Pages

Kamis, Agustus 27, 2026

Kemenhub Perkuat Kesiapan Hadapi CIC 2026, Pastikan Pengamanan Muatan Kapal Sesuai Ketentuan




BOGOR (Mediabisnisnasional.com) - Kementerian Perhubungan melalui Direktorat Jenderal Perhubungan Laut memperkuat kesiapan menghadapi pelaksanaan Concentrated Inspection Campaign (CIC) Tahun 2026 yang berfokus pada Cargo Securing of Cargo Units and Cargo Transport Units, sebagai upaya meningkatkan kepatuhan terhadap ketentuan pengamanan muatan dan keselamatan pelayaran.


Direktur Jenderal Perhubungan Laut, Muhammad Masyhud, mengatakan pengamanan muatan merupakan aspek penting dalam keselamatan pelayaran karena penanganan yang tidak tepat dapat membahayakan kapal, awak kapal, muatan, dan lingkungan laut. Hal tersebut disampaikan saat membuka Seminar Periodik Persiapan CIC Tahun 2026 di Bogor, Kamis (27/8).


Menurut Masyhud, kesiapan dan kompetensi Pejabat Pemeriksa Kelaiklautan dan Keamanan Kapal Asing atau Port State Control Officer (PSCO) menjadi bagian penting dalam menghadapi pelaksanaan CIC.


“Melalui kegiatan ini, saya berharap dapat tercipta pemahaman dan persepsi yang sama mengenai ketentuan serta pelaksanaan pemeriksaan CIC, sehingga pemeriksaan dapat dilakukan secara profesional, objektif, dan konsisten,” ujar Masyhud.


Seminar Periodik tersebut merupakan bagian dari program tahunan Tokyo MoU Region sekaligus menjadi forum untuk menyamakan pemahaman PSCO, badan klasifikasi, perusahaan pelayaran, dan pemangku kepentingan terkait dalam penerapan ketentuan keselamatan pelayaran pada CIC Tahun 2026.


Sementara itu, Plt. Direktur Kesatuan Pengawasan Laut dan Pelayaran (KPLP), Triono, mengingatkan pemilik dan operator kapal, nakhoda, serta awak kapal agar memastikan setiap muatan telah ditempatkan dan diamankan sesuai ketentuan sebelum kapal berlayar.


Menurut Triono, cargo securing perlu menjadi bagian dari budaya keselamatan dan tidak hanya dipandang sebagai pemenuhan persyaratan pemeriksaan.


“Setiap muatan harus dipastikan telah ditempatkan dan diamankan sesuai ketentuan sebelum kapal melaksanakan pelayaran. Cargo securing harus menjadi bagian dari budaya keselamatan, bukan hanya sebagai pemenuhan terhadap persyaratan pemeriksaan,” tegasnya.


Khusus kapal berbendera Indonesia yang berlayar ke luar negeri, Triono mengingatkan agar pengamanan muatan, peralatan cargo securing, serta dokumen dan prosedur dipastikan sesuai ketentuan sebelum menjalani pengawasan Port State Control di negara tujuan.


“Mari kita cegah sejak awal setiap kekurangan yang dapat menjadi temuan dalam pemeriksaan, sekaligus menjaga kepercayaan dan reputasi pelayaran Indonesia di dunia internasional,” ujar Triono.


Seminar Periodik dalam Mempersiapkan Pelaksanaan Concentrated Inspection Campaign (CIC) Tahun 2026 berlangsung di Bogor pada 26–28 Agustus 2026 dan diikuti oleh para PSCO, perwakilan badan klasifikasi, serta perusahaan pelayaran.


Kegiatan ini menghadirkan AMSA Safety Expert David Penny serta paparan dari Direktorat Perkapalan dan Kepelautan, Biro Klasifikasi Indonesia, dan DNV terkait cargo securing. Para PSCO juga mendapat pembekalan mengenai pemeriksaan dan pelaksanaan CIC untuk memperkuat kesiapan menghadapi CIC Tahun 2026 serta meningkatkan keselamatan dan keamanan pelayaran. 


(Redaksi MBN.Com/AS/ETJ/HJ).



Pelindo Marine Ajak Anak-Anak Kenjeran Belajar Jaga Lingkungan dan Mengenal Kapal Tunda

 


SURABAYA (Mediabisnisnasional.com) - Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, PT Pelindo Marine Service (Pelindo Marine) menggelar program Mariners Mengajar bagi anak-anak di RW 09, Kelurahan Tanah Kali Kedinding, Kecamatan Kenjeran, Surabaya. Mengusung tema "Kenjeran Wani Resik", kegiatan ini mengajak peserta mengenal pentingnya menjaga lingkungan sejak dini. Anak-anak juga diajak berkreasi melalui kegiatan mewarnai komik bertema kapal tunda sebagai sarana pengenalan dunia maritim.


