Pages

Jumat, Juli 24, 2026

Rosan Roeslani, Menteri Investasi dan Hilirisasi Indonesia atau CEO PT Danantara Indonesia, Apresiasi Hari Jadi BKI yang ke - 62 Tahun



JAKARTA (Mediabisnisnasional.com)  - Belum lama ini, segenap jajaran manajemen PT BKI Persero menguapkan terima kasih kepada Bapak Rosan Roeslani, Menteri Investasi dan Hilirisasi Indonesia, atas video ucapan dan dukungan luar biasa dalam perayaan HUT ke-62 BKI.


Setiap masukan yang diberikan menjadi pengingat berharga bagi kami untuk terus bergerak maju. Semangat 'Forward Beyond Horizon' akan terus kami jadikan pijakan dalam melakukan transformasi berkelanjutan, sekaligus memperkuat peran BKI sebagai pilar utama dalam membangun masa depan maritim Indonesia yang semakin tangguh.


(R.Pandji/Redaksi MBN.Com). 

Kamis, Juli 23, 2026

Muhammad Masyhud (Dirjen HUBLA) dan Achmad Muchtasyar (Dirut) PELINDO SIAPKAN IMPLEMENTASI E-PILOTAGE Pada PERAIRAN WAJIB PANDU


INDONESIA (Mediabisnisasional.com) 
– Kementerian Perhubungan melalui Direktorat Jenderal Perhubungan Laut dan PT Pelabuhan Indonesia (Persero) atau Pelindo menandatangani Kesepahaman Bersama tentang Persiapan Implementasi Pemanduan Elektronik (E-Pilotage) dan/atau Pemanduan Jarak Jauh (Remote Pilotage) pada Perairan Wajib Pandu yang dilakukan pelayanan pemanduan dan penundaan kapal berdasarkan pelimpahan di lingkungan PT Pelindo (Persero), di Jakarta, Kamis (23/7).


Kerja sama ini menjadi langkah awal modernisasi layanan pemanduan kapal nasional sekaligus upaya memitigasi risiko kelelahan petugas pandu di perairan dengan jarak dan waktu tempuh yang panjang.


Direktur Jenderal Perhubungan Laut, Muhammad Masyhud, mengatakan pemanduan kapal merupakan layanan kunci untuk menjamin keselamatan dan kelancaran lalu lintas kapal di perairan wajib pandu.


Selama ini, sesuai Peraturan Menteri Perhubungan (PM) Nomor 57 Tahun 2015 tentang Pemanduan dan Penundaan Kapal, pemanduan wajib dilaksanakan secara fisik oleh petugas pandu di atas kapal.


"Pada sejumlah perairan wajib pandu dengan karakteristik jarak tempuh yang panjang dan waktu pemanduan yang lama, pelaksanaan pemanduan secara fisik (on board) semata dapat menimbulkan risiko kelelahan bagi personel pandu, yang pada gilirannya berpotensi memengaruhi keselamatan pelayaran itu sendiri," ujar Masyhud dalam sambutannya.


Ia menjelaskan, Kementerian Perhubungan telah membuka ruang penyelenggaraan pemanduan secara elektronik melalui PM Nomor 4 Tahun 2023 tentang Penyelenggaraan Telekomunikasi-Pelayaran dan Pelayanan Tata Kelola Lalu Lintas Kapal di Perairan. Skema hybrid yang mengombinasikan pemanduan fisik dan non-fisik juga dimungkinkan, sepanjang telah melalui kajian dan prosedur yang ditetapkan.


"Kesepahaman Bersama yang kita tandatangani hari ini bukan sekadar dokumen administratif, melainkan wujud nyata komitmen bersama untuk memperkuat keselamatan pelayaran, meningkatkan efisiensi penyelenggaraan pemanduan, sekaligus mendorong transformasi digital di sektor kepelabuhanan nasional," ungkap  Masyhud.

 


Empat Lokasi Uji Coba

Melalui Kesepahaman Bersama ini, Ditjen Perhubungan Laut dan Pelindo akan berkolaborasi  dalam empat ruang lingkup utama, yakni pelaksanaan kajian risiko dan kajian pendukung lainnya, evaluasi kesiapan infrastruktur dan teknologi beserta pelaksanaan uji coba (pilot project), penyusunan kerangka regulasi dan usulan pedoman penyelenggaraan e-pilotage, serta penyusunan modul pelatihan dan sertifikasi sumber daya manusia pemanduan kapal.


Sebagai tahap awal, uji coba akan dilaksanakan di empat lokasi prioritas, yakni Tanjung Perak, Banjarmasin, Belawan, dan Samarinda, dengan kemungkinan perluasan ke perairan wajib pandu lainnya sesuai hasil evaluasi dan kebutuhan di lapangan.


"Kajian risiko harus dilakukan secara mendalam, uji coba harus dievaluasi secara objektif, dan setiap tahapan implementasi e-pilotage maupun remote pilotage harus benar-benar siap dari sisi regulasi, infrastruktur, teknologi, maupun sumber daya manusia sebelum diterapkan secara konkret dan masif," tegas Masyhud.


