Pages

Selasa, Juli 14, 2026

Dirut Pelindo Sambut Menteri Transportasi Arab Saudi, Bahas Potensi Kerja Sama Kepelabuhanan dan Logistik



JAKARTA (Mediabisnisnasional.com) -  PT Pelabuhan Indonesia (Persero) atau Pelindo dan Kerajaan Arab Saudi menjajaki peluang kerja sama di bidang investasi infrastruktur pelabuhan, pengelolaan terminal, digitalisasi layanan, pengembangan sumber daya manusia, serta konektivitas pelayaran langsung antara kedua negara. Peluang kolaborasi tersebut dibahas dalam kunjungan Menteri Transportasi dan Layanan Logistik Kerajaan Arab Saudi, Saleh bin Nasser Al-Jasser, beserta delegasi ke Museum Maritim Pelindo, Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, Selasa (14/7).


Kunjungan Menteri Transportasi dan Layanan Logistik Kerajaan Arab Saudi, Saleh bin Nasser Al-Jasser beserta delegasi Arab Saudi ini disambut langsung oleh Direktur Utama Pelindo Achmad Muchtasyar bersama jajaran direksi dan manajemen Pelindo. Pertemuan ini menjadi momentum untuk memperkuat hubungan Indonesia dan Arab Saudi sekaligus mengeksplorasi potensi kemitraan strategis dalam pengembangan sektor kepelabuhanan dan logistik.


Menteri Transportasi dan Layanan Logistik Kerajaan Arab Saudi, Saleh bin Nasser Al-Jasser, menyampaikan bahwa kunjungan tersebut memberikan kesempatan bagi delegasi Arab Saudi untuk melihat secara langsung pengelolaan salah satu pelabuhan utama di Indonesia serta mempelajari perkembangan industri maritim nasional.


“Hubungan Arab Saudi dan Indonesia telah terjalin sangat erat. Kami ingin mempelajari lebih jauh industri maritim Indonesia, khususnya pengelolaan pelabuhan ini, serta menjajaki berbagai peluang kolaborasi yang dapat memberikan manfaat bagi kedua negara,” ujar Al-Jasser.


Menurutnya, Arab Saudi dan Indonesia merupakan dua negara anggota G20 yang memiliki posisi strategis dalam sektor maritim dan logistik. Kedua negara juga aktif bekerja sama dalam berbagai forum internasional, termasuk International Maritime Organization (IMO), sehingga memiliki ruang yang luas untuk mengembangkan kolaborasi di bidang kepelabuhanan dan logistik.


Al-Jasser menambahkan, dalam delegasi Arab Saudi juga dilengkapi oleh Red Sea Gateway Terminal (RSGT), salah satu operator terminal pelabuhan di Arab Saudi, serta perwakilan otoritas transportasi maritim untuk mendalami peluang kerja sama yang dapat ditindaklanjuti bersama Pelindo.


Direktur Utama Pelindo, Achmad Muchtasyar, menyambut baik potensi kerjasama ini. Menurutnya, hubungan Indonesia dan Arab Saudi memiliki fondasi yang kuat untuk dikembangkan menjadi kemitraan strategis di sektor maritim.


“Kami menyambut baik kunjungan delegasi Arab Saudi sebagai langkah untuk memperkuat kolaborasi di sektor kepelabuhanan dan logistik. Pelindo siap menjadi mitra strategis dalam mendukung konektivitas perdagangan kedua negara melalui pengembangan layanan pelabuhan yang modern, terintegrasi, dan berdaya saing,” ujar Achmad.


Achmad menjelaskan, Pelindo terus menjalankan transformasi melalui integrasi operasional, digitalisasi layanan, serta pengembangan infrastruktur berstandar internasional. Langkah tersebut ditujukan untuk meningkatkan efisiensi logistik nasional sekaligus memperkuat daya saing pelabuhan Indonesia di tingkat global.


“Kami juga terbuka terhadap peluang kerja sama dalam pengembangan konektivitas pelayaran langsung dan investasi di sejumlah pelabuhan strategis yang dikelola Pelindo. Sinergi ini diharapkan dapat memperkuat rantai pasok serta mendukung peningkatan arus perdagangan antara Indonesia dan Arab Saudi,” tambahnya.


Dalam rangkaian acara kunjungan ini, Menteri Transportasi dan Layanan Logistik Kerajaan Arab Saudi, Saleh bin Nasser Al-Jasser, beserta delegasi juga mengunjungi ruang Planning and Control (P&C) Pelabuhan Tanjung Priok untuk meninjau langsung perencanaan dan pengendalian pelayanan operasional serta optimalisasi jadwal sandar kapal yang dilakukan secara real-time.


Melalui kunjungan ini, Pelindo berharap penjajakan yang telah dilakukan dapat ditindaklanjuti menjadi kerja sama konkret untuk memperkuat sistem logistik, mendorong investasi, serta meningkatkan konektivitas dan perdagangan antara Indonesia dan Arab Saudi.



(Redaksi MBN.Com/Humas Pelindo Regional 2). 

