang kelancaran operasional.


Secara spesifik, pelabuhan Talang Duku memiliki panjang dermaga 281,9 meter dengan luas lapangan penumpukan mencapai 60.543 m², serta dilengkapi fasilitas operasional berupa 1 unit conveyor, 1 unit wheel loader, 3 unit excavator, dan 2 unit jembatan timbang. Sedangkan Pelabuhan Muara Sabak memiliki panjang dermaga 100 meter dengan luas lapangan penumpukan sebesar 2.533 m².


Dengan capaian kinerja yang terus menunjukkan tren positif, PTP Nonpetikemas Cabang Jambi berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas layanan, memperkuat efisiensi operasional, serta menjaga keandalan fasilitas pelabuhan.


Ke depan, PTP Nonpetikemas Cabang Jambi akan terus berperan aktif dalam mendukung konektivitas logistik, mendorong pertumbuhan ekonomi daerah, serta memperkuat posisinya sebagai bagian penting dalam ekosistem logistik nasional.


(Redaksi MBN.Com/Corcom PTP Nonpetikemas).