Pada kesempatan yang sama, Direktur Utama PT Pelindo, Achmad Muchtasyar, mengungkapkan e-pilotage merupakan inovasi yang dapat memperkuat layanan pemanduan saat ini, khususnya dalam menjawab tantangan operasional ke depan dengan tetap mengedepankan aspek keselamatan dan kepatuhan terhadap regulasi.


Ia berharap kerja sama ini menjadi langkah awal yang baik dalam memperkuat sinergi antara Kementerian Perhubungan dan Pelindo dalam menghadirkan layanan e-pilotage sebagai bagian dari transformasi pelayanan pemanduan yang lebih modern dan adaptif.


"Kami menyampaikan apresiasi kepada Kementerian Perhubungan, khususnya Direktorat Jenderal Perhubungan Laut, atas dukungan dan kesamaan visi sehingga implementasi e-pilotage ini dapat segera diwujudkan," tutup Achmad Muchtasyar.


(R. Pandji/Redaksi MBN.Com/AD/ETJ/HJ).

 


PERKUAT BUDAYA K3 MENUJU OPERASIONAL YANG ANDAL, SAFETY FORUM JADI MOMENTUM TPK TELUK LAMONG

 


SURABAYA (Mediabisnisnasional.com) – PT Terminal Teluk Lamong (TTL) kembali menegaskan komitmennya dalam membangun budaya keselamatan kerja melalui penyelenggaraan Safety Forum Triwulan II Tahun 2026 di TPK Teluk Lamong pada Rabu (15/7). Mengusung tema "Lesson Learned Fatality Pelindo Grup Tahun 2026 dan Blind Spot Awareness", kegiatan ini menjadi wadah berbagi pembelajaran dari berbagai insiden, meningkatkan kesadaran terhadap potensi risiko kerja, serta memperkuat sinergi penerapan keselamatan bersama seluruh stakeholder di lingkungan pelabuhan.

 

Komitmen tersebut tercermin dari capaian 25.372.483 jam kerja aman di TPK Teluk Lamong selama periode April–Juni 2026, yang diraih melalui kolaborasi 175 pekerja di area kerja TPK Teluk Lamong bersama 945 tenaga kerja dari mitra kerja dalam menjalankan operasional terminal secara aman dan andal.

 

Kegiatan Safety Forum Triwulan II Tahun 2026 diikuti oleh jajaran manajemen PT Terminal Teluk Lamong bersama para mitra kerja strategis yang mendukung operasional terminal, yakni PT Pelindo Daya Sejahtera, PT BIMA, PT APERINDO, PT Lamong Energi Indonesia, Koordinator Koperasi Pelabuhan Indonesia, PT Puskopal, PT Pelindo Husada Citra, PT MTI, PT TEDS, PT NPMA, dan PT BST. Kehadiran seluruh mitra kerja tersebut mencerminkan komitmen bersama dalam memperkuat implementasi budaya Health, Safety, Security, and Environment (HSSE) melalui kolaborasi, komunikasi, serta penerapan standar keselamatan kerja yang konsisten di seluruh area operasional Terminal Teluk Lamong.

 

Sebagai bentuk komitmen terhadap aspek keselamatan dan keberlanjutan lingkungan, kegiatan diawali dengan penanaman pohon bersama stakeholder di kawasan Terminal Teluk Lamong. Aksi tersebut menjadi simbol kolaborasi dalam mewujudkan lingkungan kerja yang aman, hijau, dan berkelanjutan.

 

Safety Forum secara resmi dibuka oleh Direktur Operasi dan Teknik PT Terminal Teluk Lamong, Muhammad Syukur, yang menegaskan bahwa keselamatan kerja harus menjadi budaya yang melekat dalam setiap aktivitas operasional, bukan sekadar memenuhi kewajiban regulasi.

 

"Keselamatan adalah nilai utama yang tidak dapat ditawar. Seluruh insan perusahaan maupun mitra kerja memiliki tanggung jawab yang sama untuk memastikan setiap pekerjaan dilakukan secara aman sehingga setiap pekerja dapat pulang ke rumah dalam keadaan selamat. Budaya safety harus dibangun melalui kepedulian, disiplin, dan keberanian untuk saling mengingatkan," ujar Muhammad Syukur.

 

Arahan berikutnya disampaikan oleh Pierre Rochel Tumbol, Terminal Head TPK Teluk Lamong. Ia mengajak seluruh peserta menjadikan setiap insiden yang terjadi di lingkungan Pelindo Grup sebagai pembelajaran berharga untuk memperkuat sistem pencegahan kecelakaan kerja.

 

"Setiap kejadian merupakan pengingat bahwa risiko selalu ada dalam setiap aktivitas operasional. Yang terpenting adalah bagaimana kita belajar dari setiap peristiwa, melakukan evaluasi secara menyeluruh, dan memastikan seluruh tindakan pencegahan benar-benar diterapkan di lapangan. Keselamatan merupakan tanggung jawab bersama dan harus menjadi budaya dalam setiap proses kerja," tutur Pierre Rochel Tumbol.