Direktur Keuangan, SDM, dan Manajemen Risiko PT Pelindo Marine Service, Lia Indi Agustiana, menjelaskan bahwa program tersebut merupakan bagian dari kontribusi perusahaan dalam mendukung pendidikan karakter, kepedulian lingkungan, serta literasi maritim bagi generasi muda. "Melalui program Mariners Mengajar, kami ingin berbagi pengetahuan sekaligus menanamkan nilai-nilai positif kepada anak-anak sejak dini. Kami berharap mereka tidak hanya memahami pentingnya menjaga lingkungan, tetapi juga mengenal dunia maritim yang menjadi bagian penting Indonesia sebagai negara kepulauan," ujarnya.


Ketua RW 09 Kelurahan Tanah Kali Kedinding, Yoyok Soehendro, mengapresiasi kepedulian Pelindo Marine terhadap masyarakat di wilayahnya. Menurut dia, kegiatan tersebut melanjutkan sejumlah program perusahaan sebelumnya, antara lain Kenjeran Wani Geni melalui pelatihan pemadaman kebakaran dan Kenjeran Wani Resik melalui bantuan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL). “Kelurahan Tanah Kali Kedinding berada di kawasan yang berdekatan dengan bantaran Sungai Kali Kedinding. Karena itu, edukasi tentang kebersihan dan kepedulian lingkungan sangat penting bagi masyarakat," kata Yoyok.


Sementara itu, Panitia Pelaksana Peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI Pelindo Marine, Ery Ferriati, menambahkan bahwa peringatan kemerdekaan menjadi ,momentum untuk kebiasaan positif di tengah masyarakat, termasuk pada anak-anak. "Semangat kemerdekaan dapat diwujudkan melalui tindakan sederhana, salah satunya dengan membiasakan diri membuang sampah pada tempatnya dan menjaga kebersihan lingkungan sekitar," jelas Ery.


Antusiasme juga terlihat dari para peserta. Rizky, siswi kelas tiga sekolah dasar, mengaku senang dapat mengikuti kegiatan tersebut. "Saya senang bisa ikut kegiatan ini. Selain mewarnai gambar kapal, saya jadi tahu kalau kapal tunda punya banyak fungsi untuk membantu kapal lain di pelabuhan," tutur Rizky.


Melalui program Mariners Mengajar, Pelindo Marine berharap dapat terus berkontribusi dalam meningkatkan kualitas pendidikan masyarakat, menumbuhkan kepedulian terhadap lingkungan, serta memperkenalkan dunia maritim kepada generasi muda.


(Redaksi MBN.Com).

 

Ditjen Perhubungan Laut Kukuhkan 25 Auditor ISPS Code, Perkuat Keamanan Maritim




JAKARTA (Mediabisnisnasional.com) — Direktorat Jenderal Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan melalui Direktorat Kesatuan Pengawasan Laut dan Pelayaran (KPLP) resmi mengukuhkan 25 peserta sebagai Auditor International Ship and Port Facility Security (ISPS) Code. 


Kegiatan yang berlangsung selama tiga hari dari tanggal 26-28 Agustus 2026 ini diselenggarakan  untuk menetapkan dan mengesahkan personel yang telah memenuhi persyaratan kompetensi sebagai Auditor IdariSPS Code, sehingga memiliki kewenangan untuk melaksanakan audit penerapan sistem keamanan kapal dan fasilitas pelabuhan sesuai dengan ketentuan yang berlaku. 


Pelaksana Tugas (Plt) Direktur KPLP, Triono, menyampaikan sebagai negara kepulauan terbesar, Indonesia memikul tanggung jawab besar untuk memastikan seluruh armada dan pelabuhan memenuhi standar keamanan internasional sesuai konvensi SOLAS 1974 dan ISPS Code. Pengukuhan ini merupakan langkah strategis untuk menghadirkan auditor yang kompeten, independen, dan berintegritas tinggi dalam mengawal keamanan pelayaran nasional.


“Para auditor yang dikukuhkan memiliki peran strategis untuk memastikan penerapan standar keamanan berjalan efektif serta memperkuat budaya keamanan (security culture) di sektor maritim. Pengukuhan ini merupakan salah satu upaya nyata dalam memperkuat sistem keamanan pelayaran nasional,” ujar Triono.


Triono juga mengingatkan bahwa tantangan sektor maritim akan semakin kompleks. Oleh karena itu, sinergi antara regulator, operator pelabuhan, perusahaan pelayaran, PFSO, CSO, SSO, serta Auditor ISPS Code harus terus diperkuat agar implementasi ISPS Code berjalan efektif dan memberikan manfaat nyata bagi keamanan pelayaran nasional.


"Hal ini tidak hanya bertujuan melindungi manusia, kapal, muatan, dan fasilitas pelabuhan, tetapi juga memperkuat kepercayaan dunia internasional terhadap sistem transportasi laut Indonesia. Dalam konteks tersebut, Auditor ISPS Code memiliki peran yang sangat strategis," ujarnya.


Auditor ISPS Code  tidak hanya bertugas melakukan pemeriksaan terhadap kesesuaian penerapan sistem keamanan, tetapi juga memberikan masukan dan rekomendasi yang konstruktif untuk meningkatkan efektivitas sistem keamanan kapal dan fasilitas pelabuhan.


