Pages

Minggu, Agustus 02, 2026

PT Pelabuhan Indonesia (Persero) Matangkan Kepemimpinan Bisnis General Manager Regional 4



MAKASSAR (Mediabisnisnasional.com) - PT Pelabuhan Indonesia (Persero) atau Pelindo memperkuat kapasitas kepemimpinan para General Manager melalui Business Fundamental Session Regional 4 yang menjadi bagian dari “General Manager Upskilling Program”, Senin (3/8/2026).


Dalam kegiatan yang berlangsung di Ruang Rapat Akhlak, Lantai 7 Kantor Pelindo Regional 4, Wakil Direktur Utama Pelindo, Drajat Sulistyo, menegaskan pentingnya penguasaan fundamental bisnis sebagai bekal menghadapi dinamika industri kepelabuhanan dan mendukung keberlanjutan transformasi perusahaan.


Dalam paparannya, Wakil Direktur Utama Pelindo, menegaskan bahwa General Manager memiliki peran strategis sebagai ujung tombak perusahaan dalam menerjemahkan arah kebijakan korporasi menjadi kinerja operasional yang unggul di setiap wilayah kerja.


“Pemahaman yang kuat terhadap fundamental bisnis menjadi modal utama bagi setiap General Manager untuk mengambil keputusan yang tepat, adaptif, dan berorientasi pada penciptaan nilai bagi perusahaan. Kepemimpinan yang efektif harus mampu mengintegrasikan aspek operasional, komersial, pelayanan, hingga tata kelola agar Pelindo semakin kompetitif dan berkelanjutan,” ujar Drajat.


Menurut dia, penguatan kapasitas kepemimpinan harus terus dilakukan seiring dengan perubahan lingkungan bisnis yang semakin dinamis. Oleh karena itu, program pengembangan kompetensi seperti General Manager Upskilling Program menjadi bagian penting dalam menyiapkan pemimpin yang mampu menghadapi tantangan sekaligus menangkap peluang pertumbuhan bisnis.


Sementara itu, Executive Director 4 Pelindo Regional 4, Abdul Azis, mengatakan bahwa penyelenggaraan Business Fundamental Session Regional 4 merupakan wujud komitmen perusahaan dalam membangun budaya pembelajaran yang berkelanjutan di lingkungan Pelindo Regional 4.


“Melalui sesi ini, kami ingin memastikan seluruh General Manager dan jajaran pimpinan memiliki kesamaan perspektif terhadap strategi bisnis perusahaan, sehingga setiap kebijakan dan langkah operasional di wilayah Regional 4 dapat berjalan selaras dengan arah transformasi Pelindo,” kata Abdul Azis.


Dia menambahkan, peningkatan kompetensi para pimpinan tidak hanya berdampak pada efektivitas pengelolaan operasional pelabuhan, tetapi juga memperkuat kualitas pelayanan kepada pengguna jasa serta mendukung pencapaian target kinerja perusahaan secara berkelanjutan.


Kegiatan tersebut diikuti oleh seluruh General Manager serta pejabat struktural di lingkungan Pelindo Regional 4. Selain menjadi forum peningkatan kompetensi, Business Fundamental Session Regional 4 juga menjadi wadah diskusi strategis untuk memperkuat kolaborasi, menyamakan persepsi, serta mendorong lahirnya inovasi dalam mendukung transformasi dan pertumbuhan bisnis PT Pelabuhan Indonesia (Persero).


(Redaksi MBN.Com/Humas Pelindo Regional 4 Makassar). 

Menteri Perhubungan Tinjau Langsung Evakuasi Penumpang KM Mutiara Sentosa II, Apresiasi Tim Penyelamat dan Pastikan Operasi Terus Berjalan



SUMENEP (Mediabisnisnasional.com) - Menteri Perhubungan (Menhub) Dudy Purwagandhi meninjau secara langsung proses evakuasi Penumpang KM Mutiara Sentosa II yang mengalami kebakaran di perairan utara Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, Minggu malam (2/8/2026). Dari pelabuhan Kalianget, Sumenep, Menhub Dudy memastikan proses evakuasi berjalan lancar. 


"Kami menyampaikan duka cita mendalam atas musibah ini. Kami memastikan proses evakuasi dilakukan secara optimal dan berjalan lancar sehingga seluruh penumpang dan awak kapal dapat ditemukan serta mendapat penanganan lebih lanjut dari petugas," ujar Menhub Dudy. 