 

Pada sesi utama, peserta mendapatkan pemaparan mengenai Lesson Learned Fatality Pelindo Grup Tahun 2026 yang mengulas kronologi sejumlah insiden fatal, faktor penyebab, hingga langkah-langkah pengendalian untuk mencegah kejadian serupa. Materi ini diharapkan mampu meningkatkan kemampuan peserta dalam mengidentifikasi potensi bahaya, memperkuat budaya pelaporan, serta memastikan setiap pekerjaan dilaksanakan sesuai prosedur keselamatan yang berlaku.

 

Forum juga menghadirkan materi Blind Spot Awareness, yang membahas pentingnya kewaspadaan terhadap area terbatas yang tidak dapat terlihat secara langsung oleh operator alat berat maupun pengemudi kendaraan operasional. Mengingat tingginya mobilitas alat bongkar muat dan kendaraan di kawasan terminal, pemahaman mengenai blind spot menjadi salah satu aspek penting dalam mencegah kecelakaan kerja dan meningkatkan keselamatan seluruh pekerja di area operasional.

 

PT Terminal Teluk Lamong terus memperkuat implementasi budaya HSSE melalui komunikasi, edukasi, dan pembelajaran berkelanjutan untuk mendukung terciptanya ekosistem pelabuhan yang berdaya saing dan berkelas dunia.


(R. Pandji/Redaksi MBN.Com/Corcom TTL).

Pelabuhan Patimban Layani Impor Peti Kemas Internasional Perdana





PATIMBAN (Mediabisnisnasional.com) - Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas II Patimban mencatat terlaksananya kegiatan impor peti kemas internasional perdana melalui kunjungan MV. MSC CARLA III di Terminal Peti Kemas Pelabuhan Patimban.


Momentum tersebut melengkapi capaian ekspor peti kemas internasional perdana yang telah terlaksana pada pekan sebelumnya, sehingga Pelabuhan Patimban telah semakin siap untuk melayani ekspor dan impor peti kemas internasional secara reguler sebagai bagian dari pengembangan konektivitas logistik Indonesia dengan jaringan pelayaran internasional.


MV. MSC CARLA III sandar (Actual Time Berthing/ATB) di Terminal Peti Kemas Pelabuhan Patimban pada Minggu, 19 Juli 2026 pukul 02.06 WIB dari Singapura dan menyelesaikan kegiatan bongkar muat pada Selasa, 21 Juli 2026 pukul 11.42 WIB. Selanjutnya kapal melanjutkan pelayaran menuju Pasir Gudang (Malaysia), Laem Chabang (Thailand), Shanghai, dan Ningbo (Tiongkok) sebagai bagian dari layanan reguler Enhanced Seahorse Service.


Pada kunjungan tersebut, kegiatan bongkar muat mencapai 1.632 TEUs, yang terdiri atas 1.248 TEUs muatan ekspor dan 384 TEUs muatan impor. Dari sisi satuan peti kemas, kegiatan ekspor tercatat sebanyak 624 box, terdiri atas 208 box peti kemas isi dan 416 box peti kemas kosong, sedangkan kegiatan impor sebanyak 192 box, yang seluruhnya merupakan peti kemas isi.


Komoditas impor yang dibongkar pada kunjungan tersebut berupa komponen kendaraan BYD yang selanjutnya didistribusikan menuju pabrik BYD di Kabupaten Subang, Jawa Barat. Kehadiran layanan impor ini diharapkan semakin mendukung kelancaran rantai pasok sektor industri serta memperkuat peran Pelabuhan Patimban dalam melayani kebutuhan logistik kawasan industri di Jawa Barat.


Sementara itu, komoditas ekspor yang dimuat melalui Pelabuhan Patimban pada kunjungan ini berupa bahan baku kertas, yang dipasarkan ke berbagai negara tujuan melalui jaringan pelayaran internasional Mediterranean Shipping Company (MSC). Hal tersebut menunjukkan bahwa Pelabuhan Patimban tidak hanya menjadi pintu keluar komoditas ekspor nasional, tetapi juga mulai berperan sebagai pintu masuk bahan baku industri melalui layanan pelayaran internasional yang terjadwal secara reguler.


Rangkaian layanan tersebut semakin memperkuat posisi Pelabuhan Patimban sebagai bagian dari jaringan pelayaran internasional di kawasan Asia. Setelah pada pekan sebelumnya melayani ekspor peti kemas internasional perdana, kini Pelabuhan Patimban juga telah melayani impor peti kemas internasional.


Perkembangan tersebut menunjukkan bahwa Pelabuhan Patimban telah semakin siap untuk melayani ekspor dan impor, sehingga diharapkan mampu memberikan alternatif layanan logistik bagi dunia usaha sekaligus mendukung pengembangan kawasan industri di wilayah Jawa Barat dan sekitarnya.


