Pages

Kamis, Agustus 20, 2026

Komitmen Kepatuhan Pajak, TPS Surabaya Kembali Mendapat Apresiasi

 



SURABAYA (Mediabisnisnasional.com) -  PT Terminal Petikemas Surabaya (TPS), anak perusahaan Pelindo Terminal Petikemas (PTP), kembali meraih penghargaan Wajib Pajak Teladan Tahun 2026 dari Pemerintah Kota Surabaya. Penghargaan tersebut diserahkan pada Rabu (19/8) di Pelindo Place Lantai 13, Surabaya. Penghargaan ini menjadi pencapaian yang istimewa bagi TPS karena berhasil diraih selama tiga tahun berturut-turut, yakni pada tahun 2024, 2025 dan 2026.


Penghargaan tersebut merupakan bentuk apresiasi atas konsistensi TPS dalam memenuhi kewajiban perpajakan secara tertib, tepat waktu, dan berkelanjutan sebagai bagian dari penerapan prinsip tata kelola perusahaan yang baik (Good Corporate Governance/GCG), khususnya aspek transparansi, akuntabilitas dan tanggung jawab kepada negara serta masyarakat.


Sekretaris Perusahaan TPS, Erika Asih Palupi, menyampaikan bahwa penghargaan yang diterima secara berkelanjutan selama tiga tahun terakhir merupakan bukti nyata komitmen perusahaan dalam menjaga kepatuhan terhadap berbagai regulasi, termasuk kewajiban perpajakan.


“Pencapaian ini merupakan hasil dari komitmen TPS untuk selalu menjalankan bisnis secara profesional, transparan dan patuh terhadap peraturan yang berlaku. Kami meyakini bahwa kepatuhan perpajakan bukan hanya kewajiban perusahaan, tetapi juga bentuk kontribusi nyata dalam mendukung pembangunan daerah dan nasional,” ujar Erika.


Lebih lanjut Erika menegaskan bahwa penghargaan tersebut menjadi motivasi bagi TPS untuk terus meningkatkan kualitas tata kelola perusahaan serta mempertahankan integritas dalam setiap aspek operasional bisnis.


“Merupakan suatu kehormatan bagi TPS dapat kembali menerima penghargaan dari Pemerintah Kota Surabaya. Penghargaan yang diterima semakin menguatkan semangat TPS untuk terus menjaga standar kepatuhan yang tinggi, meningkatkan kepercayaan para pemangku kepentingan, serta memberikan nilai tambah bagi pelanggan, masyarakat dan negara,” tambahnya.


Keberhasilan meraih penghargaan Wajib Pajak Teladan selama tiga tahun berturut-turut juga menunjukkan konsistensi TPS dalam menempatkan kepatuhan pajak sebagai bagian dari budaya perusahaan. Melalui pemenuhan kewajiban perpajakan yang disiplin dan tepat waktu, TPS turut berkontribusi terhadap peningkatan penerimaan daerah yang pada akhirnya mendukung pembangunan infrastruktur, peningkatan layanan public dan penguatan perekonomian daerah.


TPS berkomitmen untuk terus menerapkan prinsip-prinsip GCG secara konsisten sebagai fondasi dalam mengelola perusahaan secara berkelanjutan, berdaya saing dan dipercaya oleh seluruh pemangku kepentingan.


(Redaksi MBN.Com).

PT TERMINAL TELUK LAMONG SIAPKAN TENAGA PENGAMANAN PROFESIONAL DARI WARGA RING 1

 


SURABAYA (Mediabisnisnasional.com) — PT Terminal Teluk Lamong (TTL) terus memperkuat komitmennya dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia sekaligus membuka peluang kerja bagi masyarakat di sekitar wilayah operasional perusahaan. Komitmen tersebut diwujudkan melalui Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) berupa Pelatihan dan Sertifikasi Gada Pratama secara gratis bagi masyarakat Ring 1 PT Terminal Teluk Lamong.

