Pages

Minggu, September 13, 2026

Data Manivest Penumpang KMP Virgo Transport 8 yang Tenggelam



JAKARTA - Data Manivest Penumpang KMP Virgo Transport 8 yang Tenggelam  


Sumber : Grup Whatsapp Kawan Laut 
 

KSOP Banten Bersama Tim SAR Gabungan Lakukan Pencarian Lima Jurnalis Hilang Kontak di Selat Sunda



BANTEN (Mediabisnisnasional.com) – Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas I Banten bersama Basarnas dan Direktorat Polisi Perairan dan Udara (Ditpolairud) Polda Banten melakukan pencarian terhadap lima jurnalis yang dilaporkan hilang kontak saat melakukan peliputan Gunung Anak Krakatau di perairan Selat Sunda, Kabupaten Pandeglang, Banten, pada Rabu (9/9)


Kepala KSOP Kelas I Banten, Raden Yogie Nugraha, mengatakan pihaknya turut mengerahkan personel menggunakan Kapal KN. SAR 247 Tetuka dalam operasi SAR gabungan untuk melakukan penyisiran di sejumlah titik yang diperkirakan menjadi jalur rombongan, dengan mengacu pada lokasi terakhir komunikasi serta mempertimbangkan kondisi arus, gelombang, dan cuaca di perairan Selat Sunda


Yogie menegaskan bahwa koordinasi antarinstansi terus dilakukan untuk mengoptimalkan pencarian, termasuk dengan Stasiun Radio Pantai (SROP), dalam hal ini VTS Merak. Area penyisiran juga dapat disesuaikan berdasarkan perkembangan dan hasil evaluasi tim di lapangan.


“Kami bersama seluruh unsur SAR gabungan terus mengoptimalkan pencarian. Harapan kami, kelima rekan jurnalis beserta rombongan dapat segera ditemukan dalam keadaan selamat,” ujarnya.


Lima jurnalis tersebut dilaporkan bertolak menggunakan speedboat dari Dermaga Carita, Kabupaten Pandeglang, pada Senin (7/9) sekitar pukul 14.00 WIB menuju Gunung Anak Krakatau untuk melakukan peliputan, dengan estimasi waktu perjalanan sekitar dua jam. Pada pukul 14.42 WIB, rombongan dilaporkan kehilangan kontak saat berada di antara kawasan Carita dan Gunung Anak Krakatau.


Selanjutnya, berdasarkan informasi posisi yang diterima, pada pukul 18.13 WIB rombongan diketahui berada di sekitar kawasan Gunung Anak Krakatau. Hingga saat ini, tim SAR gabungan tengah melakukan pencarian dan penyisiran untuk memastikan keberadaan seluruh rombongan.


Selain mengoptimalkan pencarian, KSOP Kelas I Banten juga menekankan pentingnya keselamatan seluruh personel yang terlibat mengingat operasi dilakukan di wilayah perairan Selat Sunda.


“Keselamatan personel yang melakukan pencarian juga menjadi perhatian. Koordinasi akan terus dilakukan dan area penyisiran akan disesuaikan dengan perkembangan serta hasil evaluasi tim di lapangan,” pungkas Yogie.


(Redaksi MBN.Com/Hubla).

Perkuat Keselamatan Navigasi, Kemenhub Tingkatkan Kompetensi Pengujian dan Penimbalan Kompas



JAKARTA (Mediabisnisnasional.com) – Kementerian Perhubungan melalui Direktorat Jenderal Perhubungan Laut terus meningkatkan kompetensi sumber daya manusia di bidang keselamatan pelayaran melalui Bimbingan Teknis Pengujian Penimbalan Kompas (Compass Adjuster) Tahun Anggaran 2026.


Direktur Perkapalan dan Kepelautan, Samsuddin, mengatakan keselamatan navigasi merupakan aspek fundamental dalam pelayaran, termasuk memastikan ketepatan informasi arah dan haluan kapal bagi nakhoda dan perwira kapal.


“Keandalan peralatan navigasi, termasuk pedoman magnet atau magnetic compass, harus senantiasa dijaga dan dipastikan dapat berfungsi dengan baik. Karena itu, kompetensi personel yang melakukan penimbalan pedoman menjadi bagian penting dalam mendukung keselamatan navigasi kapal,” ujar Samsuddin.


Samsuddin menjelaskan, pedoman magnet dapat dipengaruhi faktor kemagnetan kapal, medan magnet bumi, perubahan konstruksi atau perlengkapan kapal, lokasi dan arah haluan kapal serta kondisi lingkungan yang dapat menimbulkan compass error sehingga perlu dikoreksi secara tepat.


