Pages

Selasa, Juli 21, 2026

TERMINAL TELUK LAMONG GROUP CATAT PERTUMBUHAN 13,3% atau Throughput 1.474.492 TEUs

 


SURABAYA (Mediabisnisnasional.com) – PT Terminal Teluk Lamong (TTL) Group kembali membukukan kinerja positif sepanjang Semester I Tahun 2026 dengan mencatat arus peti kemas sebesar 1.474.492 TEUs, meningkat 13,3% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang mencapai 1.301.402 TEUs. Capaian ini menunjukkan semakin kuatnya peran TTL Group dalam mendukung kelancaran rantai pasok nasional sekaligus menangkap momentum pertumbuhan sektor logistik Indonesia.

 

Kinerja positif tersebut terutama ditopang oleh pertumbuhan arus peti kemas internasional yang meningkat hampir dua kali lipat dibandingkan Semester I 2025. Peningkatan ini merupakan hasil dari strategi ekspansi layanan internasional yang dijalankan TPK Teluk Lamong, sehingga mampu meningkatkan intensitas kunjungan kapal (vessel call) internasional menjadi 255 call hingga Semester I 2026, dibandingkan 160 call pada periode yang sama tahun lalu atau tumbuh hampir 60%. Bertambahnya layanan pelayaran internasional tersebut semakin memperkuat konektivitas jaringan logistik global, meningkatkan daya saing terminal, sekaligus memberikan nilai tambah bagi para pengguna jasa.

 

Kontribusi positif juga datang dari TPK Nilam yang mencatat pertumbuhan throughput sebesar 21,07% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Kinerja tersebut didukung oleh implementasi Express Anchorage Zone Service (EAZI) melalui sinergi erat antara PT Terminal Teluk Lamong dan KSOP Utama Tanjung Perak dalam optimalisasi pengelolaan Zona Labuh 2 Surabaya. Program ini berhasil meningkatkan efisiensi pelayanan kapal yang tercermin dari kenaikan vessel call TPK Nilam menjadi 399 call pada Semester I 2026, dibandingkan 383 call pada Semester I 2025. Peningkatan aktivitas kapal tersebut turut mendorong pertumbuhan arus peti kemas di TPK Nilam.

 

Direktur Utama PT Terminal Teluk Lamong, David Pandapotan Sirait, menyampaikan bahwa capaian tersebut merupakan hasil dari dedikasi seluruh insan perusahaan, kolaborasi yang erat dengan para pemangku kepentingan, serta meningkatnya kepercayaan pelanggan terhadap layanan TTL Group.

 

“Pertumbuhan sektor logistik nasional sepanjang Semester I 2026 menjadi katalis positif bagi aktivitas kepelabuhanan. Kami akan terus mengakselerasi transformasi perusahaan melalui pemanfaatan teknologi digital, peningkatan produktivitas operasional, serta penguatan kualitas layanan agar semakin andal, adaptif, dan mampu menjawab kebutuhan pelanggan. Di saat yang sama, kami juga akan terus memperluas konektivitas maritim guna mendukung kelancaran distribusi logistik nasional dan memperkuat daya saing Indonesia,” ujar David.

 

Memasuki Semester II Tahun 2026, PT Terminal Teluk Lamong Group akan terus memperkuat berbagai inisiatif strategis melalui peningkatan produktivitas, optimalisasi layanan berbasis digital, pengembangan jaringan layanan, serta perluasan konektivitas maritim. Salah satu fokus utama adalah melanjutkan implementasi program Express Anchorage Zone Service (EAZI) di TPK Berlian, setelah keberhasilannya meningkatkan efisiensi pelayanan kapal dan mendorong pertumbuhan kinerja di TPK Nilam. Implementasi program ini diharapkan mampu mempercepat proses pelayanan kapal, meningkatkan produktivitas operasional, serta memperkuat daya saing layanan terminal.

 

Dengan fondasi kinerja yang solid pada Semester I 2026, perusahaan optimistis dapat mencapai target yang telah ditetapkan sekaligus semakin mengukuhkan posisinya sebagai operator terminal peti kemas modern, efisien, dan berkelanjutan yang mendukung daya saing logistik nasional.


