BITUNG (Media Bisnis Nasional.com) — Terminal Peti Kemas (TPK) Bitung menutup tahun 2025 dengan kinerja positif dan pertumbuhan arus petikemas yang melampaui target serta meningkat menjadi 104,04% secara year-on-year (YoY). Capaian ini menegaskan peran TPK Bitung sebagai simpul logistik strategis di Sulawesi Utara dan Kawasan Timur Indonesia.
Terminal Head
TPK Bitung, Jusri, menyampaikan bahwa pada tahun 2025 arus peti kemas tercatat
sejumlah 292.038 TEUs, dimana angka ini meningkat dibanding capaian tahun 2024
yang mencapai 280.699 TEUs.
“Capaian 2025 menjadi bukti
komitmen kami untuk terus meningkatkan kualitas layanan dan menjaga kepercayaan
pelanggan. TPK Bitung tidak hanya bertumbuh dari sisi volume, tetapi juga dari
sisi keandalan operasional,” ujar Jusri.
Sepanjang
2025, TPK Bitung terus berfokus pada keandalan layanan dan perbaikan kinerja
operasional. Meski sempat menghadapi tantangan kesiapan peralatan di
pertengahan tahun, manajemen melakukan langkah cepat dan terukur melalui
penguatan perencanaan operasi, percepatan perbaikan peralatan, optimalisasi
sistem layanan berbasis digital, serta kolaborasi dengan perusahaan pelayaran,
asosiasi dan pemangku kepentingan pelabuhan. Upaya tersebut berhasil menjaga
kelancaran pelayanan di sisi dermaga maupun lapangan penumpukan.
Pertumbuhan
arus petikemas juga mencerminkan meningkatnya aktivitas ekonomi dan distribusi
barang di wilayah Bitung, Manado, dan sekitarnya. Komoditas unggulan daerah
seperti produk perikanan, kelapa dan turunannya, serta produk industri lainnya
semakin banyak menggunakan petikemas, termasuk reefer container. Selain itu,
aktivitas transhipment ke wilayah Ternate, Tangkiang, dan Gorontalo turut
berkontribusi pada peningkatan volume terminal.
Capaian
kinerja Terminal Petikemas Bitung tersebut selaras dengan tren positif
perekonomian regional. Data Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Sulawesi Utara
menunjukkan aktivitas perdagangan luar negeri yang tetap tumbuh sepanjang 2025,
ditandai dengan kinerja ekspor daerah yang meningkat dan kondisi neraca
perdagangan yang relatif terjaga. Kondisi ini memperkuat bahwa pertumbuhan
terminal berjalan seiring dengan dinamika ekonomi Sulawesi Utara.
Ella pemilik
PT Rossela salah satu perusahaan JPT mitra kerja TPK Bitung menyampaikan
apresiasi dan kesediaannya untuk terus memberikan masukan yang positif untuk
kinerja TPK Bitung dalam mendukung percepatan logistik di wilayah Indonesia
Timur.
“TPK Bitung agar dapat terus
menjaga serta meningkatkan kualitas daLam menghadapi tantangan operasional,”
ujar Ella.
Wakil Ketua
DPRD Kota Bitung, Ronald Gunawan Kansil menyatakan bahwa capaian pertumbuhan
arus petikemas merupakan gambaran konkret mengenai peningkatan kualitas layanan
yang dilakukan oleh TPK Bitung. Hal ini menjadi dasar yang kuat bagi pemerintah
dalam merumuskan kebijakan yang mendukung pengembangan sektor pelabuhan.
Politisi partai Gerindra itu juga berharap TPK Bitung menempatkan prioritas
pelayanan kepada pengguna jasa, sehingga pencapaian tidak hanya diukur dari
meningkatnya volume barang, tapi dari sisi pelayanan yang maksimal.
"Jika
pelayanan kepada pengguna jasa dijadikan prioritas utama, pasti pencapaiannya
juga akan terus bertumbuh dan menjadikan Terminal Petikemas Bitung sebagai
simpul logistik strategis di Indonesia Timur," tukasnya.
Menatap tahun
2026, Terminal Petikemas Bitung menyampaikan optimisme pertumbuhan yang
berkelanjutan. Perusahaan telah menyiapkan berbagai langkah lanjutan, mulai
dari penguatan predictive maintenance, peningkatan kesiapan peralatan dan
sustainability, penataan area operasional, hingga rencana investasi dan
penguatan sumber daya manusia. Seluruh upaya ini diarahkan untuk meningkatkan
produktivitas, kecepatan layanan, dan daya saing terminal.
Dengan
fondasi kinerja 2025 yang solid dan dukungan pertumbuhan ekonomi regional,
Terminal Petikemas Bitung optimistis dapat terus berkontribusi sebagai
penggerak logistik dan pertumbuhan ekonomi Sulawesi Utara di tahun-tahun
mendatang.
(Redaksi MBN.Com/Corcom SPTP).




Tidak ada komentar:
Posting Komentar