“Kesalahan penimbalan atau penentuan compass error dapat menyebabkan ketidaktepatan informasi arah dan meningkatkan risiko kesalahan navigasi. Karena itu, penimbalan pedoman harus dilakukan secara profesional, cermat, dan dapat dipertanggungjawabkan,” tegasnya.


Lebih lanjut, Samsuddin menekankan pentingnya keseragaman metode dan standar penimbalan pedoman di seluruh Indonesia agar hasilnya andal serta mendukung navigasi kapal yang akurat dan aman.


Melalui bimbingan teknis ini, peserta dibekali pengetahuan mengenai prinsip kerja pedoman magnet, sumber kesalahan pedoman, metode penimbalan, serta tata cara pengujian dan verifikasi hasil penimbalan. Materi tersebut disampaikan oleh narasumber dari KSOP Kelas I Tanjung Emas dan AMSAT International.


Selain pembekalan materi, peserta mengikuti praktik lapangan di Pelabuhan Tanjung Priok untuk mempelajari langsung pengujian dan penimbalan kompas magnetik guna memperkecil deviasi serta memastikan arah navigasi kapal lebih akurat dan aman.


Selain itu, Advisor dan Tenaga Ahli Ilmu Kepelautan dan Pelayaran AMSAT International, Capt. Hari Purwadi, menjelaskan bahwa praktik lapangan memberikan kesempatan kepada peserta untuk menerapkan secara langsung pengetahuan dan metode penimbalan kompas yang telah dipelajari.


“Melalui praktik lapangan, peserta dapat memahami secara langsung bagaimana mengidentifikasi deviasi, melakukan penimbalan, serta memastikan hasil penimbalan kompas dapat mendukung ketepatan informasi arah kapal. Kompetensi ini penting untuk mendukung keselamatan navigasi,” ujar Capt. Hari.


Samsuddin berharap peningkatan pengetahuan dan pengalaman praktik dapat memperkuat kompetensi peserta. “Peserta diharapkan mampu melaksanakan penimbalan pedoman secara profesional dan bertanggung jawab guna mendukung keselamatan navigasi serta pelayaran nasional yang berstandar internasional,” tutup Samsuddin.


Sebagai informasi, kegiatan ini diikuti 50 peserta yang berasal dari Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) serta Kantor Unit Penyelenggara Pelabuhan (KUPP) di lingkungan Direktorat Jenderal Perhubungan Laut. Bimbingan Teknis Pengujian Penimbalan Kompas ( Compass Adjuster ) dilaksanakan selama lima hari, mulai 7 hingga 11 September 2026 di Hotel Yuan Garden Pasar Baru, Jakarta Pusat. 


(Redaksi MBN.Com/ AS/ETJ/HJ).

TERMINAL TELUK LAMONG TINGKATKAN BUDAYA INTEGRITAS DENGAN SOSIALISASI WBS & ANTI-GRATIFIKASI

 


SURABAYA (Mediabisnisnasional.com) - PT Terminal Teluk Lamong (TTL) terus memperkuat penegakan tata kelola perusahaan yang bersih, transparan, dan berintegritas. Komitmen ini diwujudkan melalui sosialisasi Pengendalian Gratifikasi dan Whistleblowing System (WBS) kepada personel Port Security (anggota pengamanan) di TTL, Jumat (11/9).

 

Personel pengamanan disasar secara khusus karena merupakan salah satu garda terdepan di lingkungan terminal.

 

Sosialisasi dibuka oleh Abu Hasan Asyari dari Unit Pengendali Gratifikasi TTL. Ia memaparkan bentuk dan risiko gratifikasi, hingga tata cara penanganan benturan kepentingan di lapangan.

 

Melalui kegiatan ini, perusahaan menegaskan sikap menolak gratifikasi sekaligus memantapkan pemahaman personel mengenai mekanisme pelaporannya.

 

Dilanjutkan dengan pemaparan penerapan WBS oleh Muhammad Hariyanto dari Satuan Pengawas Internal TTL, untuk mengedukasi tentang pentingnya melaporkan dugaan pelanggaran secara cermat dan bertanggung jawab.

 

Lewat sistem WBS, TTL mendorong terciptanya budaya kerja yang transparan serta menjamin kerahasiaan dan keamanan pelapor.

