Pages

Rabu, September 09, 2026

Pelindo Perluas Manfaat TJSL, dari Penyandang Disabilitas hingga Masyarakat di Wilayah 3T




JAKARTA (Mediabisnisnasional.com) - PT Pelabuhan Indonesia (Persero) atau Pelindo memperluas manfaat program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) melalui sejumlah inisiatif yang menyentuh kebutuhan berbeda di masyarakat, mulai dari dukungan bagi penyandang disabilitas, pendidikan dan kesehatan di wilayah 3T, hingga penguatan usaha UMKM di sekitar pelabuhan.


Di balik program-program tersebut, terdapat cerita dari para penerima manfaat dan relawan. Ada atlet difabel yang mendapatkan dukungan untuk kembali berlatih, pekerja Pelindo yang akan menuju berbagai daerah untuk berbagi pengetahuan dan pengalaman, hingga pedagang yang kini memiliki sarana usaha yang lebih layak.


Salah satunya Chandra, penyandang tuna daksa yang juga merupakan atlet sepak bola dan pengemudi ojek daring. Aktivitasnya membutuhkan mobilitas tinggi, baik untuk bekerja maupun berlatih. Melalui program TJSL Pelindo, Chandra mendapatkan kaki prostetik yang diharapkan dapat mendukung aktivitasnya sehari-hari.


“Saya nggak mau berhenti main bola hanya karena kondisi saya. Dengan bantuan kaki ini, saya jadi punya semangat lagi untuk terus latihan dan beraktivitas,” ujar Chandra.


Chandra merupakan satu dari 25 penerima Program Pemberian Alat Bantu Disabilitas Pelindo. Bantuan yang disalurkan antara lain berupa kursi roda, alat bantu dengar, kaki prostetik, serta alat bantu lainnya yang disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing penerima.


Program tersebut dirancang agar bantuan tidak diberikan secara seragam, melainkan berdasarkan kebutuhan spesifik penerima manfaat. Pelindo juga melakukan verifikasi untuk memastikan bantuan diberikan kepada masyarakat yang membutuhkan dan belum memperoleh bantuan serupa sebelumnya.


Relawan Pelindo Menuju Empat Wilayah 3T (Tertinggal, Terdepan, dan Terluar)

Pada bidang pendidikan dan kesehatan, sebanyak 20 pekerja Pelindo terpilih menjadi relawan Port Captain Inspirasi 2026. Mereka akan menjalankan kegiatan di Desa Gle Putoh - Aceh, Desa Sukahurip - Garut, Desa Riwo - Dompu dan Desa Rumah Tiga - Ambon.


Program tersebut mencakup kegiatan mengajar, pemeriksaan kesehatan dan gigi, penyaluran bantuan pendidikan, serta community engagement dan dukungan bagi sekolah. Melalui program ini, para pekerja Pelindo tidak hanya memberikan bantuan, tetapi juga terlibat langsung dan berinteraksi dengan masyarakat di lokasi kegiatan.


Desi, salah satu relawan Port Captain Inspirasi 2026, mengatakan keterlibatannya dalam program tersebut menjadi kesempatan untuk berbagi sekaligus memahami secara langsung kebutuhan masyarakat di daerah tujuan.


“Kami ingin hadir menjawab berbagai kebutuhan yang mereka hadapi, mulai dari pendidikan, kesehatan, sampai kesempatan untuk mengenal dunia yang lebih luas,” ujar Desi.



Gerobak Baru untuk Mendukung Usaha UMKM

Di bidang pemberdayaan ekonomi, Pelindo memberikan dukungan renovasi sarana usaha kepada 53 pelaku UMKM di wilayah sekitar pelabuhan. Gerobak yang menjadi tempat mereka menjalankan usaha diperbaiki agar lebih layak, aman, dan mendukung aktivitas berjualan sehari-hari.


Salah satu penerima manfaat adalah Khalimi, penjual Bubur Charly di Rawa Badak Selatan. Selain gerobak, Khalimi mengaku turut mendapat pendampingan dari Pelindo dalam mengelola usahanya.


