Pages

Minggu, September 13, 2026

Data Manivest Penumpang KMP Virgo Transport 8 yang Tenggelam



JAKARTA - Data Manivest Penumpang KMP Virgo Transport 8 yang Tenggelam  


Sumber : Grup Whatsapp Kawan Laut 
 

KSOP Banten Bersama Tim SAR Gabungan Lakukan Pencarian Lima Jurnalis Hilang Kontak di Selat Sunda



BANTEN (Mediabisnisnasional.com) – Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas I Banten bersama Basarnas dan Direktorat Polisi Perairan dan Udara (Ditpolairud) Polda Banten melakukan pencarian terhadap lima jurnalis yang dilaporkan hilang kontak saat melakukan peliputan Gunung Anak Krakatau di perairan Selat Sunda, Kabupaten Pandeglang, Banten, pada Rabu (9/9)


Kepala KSOP Kelas I Banten, Raden Yogie Nugraha, mengatakan pihaknya turut mengerahkan personel menggunakan Kapal KN. SAR 247 Tetuka dalam operasi SAR gabungan untuk melakukan penyisiran di sejumlah titik yang diperkirakan menjadi jalur rombongan, dengan mengacu pada lokasi terakhir komunikasi serta mempertimbangkan kondisi arus, gelombang, dan cuaca di perairan Selat Sunda


Yogie menegaskan bahwa koordinasi antarinstansi terus dilakukan untuk mengoptimalkan pencarian, termasuk dengan Stasiun Radio Pantai (SROP), dalam hal ini VTS Merak. Area penyisiran juga dapat disesuaikan berdasarkan perkembangan dan hasil evaluasi tim di lapangan.


“Kami bersama seluruh unsur SAR gabungan terus mengoptimalkan pencarian. Harapan kami, kelima rekan jurnalis beserta rombongan dapat segera ditemukan dalam keadaan selamat,” ujarnya.


Lima jurnalis tersebut dilaporkan bertolak menggunakan speedboat dari Dermaga Carita, Kabupaten Pandeglang, pada Senin (7/9) sekitar pukul 14.00 WIB menuju Gunung Anak Krakatau untuk melakukan peliputan, dengan estimasi waktu perjalanan sekitar dua jam. Pada pukul 14.42 WIB, rombongan dilaporkan kehilangan kontak saat berada di antara kawasan Carita dan Gunung Anak Krakatau.


Selanjutnya, berdasarkan informasi posisi yang diterima, pada pukul 18.13 WIB rombongan diketahui berada di sekitar kawasan Gunung Anak Krakatau. Hingga saat ini, tim SAR gabungan tengah melakukan pencarian dan penyisiran untuk memastikan keberadaan seluruh rombongan.


Selain mengoptimalkan pencarian, KSOP Kelas I Banten juga menekankan pentingnya keselamatan seluruh personel yang terlibat mengingat operasi dilakukan di wilayah perairan Selat Sunda.


“Keselamatan personel yang melakukan pencarian juga menjadi perhatian. Koordinasi akan terus dilakukan dan area penyisiran akan disesuaikan dengan perkembangan serta hasil evaluasi tim di lapangan,” pungkas Yogie.


(Redaksi MBN.Com/Hubla).

Perkuat Keselamatan Navigasi, Kemenhub Tingkatkan Kompetensi Pengujian dan Penimbalan Kompas



JAKARTA (Mediabisnisnasional.com) – Kementerian Perhubungan melalui Direktorat Jenderal Perhubungan Laut terus meningkatkan kompetensi sumber daya manusia di bidang keselamatan pelayaran melalui Bimbingan Teknis Pengujian Penimbalan Kompas (Compass Adjuster) Tahun Anggaran 2026.


Direktur Perkapalan dan Kepelautan, Samsuddin, mengatakan keselamatan navigasi merupakan aspek fundamental dalam pelayaran, termasuk memastikan ketepatan informasi arah dan haluan kapal bagi nakhoda dan perwira kapal.


“Keandalan peralatan navigasi, termasuk pedoman magnet atau magnetic compass, harus senantiasa dijaga dan dipastikan dapat berfungsi dengan baik. Karena itu, kompetensi personel yang melakukan penimbalan pedoman menjadi bagian penting dalam mendukung keselamatan navigasi kapal,” ujar Samsuddin.


Samsuddin menjelaskan, pedoman magnet dapat dipengaruhi faktor kemagnetan kapal, medan magnet bumi, perubahan konstruksi atau perlengkapan kapal, lokasi dan arah haluan kapal serta kondisi lingkungan yang dapat menimbulkan compass error sehingga perlu dikoreksi secara tepat.


