Pelindo Sinergi Lokaseva atau SPSL Bangun Kawasan Industri Kuala Tanjung (KIKT), Dukung Hilirisasi dan Kawasan Industri Terintegrasi - Media BISNIS Nasional

BREAKING NEWS

Home Top Ad


 

========================================



 

========================================


Post Top Ad

Berita Terkini

Senin, Mei 11, 2026

Pelindo Sinergi Lokaseva atau SPSL Bangun Kawasan Industri Kuala Tanjung (KIKT), Dukung Hilirisasi dan Kawasan Industri Terintegrasi


 

JAKARTA INDONESIA (Mediabisnisnasional.com) - PT Pelindo Sinergi Lokaseva (SPSL) terus memperkuat perannya dalam pengembangan kawasan yang terintegrasi dengan pelabuhan. Di sisi utara pulau Sumatera, SPSL melakukan pembangunan Kawasan Industri Kuala Tanjung (KIKT) di Kabupaten Batubara, Sumatera Utara yang terhubung langsung dengan Pelabuhan Kuala Tanjung.


Langkah ini merupakan bagian dari strategi perusahaan dalam membangun ekosistem port-led industrial infrastructure yang terintegrasi, efisien, dan berkelanjutan guna menciptakan nilai tambah bagi seluruh pemangku kepentingan.


Kawasan Industri Kuala Tanjung (KIKT) merupakan Proyek Strategis Nasional (PSN) yang berada di jalur strategis Selat Malaka, salah satu jalur pelayaran tersibuk di dunia. KIKT memiliki berbagai keunggulan strategis, di antaranya konektivitas dengan akses Tol Medan–Kuala Tanjung, kedekatan dengan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Sei Mangke, industri pengolahan aluminium, serta berada pada hinterland perkebunan kelapa sawit yang luas. Posisi tersebut menjadikan KIKT memiliki potensi besar sebagai kawasan industri berbasis pelabuhan yang mendukung pengembangan industri hilir dan perdagangan internasional.


Senior Vice President Sekretariat Perusahaan PT Pelindo Sinergi Lokaseva, Dewi Fitriyani menyampaikan bahwa pengembangan KIKT merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam mendukung agenda strategis pemerintah terkait Transformasi Ekonomi Indonesia melalui hilirisasi sumber daya alam, peningkatan produktivitas secara masif dan ekonomi yang terintegrasi dengan jaringan rantai global dan domestik serta ekspor yang kokoh. 


“Sejalan dengan arah kebijakan pemerintah tahun 2026 dalam penguatan hilirisasi dan penguatan daya saing, integrasi kawasan industri dengan pelabuhan diharapkan mampu meningkatkan efisiensi rantai pasok, memperkuat konektivitas industri nasional, serta meningkatkan daya tarik investasi di wilayah Sumatera Utara,” ujar Dewi.

 

Berbasis Pelabuhan

Dalam pengembangannya, KIKT dikelola melalui anak usaha PT Pelindo Sinergi Lokaseva, yaitu PT Prima Pengembangan Kawasan (PPK), yang terus mendorong pembangunan infrastruktur dasar kawasan sebagai tahap awal pengembangan. Hingga saat ini, pembangunan gate kawasan dan jalan masuk (access road) telah diselesaikan sebagai akses utama menuju area pengembangan kawasan industri.


Pembangunan infrastruktur dasar tersebut menjadi langkah penting dalam mendukung kesiapan kawasan menuju pengembangan berikutnya secara bertahap. Ke depan, berbagai infrastruktur pendukung lainnya juga akan terus dikembangkan guna mempersiapkan kawasan industri yang modern, terintegrasi, dan berdaya saing.


Selain pembangunan fisik kawasan, PT PPK juga memperkuat aspek tata kelola dan kepastian hukum aset perusahaan. Pada awal tahun 2026, PT PPK menerima 31 sertifikat tanah Tahap I Bagian A dan B hasil pendampingan hukum bersama Kejaksaan Negeri Batu Bara. Langkah tersebut menjadi bagian dari komitmen perusahaan dalam memperkuat pengamanan aset serta mendukung implementasi Good Corporate Governance (GCG) melalui sinergi lintas instansi.


Upaya pengembangan KIKT juga terus diperkuat melalui koordinasi strategis antar entitas Pelindo Group. Dalam Rapat Progress Program Prioritas Pengembangan Ekosistem Kuala Tanjung yang diselenggarakan PT Pelabuhan Indonesia bersama entitas anak dan mitra strategis pada April 2026, dibahas berbagai langkah percepatan pengembangan kawasan industri dan penguatan konektivitas Pelabuhan Kuala Tanjung sebagai simpul strategis perdagangan internasional.


Pengembangan Kawasan Industri Kuala Tanjung diarahkan menjadi kawasan industri berbasis pelabuhan (port-led industrial/logistic infrastructure) yang terkoneksi langsung dengan jalur perdagangan internasional. Integrasi kawasan dan pelabuhan tersebut diharapkan dapat mendukung agenda pemerintah dalam penguatan ekonomi nasional.


Melalui pengembangan KIKT, PT Pelindo Sinergi Lokaseva berkomitmen mendukung pengembangan kawasan industri terintegrasi yang mampu menciptakan nilai tambah bagi pertumbuhan ekonomi nasional sekaligus memperkuat posisi Indonesia dalam rantai perdagangan kawasan maupun global.


(Redaksi MBN.Com/Corcom SPSL).

 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

BERITA SEBELUMNYA

Total Tayangan Artikel

Post Bottom Ad




 


 

Pages