 

Corporate Secretary PT Terminal Teluk Lamong, Syaiful Anam, menyebutkan bahwa pemahaman mengenai tata kelola dan integritas sangat krusial bagi personel di lapangan. "Tim pengamanan adalah garda terdepan pelayanan di lingkungan terminal yang berinteraksi langsung dengan pelanggan dan pemangku kepentingan. Sosialisasi ini penting agar seluruh personil tegas menolak segala bentuk benturan kepentingan, dan mampu menjalankan tugas pengamanan dengan profesional," ujarnya.

 

"Pengendalian gratifikasi dan Whistleblowing System adalah bagian penting dari budaya integritas. Penerapannya bukan sekadar formalitas aturan, melainkan komitmen yang harus dijalankan secara konsisten oleh seluruh insan perusahaan," tambah Anam.

 

Kegiatan berlangsung interaktif. Para peserta antusias memanfaatkan sesi diskusi untuk berkonsultasi mengenai berbagai situasi yang berpotensi mereka hadapi dalam tugas sehari-hari.

 

Langkah ini sejalan dengan visi dan nilai dasar Danantara Indonesia yang menempatkan kepatuhan, transparansi, serta disiplin tata kelola sebagai prioritas tertinggi demi menjaga integritas dan keberlanjutan perusahaan.


(Redaksi MBN.Com/Corcom TTL).  

Tanggap Darurat Insiden KMP Virgo Transport 8, Kemenhub Koordinasikan Operasi SAR dan Evakuasi Korban







BANJARMASIN (MeDodiabisnisnasional.com) — Direktorat Jenderal Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan melalui Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Utama Tanjung Perak dan KSOP Kelas I Banjarmasin menyampaikan informasi awal terkait insiden kecelakaan kapal penumpang KMP Virgo Transport 8 yang mengalami listing (kemiringan) dan lost contact di perairan Laut Jawa.


Kapal Roro Penumpang KMP Virgo Transport 8 dengan bendera Indonesia berukuran 8.540 GT yang dinakhodai oleh Nakhoda Arief Yunianto serta dioperasikan oleh PT. Virgo Karya Shipping ini sebelumnya bertolak dari Pelabuhan Surabaya pada 12 September 2026 pukul 06.52 LT dengan tujuan Pelabuhan Banjarmasin.


Menindaklanjuti kejadian tersebut, Kantor KSOP Kelas I Banjarmasin langsung melakukan langkah-langkah penanganan darurat. Salah satunya dengan mendirikan posko di Terminal Penumpang Banjarmasih Pelabuhan Trisakti Banjarmasin. Posko ini bertujuan untuk penanganan serta membangun koordinasi intensif dengan pihak terkait seperti Basarnas, BUP PT. Pelindo, Kantor Distrik Navigasi Banjarmasin (VTS), Kepanduan PT. Pelindo III Banjarmasin, pihak keagenan kapal serta pihak keluarga.


Kepala Kantor KSOP Kelas I Banjarmasin, Heri Purwanto, menjelaskan kronologi awal kejadian di mana kapal tersebut mengalami kondisi listing dan kehilangan kontak (lost contact) di sekitar perairan Masalembo (Laut Jawa) pada tanggal 13 September 2026 sekitar pukul 02.00 LT. Berdasarkan data manifes, kapal membawa total 243 orang di atas kapal (30 kru, 27 mitra kerja kapal, 59 penumpang dewasa, 1 anak-anak, serta 126 sopir dan kernet) beserta 89 unit muatan kendaraan.


"Kami telah merespons cepat laporan insiden yang dialami KMP Virgo Transport 8 di wilayah perairan Masalembo. Fokus dan prioritas utama kami saat ini adalah keselamatan seluruh pihak yang berada di atas kapal melalui pengerahan operasi penyelamatan yang terkoordinasi," ujar Heri Purwanto.


Sementara itu, upaya evakuasi dan penanggulangan di lapangan langsung dilaksanakan oleh unsur SAR gabungan bersama BASARNAS Banjarmasin, serta dibantu oleh kapal-kapal yang berada di sekitar lokasi kejadian, yakni KM. Hai Da, MT. Mau Ha, dan TB. TCP. Selain itu, Distrik Navigasi Tipe A Kelas II Banjarmasin turut mengerahkan Kapal Negara Kenavigasian KN Kunyit untuk membantu proses evakuasi.


"Data sementara, sebanyak 107 orang penumpang telah berhasil dievakuasi dalam keadaan selamat, 6 orang meninggal dunia, sementara proses pencarian dan pendataan lebih lanjut terus berlangsung," ungkapnya.


Terkait dugaan sementara penyebab kecelakaan baik dari faktor alam, faktor teknis, maupun faktor manusia serta dampak terhadap muatan, potensi pencemaran lingkungan, dan harta benda lainnya, pihak KSOP menyatakan bahwa hal tersebut masih dalam tahap investigasi serta konfirmasi lanjutan.