“Oleh karena itu, auditor dituntut memiliki kompetensi, integritas, objektivitas, dan pemahaman yang mendalam terhadap ketentuan nasional maupun standar internasional yang berlaku,” jelasnya.


Sebelum dikukuhkan, para peserta telah mengikuti rangkaian pembekalan intensif dari Auditor Pusat Direktorat KPLP. Kurikulum pelatihan meliputi pemahaman regulasi nasional dan internasional, teknik audit dan inspeksi, penyusunan laporan, studi kasus, serta evaluasi kompetensi akhir.


Setelah dikukuhkan, para Auditor ISPS Code diharapkan mampu melaksanakan audit secara profesional, independen, dan objektif, serta senantiasa mengembangkan kompetensi melalui pembelajaran berkelanjutan. Selain itu, mereka juga berperan aktif dalam mendukung pembinaan keamanan kapal dan fasilitas pelabuhan di wilayah kerja masing-masing guna memberikan kontribusi nyata terhadap peningkatan kepatuhan terhadap standar keamanan maritim nasional maupun internasional.


“Melalui pengukuhan ini, Ditjen Perhubungan Laut berharap para auditor dapat menjalankan tugas secara objektif, meningkatkan kompetensi secara berkelanjutan, serta mendongkrak kepercayaan dunia internasional terhadap sistem transportasi laut Indonesia yang aman, selamat, dan andal,” tutup Triono.


(Redaksi MBN.Com/SKY/ETJ/HJ).


Tanggap Bencana Kemarau dan Kabut Asap Kalimantan, Pelindo Salurkan 70 Tangki Air Bersih dan Masker ke Warga



KOTAWARINGIN TIMUR (Mediabisnisnasional.com) - Kemarau panjang dan dampak Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di sejumlah wilayah Kabupaten Kotawaringin Timur memicu krisis air bersih dan penurunan kualitas udara. Merespons kondisi darurat tersebut, PT Pelindo Terminal Petikemas melalui Terminal Peti Kemas (TPK) Bagendang bergerak cepat mendistribusikan 70 truk tangki air bersih serta masker gratis bagi pekerja pelabuhan dan masyarakat di Ring 1 Pelabuhan Bagendang.


Bantuan air bersih ini diprioritaskan bagi wilayah dengan keterbatasan pasokan terparah, yang meliputi Desa Bagendang Hulu, Desa Sumber Makmur, Desa Bagendang Hilir, serta Pondok Pesantren Sabilal Muttaqin Bagendang. Distribusi juga menyasar warga di sekitar lingkungan pelabuhan guna memastikan pemenuhan kebutuhan dasar sehari-hari tetap terjaga.


Untuk mengamankan kualitas air dan efektivitas jangkauan logistik, Pelindo bersinergi dengan BUMD Perumdam Dharma Tirta Mentaya Kabupaten Kotim. Terminal Head TPK Bagendang Bumiharjo, Akhmad Fajar, menegaskan bahwa langkah ini adalah wujud Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) perusahaan dalam merespons status kedaruratan yang mengancam kesehatan masyarakat.


“Dalam kondisi seperti ini, kebutuhan dasar masyarakat menjadi prioritas. Kami berupaya agar bantuan air bersih dapat segera menjangkau wilayah yang membutuhkan. Karena itu, kami bekerja sama dengan Perumdam Dharma Tirta Mentaya untuk menyalurkan 70 truk tangki air bersih kepada masyarakat,” kata Akhmad Fajar.


Selain memenuhi kebutuhan air bersih, TPK Bagendang turut membagikan masker kepada pekerja pelabuhan dan masyarakat yang beraktivitas di sekitar wilayah pelabuhan. Langkah tersebut dilakukan sebagai upaya membantu mengurangi paparan langsung terhadap kabut asap akibat Karhutla.


“Pembagian masker difokuskan untuk melindungi pekerja pelabuhan dan masyarakat sekitar dari potensi gangguan saluran pernapasan. Kami berharap bantuan ini dapat membantu masyarakat menjalankan aktivitas sehari-hari sekaligus mengurangi dampak yang mereka rasakan,” ujarnya.


Sementara itu, langkah taktis ini mendapat apresiasi dari perwakilan Perusahaan Umum Daerah Air Minum (Perumdam) Dharma Tirta Mentaya Kabupaten Kotawaringin Timur, Natalis Daud. “Kami berterima kasih atas partisipasi aktif Pelindo. Sinergi lintas instansi ini sangat krusial untuk mempercepat penanganan krisis dan meringankan beban masyarakat di wilayah Bagendang yang tengah berjuang menghadapi kekeringan,” ungkap Natalis.


Kolaborasi lintas sektor antara BUMN, BUMD, otoritas setempat, dan masyarakat ini menjadi kunci dalam memastikan penanganan krisis berjalan efektif. Pelindo Terminal Petikemas menegaskan komitmen bahwa kehadiran perusahaan tidak sebatas pada operasional kepelabuhanan, melainkan juga harus mampu menjadi jaring pengaman sosial saat lingkungan sekitar menghadapi krisis.



(Redaksi MBN.Com).