“Nggak cuma dikasih gerobak terus selesai, saya juga dibimbing gimana caranya jualan lebih rapi dan menarik pembeli. Jadi bukan cuma alatnya yang baru, tapi cara saya jualan juga ikut berkembang,” ujar Khalimi.


Sekretaris Perusahaan Pelindo Benny Ariyadi mengatakan ketiga program tersebut dirancang dengan berangkat dari kebutuhan masyarakat sehingga bentuk dukungan yang diberikan dapat lebih relevan dengan kondisi masing-masing penerima manfaat.


“Setiap masyarakat memiliki kebutuhan yang berbeda. Karena itu, program TJSL Pelindo tidak kami rancang dengan satu pendekatan yang sama untuk semua. Ada yang membutuhkan alat bantu untuk meningkatkan mobilitas, ada yang membutuhkan sarana untuk menjalankan usaha, dan ada pula masyarakat yang membutuhkan akses terhadap pendidikan dan kesehatan,” ujar Benny.


Menurut Benny, pendekatan tersebut menjadi bagian dari upaya Pelindo agar program TJSL tidak berhenti pada penyaluran bantuan, tetapi dapat mendukung masyarakat untuk semakin mandiri.


“Bagi kami, yang terpenting bukan hanya berapa banyak bantuan yang disalurkan, tetapi seberapa relevan bantuan tersebut dengan kebutuhan penerimanya. Kami ingin dukungan yang diberikan dapat membantu mereka menjalankan aktivitas, mengembangkan usaha, dan membuka kesempatan untuk tumbuh lebih baik,” pungkas Benny.


(Redaksi MBN.Com). 

Pelindo Regional 4 Gandeng BNN Edukasi Antinarkoba di Kalangan Pelajar




MAKASSAR (Mediabisnisnasional.com) – PT Pelabuhan Indonesia (Persero) Regional 4 memperkuat upaya pencegahan penyalahgunaan narkoba di kalangan pelajar melalui Program Edukasi Anti Narkoba untuk Sekolah yang digelar di SMA Negeri 4 Makassar, Rabu (9/9/2026).


Kegiatan yang menjadi bagian dari program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) Pelindo dalam rangka Semarak Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81 tersebut dilaksanakan bekerja sama dengan Yayasan Sustainable Impact.ID dan Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Sulawesi Selatan.


Kepala SMA Negeri 4 Makassar, Andi Supardin Gading mengapresiasi dipilihnya sekolah tersebut sebagai lokasi pelaksanaan program. Menurutnya, edukasi mengenai bahaya narkoba sangat penting untuk membangun pemahaman sekaligus memperkuat ketahanan diri para pelajar.


“Kami mengucapkan terima kasih kepada Pelindo, BNN Provinsi Sulawesi Selatan, dan Yayasan Sustainable Impact.ID atas pelaksanaan kegiatan ini. Program seperti ini sangat bermanfaat karena memberikan pemahaman langsung kepada siswa mengenai bahaya narkoba dan pentingnya menjaga masa depan mereka,” ujarnya.


Andi berharap para siswa tidak hanya memahami materi yang disampaikan, tetapi juga mampu menjadi agen perubahan yang menyebarkan pesan positif tentang pencegahan narkoba di lingkungan sekolah, keluarga, dan masyarakat.


Kepala BNN Provinsi Sulawesi Selatan, Brigjen Pol. Agung Prabowo, yang hadir sebagai pemateri, menegaskan bahwa pelajar merupakan kelompok strategis dalam upaya pencegahan penyalahgunaan narkoba.


Menurutnya, penguatan pengetahuan sejak dini diperlukan agar generasi muda mampu mengenali berbagai bentuk dan modus peredaran narkoba serta memahami dampaknya terhadap kesehatan, pendidikan, kehidupan sosial, dan masa depan.


“Generasi muda harus memiliki keberanian untuk mengatakan tidak pada narkoba. Pengetahuan yang benar menjadi benteng awal agar para pelajar tidak mudah terpengaruh oleh ajakan maupun lingkungan yang dapat menjerumuskan mereka,” kata Agung.


Dia menambahkan, pencegahan penyalahgunaan narkoba membutuhkan keterlibatan bersama antara pemerintah, sekolah, keluarga, dunia usaha, dan seluruh elemen masyarakat.


