JAKARTA INDONESIA (Mediabisnisnasional.com) - PT Pelindo Sinergi Lokaseva (SPSL) terus memperkuat perannya dalam pengembangan kawasan yang terintegrasi dengan pelabuhan. Di sisi utara pulau Sumatera, SPSL melakukan pembangunan Kawasan Industri Kuala Tanjung (KIKT) di Kabupaten Batubara, Sumatera Utara yang terhubung langsung dengan Pelabuhan Kuala Tanjung.
Langkah ini merupakan bagian dari strategi
perusahaan dalam membangun ekosistem port-led industrial infrastructure yang
terintegrasi, efisien, dan berkelanjutan guna menciptakan nilai tambah bagi seluruh
pemangku kepentingan.
Kawasan Industri Kuala Tanjung (KIKT)
merupakan Proyek Strategis Nasional (PSN) yang berada di jalur strategis Selat
Malaka, salah satu jalur pelayaran tersibuk di dunia. KIKT memiliki berbagai
keunggulan strategis, di antaranya konektivitas dengan akses Tol Medan–Kuala
Tanjung, kedekatan dengan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Sei Mangke, industri
pengolahan aluminium, serta berada pada hinterland perkebunan kelapa sawit yang
luas. Posisi tersebut menjadikan KIKT memiliki potensi besar sebagai kawasan
industri berbasis pelabuhan yang mendukung pengembangan industri hilir dan
perdagangan internasional.
Senior Vice President Sekretariat Perusahaan
PT Pelindo Sinergi Lokaseva, Dewi Fitriyani menyampaikan bahwa pengembangan
KIKT merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam mendukung agenda strategis
pemerintah terkait Transformasi Ekonomi Indonesia melalui hilirisasi sumber
daya alam, peningkatan produktivitas secara masif dan ekonomi yang terintegrasi
dengan jaringan rantai global dan domestik serta ekspor yang kokoh.
“Sejalan dengan arah kebijakan pemerintah
tahun 2026 dalam penguatan hilirisasi dan penguatan daya saing, integrasi kawasan
industri dengan pelabuhan diharapkan mampu meningkatkan efisiensi rantai pasok,
memperkuat konektivitas industri nasional, serta meningkatkan daya tarik
investasi di wilayah Sumatera Utara,” ujar Dewi.
Berbasis Pelabuhan
Dalam pengembangannya, KIKT dikelola melalui
anak usaha PT Pelindo Sinergi Lokaseva, yaitu PT Prima Pengembangan Kawasan
(PPK), yang terus mendorong pembangunan infrastruktur dasar kawasan sebagai
tahap awal pengembangan. Hingga saat ini, pembangunan gate kawasan dan jalan
masuk (access road) telah diselesaikan sebagai akses utama menuju area
pengembangan kawasan industri.
Pembangunan infrastruktur dasar tersebut
menjadi langkah penting dalam mendukung kesiapan kawasan menuju pengembangan
berikutnya secara bertahap. Ke depan, berbagai infrastruktur pendukung lainnya
juga akan terus dikembangkan guna mempersiapkan kawasan industri yang modern,
terintegrasi, dan berdaya saing.
Selain pembangunan fisik kawasan, PT PPK juga
memperkuat aspek tata kelola dan kepastian hukum aset perusahaan. Pada awal
tahun 2026, PT PPK menerima 31 sertifikat tanah Tahap I Bagian A dan B hasil
pendampingan hukum bersama Kejaksaan Negeri Batu Bara. Langkah tersebut menjadi
bagian dari komitmen perusahaan dalam memperkuat pengamanan aset serta
mendukung implementasi Good Corporate Governance (GCG) melalui sinergi lintas
instansi.
Upaya pengembangan KIKT juga terus diperkuat
melalui koordinasi strategis antar entitas Pelindo Group. Dalam Rapat Progress
Program Prioritas Pengembangan Ekosistem Kuala Tanjung yang diselenggarakan PT
Pelabuhan Indonesia bersama entitas anak dan mitra strategis pada April 2026,
dibahas berbagai langkah percepatan pengembangan kawasan industri dan penguatan
konektivitas Pelabuhan Kuala Tanjung sebagai simpul strategis perdagangan
internasional.
Pengembangan Kawasan Industri Kuala Tanjung
diarahkan menjadi kawasan industri berbasis pelabuhan (port-led industrial/logistic
infrastructure) yang terkoneksi langsung dengan jalur perdagangan
internasional. Integrasi kawasan dan pelabuhan tersebut diharapkan dapat
mendukung agenda pemerintah dalam penguatan ekonomi nasional.
Melalui pengembangan KIKT, PT Pelindo Sinergi
Lokaseva berkomitmen mendukung pengembangan kawasan industri terintegrasi yang
mampu menciptakan nilai tambah bagi pertumbuhan ekonomi nasional sekaligus
memperkuat posisi Indonesia dalam rantai perdagangan kawasan maupun global.
(Redaksi MBN.Com/Corcom SPSL).






Tidak ada komentar:
Posting Komentar