"KSOP Utama Tanjung Perak dan KSOP Kelas I Banjarmasin berkomitmen untuk terus memantau perkembangan penanganan insiden ini secara berkala dan akan menyampaikan pembaruan informasi resmi kepada masyarakat seiring dengan progress di lapangan," tutupnya.


(Redaksi MBN.Com/SKY/ETJ/HJ).




Apa saja Peluang Kerja Sama Bisnis yang Bisa Dikembangkan Bersama Pelindo Regional 2 Tanjung Priok ?

  


PELABUHAN TANJUNG PRIOK tentu saja bukan sekadar tempat bongkar muat barang. Sebagai salah satu simpul utama perdagangan dan logistik nasional, kawasan pelabuhan memiliki ekosistem bisnis yang sangat luas. Di dalamnya terdapat arus kapal, peti kemas, kendaraan, tenaga kerja, barang, jasa logistik, pergudangan hingga aktivitas perdagangan yang setiap hari menghasilkan kebutuhan ekonomi baru.



Karena itu, menurut hemat penulis, peluang kerja sama dengan PT Pelabuhan Indonesia (Persero) Regional 2 Tanjung Priok seharusnya tidak hanya dilihat dari sektor bongkar muat atau kepelabuhanan konvensional.



Ada banyak bisnis penunjang yang dapat dikembangkan secara profesional, transparan dan saling menguntungkan, antara l;ain :


 

1. Jasa Logistik dan Distribusi

Pertumbuhan aktivitas pelabuhan otomatis menciptakan kebutuhan terhadap jasa logistik. Peluang kerja sama dapat diarahkan pada layanan transportasi trucking, distribusi barang, freight forwarding, consolidation cargo, hingga last-mile logistics.

Model bisnis dapat dikembangkan melalui kemitraan dengan perusahaan logistik, koperasi, UMKM, maupun investor swasta yang mempunyai kompetensi di bidang transportasi dan distribusi.

Keuntungannya bukan hanya bagi perusahaan, tetapi juga bagi pelabuhan karena semakin terintegrasinya layanan dari terminal hingga konsumen akhir.


 

2. Pergudangan dan Distribution Center

Kebutuhan terhadap gudang di sekitar kawasan pelabuhan sangat besar, terutama untuk barang yang membutuhkan tempat penyimpanan sementara sebelum didistribusikan ke kawasan industri maupun pasar.


Peluang yang dapat dikembangkan antara lain:

  • Gudang umum;
  • Gudang konsolidasi;
  • Distribution center;
  • Cold storage;
  • Gudang berbasis teknologi;
  • Fulfillment center untuk perdagangan elektronik.

Konsep smart warehouse juga dapat menjadi bisnis masa depan dengan memanfaatkan sistem digital untuk pencatatan, pemantauan stok dan pengaturan distribusi.


 

3. Bisnis Trucking dan Transportasi Pelabuhan

Salah satu ekosistem penting di sekitar pelabuhan adalah angkutan barang. Ribuan pergerakan kendaraan dapat menciptakan peluang bisnis bagi penyedia jasa trucking yang profesional.

Kerja sama dapat diarahkan pada penyediaan armada, sistem pemesanan kendaraan secara digital, pengelolaan pool kendaraan, maintenance kendaraan, hingga sistem monitoring perjalanan.

Jika dikelola dengan baik, bisnis ini dapat sekaligus membantu meningkatkan efisiensi arus kendaraan dan mengurangi waktu tunggu.

 


4. Digitalisasi dan Teknologi Kepelabuhanan

Era pelabuhan modern membutuhkan sistem digital yang semakin terintegrasi.

Peluang bisnis dapat berupa pengembangan:

Port Community System, aplikasi trucking, sistem booking kendaraan, digital warehouse, tracking cargo, dashboard operasional, artificial intelligence, cybersecurity, serta Internet of Things (IoT).

Perusahaan teknologi nasional memiliki peluang besar untuk menjadi mitra dalam membangun ekosistem pelabuhan yang semakin efisien dan transparan.

 


5. Bisnis Energi dan Energi Terbarukan

Pelabuhan juga merupakan kawasan yang membutuhkan energi dalam jumlah besar.

Karena itu, salah satu peluang strategis adalah pengembangan solar rooftop, PLTS, charging station kendaraan listrik, battery storage, serta efisiensi energi gedung dan fasilitas operasional.