Adapun proses evakuasi penumpang dan awak kapal yang dipimpin oleh Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas), hingga saat ini masih berlangsung. Seluruh korban yang berhasil ditemukan rencananya akan dievakuasi dan dibawa ke Surabaya untuk mendapat penanganan lebih lanjut.


Menhub terus memantau secara langsung perkembangan penanganan kebakaran KM Mutiara Sentosa II serta melakukan koordinasi intensif dengan kepala pemerintah daerah di Madura, Tim SAR, TNI, Polri, KSOP, operator kapal, dan seluruh unsur yang terlibat dalam operasi penyelamatan. Menhub Dudy memastikan seluruh sumber daya yang diperlukan telah dikerahkan untuk mendukung proses evakuasi, pencarian, penyelamatan, serta penanganan para korban.


Dalam kesempatan ini, Menhub Dudy juga bertemu dengan Bupati Sumenep Achmad Fauzi Wongsojudo untuk memperkuat koordinasi penanganan korban. Menhub menyampaikan ucapan terima kasih kepada Bupati Sumenep beserta jajaran Forkopimda Kabupaten Sumenep yang telah bergerak cepat sejak awal kejadian dengan mengerahkan seluruh sumber daya yang dimiliki untuk mendukung operasi penyelamatan dan penanganan korban.


Menhub memberikan apresiasi tinggi kepada seluruh kepala daerah di wilayah Madura yang menunjukkan respons cepat dan solid dalam menghadapi situasi darurat tersebut. Apresiasi juga diberikan kepada pemilik dan operator kapal penolong yang telah membantu proses penyelamatan secara cepat.


"Saya mengapresiasi langkah proaktif Bupati Sumenep, Bangkalan, Sampang, dan Pamekasan yang telah menyiagakan personel, fasilitas kesehatan, serta tim di wilayah perairannya masing-masing untuk membantu penumpang yang kemungkinan terbawa arus. Sinergi antardaerah seperti ini sangat penting dalam mempercepat penyelamatan dan memberikan rasa aman kepada masyarakat," ujar Menhub.


Setelah dari Sumenep, Menhub langsung bertolak ke Surabaya untuk melakukan pemantauan lebih lanjut melalui Posko Terpadu Penanganan Kecelakaan Kapal KM Mutiara Sentosa II di Pelabuhan Tanjung Perak. 


Sebagai bagian dari penanganan terpadu pasca insiden, Kementerian Perhubungan (Kemenhub) menyiapkan Posko Terpadu di Terminal Gapura Surya Nusantara (GSN), Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya. 


Posko Terpadu Penanganan Kecelakaan Kapal KM Mutiara Sentosa II menjadi pusat koordinasi penanganan bagi seluruh unsur yang terlibat serta menjadi titik layanan bagi korban yang berhasil dievakuasi. Dukungan proses pemulihan, penanganan medis awal, pendataan ulang, hingga penyampaian informasi resmi bagi pihak keluarga korban dilakukan di posko terpadu ini.


“Posko Terpadu di Terminal GSN Tanjung Perak telah siap beroperasi sebagai pusat layanan bagi penumpang dan keluarga korban yang terdampak. Kami juga akan terus menyampaikan perkembangan penanganan secara berkala setelah seluruh data selesai diverifikasi,” papar Menhub Dudy.


Sementara itu, Menhub memastikan proses investigasi akan segera dilakukan untuk mengetahui penyebab terjadinya kebakaran kapal.


Sebagai informasi, KMP Mutiara Sentosa II mengalami kebakaran pada Minggu pagi (2/8) sekitar pukul 06.00–07.00 WIB di Perairan Utara Sumenep, Laut Jawa.


Informasi mengenai insiden tersebut diterima pada pukul 08.30 WIB dan segera ditindaklanjuti oleh Ditjen Perhubungan Laut melalui SROP Kalianget dengan menyiarkan informasi kecelakaan kapal serta berkoordinasi dengan Basarnas untuk pelaksanaan operasi pencarian dan pertolongan. 