Kepala Kantor KSOP Kelas II Patimban, Mohd. Arief Agustian, menyampaikan bahwa berkembangnya layanan peti kemas internasional tersebut merupakan langkah penting dalam penguatan fungsi Pelabuhan Patimban sebagai salah satu simpul logistik nasional.


"Pelaksanaan kegiatan impor peti kemas internasional perdana melengkapi layanan ekspor yang telah dimulai pada pekan sebelumnya. Hal ini menunjukkan bahwa Pelabuhan Patimban telah semakin siap untuk melayani ekspor dan impor, sehingga diharapkan dapat menjadi salah satu alternatif gerbang logistik internasional yang mendukung pertumbuhan industri, investasi, dan perekonomian nasional," ujar Arief.


Dengan semakin berkembangnya layanan pelayaran internasional tersebut, Pelabuhan Patimban diharapkan terus memperkuat perannya dalam mendukung kelancaran perdagangan internasional, memperluas pilihan rantai pasok nasional, serta menyediakan alternatif layanan logistik yang andal bagi dunia usaha dan kawasan industri di Indonesia.



(R.Pandji/Redaksi MBN.Com/HUBLA).

Rabu, Juli 22, 2026

REDAKSI & IKLAN MEDIA BISNIS NASIONAL (MBN.Com)

 


Publisher/Penerbit  : PT Media ISL Marketing

Nomor: AHU-014076.AH.01.30.Tahun 2023

NIB : 1902230024551

Media Bisnis Nasional disingkat MBN.Com (www.mediabisnisnasional.com), terbit sejak 6 Oktober 2021

 

PENASEHAT REDAKSI :

Bang Siswanto Rusdi, M.Mar

 

DEWAN REDAKSI :

1. R. Pandji

2. Samsuto, SH.

 

PELINDUNG MEDIA/PENASEHAT HUKUM :

Samsuto, SH.

 

PEMIMPIN UMUM :

R. Pandji


PEMIMPIN REDAKSI / PENJAB : R. Pandji

Wakil Pemimpin Redaksi : Haerul, S.Ag.

SEKRETARIS REDAKSI : Putri

STAF REDAKSI / REPORTER/WARTAWAN :

S. Apwira

 

PIMPINAN PERUSAHAAN : R. Pandji

MARKETING & TATA USAHA : Firli 


REKENING BANK :

Bank Mandiri No. Rekening : 120 00 1319 5727

atas nama PT Media ISL Marketing

 

ALAMAT REDAKSI-IKLAN :

Jl. Kebon Baru Samper Barat Cilincing Jakarta Utara 14130

Hotline : 08571723 7977 (WhatsApp)

 

JAKARTA, 6 Oktober 2021

PEMIMPIN REDAKSI 


Ttd.




 

R. PANDJI

 


DAFTAR TARIF IKLAN MBN.Com

Top Banner :

 

Iklan 1 Rp. 60 Juta Pertahun

 

Iklan 2 Rp. 40 Juta Per tahun

 

Iklan 3 Rp. 20 Juta Pertahun

 

 

Right Banner :

Iklan 1 Rp. 15 Juta Per Tahun

 

Iklan 2 Rp. 10 Juta Per tahun

 

Iklan 3 Rp.  5 Juta Pertahun

 

Iklan 4 Rp.  3 Juta Pertahun

 

 

Telepon :

0857 17237977  (WhatsApp)




Pelabuhan Panjang Santuni 31 Anak Yatim Piatu

 



LAMPUNG (Mediabisnisnasional.com) - Pelindo Regional 2 Panjang menyelenggarakan kegiatan sosial dan keagamaan yang diisi dengan doa bersama serta pemberian santunan kepada 31 anak yatim piatu dari Yayasan Kesejahteraan Madani (Yakesma). Kegiatan ini merupakan wujud kepedulian perusahaan kepada masyarakat sekitar Pelabuhan Panjang sekaligus ikhtiar bersama dalam memohon keselamatan, keamanan, kelancaran operasional, perlindungan dan keberkahan bagi seluruh aktivitas kepelabuhanan.


“Pemberian santunan ini merupakan bentuk kepedulian Pelindo melalui  program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) perusahaan. Kami berharap dengan santunan ini dapat terus menghadirkan manfaat yang berkelanjutan melalui berbagai program sosial yang memberikan dampak positif bagi masyarakat sekitar,” ucap General Manager Pelindo Regional 2 Panjang Hardianto.


Penyerahan bantuan dilakukan secara langsung dari jajaran manajemen dan Pusat Pembinaan Dakwah Islam (PPDI) Pelindo Regional 2 Panjang kepada perwakilan Yakesma. Acara dilanjutkan  dengan sesi ramah tamah bersama anak-anak yatim piatu.