“Kesalahan penimbalan atau penentuan compass error dapat menyebabkan ketidaktepatan informasi arah dan meningkatkan risiko kesalahan navigasi. Karena itu, penimbalan pedoman harus dilakukan secara profesional, cermat, dan dapat dipertanggungjawabkan,” tegasnya.


Lebih lanjut, Samsuddin menekankan pentingnya keseragaman metode dan standar penimbalan pedoman di seluruh Indonesia agar hasilnya andal serta mendukung navigasi kapal yang akurat dan aman.


Melalui bimbingan teknis ini, peserta dibekali pengetahuan mengenai prinsip kerja pedoman magnet, sumber kesalahan pedoman, metode penimbalan, serta tata cara pengujian dan verifikasi hasil penimbalan. Materi tersebut disampaikan oleh narasumber dari KSOP Kelas I Tanjung Emas dan AMSAT International.


Selain pembekalan materi, peserta mengikuti praktik lapangan di Pelabuhan Tanjung Priok untuk mempelajari langsung pengujian dan penimbalan kompas magnetik guna memperkecil deviasi serta memastikan arah navigasi kapal lebih akurat dan aman.


Selain itu, Advisor dan Tenaga Ahli Ilmu Kepelautan dan Pelayaran AMSAT International, Capt. Hari Purwadi, menjelaskan bahwa praktik lapangan memberikan kesempatan kepada peserta untuk menerapkan secara langsung pengetahuan dan metode penimbalan kompas yang telah dipelajari.


“Melalui praktik lapangan, peserta dapat memahami secara langsung bagaimana mengidentifikasi deviasi, melakukan penimbalan, serta memastikan hasil penimbalan kompas dapat mendukung ketepatan informasi arah kapal. Kompetensi ini penting untuk mendukung keselamatan navigasi,” ujar Capt. Hari.


Samsuddin berharap peningkatan pengetahuan dan pengalaman praktik dapat memperkuat kompetensi peserta. “Peserta diharapkan mampu melaksanakan penimbalan pedoman secara profesional dan bertanggung jawab guna mendukung keselamatan navigasi serta pelayaran nasional yang berstandar internasional,” tutup Samsuddin.


Sebagai informasi, kegiatan ini diikuti 50 peserta yang berasal dari Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) serta Kantor Unit Penyelenggara Pelabuhan (KUPP) di lingkungan Direktorat Jenderal Perhubungan Laut. Bimbingan Teknis Pengujian Penimbalan Kompas ( Compass Adjuster ) dilaksanakan selama lima hari, mulai 7 hingga 11 September 2026 di Hotel Yuan Garden Pasar Baru, Jakarta Pusat. 


(Redaksi MBN.Com/ AS/ETJ/HJ).

TERMINAL TELUK LAMONG TINGKATKAN BUDAYA INTEGRITAS DENGAN SOSIALISASI WBS & ANTI-GRATIFIKASI

 


SURABAYA (Mediabisnisnasional.com) - PT Terminal Teluk Lamong (TTL) terus memperkuat penegakan tata kelola perusahaan yang bersih, transparan, dan berintegritas. Komitmen ini diwujudkan melalui sosialisasi Pengendalian Gratifikasi dan Whistleblowing System (WBS) kepada personel Port Security (anggota pengamanan) di TTL, Jumat (11/9).

 

Personel pengamanan disasar secara khusus karena merupakan salah satu garda terdepan di lingkungan terminal.

 

Sosialisasi dibuka oleh Abu Hasan Asyari dari Unit Pengendali Gratifikasi TTL. Ia memaparkan bentuk dan risiko gratifikasi, hingga tata cara penanganan benturan kepentingan di lapangan.

 

Melalui kegiatan ini, perusahaan menegaskan sikap menolak gratifikasi sekaligus memantapkan pemahaman personel mengenai mekanisme pelaporannya.

 

Dilanjutkan dengan pemaparan penerapan WBS oleh Muhammad Hariyanto dari Satuan Pengawas Internal TTL, untuk mengedukasi tentang pentingnya melaporkan dugaan pelanggaran secara cermat dan bertanggung jawab.

 

Lewat sistem WBS, TTL mendorong terciptanya budaya kerja yang transparan serta menjamin kerahasiaan dan keamanan pelapor.

 

Corporate Secretary PT Terminal Teluk Lamong, Syaiful Anam, menyebutkan bahwa pemahaman mengenai tata kelola dan integritas sangat krusial bagi personel di lapangan. "Tim pengamanan adalah garda terdepan pelayanan di lingkungan terminal yang berinteraksi langsung dengan pelanggan dan pemangku kepentingan. Sosialisasi ini penting agar seluruh personil tegas menolak segala bentuk benturan kepentingan, dan mampu menjalankan tugas pengamanan dengan profesional," ujarnya.

