Pages

Rabu, September 02, 2026

Pelindo Regional 2 Panjang Perkuat Digitalisasi melalui PTOS-M

 



BANDAR LAMPUNG (Mediabisnisnasional.com) — PT Pelabuhan Indonesia (Persero) Regional 2 Panjang terus memperkuat transformasi digital dalam rangka meningkatkan kualitas pelayanan kepada pengguna jasa. Salah satunya melalui kegiatan sosialisasi implementasi Pelindo Terminal Operating System Multipurpose (PTOS-M) kepada para pengguna jasa di lingkungan Pelindo Regional 2 Panjang.


General Manager Pelindo Regional 2 Panjang Hardianto, yang diwakilkan oleh Manager Keuangan dan SDM Hardi Nata, menyampaikan bahwa implementasi PTOS-M merupakan bagian dari komitmen Pelindo dalam menghadirkan pelayanan kepelabuhanan yang semakin modern dan berorientasi pada kebutuhan pengguna jasa. 


“Implementasi PTOS-M merupakan bagian dari transformasi digital Pelindo yang kami hadirkan untuk memberikan kemudahan dan meningkatkan kualitas pelayanan kepada pengguna jasa. Karena itu, sosialisasi ini menjadi sangat penting agar customer memahami proses dan mekanisme layanan yang diterapkan, sehingga proses transisi dapat berjalan dengan baik,” ujar Hardi Nata.


Senada dengan hal tersebut, Senior Manager Pelayanan Petikemas dan Barang Pelindo Regional 2, Edi Junaedi, menjelaskan bahwa PTOS-M bukan merupakan sistem yang baru dikembangkan, melainkan telah menjadi bagian dari implementasi digitalisasi layanan terminal multipurpose Pelindo.


 “PTOS-M merupakan sistem aplikasi yang telah diterapkan sejak tahun 2024 dan digunakan oleh pengguna jasa terminal multipurpose di seluruh wilayah kerja Pelindo Multipurpose (PMT) di Indonesia. Sosialisasi yang kami lakukan saat ini merupakan bagian dari upaya memastikan seluruh pengguna jasa di Regional 2 Panjang memiliki pemahaman yang sama terhadap penggunaan sistem ini,” jelas Edi Junaedi.


Sosialisasi ini menjadi langkah penting dalam memastikan para pengguna jasa memahami mekanisme dan alur layanan melalui PTOS-M, sekaligus mempersiapkan pengguna jasa dalam beradaptasi dengan penerapan sistem digital yang terintegrasi dalam proses pelayanan kepelabuhanan.


PTOS-M sendiri merupakan sistem yang mendukung proses operasional terminal multipurpose secara terintegrasi. Dengan penerapan sistem ini, Pelindo berupaya menciptakan proses pelayanan yang lebih efektif, efisien, transparan, dan terukur, sekaligus memberikan kemudahan bagi pengguna jasa dalam mengakses layanan kepelabuhanan.


Hardi Nata menambahkan keberhasilan transformasi digital tidak hanya bergantung pada kesiapan sistem, tetapi juga pada sinergi dan kolaborasi antara Pelindo dengan seluruh pengguna jasa.


“Kami ingin memastikan bahwa implementasi PTOS-M tidak hanya menjadi perubahan dari sisi sistem, tetapi benar-benar memberikan pengalaman layanan yang lebih baik bagi pengguna jasa. Untuk itu, kami mengajak seluruh customer untuk bersama-sama beradaptasi dan memanfaatkan sistem ini secara optimal,” tambahnya.


Kegiatan kemudian diakhiri dengan sesi sosialisasi dan pemaparan teknis PTOS-M oleh tim Integrasi Logistik Cipta Solusi (ILCS). Dalam sesi tersebut, tim ILCS memberikan penjelasan secara lebih mendalam mengenai sistem, fitur dan mekanisme penggunaan PTOS-M, sekaligus melakukan pemaparan alur layanan kepada para pengguna jasa.


(Redaksi MBN.Com/Humas Pelindo Regional 2 Panjang).

Pelindo Regional 2 Panjang Gelar Awareness dan Drill Tanggap Darurat K3

 


PANJANG LAMPUNG (Media Bisnisnasional.com) - PT Pelabuhan Indonesia (Persero) Regional 2 Panjang menggelar kegiatan _Awareness_   dan   _Drill_   Tanggap   Darurat   K3. Langkah ini merupakan upaya meningkatkan kesiapsiagaan dan pemahaman pekerja dalam menghadapi situasi darurat di lingkungan kerja. Kegiatan ini dilaksanakan bekerja sama dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bandar Lampung dan Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Kota Bandar Lampung) dan turut dihadiri oleh tim Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan Kelas I Panjang.


General Manager Pelindo Regional 2 Panjang, Hardianto, mengatakan bahwa kegiatan tersebut merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam membangun budaya keselamatan sekaligus memastikan kesiapan seluruh pekerja menghadapi kondisi darurat.


“Kegiatan ini bukan sekadar simulasi, tetapi menjadi sarana untuk menguji kesiapan kita dalam menghadapi kondisi darurat. Ketika terjadi kebakaran, keselamatan jiwa menjadi prioritas utama. Setiap pekerja harus memahami jalur evakuasi, mengetahui area aman, dan mengikuti arahan tim evakuasi,” ujar Hardianto.


Dalam pelaksanaan simulasi, BPBD dan Damkarmat Kota Bandar Lampung turut memberikan dukungan sesuai dengan skenario penanganan keadaan darurat yang telah disiapkan. Skenario yang diambil adalah penanggulangan kebakaran di lingkungan kerja. Setelah pelaksanaan drill   tanggap   darurat   K3,  kegiatan dilanjutkan dengan peninggkatan _awareness_ tentang penanganan kebakaran. Dalam sesi ini, BPBD dan Damkarmat Kota Bandar Lampung  memberikan pemahaman kepada para pekerja mengenai potensi bahaya kebakaran, langkah-langkah yang harus dilakukan ketika terjadi kebakaran, prosedur evakuasi, penggunaan Alat Pemadam Api Ringan (APAR), serta pentingnya tetap tenang dan mengikuti prosedur keselamatan.


“Kita tidak pernah mengharapkan kejadian kebakaran terjadi, tetapi kita harus selalu siap apabila kondisi tersebut terjadi. Karena itu, _awareness_ dan latihan seperti ini harus terus dilakukan. Harapannya, setiap pekerja memiliki pengetahuan, keberanian, dan ketenangan untuk mengambil tindakan yang tepat dalam kondisi darurat. Kami juga mengapresiasi dukungan BPBD dan Damkarmat Kota Bandar Lampung karena bersedia memberikan pemahaman yang lebih konkret kepada pekerja mengenai bagaimana menghadapi kebakaran, mulai dari respons awal, proses evakuasi, hingga penanganan kondisi darurat”, tambahnya.


Pelaksanaan kegiatan _awareness_   dan   _drill_   tanggap   darurat   K3 ini merupakan bagian dari implementasi _Business Continuity Management_ (BCM) untuk memastikan Pelindo Regional 2 Panjang memiliki kesiapan dalam menghadapi potensi gangguan serta menjaga keberlangsungan proses bisnis dan melakukan pemulihan secara cepat setelah terjadi gangguan yang berdampak terhadap kegiatan operasional.


(Redaksi MBN.Com/Humas Pelindo Regional 2 Panjang).