(R.Pandji/Redaksi MBN.Com/Corcom TTL). 

PT IKT Tbk. atau IPCC Mendapat Kunjungan MAHASISWA POLTRADA BALI, Buka WAWASAN INDUSTRI dan ASAH KETERAMPILAN

 

 


JAKARTA (Mediabisnisnasional.com) -  PT Indonesia Kendaraan Terminal Tbk (IDX:IPCC), anak usaha PT Pelindo Multi Terminal di bawah PT Pelabuhan Indonesia (Persero) yang sejak tahun Februari 2025 berada dibawah pengelolaan Danantara Indonesia, menerima kunjungan studi lapangan dari Politeknik Transportasi Darat Bali (Poltrada Bali).


Kunjungan ini merupakan bagian dari kegiatan Kuliah Kerja Lapangan (KKL) bagi 82 mahasiswa Tingkat II Semester IV Program Studi D-III Manajemen Logistik, D-III Manajemen Transportasi Jalan, dan D-III Teknologi Otomotif, didampingi 10 tenaga pendamping. Kegiatan ini menegaskan komitmen IPCC untuk menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat luas, khususnya dunia pendidikan, sebelum berorientasi pada kepentingan korporasi.


Kunjungan ini, bertujuan meningkatkan wawasan dan keterampilan mahasiswa di bidang transportasi, logistik, dan manajemen angkutan secara menyeluruh, mulai dari sistem pergudangan modern, manajemen inventory, integrasi rantai pasok global, hingga administrasi dokumen ekspor-impor.


Mahasiswa turut dibekali pemahaman mengenai pengelolaan terminal kendaraan yang melayani aktivitas ekspor dan impor kargo baik CBU, alat berat, truk dan bis serta general cargo, regulasi transportasi dan standar keselamatan, peran transportasi darat dalam distribusi kendaraan, penjadwalan dan optimasi rute, perawatan serta keselamatan kendaraan operasional, efisiensi energi dan otomasi teknologi, hingga peran sektor otomotif dalam mendukung rantai produksi dan distribusi nasional.


Rangkaian materi tersebut dilanjutkan dengan peninjauan langsung ke Terminal Internasional IPCC untuk mengamati proses stevedoring, cargodoring, storage dan distribusi kendaraan dari kapal ke lapangan penumpukan serta aktivitas sebaliknya.


Kegiatan turut dihadiri Aris Budi Sulistyo selaku Wakil Direktur I Poltrada Bali beserta jajaran, Safrial selaku SM SDM dan Umum IPCC, serta Moch. Ilhamsyah selaku ASM Komunikasi Perusahaan dan CSR IPCC. Sesi diskusi berlangsung interaktif, mencerminkan antusiasme mahasiswa dalam memahami tata kelola bisnis pelabuhan kendaraan yang menerapkan prinsip tata kelola perusahaan yang baik (GCG), manajemen risiko, serta prinsip pembangunan berkelanjutan (SDGs).


“Kami mengapresiasi kedatangan seluruh mahasiswa dan jajaran Poltrada Bali di IPCC. Kunjungan ini menjadi bentuk konkret peran IPCC dalam mendukung dunia pendidikan sebagai salah satu pilar tanggung jawab sosial dan lingkungan perusahaan yang berkelanjutan,” ujar Moch. Ilhamsyah, ASM Komunikasi Perusahaan dan CSR IPCC.


“Ke depan, kami berharap kolaborasi ini terus berlanjut dan semakin luas, sehingga sinergi antara dunia industri dan pendidikan dapat memberikan manfaat berkelanjutan, baik bagi pengembangan kompetensi mahasiswa maupun bagi penyiapan sumber daya manusia unggul di sektor transportasi dan logistik nasional,” lanjutnya.


“Kami menyampaikan terima kasih atas kesempatan yang diberikan IPCC kepada mahasiswa Poltrada Bali untuk belajar langsung dari salah satu pengelola terminal kendaraan terbesar di Indonesia. Pengalaman ini sangat berharga bagi mahasiswa dalam memahami praktik nyata industri logistik kendaraan,” kata Aris Budi Sulistyo, Wakil Direktur I Poltrada Bali.