Konsep ini bukan hanya menawarkan peluang bisnis, tetapi juga sejalan dengan tuntutan dunia usaha terhadap penerapan prinsip ESG (Environmental, Social and Governance).

Ke depan, kawasan pelabuhan dapat diarahkan menjadi salah satu contoh green port di Indonesia.

 


6. Pengelolaan Sampah dan Limbah

Aktivitas pelabuhan menghasilkan berbagai jenis sampah dan limbah. Kondisi ini sekaligus menciptakan peluang ekonomi apabila dikelola dengan pendekatan circular economy.

Peluang kerja sama dapat mencakup:

  • Pengelolaan sampah;
  • Pemilahan dan daur ulang;
  • Pengolahan limbah;
  • Pengumpulan limbah kapal sesuai ketentuan;
  • Pengolahan limbah organik;
  • Pemanfaatan kembali material tertentu.


Bisnis lingkungan seperti ini memiliki prospek jangka panjang karena kebutuhan pengelolaan lingkungan akan semakin tinggi.

 


7. Jasa Maintenance dan Engineering

Fasilitas pelabuhan membutuhkan pemeliharaan secara terus-menerus. Mulai dari bangunan, jalan, peralatan mekanikal-elektrikal, sistem kelistrikan, fasilitas air, hingga berbagai sarana pendukung lainnya.

Hal tersebut membuka peluang bagi perusahaan engineering, maintenance, electrical, mechanical, konstruksi dan facility management untuk menjadi bagian dari rantai pasok pelabuhan.

 


8. Kuliner, Retail dan Fasilitas Pendukung

Ekosistem pelabuhan juga membutuhkan fasilitas komersial bagi pekerja, pengemudi, pengguna jasa dan masyarakat.

Bisnis yang dapat dikembangkan antara lain:

  • Food court;
  • Restoran dan kantin;
  • Minimarket;
  • Coffee shop;
  • ATM dan layanan perbankan;
  • Laundry;
  • Minimarket kebutuhan pengemudi;
  • Fasilitas istirahat pengemudi;
  • Klinik kesehatan;
  • Area komersial.

Konsepnya dapat dibuat sebagai one stop service area bagi pengguna kawasan pelabuhan.

 

 


9. Pusat Pelayanan dan Rest Area Pengemudi

Salah satu peluang yang menurut penulis menarik adalah pengembangan kawasan pelayanan pengemudi truk.

Pengemudi membutuhkan tempat istirahat, makan, mandi, toilet, tempat ibadah, bengkel ringan dan fasilitas lainnya.

Jika dikembangkan secara profesional, kawasan tersebut dapat menjadi Driver Service Center yang sekaligus menghasilkan pendapatan komersial dan meningkatkan kualitas pelayanan di sekitar pelabuhan.

 


10. Pelatihan dan Pengembangan SDM

Pelabuhan modern membutuhkan tenaga kerja yang mempunyai kompetensi khusus.

Peluang kerja sama dapat dikembangkan melalui lembaga pendidikan dan pelatihan untuk bidang:

  • Kepelabuhanan;
  • Logistik;
  • K3;
  • Operator alat;
  • Digitalisasi;
  • Teknologi informasi;
  • Bahasa asing;
  • Manajemen rantai pasok.

Program pelatihan dapat diarahkan kepada pekerja pelabuhan, perusahaan logistik, UMKM maupun masyarakat sekitar.

 


11. UMKM dan Produk Lokal

Pelabuhan juga dapat menjadi ruang pemberdayaan ekonomi masyarakat.

Produk UMKM dapat dikembangkan melalui tenant, retail area, pusat oleh-oleh, digital marketplace, maupun program business matching.

Dengan demikian, keberadaan pelabuhan tidak hanya menghasilkan manfaat ekonomi bagi perusahaan besar, tetapi juga memberikan multiplier effect kepada masyarakat dan pelaku UMKM.

 


12. Bisnis Properti dan Pemanfaatan Aset

Aset dan lahan yang mempunyai nilai komersial dapat dikembangkan melalui berbagai skema kerja sama yang sesuai dengan ketentuan perusahaan dan regulasi.

Potensinya antara lain:

commercial area, pergudangan, pusat logistik, perkantoran, fasilitas jasa, hotel, retail, maupun kawasan pendukung industri.

Namun, pengembangan aset harus dilakukan melalui kajian keekonomian, legalitas, tata ruang, aspek keselamatan serta mekanisme pengadaan atau kerja sama yang berlaku.

Peluang Besar Ada pada Konsep "Integrated Port Business"

 

Opini Oleh Saiful Anam, Pemimpin Redaksi Media Bisnis Nasional