Ketua PPDI Regional 2 Panjang, Arif Soleh,  menambahkan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk rasa syukur atas berkah yang diberikan atas kelancaran aktivitas kepelabuhanan di Pelabuhan Panjang. “Semoga seluruh aktivitas Pelindo selalu diberikan kelancaran dan dapat menjadi keberkahan dan meningkatkan kesejahteraan sosial masyarakat di sekitar Pelabuhan Panjang,” ucap Arif.


Kegiatan Sosial dan Keagamaan berupa pemberian santunan dan doa bersama ini dilakukan di seluruh cabang yang berada di area Pelindo Regional 2 dan merupakan salah satu program TJSL.


(R. Pandji/Redaksi MBN.Com/Humas Pelindo Regional 2 Panjang).

Selasa, Juli 21, 2026

TERMINAL TELUK LAMONG GROUP CATAT PERTUMBUHAN 13,3% atau Throughput 1.474.492 TEUs

 


SURABAYA (Mediabisnisnasional.com) – PT Terminal Teluk Lamong (TTL) Group kembali membukukan kinerja positif sepanjang Semester I Tahun 2026 dengan mencatat arus peti kemas sebesar 1.474.492 TEUs, meningkat 13,3% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang mencapai 1.301.402 TEUs. Capaian ini menunjukkan semakin kuatnya peran TTL Group dalam mendukung kelancaran rantai pasok nasional sekaligus menangkap momentum pertumbuhan sektor logistik Indonesia.

 

Kinerja positif tersebut terutama ditopang oleh pertumbuhan arus peti kemas internasional yang meningkat hampir dua kali lipat dibandingkan Semester I 2025. Peningkatan ini merupakan hasil dari strategi ekspansi layanan internasional yang dijalankan TPK Teluk Lamong, sehingga mampu meningkatkan intensitas kunjungan kapal (vessel call) internasional menjadi 255 call hingga Semester I 2026, dibandingkan 160 call pada periode yang sama tahun lalu atau tumbuh hampir 60%. Bertambahnya layanan pelayaran internasional tersebut semakin memperkuat konektivitas jaringan logistik global, meningkatkan daya saing terminal, sekaligus memberikan nilai tambah bagi para pengguna jasa.

 

Kontribusi positif juga datang dari TPK Nilam yang mencatat pertumbuhan throughput sebesar 21,07% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Kinerja tersebut didukung oleh implementasi Express Anchorage Zone Service (EAZI) melalui sinergi erat antara PT Terminal Teluk Lamong dan KSOP Utama Tanjung Perak dalam optimalisasi pengelolaan Zona Labuh 2 Surabaya. Program ini berhasil meningkatkan efisiensi pelayanan kapal yang tercermin dari kenaikan vessel call TPK Nilam menjadi 399 call pada Semester I 2026, dibandingkan 383 call pada Semester I 2025. Peningkatan aktivitas kapal tersebut turut mendorong pertumbuhan arus peti kemas di TPK Nilam.

 

Direktur Utama PT Terminal Teluk Lamong, David Pandapotan Sirait, menyampaikan bahwa capaian tersebut merupakan hasil dari dedikasi seluruh insan perusahaan, kolaborasi yang erat dengan para pemangku kepentingan, serta meningkatnya kepercayaan pelanggan terhadap layanan TTL Group.

 

“Pertumbuhan sektor logistik nasional sepanjang Semester I 2026 menjadi katalis positif bagi aktivitas kepelabuhanan. Kami akan terus mengakselerasi transformasi perusahaan melalui pemanfaatan teknologi digital, peningkatan produktivitas operasional, serta penguatan kualitas layanan agar semakin andal, adaptif, dan mampu menjawab kebutuhan pelanggan. Di saat yang sama, kami juga akan terus memperluas konektivitas maritim guna mendukung kelancaran distribusi logistik nasional dan memperkuat daya saing Indonesia,” ujar David.

 

Memasuki Semester II Tahun 2026, PT Terminal Teluk Lamong Group akan terus memperkuat berbagai inisiatif strategis melalui peningkatan produktivitas, optimalisasi layanan berbasis digital, pengembangan jaringan layanan, serta perluasan konektivitas maritim. Salah satu fokus utama adalah melanjutkan implementasi program Express Anchorage Zone Service (EAZI) di TPK Berlian, setelah keberhasilannya meningkatkan efisiensi pelayanan kapal dan mendorong pertumbuhan kinerja di TPK Nilam. Implementasi program ini diharapkan mampu mempercepat proses pelayanan kapal, meningkatkan produktivitas operasional, serta memperkuat daya saing layanan terminal.

 

Dengan fondasi kinerja yang solid pada Semester I 2026, perusahaan optimistis dapat mencapai target yang telah ditetapkan sekaligus semakin mengukuhkan posisinya sebagai operator terminal peti kemas modern, efisien, dan berkelanjutan yang mendukung daya saing logistik nasional.


(R.Pandji/Redaksi MBN.Com/Corcom TTL). 