TTL Gandeng BRIN Petakan BIOTA LAUT Sebagai IMPLEMENTASI ESG dan KOMITMEN Pelestarian EKOSISTEM PESISIR

 


SURABAYA (Mediabisnisnasional.com) - PT Terminal Teluk Lamong (PT TTL) memperkuat komitmennya terhadap pengelolaan lingkungan yang berkelanjutan melalui kerja sama dengan Pusat Riset Sistem Biota (PRSB) – Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN). Kolaborasi ini mencakup pelaksanaan program pemetaan Biota Laut (plankton, makrobenthos, dan nekton) di kawasan perairan Teluk Lamong serta penyusunan buku Wildlife Series 2: Biota Laut Kawasan Teluk Lamong.


Kerja sama tersebut menjadi langkah strategis dalam menghadirkan data ilmiah mengenai kondisi dan keanekaragaman hayati di kawasan perairan Teluk Lamong. Hasil pemetaan akan menjadi referensi penting dalam pengelolaan lingkungan pelabuhan yang berbasis sains, sekaligus memperkuat implementasi prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) di lingkungan perusahaan.


Sebanyak tujuh orang peneliti dari Pusat Riset Sistem Biota (PRSB) BRIN telah melaksanakan kegiatan riset lapangan pada 29 Juni hingga 3 Juli 2026 di kawasan perairan PT Terminal Teluk Lamong. Selama lima hari pelaksanaan, tim peneliti melakukan pengambilan sampel dan identifikasi berbagai kelompok biota laut yang meliputi plankton, makrobenthos, dan nekton sebagai dasar penyusunan profil keanekaragaman hayati di kawasan Teluk Lamong.


Selain menghasilkan data ilmiah, kolaborasi ini juga akan melahirkan publikasi berupa Wildlife Series 2: Biota Laut Kawasan Teluk Lamong, yang mendokumentasikan kekayaan biota laut di kawasan Teluk Lamong. Buku tersebut diharapkan menjadi media edukasi bagi masyarakat, akademisi, pemangku kepentingan, serta menjadi bukti bahwa kawasan pelabuhan dapat berkembang selaras dengan upaya pelestarian lingkungan.


Sekretaris Perusahaan PT Terminal Teluk Lamong, Syaiful Anam menyambut baik Kerjasama ini. “Sebagai terminal peti kemas yang mengedepankan konsep Green Port, PT Terminal Teluk Lamong meyakini bahwa keberlanjutan harus didukung oleh data dan kajian ilmiah yang kredibel. Melalui kerja sama dengan BRIN, kami ingin memperoleh gambaran yang komprehensif mengenai kondisi biota laut di kawasan Teluk Lamong, sehingga setiap langkah pengelolaan lingkungan yang kami lakukan memiliki dasar ilmiah yang kuat.” ujar Anam.


Lebih lanjut Anam menyatakan bahwa kehadiran peneliti BRIN yang melakukan riset langsung di lapangan menjadi bagian penting dalam menghasilkan data yang valid dan dapat dipertanggungjawabkan. Ia berharap hasil riset ini tidak hanya bermanfaat bagi perusahaan, tetapi juga menjadi kontribusi nyata bagi pengembangan ilmu pengetahuan dan pelestarian ekosistem pesisir di Indonesia.


Sementara itu, Peneliti Ahli Muda Pusat Riset Sistem Biota BRIN, Dr. Hanung Agus Mulyadi, S.Pi., M.Si., menyampaikan bahwa sinergi ini merupakan langkah penting dalam menghasilkan inovasi berbasis ilmu pengetahuan yang memberikan manfaat luas bagi lingkungan dan masyarakat.


"Berdasarkan hasil observasi dan pengambilan sampel yang kami lakukan selama kegiatan riset lapangan, secara umum kondisi biota laut di kawasan perairan PT Terminal Teluk Lamong menunjukkan indikasi yang baik. Keanekaragaman biota yang kami temukan, mulai dari plankton, makrobenthos, hingga nekton, menunjukkan bahwa ekosistem di kawasan ini masih mampu mendukung kehidupan berbagai organisme perairan." ucap Hanung.


"Seluruh sampel yang telah dikumpulkan masih akan melalui tahapan identifikasi dan analisis lebih lanjut di laboratorium untuk memperoleh hasil yang komprehensif. Kami berharap hasil penelitian ini dapat menjadi data ilmiah yang bermanfaat dalam mendukung pengelolaan lingkungan kawasan pelabuhan secara berkelanjutan, sekaligus menjadi referensi bagi upaya konservasi ekosistem pesisir di masa mendatang," tambah Hanung.


Kerja sama ini juga menjadi bagian dari upaya TTL dalam memperkuat budaya riset, inovasi, dan transparansi pengelolaan lingkungan. Sebagai pelabuhan yang mengusung konsep ramah lingkungan, TTL terus berupaya menghadirkan berbagai inisiatif yang mendukung keseimbangan antara pertumbuhan bisnis dan kelestarian ekosistem.


Dari hasil kolaborasi ini diharapkan dapat menghasilkan basis data ilmiah mengenai keanekaragaman biota laut di kawasan Teluk Lamong sekaligus meningkatkan kesadaran seluruh pemangku kepentingan akan pentingnya menjaga ekosistem pesisir sebagai bagian dari pembangunan pelabuhan yang berkelanjutan.


(Redaksi ISL News/Corcom Terminal Teluk Lamong).