 

"Pengendalian gratifikasi dan Whistleblowing System adalah bagian penting dari budaya integritas. Penerapannya bukan sekadar formalitas aturan, melainkan komitmen yang harus dijalankan secara konsisten oleh seluruh insan perusahaan," tambah Anam.

 

Kegiatan berlangsung interaktif. Para peserta antusias memanfaatkan sesi diskusi untuk berkonsultasi mengenai berbagai situasi yang berpotensi mereka hadapi dalam tugas sehari-hari.

 

Langkah ini sejalan dengan visi dan nilai dasar Danantara Indonesia yang menempatkan kepatuhan, transparansi, serta disiplin tata kelola sebagai prioritas tertinggi demi menjaga integritas dan keberlanjutan perusahaan.


(Redaksi MBN.Com/Corcom TTL).  

Tanggap Darurat Insiden KMP Virgo Transport 8, Kemenhub Koordinasikan Operasi SAR dan Evakuasi Korban







BANJARMASIN (MeDodiabisnisnasional.com) — Direktorat Jenderal Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan melalui Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Utama Tanjung Perak dan KSOP Kelas I Banjarmasin menyampaikan informasi awal terkait insiden kecelakaan kapal penumpang KMP Virgo Transport 8 yang mengalami listing (kemiringan) dan lost contact di perairan Laut Jawa.


Kapal Roro Penumpang KMP Virgo Transport 8 dengan bendera Indonesia berukuran 8.540 GT yang dinakhodai oleh Nakhoda Arief Yunianto serta dioperasikan oleh PT. Virgo Karya Shipping ini sebelumnya bertolak dari Pelabuhan Surabaya pada 12 September 2026 pukul 06.52 LT dengan tujuan Pelabuhan Banjarmasin.


Menindaklanjuti kejadian tersebut, Kantor KSOP Kelas I Banjarmasin langsung melakukan langkah-langkah penanganan darurat. Salah satunya dengan mendirikan posko di Terminal Penumpang Banjarmasih Pelabuhan Trisakti Banjarmasin. Posko ini bertujuan untuk penanganan serta membangun koordinasi intensif dengan pihak terkait seperti Basarnas, BUP PT. Pelindo, Kantor Distrik Navigasi Banjarmasin (VTS), Kepanduan PT. Pelindo III Banjarmasin, pihak keagenan kapal serta pihak keluarga.


Kepala Kantor KSOP Kelas I Banjarmasin, Heri Purwanto, menjelaskan kronologi awal kejadian di mana kapal tersebut mengalami kondisi listing dan kehilangan kontak (lost contact) di sekitar perairan Masalembo (Laut Jawa) pada tanggal 13 September 2026 sekitar pukul 02.00 LT. Berdasarkan data manifes, kapal membawa total 243 orang di atas kapal (30 kru, 27 mitra kerja kapal, 59 penumpang dewasa, 1 anak-anak, serta 126 sopir dan kernet) beserta 89 unit muatan kendaraan.


"Kami telah merespons cepat laporan insiden yang dialami KMP Virgo Transport 8 di wilayah perairan Masalembo. Fokus dan prioritas utama kami saat ini adalah keselamatan seluruh pihak yang berada di atas kapal melalui pengerahan operasi penyelamatan yang terkoordinasi," ujar Heri Purwanto.


Sementara itu, upaya evakuasi dan penanggulangan di lapangan langsung dilaksanakan oleh unsur SAR gabungan bersama BASARNAS Banjarmasin, serta dibantu oleh kapal-kapal yang berada di sekitar lokasi kejadian, yakni KM. Hai Da, MT. Mau Ha, dan TB. TCP. Selain itu, Distrik Navigasi Tipe A Kelas II Banjarmasin turut mengerahkan Kapal Negara Kenavigasian KN Kunyit untuk membantu proses evakuasi.


"Data sementara, sebanyak 107 orang penumpang telah berhasil dievakuasi dalam keadaan selamat, 6 orang meninggal dunia, sementara proses pencarian dan pendataan lebih lanjut terus berlangsung," ungkapnya.


Terkait dugaan sementara penyebab kecelakaan baik dari faktor alam, faktor teknis, maupun faktor manusia serta dampak terhadap muatan, potensi pencemaran lingkungan, dan harta benda lainnya, pihak KSOP menyatakan bahwa hal tersebut masih dalam tahap investigasi serta konfirmasi lanjutan.


"KSOP Utama Tanjung Perak dan KSOP Kelas I Banjarmasin berkomitmen untuk terus memantau perkembangan penanganan insiden ini secara berkala dan akan menyampaikan pembaruan informasi resmi kepada masyarakat seiring dengan progress di lapangan," tutupnya.


(Redaksi MBN.Com/SKY/ETJ/HJ).