 

Program yang secara resmi dibuka di Kantor Utama PT Terminal Teluk Lamong ini dilaksanakan selama 10 hari, mulai 19 hingga 28 Agustus 2026 di Graha Pondok Kasih. Sebanyak 15 peserta terpilih dari tujuh kelurahan di sekitar wilayah operasional perusahaan mengikuti program tersebut.

 

Pelatihan dirancang untuk membekali peserta dengan kompetensi dasar pengamanan sekaligus sertifikasi resmi Gada Pratama sebagai modal memasuki dunia kerja profesional. Melalui program ini, TTL berharap masyarakat Ring 1 tidak hanya memperoleh keterampilan, tetapi juga memiliki kompetensi yang diakui sehingga dapat meningkatkan daya saing dan peluang kerja.

 

Selama pelatihan, peserta mendapatkan berbagai materi terkait tugas dan tanggung jawab Satuan Pengamanan (Satpam), antara lain Peraturan Dasar Kepolisian (Perdaspol), bela diri, penggunaan peralatan pengamanan, patroli, pengawalan, komunikasi efektif, serta pelayanan prima.

 

Peserta juga memperoleh pembekalan mengenai Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3), teknik pemadaman kebakaran, penyusunan laporan kejadian, serta penanganan Tempat Kejadian Perkara (TKP). Rangkaian pelatihan tersebut diharapkan mampu membentuk tenaga pengamanan yang profesional, disiplin, berintegritas, dan bertanggung jawab.

 

Senior Manager Sekretaris Perusahaan & Hukum PT Terminal Teluk Lamong, Syaiful Anam, mengatakan program TJSL TTL terus diarahkan untuk memberikan dampak berkelanjutan melalui penguatan kapasitas dan kemandirian masyarakat.

 

“Program TJSL kami terus bertransformasi dari pendekatan bantuan langsung atau charity menuju pemberdayaan masyarakat yang berkelanjutan. Kemajuan industri dan keberlanjutan bisnis PT Terminal Teluk Lamong harus berjalan beriringan dengan peningkatan kesejahteraan masyarakat sekitar,” ujar Anam.

 

“Melalui pelatihan dan sertifikasi Gada Pratama ini, kami ingin memberikan bekal kompetensi sekaligus legalitas profesi kepada warga Ring 1 agar memiliki kesiapan dan daya saing yang lebih baik untuk memasuki dunia kerja,” tambahnya.

 

Apresiasi juga disampaikan Camat Asemrowo, Mohammad Zulchaidir yang hadir dalam pembukaan kegiatan. Ia mendorong para peserta untuk memanfaatkan kesempatan pelatihan dengan sebaik-baiknya serta membangun kebanggaan terhadap profesi di bidang pengamanan.

 

“Profesi petugas pengamanan merupakan pekerjaan yang mulia dan membutuhkan integritas serta kedisiplinan tinggi. Dengan sertifikasi resmi Gada Pratama ini, kami berharap para peserta memiliki kompetensi dan legalitas yang semakin kuat serta diakui oleh dunia kerja,” ujar Zulchaidir.

 

Ia juga mengajak masyarakat untuk terus aktif mengikuti berbagai program pemberdayaan yang diselenggarakan perusahaan. “Kami berharap masyarakat semakin antusias memanfaatkan program-program pelatihan dan pemberdayaan yang diberikan PT Terminal Teluk Lamong. Kesempatan seperti ini dapat menjadi sarana bagi warga untuk terus meningkatkan kompetensi, membuka peluang kerja, dan pada akhirnya meningkatkan kesejahteraan keluarga,” tambahnya.

 

Melalui semangat “Tumbuh Bersama”, PT Terminal Teluk Lamong berkomitmen untuk terus menghadirkan program TJSL yang berorientasi pada pemberdayaan, peningkatan kompetensi, dan penciptaan kesempatan ekonomi bagi masyarakat sekitar. Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya perusahaan untuk tumbuh berkelanjutan sekaligus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat dan lingkungan di sekitar wilayah operasionalnya.

 

(Redaksi MBN.Com/Corcom TTL). 