PT IKT Tbk. atau IPCC Mendapat Kunjungan MAHASISWA POLTRADA BALI, Buka WAWASAN INDUSTRI dan ASAH KETERAMPILAN

 

 


JAKARTA (Mediabisnisnasional.com) -  PT Indonesia Kendaraan Terminal Tbk (IDX:IPCC), anak usaha PT Pelindo Multi Terminal di bawah PT Pelabuhan Indonesia (Persero) yang sejak tahun Februari 2025 berada dibawah pengelolaan Danantara Indonesia, menerima kunjungan studi lapangan dari Politeknik Transportasi Darat Bali (Poltrada Bali).


Kunjungan ini merupakan bagian dari kegiatan Kuliah Kerja Lapangan (KKL) bagi 82 mahasiswa Tingkat II Semester IV Program Studi D-III Manajemen Logistik, D-III Manajemen Transportasi Jalan, dan D-III Teknologi Otomotif, didampingi 10 tenaga pendamping. Kegiatan ini menegaskan komitmen IPCC untuk menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat luas, khususnya dunia pendidikan, sebelum berorientasi pada kepentingan korporasi.


Kunjungan ini, bertujuan meningkatkan wawasan dan keterampilan mahasiswa di bidang transportasi, logistik, dan manajemen angkutan secara menyeluruh, mulai dari sistem pergudangan modern, manajemen inventory, integrasi rantai pasok global, hingga administrasi dokumen ekspor-impor.


Mahasiswa turut dibekali pemahaman mengenai pengelolaan terminal kendaraan yang melayani aktivitas ekspor dan impor kargo baik CBU, alat berat, truk dan bis serta general cargo, regulasi transportasi dan standar keselamatan, peran transportasi darat dalam distribusi kendaraan, penjadwalan dan optimasi rute, perawatan serta keselamatan kendaraan operasional, efisiensi energi dan otomasi teknologi, hingga peran sektor otomotif dalam mendukung rantai produksi dan distribusi nasional.


Rangkaian materi tersebut dilanjutkan dengan peninjauan langsung ke Terminal Internasional IPCC untuk mengamati proses stevedoring, cargodoring, storage dan distribusi kendaraan dari kapal ke lapangan penumpukan serta aktivitas sebaliknya.


Kegiatan turut dihadiri Aris Budi Sulistyo selaku Wakil Direktur I Poltrada Bali beserta jajaran, Safrial selaku SM SDM dan Umum IPCC, serta Moch. Ilhamsyah selaku ASM Komunikasi Perusahaan dan CSR IPCC. Sesi diskusi berlangsung interaktif, mencerminkan antusiasme mahasiswa dalam memahami tata kelola bisnis pelabuhan kendaraan yang menerapkan prinsip tata kelola perusahaan yang baik (GCG), manajemen risiko, serta prinsip pembangunan berkelanjutan (SDGs).


“Kami mengapresiasi kedatangan seluruh mahasiswa dan jajaran Poltrada Bali di IPCC. Kunjungan ini menjadi bentuk konkret peran IPCC dalam mendukung dunia pendidikan sebagai salah satu pilar tanggung jawab sosial dan lingkungan perusahaan yang berkelanjutan,” ujar Moch. Ilhamsyah, ASM Komunikasi Perusahaan dan CSR IPCC.


“Ke depan, kami berharap kolaborasi ini terus berlanjut dan semakin luas, sehingga sinergi antara dunia industri dan pendidikan dapat memberikan manfaat berkelanjutan, baik bagi pengembangan kompetensi mahasiswa maupun bagi penyiapan sumber daya manusia unggul di sektor transportasi dan logistik nasional,” lanjutnya.


“Kami menyampaikan terima kasih atas kesempatan yang diberikan IPCC kepada mahasiswa Poltrada Bali untuk belajar langsung dari salah satu pengelola terminal kendaraan terbesar di Indonesia. Pengalaman ini sangat berharga bagi mahasiswa dalam memahami praktik nyata industri logistik kendaraan,” kata Aris Budi Sulistyo, Wakil Direktur I Poltrada Bali.


“Kami berharap sinergi antara Poltrada Bali dan IPCC dapat terus dijaga dan dikembangkan secara berkelanjutan, sehingga kolaborasi pendidikan dan industri ini benar-benar memberi bekal nyata bagi mahasiswa dalam menghadapi dunia kerja,” tambahnya.

 

Melalui kunjungan ini, IPCC menegaskan komitmennya untuk terus berperan aktif dalam mendukung peningkatan kualitas pendidikan dan sumber daya manusia Indonesia, sejalan dengan arah keberlanjutan yang diusung Danantara Indonesia selaku pemegang saham ultimate, yakni memastikan kehadiran BUMN memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi masyarakat sebelum kepentingan korporasi. Sinergi antara IPCC dan Poltrada Bali diharapkan menjadi model kolaborasi berkelanjutan antara dunia industri dan pendidikan vokasi di Indonesia.


(R.Pandji/Redaksi  MBN.Com/Corcom IPCC).