Apa saja Peluang Kerja Sama Bisnis yang Bisa Dikembangkan Bersama Pelindo Regional 2 Tanjung Priok ?

  


PELABUHAN TANJUNG PRIOK tentu saja bukan sekadar tempat bongkar muat barang. Sebagai salah satu simpul utama perdagangan dan logistik nasional, kawasan pelabuhan memiliki ekosistem bisnis yang sangat luas. Di dalamnya terdapat arus kapal, peti kemas, kendaraan, tenaga kerja, barang, jasa logistik, pergudangan hingga aktivitas perdagangan yang setiap hari menghasilkan kebutuhan ekonomi baru.



Karena itu, menurut hemat penulis, peluang kerja sama dengan PT Pelabuhan Indonesia (Persero) Regional 2 Tanjung Priok seharusnya tidak hanya dilihat dari sektor bongkar muat atau kepelabuhanan konvensional.



Ada banyak bisnis penunjang yang dapat dikembangkan secara profesional, transparan dan saling menguntungkan, antara l;ain :


 

1. Jasa Logistik dan Distribusi

Pertumbuhan aktivitas pelabuhan otomatis menciptakan kebutuhan terhadap jasa logistik. Peluang kerja sama dapat diarahkan pada layanan transportasi trucking, distribusi barang, freight forwarding, consolidation cargo, hingga last-mile logistics.

Model bisnis dapat dikembangkan melalui kemitraan dengan perusahaan logistik, koperasi, UMKM, maupun investor swasta yang mempunyai kompetensi di bidang transportasi dan distribusi.

Keuntungannya bukan hanya bagi perusahaan, tetapi juga bagi pelabuhan karena semakin terintegrasinya layanan dari terminal hingga konsumen akhir.


 

2. Pergudangan dan Distribution Center

Kebutuhan terhadap gudang di sekitar kawasan pelabuhan sangat besar, terutama untuk barang yang membutuhkan tempat penyimpanan sementara sebelum didistribusikan ke kawasan industri maupun pasar.


Peluang yang dapat dikembangkan antara lain:

  • Gudang umum;
  • Gudang konsolidasi;
  • Distribution center;
  • Cold storage;
  • Gudang berbasis teknologi;
  • Fulfillment center untuk perdagangan elektronik.

Konsep smart warehouse juga dapat menjadi bisnis masa depan dengan memanfaatkan sistem digital untuk pencatatan, pemantauan stok dan pengaturan distribusi.


 

3. Bisnis Trucking dan Transportasi Pelabuhan

Salah satu ekosistem penting di sekitar pelabuhan adalah angkutan barang. Ribuan pergerakan kendaraan dapat menciptakan peluang bisnis bagi penyedia jasa trucking yang profesional.

Kerja sama dapat diarahkan pada penyediaan armada, sistem pemesanan kendaraan secara digital, pengelolaan pool kendaraan, maintenance kendaraan, hingga sistem monitoring perjalanan.

Jika dikelola dengan baik, bisnis ini dapat sekaligus membantu meningkatkan efisiensi arus kendaraan dan mengurangi waktu tunggu.

 


4. Digitalisasi dan Teknologi Kepelabuhanan

Era pelabuhan modern membutuhkan sistem digital yang semakin terintegrasi.

Peluang bisnis dapat berupa pengembangan:

Port Community System, aplikasi trucking, sistem booking kendaraan, digital warehouse, tracking cargo, dashboard operasional, artificial intelligence, cybersecurity, serta Internet of Things (IoT).

Perusahaan teknologi nasional memiliki peluang besar untuk menjadi mitra dalam membangun ekosistem pelabuhan yang semakin efisien dan transparan.

 


5. Bisnis Energi dan Energi Terbarukan

Pelabuhan juga merupakan kawasan yang membutuhkan energi dalam jumlah besar.

Karena itu, salah satu peluang strategis adalah pengembangan solar rooftop, PLTS, charging station kendaraan listrik, battery storage, serta efisiensi energi gedung dan fasilitas operasional.

Konsep ini bukan hanya menawarkan peluang bisnis, tetapi juga sejalan dengan tuntutan dunia usaha terhadap penerapan prinsip ESG (Environmental, Social and Governance).

Ke depan, kawasan pelabuhan dapat diarahkan menjadi salah satu contoh green port di Indonesia.

 


6. Pengelolaan Sampah dan Limbah

Aktivitas pelabuhan menghasilkan berbagai jenis sampah dan limbah. Kondisi ini sekaligus menciptakan peluang ekonomi apabila dikelola dengan pendekatan circular economy.

Peluang kerja sama dapat mencakup:

  • Pengelolaan sampah;
  • Pemilahan dan daur ulang;
  • Pengolahan limbah;
  • Pengumpulan limbah kapal sesuai ketentuan;
  • Pengolahan limbah organik;
  • Pemanfaatan kembali material tertentu.