“Kolaborasi seperti yang dilakukan Pelindo ini sangat penting. Upaya memerangi narkoba tidak dapat dilakukan oleh BNN sendiri, tetapi harus menjadi gerakan bersama yang dilaksanakan secara konsisten dan berkelanjutan,” tuturnya.


Sementara itu, Division Head Pelayanan SDM dan Umum Pelindo Regional 4, Rinto Saiful mengatakan, program tersebut merupakan wujud kepedulian perusahaan terhadap pembangunan sumber daya manusia, khususnya dalam membentuk generasi muda yang sehat, tangguh, dan produktif.


“Melalui program TJSL ini, Pelindo ingin berkontribusi dalam melindungi generasi muda dari ancaman narkoba. Kemerdekaan harus dimaknai sebagai kebebasan untuk tumbuh, belajar, dan meraih cita-cita tanpa terbelenggu penyalahgunaan narkoba,” ujar Rinto.


Dia menjelaskan, pelaksanaan program edukasi di lingkungan sekolah dipilih karena institusi pendidikan memiliki peran penting dalam membentuk karakter sekaligus meningkatkan kesadaran pelajar terhadap berbagai risiko sosial.


“Kami berharap para siswa dapat menjadi pelopor gerakan antinarkoba, dimulai dari diri sendiri kemudian diteruskan kepada teman, keluarga, dan lingkungan sekitarnya,” katanya.


Rinto menambahkan, Pelindo akan terus mendorong pelaksanaan program TJSL yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat di sekitar wilayah operasional perusahaan.


Melalui kolaborasi dengan para pemangku kepentingan, Pelindo berkomitmen mendukung pencapaian tujuan pembangunan berkelanjutan, khususnya pada bidang pendidikan, kesehatan, dan penguatan kualitas generasi muda Indonesia.


(Redaksi MBN.Com/Humas Pelindo Regional 4 Makassar).

Pelindo Regional 2 Banten Hadirkan Pelayanan Prima dengan Melayani Sepenuh Hati di Pelabuhan Ciwandan, di Hari Pelanggan Nasional 2026




BANTEN (Mediabisnisnasional.com) – Memperingati Hari Pelanggan Nasional 2026, Pelindo Regional 2 Banten terus berkomitmen menghadirkan pelayanan prima bagi pengguna jasa di Pelabuhan Ciwandan. Komitmen ini tercermin melalui layanan kepelabuhanan yang cepat, adaptif, dan responsif terhadap kebutuhan pengguna jasa.


Pelayanan prima tersebut diwujudkan melalui penerapan Service Level Agreement (SLA) dan Service Level Guarantee (SLG) sebagai standar dalam memberikan layanan kepada pengguna jasa. Melalui standar tersebut, setiap proses pelayanan, mulai dari sandar kapal, bongkar muat, hingga pelayanan administrasi, memiliki target waktu dan standar layanan yang terukur. Dukungan fasilitas operasional serta koordinasi yang terintegrasi turut mendukung proses pelayanan yang efisien, aman, dan tepat waktu.


Plt. General Manager Pelindo Regional 2 Banten, Achmad Yoga Suryadarma, mengatakan penerapan SLA dan SLG menjadi bagian penting dalam menjaga kualitas pelayanan di Pelabuhan Ciwandan. Menurutnya, standar layanan yang terukur membantu Pelindo Banten memberikan kepastian proses kepada pengguna jasa.


"Kami berupaya memberikan pelayanan yang memiliki standar jelas dan dapat dirasakan manfaatnya oleh pengguna jasa. Melalui Service Level Agreement (SLA) dan Service Level Guarantee (SLG), setiap proses pelayanan memiliki target yang terukur sehingga kebutuhan pengguna jasa dapat ditangani secara tepat dan sesuai dengan standar yang telah ditetapkan," ujar Achmad Yoga Suryadarma.


Selain menetapkan standar layanan, Pelindo Regional 2 Banten juga membuka ruang bagi pelanggan untuk menyampaikan masukan melalui Voice of Customer (VoC). Masukan tersebut menjadi bagian dari upaya Pelindo Banten memahami kebutuhan dan pengalaman pengguna jasa secara lebih dekat, sehingga pelayanan dapat terus disesuaikan dengan kebutuhan di lapangan.


