JAKARTA (Mediabisnisnasional.com, 28 April 2025) - Mengawali tahun 2026, PT Indonesia Kendaraan Terminal Tbk (IDX: IPCC) berhasil mencatatkan pertumbuhan kinerja yang positif dan solid dalam Laporan Kinerja Keuangan Triwulan I 2026 (unaudited) sebagaimana disampaikan kepada Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Bursa Efek Indonesia (BEI/IDX) pada Jumat lalu. IPCC mampu membukukan pertumbuhan laba bersih sebesar Rp.52,81 Miliar pada periode Triwulan I 2026 atau tumbuh 3,21% secara year on year (yoy) di tengah ketidakstabilan kondisi geopolitik internasional. Capaian ini mencerminkan ketangguhan Perseroan dalam menjaga stabilitas bisnis melalui konsistensi penerapan strategi efisiensi serta optimalisasi dan peningkatan kapasitas operasional sebagai pendorong utama pertumbuhan. Dalam upaya Perseroan yang berfokus pada pengelolaan ekosistem logistik terminal kendaraan sebagai entitas bisnis di bawah Subholding Pelindo Multi Terminal, ketahanan terhadap kondisi bisnis yang dinamis serta efektifitas pengalokasiaan anggaran berdasarkan skala prioritas menjadi faktor pembeda untuk mengarungi tahun 2026.
Dari aspek pendapatan, IPCC berhasil mengumpulkan Rp.202,21 Miliar di triwulan pertama ini, menurun 0,52% (yoy) pada periode yang sama tahun lalu Rp.203,27 Miliar dampak dari penurunan trafik akibat penundaan aktivitas ekspor ke wilayah Timur Tengah. Kontribusi pendapatan perseroan secara konsolidasi menempatkan aktivitas layanan terminal sebagai fondasi utama dengan proporsi pendapatan per kargo 77% CBU, 10% Truck/Bus, 9% Alat Berat dan 4% General Kargo. Seiring dengan program pemerintah dalam melakukan hilirisasi komoditi pertambangan dan rencana untuk swasembada pangan melalui program cetak sawah baru di luar pulau Jawa juga menjadi alasan meningkatkan aktivitas bongkar muat untuk kargo Truck/Bus serta Alat Berat. Berbagai strategi bisnis yang telah diterapkan juga membuahkan hasil yang membanggakan seperti layanan In-land transportation, PDC (Pre Delivery Centre), Port Stock, serta VPC (Vehicle Processing Centre).
Berdasarkan neraca keuangan, kinerja IPCC menunjukkan kondisi yang sehat dan memiliki fundamental yang kuat dengan peningkatan aset 7,9% dari Rp.1,89 Triliun dari periode yang sama tahun 2025 menjadi Rp.2,04 Triliun pada Q1 2026. Adapun pendapatan dari sektor lainpun juga tidak kalah produktifnya baik dari rupa-rupa usaha maupun pengusahaan lahan, bangunan, air, dan listrik turut memberikan kontribusi maksimal untuk perseroan. Direktur Keuangan, SDM dan Manajemen Risiko IPCC Wing Megantoro mengatakan bahwa “Pertumbuhan kinerja keuangan IPCC pada Q1 2026 didapatkan melalui strategi keuangan yang ketat serta berbagai inovasi pada bidang komersial untuk memaksimalkan pendapatan serta memperluas cakupan bisnis Perseroan seiring dengan tagline baru yaitu Integrated Auto Solutions”.
Perolehan laba yang meningkat salah satu faktornya adalah perseroan menerapkan efisiensi dalam setiap penggunaan anggaran dan berorientasi pada pendapatan langsung tanpa mengorbankan aspek kesehatan dan keselamatan pada kegiatan operasional. Hal ini menjadi bukti bahwa pengelolaan Perseroan yang efisien, sedangkan dari sisi EPS juga meningkat dari Rp.28,14 di triwulan pertama tahun sebelumnya menjadi Rp.29,04 di periode yang sama di tahun ini, tutur Wing. Dari sisi rasio profitabilitas pun juga menunjukan kinerja yang baik. Seiring dengan kenaikan Laba Tahun Berjalan tersebut di atas membuat Net Profit Margin IPCC di triwulan pertama tahun ini meningkat menjadi 26,12% diikuti oleh EBITDA Margin yang juga menanjak menjadi 45,6%.
Guna menghadapi tantangan bisnis, menjaga kualitas layanan serta memastikan kepuasan pelanggan, IPCC berupaya melakukan peningkatan kapasitas melalui ekspansi lahan penumpukan kendaraan pada area sekitar IPCC yang dimiliki Pelindo Regional 2 Tanjung Priok menjadi target utama perseroan untuk dilakukan pada tahun 2026 yang diharapkan memberikan tambahan ±1.000 slot. Direktur Utama IPCC, Bapak Sugeng Mulyadi, menyampaikan bahwa capaian pada Triwulan I 2026 menjadi fondasi penting bagi keberlanjutan kinerja perseroan sepanjang tahun. “Kami meyakini bahwa resiliensi bukan hanya tentang bertahan di tengah tekanan, tetapi juga kemampuan untuk beradaptasi dan tumbuh secara berkelanjutan. Melalui disiplin efisiensi, penguatan kapasitas, serta penerapan tata kelola dan manajemen risiko yang konsisten, IPCC akan terus menjaga momentum pertumbuhan sekaligus menciptakan nilai jangka panjang bagi seluruh pemangku kepentingan,” ujar Sugeng. Ke depan, perseroan akan terus mendorong kinerja yang lebih optimal melalui sinergi operasional, inovasi layanan, serta penguatan strategi keberlanjutan sebagai landasan utama dalam menghadapi tantangan industri yang semakin dinamis.
Integrated Auto Solutions
IPCC, Leading to be The World Class Car Terminal Ecosystem
(Redaksi MBN.Com/Corcom IPCC).
(Redaksi MBN.,Com ianbisn
al.com






Tidak ada komentar:
Posting Komentar