Bisnis lingkungan seperti ini memiliki prospek jangka panjang karena kebutuhan pengelolaan lingkungan akan semakin tinggi.

 


7. Jasa Maintenance dan Engineering

Fasilitas pelabuhan membutuhkan pemeliharaan secara terus-menerus. Mulai dari bangunan, jalan, peralatan mekanikal-elektrikal, sistem kelistrikan, fasilitas air, hingga berbagai sarana pendukung lainnya.

Hal tersebut membuka peluang bagi perusahaan engineering, maintenance, electrical, mechanical, konstruksi dan facility management untuk menjadi bagian dari rantai pasok pelabuhan.

 


8. Kuliner, Retail dan Fasilitas Pendukung

Ekosistem pelabuhan juga membutuhkan fasilitas komersial bagi pekerja, pengemudi, pengguna jasa dan masyarakat.

Bisnis yang dapat dikembangkan antara lain:

  • Food court;
  • Restoran dan kantin;
  • Minimarket;
  • Coffee shop;
  • ATM dan layanan perbankan;
  • Laundry;
  • Minimarket kebutuhan pengemudi;
  • Fasilitas istirahat pengemudi;
  • Klinik kesehatan;
  • Area komersial.

Konsepnya dapat dibuat sebagai one stop service area bagi pengguna kawasan pelabuhan.

 

 


9. Pusat Pelayanan dan Rest Area Pengemudi

Salah satu peluang yang menurut penulis menarik adalah pengembangan kawasan pelayanan pengemudi truk.

Pengemudi membutuhkan tempat istirahat, makan, mandi, toilet, tempat ibadah, bengkel ringan dan fasilitas lainnya.

Jika dikembangkan secara profesional, kawasan tersebut dapat menjadi Driver Service Center yang sekaligus menghasilkan pendapatan komersial dan meningkatkan kualitas pelayanan di sekitar pelabuhan.

 


10. Pelatihan dan Pengembangan SDM

Pelabuhan modern membutuhkan tenaga kerja yang mempunyai kompetensi khusus.

Peluang kerja sama dapat dikembangkan melalui lembaga pendidikan dan pelatihan untuk bidang:

  • Kepelabuhanan;
  • Logistik;
  • K3;
  • Operator alat;
  • Digitalisasi;
  • Teknologi informasi;
  • Bahasa asing;
  • Manajemen rantai pasok.

Program pelatihan dapat diarahkan kepada pekerja pelabuhan, perusahaan logistik, UMKM maupun masyarakat sekitar.

 


11. UMKM dan Produk Lokal

Pelabuhan juga dapat menjadi ruang pemberdayaan ekonomi masyarakat.

Produk UMKM dapat dikembangkan melalui tenant, retail area, pusat oleh-oleh, digital marketplace, maupun program business matching.

Dengan demikian, keberadaan pelabuhan tidak hanya menghasilkan manfaat ekonomi bagi perusahaan besar, tetapi juga memberikan multiplier effect kepada masyarakat dan pelaku UMKM.

 


12. Bisnis Properti dan Pemanfaatan Aset

Aset dan lahan yang mempunyai nilai komersial dapat dikembangkan melalui berbagai skema kerja sama yang sesuai dengan ketentuan perusahaan dan regulasi.

Potensinya antara lain:

commercial area, pergudangan, pusat logistik, perkantoran, fasilitas jasa, hotel, retail, maupun kawasan pendukung industri.

Namun, pengembangan aset harus dilakukan melalui kajian keekonomian, legalitas, tata ruang, aspek keselamatan serta mekanisme pengadaan atau kerja sama yang berlaku.

Peluang Besar Ada pada Konsep "Integrated Port Business"

 

Opini Oleh Saiful Anam, Pemimpin Redaksi Media Bisnis Nasional 

Sabtu, September 12, 2026

Pelabuhan Tanjung Perak Siapkan Posko Pendataan Korban dan Layanan Informasi, Dukung Pencarian KM Virgo Transport



SURABAYA (Mediabisnisnasional.com) - PT Pelabuhan Indonesia (Persero) Regional 3 Sub Regional Jawa secara resmi menyiagakan Posko Pendataan dan Pelayanan Informasi di Pelabuhan Tanjung Perak. Langkah ini diambil guna mendukung proses pendataan korban dan penanganan darurat terkait peristiwa yang menimpa kapal KM Virgo Transport 8.


Berdasarkan data operasional, kapal KM Virgo Transport 8 bertolak dari Surabaya dan dijadwalkan tiba di Pelabuhan Banjarmasin pada Minggu, 13 September 2026 sekitar pukul 07.00 WITA. Namun, hingga saat ini keberadaan kapal tersebut masih dalam proses pencarian aktif oleh tim gabungan di lintas perairan Surabaya–Banjarmasin.