Achmad Yoga menambahkan bahwa kualitas pelayanan tidak hanya dilihat dari kecepatan proses, tetapi juga dari kemampuan perusahaan mendengarkan pelanggan serta menjaga keselamatan dalam setiap aktivitas operasional.


"Kami ingin pelanggan tidak hanya mendapatkan layanan yang baik, tetapi juga merasa didengar dan mendapatkan pengalaman pelayanan yang positif. Pada saat yang sama, aspek Keselamatan dan Kesehatan Kerja tetap menjadi perhatian dalam setiap kegiatan operasional, baik bagi pekerja maupun pengguna jasa," katanya.


Dalam menjalankan kegiatan operasional di Pelabuhan Ciwandan, aspek Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari pelayanan. Penerapan K3 dilakukan untuk mendukung kegiatan kepelabuhanan yang aman bagi pekerja maupun pengguna jasa.


Melalui semangat melayani sepenuh hati, Pelindo Regional 2 Banten terus menjaga kualitas pelayanan sekaligus membangun hubungan yang baik dengan para pengguna jasa. Bagi Pelindo Banten, Hari Pelanggan Nasional menjadi momentum untuk terus menghadirkan layanan yang tidak hanya memenuhi standar, tetapi juga memberikan pengalaman positif bagi pengguna jasa.



(Redaksi MBN.Com/Humas Pelindo Regional 2 Banten).

SURVEI Kepuasan PELANGGAN NAHKODA 2026 PELINDO GROUP Regional 2 PALEMBANG



PALEMBANG (Mediabisnisnasional.com) – Pelindo Regional 2 Palembang melaksanakan Survei Kepuasan Pelanggan Nahkoda Tahun 2026 yang dilakukan langsung di atas kapal-kapal yang sedang berlabuh di wilayah kerja Pelindo Regional 2 Palembang. Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya berkelanjutan perusahaan dalam mengevaluasi dan meningkatkan kualitas pelayanan kepelabuhanan yang diberikan kepada para nahkoda selaku pengguna jasa.


Survei dilaksanakan dengan mendatangi langsung kapal-kapal yang berlabuh guna menjaring masukan dari nahkoda mengenai pengalaman mereka selama menggunakan layanan pemanduan, penundaan, serta sandar dan labuh kapal. Pendekatan ini dipilih agar hasil survei dapat mencerminkan kondisi dan pengalaman nyata di lapangan secara lebih akurat, sekaligus menjadi bahan evaluasi dan perbaikan berkelanjutan (continuous improvement) demi mewujudkan pelayanan kepelabuhanan yang aman, cepat, dan sesuai standar operasional.


Pelaksanaan survei ini melibatkan tim dari Pelindo Regional 2 Palembang, PT Pelindo Jasa Maritim, PT Jasa Armada Indonesia Tbk serta Konsultan Survei, yang secara langsung turun ke lapangan untuk berinteraksi dengan para nahkoda. Hasil survei ini nantinya akan diolah dan dianalisis sebagai bagian dari indikator kinerja pelayanan perusahaan, sekaligus menjadi rujukan dalam penyusunan program perbaikan layanan kepelabuhanan ke depan.


General Manager Pelindo Regional 2 Palembang, Darmawi, menyampaikan bahwa survei yang dilakukan langsung di atas kapal ini mencerminkan komitmen perusahaan untuk mendengarkan pengguna jasa secara langsung.


" Nahkoda adalah pengguna jasa yang paling merasakan kualitas layanan kepelabuhanan kami di lapangan, sehingga masukan mereka sangat berharga sebagai dasar perbaikan pelayanan yang kami berikan. Ini adalah bentuk nyata komitmen Pelindo untuk terus hadir dan mendengarkan, bukan sekadar menunggu keluhan," ujar Darmawi.


Melalui pelaksanaan survei ini, Pelindo Regional 2 Palembang menegaskan komitmennya untuk terus memberikan pelayanan terbaik kepada seluruh pengguna jasa kepelabuhanan, sejalan dengan semangat #MelayaniSepenuhHati.


(Redaksi  MBN.Com/Humas Pelindo Regional 2 Palembang).