Secara bersamaan, Kemenhub melalui Ditjen Perhubungan Laut mengerahkan kapal patroli KPLP KN Grantin P.211 menuju lokasi kejadian dan menyiapkan KN Masalembo untuk mendukung operasi penanganan. Proses evakuasi juga diperkuat dengan keterlibatan kapal-kapal di sekitar lokasi, yaitu TB Hasnur 26, KM Prakarsa Mas, KM Meratus Pematang Siantar, dan KM Transco Arafura, sehingga upaya penyelamatan dapat berlangsung secara cepat dan terkoordinasi.


(Redaki MBN.com/ WN/HH/GT/FM).


Kementerian Perhubungan RI Gerak Cepat Penanganan dan Evakuasi Penumpang KM Mutiara Sentosa II




JAKARTA (Mediabisnisnasional.com) -  Kementerian Perhubungan melalui Direktorat Jenderal Perhubungan Laut terus melakukan koordinasi intensif dalam penanganan insiden kebakaran yang dialami KM. Mutiara Sentosa II di perairan Laut Jawa pada Minggu (2/8). Fokus utama saat ini adalah memastikan proses evakuasi seluruh penumpang dan awak kapal dapat berlangsung dengan cepat, aman, dan optimal.


Berdasarkan laporan dari lapangan, kejadian kebakaran diperkirakan terjadi pada pukul 06.00–07.00 WIB di Perairan Utara Sumenep. Informasi mengenai insiden tersebut diterima pada pukul 08.30 WIB dan segera ditindaklanjuti dengan koordinasi kepada seluruh pihak terkait untuk pelaksanaan operasi pencarian dan pertolongan.


Dalam upaya penanganan awal, Direktorat Jenderal Perhubungan Laut melalui SROP Kalianget menyiarkan terjadinya kecelakaan kapal, dan selanjutnya berkoordinasi dengan Basarnas. Sebagai informasi pada saat kejadian, kondisi cuaca cerah berawan. 


Pada saat yang sama, Direktorat Jenderal Perhubungan Laut melalui Kesatuan Penjagaan Laut dan Pantai (KPLP) mengerahkan kapal patroli KN Grantin P.211 menuju lokasi kejadian, sementara Distrik Navigasi menyiapkan Kapal Negara (KN) Masalembo guna mendukung operasi penanganan sesuai kebutuhan di lapangan.


Salah satu kapal yang pertama menemukan posisi KM. Mutiara Sentosa II adalah Meratus Project 3. Namun, karena kapal tersebut sedang mengangkut muatan berbahaya (dangerous cargo), proses evakuasi tidak dapat dilakukan secara langsung. 


Untuk mengoptimalkan upaya penyelamatan, evakuasi selanjutnya dilakukan dengan melibatkan kapal-kapal lain yang berada di sekitar lokasi. Hingga laporan pendahuluan disusun, unsur-unsur yang terlibat dalam proses pertolongan meliputi TB. Hasnur 26, KM. Prakarsa Mas, KM. Meratus Pematang Siantar, dan KM. Transco Arafura.


Direktur Jenderal Perhubungan Laut, Muhammad Masyhud, menyampaikan bahwa Direktorat Jenderal Perhubungan Laut terus berkoordinasi dengan seluruh pihak terkait guna memastikan proses penyelamatan berjalan dengan baik.


"Keselamatan penumpang dan awak kapal merupakan prioritas utama. Kami terus berkoordinasi dengan seluruh pihak terkait untuk memastikan proses evakuasi dapat berjalan dengan cepat, aman, dan efektif," ujar Masyhud.


Berdasarkan laporan sementara di lapangan, penumpang menunggu proses evakuasi oleh kapal-kapal yang berada di sekitar lokasi kejadian. Direktorat Jenderal Perhubungan Laut bersama seluruh pihak terkait juga telah menyiapkan langkah-langkah penanganan, termasuk pendirian posko untuk mendukung koordinasi operasi penyelamatan.


Dirjen Masyhud menambahkan bahwa proses evakuasi dan penanganan masih berlangsung, sementara penyebab kebakaran masih dalam proses penyelidikan. Direktorat Jenderal Perhubungan Laut terus memantau perkembangan di lapangan dan akan menyampaikan informasi lanjutan setelah seluruh data selesai diverifikasi.


"Kami akan terus menyampaikan perkembangan penanganan insiden ini secara berkala setelah seluruh informasi yang diterima dari lapangan selesai diverifikasi, sehingga informasi yang disampaikan kepada masyarakat akurat dan dapat dipertanggungjawabkan," tutupnya.


(Redaksi MBN.Com).