“Kami berharap sinergi antara Poltrada Bali dan IPCC dapat terus dijaga dan dikembangkan secara berkelanjutan, sehingga kolaborasi pendidikan dan industri ini benar-benar memberi bekal nyata bagi mahasiswa dalam menghadapi dunia kerja,” tambahnya.

 

Melalui kunjungan ini, IPCC menegaskan komitmennya untuk terus berperan aktif dalam mendukung peningkatan kualitas pendidikan dan sumber daya manusia Indonesia, sejalan dengan arah keberlanjutan yang diusung Danantara Indonesia selaku pemegang saham ultimate, yakni memastikan kehadiran BUMN memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi masyarakat sebelum kepentingan korporasi. Sinergi antara IPCC dan Poltrada Bali diharapkan menjadi model kolaborasi berkelanjutan antara dunia industri dan pendidikan vokasi di Indonesia.


(R.Pandji/Redaksi  MBN.Com/Corcom IPCC).

Pelindo Palembang Terima Audiensi PT BGR Logistik Indonesia dan PT PTPN I Bahas Rencana Ekspor CPO PalmCo



PALEMBANG (Mediabisnisnasional.com) - Pelindo Regional 2 Palembang menerima kunjungan audiensi dari PT BGR Logistik Indonesia bersama PT Perkebunan Nusantara I (PTPN I) dalam rangka membahas rencana ekspor Crude Palm Oil (CPO) PalmCo melalui Pelabuhan Boom Baru Palembang.


Pertemuan yang berlangsung di Kantor Pelindo Regional 2 Palembang ini menjadi wadah koordinasi awal untuk menyinergikan kebutuhan operasional, kesiapan fasilitas pelabuhan, serta dukungan layanan logistik yang dibutuhkan guna menunjang kelancaran aktivitas ekspor CPO. Audiensi tersebut juga membahas potensi kerja sama dalam menciptakan rantai pasok yang lebih efisien, aman, dan berdaya saing.


Hadir dalam audiensi tersebut, Plh. General Manager Pelindo Regional 2 Palembang, Manajemen PT BGR Logistik Indonesia dan PT Perkebunan Nusantara 1 Regional 7, Branch Manager PT Pelabuhan Tanjung Priok Cabang Palembang, General Manager Logistik Regional 1 PT Multi Terminal Indonesia dan PT IPC Terminal Petikemas Area Palembang.


Plh. General Manager Pelindo Regional 2 Palembang, Darmawi, menyampaikan bahwa Pelindo berkomitmen mendukung pertumbuhan sektor ekspor nasional melalui penyediaan layanan kepelabuhanan yang andal dan terintegrasi.


"Pelindo Regional 2 Palembang siap memberikan dukungan terhadap rencana ekspor CPO PalmCo dengan memastikan kesiapan fasilitas, pelayanan operasional, serta koordinasi bersama seluruh pemangku kepentingan agar proses logistik berjalan lancar, efektif, dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku," ujarnya.


Dalam audiensi tersebut, kedua belah pihak juga berdiskusi mengenai skema operasional, kebutuhan fasilitas bongkar muat, penjadwalan kapal, hingga peluang optimalisasi pemanfaatan infrastruktur pelabuhan sebagai pintu gerbang ekspor komoditas unggulan Sumatera Selatan.


Sebagai operator pelabuhan, Pelindo Regional 2 Palembang terus mendorong kolaborasi dengan berbagai mitra strategis guna meningkatkan konektivitas logistik nasional. Sinergi dengan PT BGR Logistik Indonesia dan PT PTPN I diharapkan dapat memperkuat ekosistem logistik, meningkatkan efisiensi distribusi, serta memberikan kontribusi terhadap peningkatan kinerja ekspor Indonesia, khususnya komoditas kelapa sawit.


Melalui koordinasi yang berkelanjutan, Pelindo Regional 2 Palembang mendukung rencana ekspor CPO PalmCo dapat terealisasi dengan dukungan layanan kepelabuhanan yang prima, sehingga mampu memberikan nilai tambah bagi para pengguna jasa sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi daerah dan nasional.




(R.Padji/Redaksi MBN.Com/Humas Pelindo Regional 2 Palembang).