Sebagai wujud penanganan cepat dan terkoordinasi di pelabuhan keberangkatan, Posko Tanjung Perak disiagakan 24 jam penuh untuk melayani keluarga penumpang yang membutuhkan kepastian informasi maupun pendataan resmi.


Sub Regional Head Jawa PT Pelindo (Persero), Purwanto Wahyu Widodo, menegaskan komitmen perusahaan dalam mengawal seluruh aspek penanganan dampak insiden ini secara maksimal.


​"Fokus utama kami saat ini adalah kemanusiaan. Pelindo bergerak cepat menyediakan fasilitas posko yang memadai agar proses pendataan korban maupun koordinasi dengan keluarga penumpangnya berjalan lancar. Kami berkoordinasi erat dengan pihak SAR, Kementerian Perhubungan, kepolisian, serta berkolaborasi lintas wilayah dengan tim Pelindo di Pelabuhan Trisakti Banjarmasin untuk memastikan seluruh informasi yang disampaikan akurat dan terbarukan," ujar Purwanto Wahyu Widodo.


Sementara itu, Branch Manager Kalimas Pelindo Multi Terminal, Ana Adiliya, menyampaikan bahwa kesiapan teknis dan operasional di lapangan telah disiagakan demi memberikan kenyamanan dan keterbukaan informasi bagi pihak keluarga.


​"Kami menyiagakan personel di lapangan untuk mendampingi keluarga korban yang datang mencari informasi. Selain pendataan, posko ini juga difasilitasi dengan ruang tunggu yang layak, sarana komunikasi, serta bantuan medis awal. Kami berupaya memberikan pelayanan terbaik di tengah situasi sulit ini," kata Ana Adiliya.


Pihak Pelindo mengimbau bagi keluarga penumpang KM Virgo Transport 8 yang membutuhkan informasi resmi untuk dapat langsung mendatangi Posko Informasi di Terminal Penumpang Gapura Surya Nusantara (GSN) Pelabuhan Tanjung Perak atau menghubungi call center resmi yang telah disiapkan.


(Redaksi MBN.Com/Humas Pelindo Regional 3).

Peringati Bulan Pelanggan, TPS Perkuat Pemahaman Proses Impor melalui Sosialisasi Bisnis Operasional Bersama GINSI Jawa Timur

 

 



SURABAYA (Mediabisnisnasional.com) – Dalam rangka memperingati Bulan Pelanggan yang diperingati setiap September, PT Terminal Petikemas Surabaya (TPS) menyelenggarakan kegiatan Sosialisasi Bisnis Operasional kepada para anggota Gabungan Importir Nasional Seluruh Indonesia (GINSI) Jawa Timur. Kegiatan yang berlangsung pada Kamis (10/9) di Ruang Toba TPS ini diikuti oleh 85 anggota GINSI Jawa Timur dan menjadi wadah berbagi informasi sekaligus memperkuat komunikasi antara terminal dengan pengguna jasa.


Mengusung semangat Bulan Pelanggan, TPS menghadirkan narasumber dari internal, Bea Cukai Tanjung Perak dan Balai Karantina Ikan, Hewan dan Tumbuhan Jawa Timur. Kehadiran ketiga institusi ini mencerminkan sinergitas layanan kepelabuhanan, kepabeanan dan karantina yang menjadi bagian penting dalam kelancaran arus barang impor di pelabuhan.


Dalam sosialisasi tersebut, peserta mendapatkan pemahaman menyeluruh mengenai proses bisnis operasional impor di TPS, mulai dari persiapan pembongkaran petikemas, proses discharge dan delivery, mekanisme pengajuan layanan melalui platform digital, hingga berbagai prosedur pemeriksaan yang melibatkan otoritas kepabeanan dan karantina. Materi juga mencakup penjelasan alur layanan behandle fisik, joint inspection, pemeriksaan X-Ray, serta berbagai layanan karantina seperti Direct Behandle Karantina, Yard Behandle Karantina, fumigasi dan pemeriksaan kulit mentah garaman.


Melalui kegiatan ini, para importir memperoleh gambaran yang lebih komprehensif mengenai hubungan antarproses yang dijalankan oleh terminal, Bea Cukai dan Karantina. Pemahaman yang baik terhadap setiap tahapan layanan diharapkan dapat membantu pengguna jasa merencanakan kegiatan impor secara lebih efektif, meningkatkan kepatuhan terhadap regulasi, sekaligus memperlancar proses pengeluaran barang dari pelabuhan.


Sekretaris Perusahaan TPS, Erika Asih Palupi, mengatakan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen TPS untuk terus meningkatkan kualitas layanan dan mempererat hubungan dengan pelanggan.


