Executive Director 2
Pelindo Regional 2, Budi Prasetio menyampaikan, arus kapal sepanjang 2025
tumbuh 0,08 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Kenaikan ini terutama
dipengaruhi oleh meningkatnya kunjungan kapal di sejumlah pelabuhan utama dan
pelabuhan regional.
Menurut data yang
ada, di Tanjung Priok, peningkatan arus kapal terjadi pada kunjungan kapal peti
kemas luar negeri yang sandar di terminal JICT, NPCT1, dan TPK Koja, serta
kapal roll-on roll-off internasional di IKT seiring kenaikan impor kendaraan.
"Selain itu,
terdapat peningkatan kunjungan kapal TNI Angkatan Laut, kapal tamu negara, dan
pencatatan kapal di area labuh sebagai bagian dari arus kapal 2025,” ujar Budi
melalui keterangan tertulis, Selasa (27/1/2026).
Ia menambahkan,
peningkatan arus kapal juga terjadi di wilayah lain, seperti Jambi dan
Pontianak, baik di dermaga umum maupun dermaga non-umum, seiring meningkatnya
aktivitas kapal curah cair, curah kering, dan kapal domestik pendukung
distribusi komoditas.
Dari sisi arus peti
kemas, kinerja 2025 mencatat pertumbuhan yang lebih signifikan. Budi menyebut,
arus peti kemas meningkat 6,21 persen dibandingkan realisasi 2024 dan melampaui
target RKAP sebesar 2,39 persen.
“Di Tanjung Priok,
pertumbuhan arus peti kemas didorong oleh peningkatan volume layanan
internasional dan domestik di NPCT1, JICT, dan TPK Koja, termasuk bertambahnya
frekuensi sejumlah service serta adanya kapal ad hoc. Pertumbuhan juga ditopang
oleh peningkatan trafik peti kemas domestik di sejumlah terminal multipurpose,”
jelasnya.
Kontribusi positif
juga datang dari pelabuhan Panjang dan Pontianak, yang mencatat peningkatan
arus peti kemas domestik dan internasional seiring bertambahnya aktivitas
bongkar muat serta perluasan jangkauan distribusi barang ke wilayah hinterland.
Sementara itu, arus
barang nonpeti kemas menunjukkan pertumbuhan paling menonjol. Sepanjang 2025,
realisasi arus barang meningkat 10,71 persen dibandingkan tahun 2024, terutama
dipengaruhi oleh meningkatnya kegiatan bongkar muat curah kering dan general
cargo.
“Peningkatan arus
barang terlihat pada aktivitas curah kering dan general cargo, sementara di
Pontianak pertumbuhan didorong oleh meningkatnya bongkar muat komoditas curah
kering dan dimulainya kegiatan muat komoditas olahan secara berkelanjutan sejak
paruh kedua 2024,” ungkapnya.
Menurutnya, capaian
tersebut mencerminkan konsistensi peningkatan kinerja operasional, optimalisasi
fasilitas terminal, serta kepercayaan pengguna jasa terhadap layanan pelabuhan di
wilayah Regional 2.
Ke depan, Pelindo
Regional 2 akan terus memperkuat efisiensi operasional, peningkatan layanan
terminal, serta integrasi sistem logistik untuk mendukung kelancaran arus
barang dan kapal sebagai bagian dari penguatan peran pelabuhan dalam
perekonomian nasional.
(RedaksiMBN.Com/Humas
Pelndo Regional 2).




Tidak ada komentar:
Posting Komentar