IPC TPK Dukung Rehabilitasi Mangrove Nasional melalui Kolaborasi TJSL “The North Green Movement”



JAKARTA (Mediabisnisnasional.com) – PT IPC Terminal Petikemas (IPC TPK) menegaskan komitmennya dalam mendukung upaya rehabilitasi lingkungan dan penguatan ekosistem pesisir melalui partisipasi dalam gerakan The North Green Movement yang diinisiasi oleh Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Jakarta Utara. Melalui kolaborasi program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) bidang lingkungan, IPC TPK turut mengambil bagian dalam kegiatan penanaman mangrove yang dilaksanakan di Kawasan Hutan Lindung Angke Kapuk, Jakarta Utara.

 

Mengusung semangat “Bersama Menjaga Pesisir Jakarta, Mewariskan Masa Depan”, gerakan kolaboratif tersebut berhasil menghimpun sebanyak 3.000 bibit mangrove melalui dukungan berbagai pihak, termasuk HIPMI, Kementerian Kehutanan Republik Indonesia, dan dunia usaha. Kegiatan ini turut dihadiri oleh Wali Kota Administrasi Jakarta Utara, Hendra Hidayat, S.IP., M.A., sebagai bentuk dukungan terhadap kolaborasi dalam menjaga dan melestarikan ekosistem pesisir Jakarta.

 

Ketua Umum BPC HIPMI Jakarta Utara, Victor Herryanto, menyampaikan bahwa The North Green Movement tidak hanya dimaknai sebagai kegiatan penanaman mangrove semata, tetapi juga sebagai upaya membangun komitmen dan tanggung jawab bersama dalam menjaga kawasan pesisir.

 

“Menjaga pesisir bukan hanya menjadi isu lingkungan, tetapi juga berkaitan dengan keberlangsungan kota, aktivitas ekonomi, serta masa depan generasi mendatang. Kami berharap gerakan ini dapat menjadi bagian dari upaya bersama untuk menjaga pesisir Jakarta secara berkelanjutan,” ujar Victor.

 

Dukungan IPC TPK dalam gerakan ini merupakan wujud nyata komitmen perusahaan untuk menghadirkan kontribusi yang tidak hanya memberikan manfaat bagi masyarakat, tetapi juga menciptakan dampak positif bagi lingkungan. Sebagai bagian dari ekosistem logistik dan kepelabuhanan nasional, IPC TPK menyadari bahwa keberlanjutan lingkungan pesisir memiliki keterkaitan erat dengan keberlangsungan aktivitas ekonomi dan kehidupan masyarakat di sekitarnya.

 

“Bagi IPC TPK, keberlanjutan bukan hanya tentang menjaga kelangsungan bisnis, tetapi juga tentang memastikan lingkungan dan masyarakat dapat tumbuh bersama. Melalui kolaborasi TJSL dalam The North Green Movement, kami ingin mengambil bagian dalam upaya menjaga ekosistem mangrove sebagai salah satu benteng alami kawasan pesisir sekaligus investasi lingkungan untuk generasi mendatang,” ujar Daniel Setiawan, Senior Manager Sekretariat Perusahaan IPC TPK.

 

Mangrove memiliki peran strategis dalam menjaga keseimbangan ekosistem pesisir, antara lain sebagai habitat berbagai biota, penyerap karbon, serta pelindung alami kawasan pantai dari abrasi dan dampak perubahan iklim. Oleh karena itu, upaya rehabilitasi mangrove tidak hanya menjadi agenda lingkungan, tetapi juga bagian dari investasi jangka panjang dalam membangun ketahanan wilayah pesisir.

 

Melalui kolaborasi ini, IPC TPK berharap semangat menjaga lingkungan dapat terus tumbuh menjadi gerakan bersama yang berkelanjutan. Partisipasi dalam The North Green Movement sejalan dengan komitmen TJSL perusahaan untuk terus membangun kolaborasi yang memberikan manfaat dan menciptakan nilai bersama bagi lingkungan, masyarakat, serta keberlanjutan ekosistem. Sebab menjaga pesisir hari ini merupakan bagian dari menjaga masa depan Indonesia.


(Redaksi MBN.Com/Corcom IPC TPK).