“Bulan Pelanggan menjadi momentum bagi TPS untuk lebih dekat dengan pengguna jasa sekaligus membangun kesamaan pemahaman terkait proses bisnis operasional di terminal. Melalui sosialisasi ini, kami ingin menghadirkan informasi yang utuh mengenai layanan yang melibatkan TPS, Bea Cukai dan Karantina sehingga pengguna jasa dapat memahami alur proses secara menyeluruh dan memanfaatkan layanan yang tersedia secara optimal,” ujar Erika.


Menurut Erika, kolaborasi yang kuat antarinstansi menjadi faktor penting dalam menciptakan layanan logistik yang efisien, transparan, dan memberikan kepastian bagi pelanggan.


“Kehadiran Bea Cukai Tanjung Perak dan Balai Karantina Ikan, Hewan dan Tumbuhan Jawa Timur dalam kegiatan ini menunjukkan komitmen bersama untuk membangun sinergitas layanan. Kami berharap komunikasi yang terjalin melalui forum ini dapat memperkuat koordinasi dengan para importir serta mendukung kelancaran arus barang dan rantai pasok nasional,” tambahnya.


Sebagai terminal petikemas yang melayani arus perdagangan internasional dan domestik, TPS terus berupaya menghadirkan layanan prima yang berorientasi pada kebutuhan pelanggan. Melalui kegiatan edukasi dan sosialisasi yang dilaksanakan secara berkala, TPS berharap dapat meningkatkan pengalaman pelanggan sekaligus mendukung terciptanya ekosistem logistik yang semakin terintegrasi dan berdaya saing.


(Redaksi MBN.Com).

Kamis, September 10, 2026

Yutong Luncurkan Pusat Servis Komprehensif Pertama di Eropa

 



STOKKE, Norwegia (Mediabisnisnasional.com) - Yutong Bus meresmikan Yutong Service Center, pusat servis pertamanya di Eropa, pada 8 September di Stokke, Norwegia. Fasilitas ini menyatukan layanan penyerahan bus, purnajual, pasokan suku cadang, dan pelatihan profesional dalam satu lokasi.



Seiring dengan langkah Norwegia yang semakin cepat bertransisi menuju transportasi publik berbasis tenaga listrik, kehadiran pusat servis ini memperkuat dukungan lokal untuk pemeliharaan dan inspeksi kepatuhan regulasi bus listrik murni, serta meningkatkan respons layanan bagi pelanggan. Fasilitas ini juga mempermudah layanan purnajual dan dukungan terintegrasi agar operator bus dapat menjaga keandalan armada sepanjang siklus hidup kendaraan.



Yutong Service Center berdiri di area seluas sekitar 38.941 meter persegi, sedangkan luas bangunannya mencapai 6.074 meter persegi, termasuk gudang suku cadang seluas 2.300 meter persegi. Fasilitas ini mencakup area pamer bus, penyerahan kendaraan, layanan purnajual, pasokan suku cadang, serta fasilitas pelatihan untuk memenuhi berbagai kebutuhan pelanggan. Seluruh layanan ini tersedia dalam satu lokasi sehingga melengkapi jaringan dan mitra lokal Yutong yang telah eksis di pasar setempat. Pelanggan pun dapat mengakses layanan dan dukungan teknis dengan lebih mudah dan fleksibel.



"Pusat servis ini dirancang sebagai fasilitas terpadu yang menyediakan berbagai kebutuhan pelanggan dalam satu lokasi, mulai dari suku cadang, fasilitas inspeksi, dan area servis profesional hingga peralatan pelatihan khusus," ujar Jack Li, CEO Yutong di Eropa Tengah dan Utara. "Melalui kegiatan operasional yang lebih efisien, kami membantu pelanggan menekan total biaya kepemilikan dan menjaga bus tetap beroperasi secara optimal. Dengan memperkuat kemitraan dan memperluas cakupan layanan, kami ingin memberikan layanan yang efisien, menciptakan nilai tambah bagi semua pihak, serta mendukung terwujudnya transportasi publik yang lebih hijau, cerdas, dan inklusif."

 


Ekosistem layanan terpadu: dari pasokan suku cadang hingga dukungan armada sepanjang siklus hidup kendaraan

Dengan dukungan pusat servis lokal dan tim khusus di lapangan, Yutong memadukan layanan pasokan suku cadang, diagnosis gangguan, pemeliharaan bus, dan pelatihan profesional dalam satu sistem. Pendekatan ini turut mempercepat layanan sekaligus memberikan dukungan sepanjang siklus hidup armada bagi operator bus dan angkutan penumpang di Norwegia. 



