PANJANG LAMPUNG (Mediabisnisnasional.com) — Pelabuhan Indonesia (Pelindo) Regional 2
Panjang kembali mencatatkan tonggak penting dalam mendukung pertumbuhan ekspor
daerah melalui kegiatan pelepasan ekspor perdana tepung tapioka ke Tiongkok.
Ekspor ini
merupakan bagian dari penguatan hilirisasi hasil bumi Provinsi Lampung, di mana
singkong menjadi salah satu komoditas unggulan yang telah menembus pasar ekspor
ke berbagai negara di Asia maupun belahan dunia lainnya. Selain Tiongkok,
komoditas ini juga direncanakan akan terus diekspor ke sejumlah negara yang
telah menjalin kerja sama dan negosiasi dagang untuk menyerap hasil bumi
Lampung.
Sebanyak
3.330 ton tepung tapioka dengan nilai ekspor mencapai sekitar Rp26 miliar
diberangkatkan melalui Pelabuhan Panjang. Ekspor ini dilakukan oleh perusahaan
mitra Pelindo Regional 2 Panjang, CV Intan Group.
Kegiatan
ini dihadiri langsung oleh Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal, didampingi
Kapolda Lampung, Irjen Pol Helfi Assegaf, S.I.K., M.H., serta jajaran
Forkopimda Provinsi Lampung. Turut hadir perwakilan instansi maritim dan
kepelabuhanan, antara lain Balai Karantina, KSOP Kelas I Panjang, Bea Cukai
Kanwil Sumbagbar, serta Asosiasi Maritim Pelabuhan Regional 2 Panjang.
Dalam
rangkaian acara, sambutan diawali oleh CEO Intan Group Jeremy Gozal yang
menyampaikan apresiasi atas dukungan seluruh pihak dalam merealisasikan ekspor
perdana ini.
“Ekspor
perdana ini merupakan langkah strategis bagi kami untuk memperluas pasar
internasional, khususnya ke Tiongkok. Kami optimistis produk tepung tapioka
dari Lampung memiliki kualitas yang mampu bersaing di pasar global,” ujarnya.
Selanjutnya,
Deputi Karantina Indonesia diwakili Plt. Deputi Bidang Karantina Tumbuhan Drama
Panca Putra menegaskan komitmen dalam menjamin kualitas dan keamanan komoditas
ekspor.
“Kami
memastikan seluruh proses karantina, baik untuk komoditas ikan maupun tumbuhan,
telah memenuhi standar dan persyaratan negara tujuan, sehingga produk yang
diekspor aman, sehat, dan memiliki daya saing tinggi,” jelasnya.
Gubernur Lampung, Rahmat Mirzani Djausal, dalam sambutannya menyampaikan bahwa ekspor ini menjadi bukti nyata kekuatan komoditas unggulan daerah.
“Pelepasan
ekspor ini menunjukkan bahwa Lampung mampu menjadi pemain penting dalam
perdagangan internasional. Pemerintah Provinsi Lampung akan terus mendorong
kemudahan dan dukungan bagi pelaku usaha agar ekspor semakin meningkat,” ungkap
Gubernur.
Sementara itu, General Manager Pelindo Regional 2 Panjang. Hardianto, menegaskan komitmen Pelindo dalam mendukung kelancaran arus logistik dan kegiatan ekspor.
“Sebagai
pengelola pelabuhan sekaligus pemilik lahan tempat berlangsungnya kegiatan ini,
Pelindo Regional 2 Panjang berkomitmen memberikan layanan terbaik guna
memastikan kelancaran proses ekspor. Sinergi antar stakeholder menjadi kunci
dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah melalui sektor logistik,” ujar
Hardianto.
Pelepasan
ekspor ini diharapkan menjadi langkah awal yang berkelanjutan dalam memperluas
pasar ekspor komoditas Lampung, khususnya tepung tapioka, serta memperkuat
peran Pelabuhan Panjang sebagai gerbang logistik utama di wilayah Sumatera
bagian selatan.
Kegiatan
ini diakhiri dengan penyerahan secara simbolik Sertifikat Phytosanitari dan
penyerahan Nota Pelayanan Ekspor (NPE) dan dilanjutkan "pecah kendi"
yang dilakukan oleh Gubernur Lampung beserta seluruh peserta yang hadir.
(Redaksi MBN.Com/Humas Pelindo Regional 2 Panjang).






Tidak ada komentar:
Posting Komentar