Pelindo Palembang Terima Audiensi PT BGR Logistik Indonesia dan PT PTPN I Bahas Rencana Ekspor CPO PalmCo



PALEMBANG (Mediabisnisnasional.com) - Pelindo Regional 2 Palembang menerima kunjungan audiensi dari PT BGR Logistik Indonesia bersama PT Perkebunan Nusantara I (PTPN I) dalam rangka membahas rencana ekspor Crude Palm Oil (CPO) PalmCo melalui Pelabuhan Boom Baru Palembang.


Pertemuan yang berlangsung di Kantor Pelindo Regional 2 Palembang ini menjadi wadah koordinasi awal untuk menyinergikan kebutuhan operasional, kesiapan fasilitas pelabuhan, serta dukungan layanan logistik yang dibutuhkan guna menunjang kelancaran aktivitas ekspor CPO. Audiensi tersebut juga membahas potensi kerja sama dalam menciptakan rantai pasok yang lebih efisien, aman, dan berdaya saing.


Hadir dalam audiensi tersebut, Plh. General Manager Pelindo Regional 2 Palembang, Manajemen PT BGR Logistik Indonesia dan PT Perkebunan Nusantara 1 Regional 7, Branch Manager PT Pelabuhan Tanjung Priok Cabang Palembang, General Manager Logistik Regional 1 PT Multi Terminal Indonesia dan PT IPC Terminal Petikemas Area Palembang.


Plh. General Manager Pelindo Regional 2 Palembang, Darmawi, menyampaikan bahwa Pelindo berkomitmen mendukung pertumbuhan sektor ekspor nasional melalui penyediaan layanan kepelabuhanan yang andal dan terintegrasi.


"Pelindo Regional 2 Palembang siap memberikan dukungan terhadap rencana ekspor CPO PalmCo dengan memastikan kesiapan fasilitas, pelayanan operasional, serta koordinasi bersama seluruh pemangku kepentingan agar proses logistik berjalan lancar, efektif, dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku," ujarnya.


Dalam audiensi tersebut, kedua belah pihak juga berdiskusi mengenai skema operasional, kebutuhan fasilitas bongkar muat, penjadwalan kapal, hingga peluang optimalisasi pemanfaatan infrastruktur pelabuhan sebagai pintu gerbang ekspor komoditas unggulan Sumatera Selatan.


Sebagai operator pelabuhan, Pelindo Regional 2 Palembang terus mendorong kolaborasi dengan berbagai mitra strategis guna meningkatkan konektivitas logistik nasional. Sinergi dengan PT BGR Logistik Indonesia dan PT PTPN I diharapkan dapat memperkuat ekosistem logistik, meningkatkan efisiensi distribusi, serta memberikan kontribusi terhadap peningkatan kinerja ekspor Indonesia, khususnya komoditas kelapa sawit.


Melalui koordinasi yang berkelanjutan, Pelindo Regional 2 Palembang mendukung rencana ekspor CPO PalmCo dapat terealisasi dengan dukungan layanan kepelabuhanan yang prima, sehingga mampu memberikan nilai tambah bagi para pengguna jasa sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi daerah dan nasional.




(R.Padji/Redaksi MBN.Com/Humas Pelindo Regional 2 Palembang). 

Senin, Juli 20, 2026

Menteri Koordinator AHY Tinjau BMTH, Percepat Penataan Kawasan dan Pengembangan Marina Internasional

 


BALI (Mediabisnisnasional.com) - Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) meninjau langsung progres pengembangan Bali Maritime Tourism Hub (BMTH) di Pelabuhan Benoa, Bali, Selasa (21/7). Kunjungan tersebut dilakukan untuk memastikan percepatan pengembangan BMTH sebagai kawasan pariwisata maritim terpadu sekaligus membahas sejumlah isu strategis yang perlu diselesaikan bersama guna mendukung operasional kawasan secara optimal.


Dalam kunjungan tersebut, Menko AHY meninjau Area Pengembangan I BMTH yang direncanakan menjadi Marina District, serta membahas penataan kawasan, termasuk rencana relokasi kapal perikanan dari area pengembangan BMTH guna meningkatkan keselamatan pelayaran dan mendukung pengembangan marina bertaraf internasional. Selain itu, pemerintah juga membahas percepatan penyelesaian sejumlah regulasi terkait pengelolaan marina yacht dan kapal pesiar (cruise) sebagai bagian dari upaya mendorong pengembangan pariwisata maritim yang terintegrasi dan berdaya saing global.


Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono menyampaikan bahwa BMTH merupakan salah satu proyek strategis nasional yang diharapkan mampu memperkuat sektor pariwisata sekaligus memberikan multiplier effect bagi perekonomian.


"Pengembangan BMTH merupakan bagian penting dari upaya kita untuk memperkuat sektor pariwisata dan ekonomi maritim nasional. Negara telah hadir melalui dukungan investasi pemerintah, sehingga seluruh tahapan pengembangannya perlu kita selesaikan secara terpadu agar manfaat pembangunan ini dapat dirasakan secara optimal oleh masyarakat maupun perekonomian nasional," ujar AHY.