Yutong Service Center dilengkapi area penerimaan pelanggan, zona pemeliharaan dan perbaikan, gudang suku cadang, ruang pelatihan dan praktik, area pamer kendaraan, serta zona brand experience. Seluruh fasilitas ini mendukung layanan terpadu bagi pelanggan lokal, mulai dari penjualan dan penyerahan kendaraan hingga perbaikan purnajual, penyediaan suku cadang, dan pelatihan teknis.



Pusat servis ini memiliki tujuh area servis standar, serta area khusus untuk menangani perbaikan sistem penggerak dan komponen berukuran besar. Peralatan yang tersedia mencakup four–post lifts, sistem electronic laser wheel alignment, alat uji rem, dan penyeimbang ban untuk kendaraan berat. Layanan perbaikan meliputi sasis, sistem kelistrikan dan tegangan tinggi, sistem penggerak, pendingin udara, serta interior. Fasilitas ini juga dapat menangani kendaraan yang mengalami kecelakaan ringan, alcohol interlock, dan tachograph.



Dirancang sesuai standar Uni Eropa, fasilitas ini memiliki jalur inspeksi khusus bus untuk memenuhi pemeriksaan tahunan PKK yang diwajibkan di Norwegia. Jalur tersebut dilengkapi lubang inspeksi sepanjang 31,5 meter, dua dongkrak lubang inspeksi berkapasitas 16 ton, serta peralatan untuk menguji rem, pencahayaan, side-slip, dan OBD. Pemeriksaan mencakup sasis, sistem pengereman, perangkat keselamatan berkendara, sistem diagnostik kendaraan, serta kepatuhan regulasi untuk sistem penggerak. Berkat layanan inspeksi, diagnosis gangguan, dan pemeriksaan sistem keselamatan berkendara yang dapat dilakukan di pasar lokal, Yutong membantu pelanggan mengurangi waktu henti operasional (downtime) sekaligus menghemat biaya operasional.



Untuk mendukung ketersediaan suku cadang, fasilitas ini juga memiliki gudang seluas 2.300 meter persegi yang menyimpan 4.500 SKU suku cadang asli Yutong. Inventorinya mencakup komponen baterai, motor dan sistem kontrol elektronik, sistem penggerak, sasis, sistem kemudi, sistem pneumatik dan hidraulik, trim interior dan eksterior, komponen aus, serta bahan habis pakai untuk pemeliharaan.



Stok suku cadang di lokasi dapat diisi kembali dari pusat distribusi regional sehingga waktu pengadaan dan masa tunggu perbaikan dapat dipersingkat. Ketersediaan suku cadang ini ikut menjaga kendaraan tetap beroperasi, serta mengurangi kerugian akibat armada yang harus berhenti beroperasi. Seluruh suku cadang memenuhi standar kualitas dan garansi yang konsisten dengan dukungan tim teknis lokal yang menangani kebutuhan suku cadang, diagnosis gangguan, dan pemeliharaan bus.

 


Memperkuat Keahlian Lokal guna Mendukung Armada Bus dalam Jangka Panjang

Yutong Service Center juga dilengkapi ruang pelatihan teori dan area praktik yang dipandu instruktur berpengalaman. Fasilitas tersebut mencakup platform pelatihan lengkap untuk bus listrik murni, serta unit khusus untuk mempelajari sistem pendingin udara, pengereman EBS, sistem pemanas, baterai, motor dan sistem kontrol elektronik, hingga pembongkaran as roda belakang. 



Materi pelatihan meliputi identifikasi komponen, prinsip kerja, simulasi, dan diagnosis gangguan. Peralatan yang digunakan berasal dari rakitan dan komponen utama bus yang sebenarnya sehingga teknisi pelanggan dapat menerapkan secara langsung pengetahuan yang diperoleh saat melakukan perbaikan di lapangan.



Dengan mengandalkan tim lokal, prosedur pemeliharaan dan inspeksi yang terstandardisasi, ketersediaan suku cadang, serta fasilitas pelatihan, Yutong terus memperkuat komitmen layanan global "EnRoute+". Sebagai pusat servis komprehensif pertama di Eropa, fasilitas di Norwegia ini semakin menegaskan komitmen jangka panjang Yutong untuk melayani pelanggan di Eropa.



Setelah Norwegia, Yutong berencana memperluas pendekatan layanan lokal ke sejumlah pasar lain, termasuk Belanda, Chile, Kazakhstan, dan Arab Saudi. Ekspansi ini akan memperkuat kemampuan perbaikan, pemeliharaan, dan inspeksi bus listrik di pasar lokal, mempercepat respons layanan, menciptakan lebih banyak lapangan kerja berkualitas, serta mendukung elektrifikasi dan transisi menuju transportasi publik rendah karbon.



(Redaksi MBN.Com/PRNewswire).