Salah satu isu strategis yang menjadi perhatian dalam pengembangan BMTH adalah penataan kapal perikanan yang saat ini masih bersandar di kawasan BMTH. Penataan dilakukan secara bertahap seiring dengan rencana pembangunan Pelabuhan Perikanan Pengambengan sebagai lokasi relokasi aktivitas perikanan di masa mendatang.


Direktur Pengembangan Usaha Pelindo, Prasetyo, mengatakan bahwa penataan kawasan dilakukan untuk menciptakan tata kelola pelabuhan yang lebih aman, tertib, dan mampu mengakomodasi berbagai aktivitas maritim secara berdampingan.


"Penataan kawasan ini merupakan bagian dari upaya mewujudkan kawasan pelabuhan yang aman, tertib, dan memiliki fungsi yang semakin optimal. Dengan pengaturan ruang dan alur pelayaran yang baik, aktivitas perikanan tetap dapat berjalan, sementara pengembangan marina internasional juga dapat berlangsung secara harmonis dengan tetap mengedepankan aspek keselamatan, keamanan, dan kelancaran operasional," ujar Prasetyo.


Area Pengembangan I BMTH direncanakan menjadi Marina District yang mampu menampung hingga 180 kapal yacht dengan panjang maksimum mencapai 90 meter. Kawasan ini akan dilengkapi berbagai fasilitas pendukung, antara lain area hiburan (entertainment district), kawasan gaya hidup (lifestyle district), serta ruang publik yang terintegrasi sebagai destinasi pariwisata maritim bertaraf internasional.


Pengembangan BMTH diharapkan semakin memperkuat posisi Pelabuhan Benoa sebagai gerbang pariwisata maritim Indonesia. Hal tersebut tercermin dari tren positif kunjungan kapal pesiar yang terus meningkat. Sepanjang tahun 2025, tercatat 65 kapal pesiar internasional bersandar di Pelabuhan Benoa, meningkat 16 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Sementara itu, jumlah wisatawan internasional yang datang melalui kapal pesiar mencapai sekitar 146 ribu orang, atau tumbuh 36 persen secara tahunan.


Melalui sinergi antara pemerintah, Pelindo, serta seluruh pemangku kepentingan, pengembangan BMTH diharapkan mampu menjadi katalis pertumbuhan ekonomi Bali, memperkuat daya saing pariwisata maritim Indonesia, sekaligus menjadikan Pelabuhan Benoa sebagai salah satu destinasi marina dan kapal pesiar terkemuka di kawasan Asia Pasifik.


(R.Pandji/Redaksi MBN.Com/Humas Pelindo Regional 3).

Pelindo Group Regional 2 Palembang Support Pengawasan Kepabeanan di Terminal Petikemas Pelabuhan Boom Baru

  



PALEMBANG (Mediabisnisnasional.com) - Pelindo Group Regional 2 Palembang mendukung pelaksanaan kegiatan Monitoring dan Evaluasi (Monev) yang dilakukan oleh Bea Cukai di kawasan pabean Terminal Petikemas Pelabuhan Boom Baru Palembang sebagai bagian dari upaya memperkuat pengawasan kepabeanan serta memastikan kelancaran aktivitas logistik di pelabuhan.


Kegiatan pemeriksaan tersebut merupakan bentuk implementasi pengawasan di kawasan pabean guna memastikan seluruh proses operasional berjalan sesuai dengan ketentuan kepabeanan yang berlaku. Selain meningkatkan kepatuhan para pengguna jasa, kegiatan ini juga menjadi langkah strategis dalam menjaga keamanan serta kelancaran arus barang ekspor dan impor melalui Pelabuhan Boom Baru Palembang.


Sebagai operator pelabuhan, Pelindo Regional 2 Palembang berkomitmen untuk terus memberikan dukungan terhadap pelaksanaan tugas dan fungsi instansi pemerintah, termasuk Bea Cukai, melalui penyediaan fasilitas dan operasional pelabuhan yang memenuhi standar pelayanan, keamanan, dan keselamatan.


Sinergi yang terjalin antara Pelindo dan Bea Cukai serta seluruh pemangku kepentingan di lingkungan pelabuhan menjadi faktor penting dalam mewujudkan ekosistem logistik yang efisien, transparan, dan berdaya saing. Kolaborasi ini diharapkan mampu menciptakan kawasan pelabuhan yang aman, tertib, serta mendukung kelancaran aktivitas perdagangan nasional maupun internasional.


Pelindo Group Regional 2 Palembang akan terus memperkuat koordinasi dengan seluruh stakeholder guna memastikan pelayanan kepelabuhanan berjalan optimal serta mendukung peningkatan kinerja logistik nasional melalui pengelolaan pelabuhan yang profesional, andal, dan berkelanjutan.




(Redaksi MBN.Com/Humas Pelindo Regional 2 Palembang).