Pages

Rabu, Juli 01, 2026

STRATEGI KOMUNIKASI DIGITAL BERBUAH PRESTASI, TERMINAL TELUK LAMONG RAIH DIGITAL PR AWARD 2026

 


SURABAYA (Mediabisnisnasional.com)  – PT Terminal Teluk Lamong (TTL) kembali menorehkan prestasi nasional di bidang komunikasi korporat dengan meraih 8th Indonesia TOP Digital PR Award 2026 kategori anak perusahaan BUMN. Dalam ajang yang diselenggarakan oleh Info Ekonomi dan Tras n Co Indonesia pada 30 Juni 2026 lalu, TTL berhasil meraih skor akhir 87,46 poin, melampaui standar penilaian yang ditetapkan penyelenggara.

 

Penghargaan ini diberikan kepada perusahaan BUMN, anak perusahaan BUMN, BUMD, dan sektor jasa keuangan yang dinilai mampu mengelola strategi Digital Public Relations secara efektif dalam membangun komunikasi dengan publik, memperkuat citra positif, serta menjaga reputasi perusahaan di tengah perkembangan ekosistem digital.

 

Arief Munajad, SE, MM, CEO Info Ekonomi mengatakan bahwa transformasi digital telah mengubah cara perusahaan berkomunikasi dengan publik. Menurutnya, perkembangan teknologi, termasuk kecerdasan buatan (artificial intelligence), menghadirkan tantangan baru sekaligus peluang besar bagi praktisi komunikasi korporat.

 

"Perkembangan teknologi, kecerdasan buatan, serta perubahan perilaku masyarakat dalam mengonsumsi informasi telah menghadirkan tantangan sekaligus peluang baru bagi para praktisi komunikasi. Oleh karena itu, kemampuan untuk menghadirkan komunikasi yang relevan, transparan, dan berdampak menjadi faktor penting dalam menjaga keberlanjutan reputasi perusahaan," ujar Arief.

 

Sekretaris Perusahaan PT Terminal Teluk Lamong, Syaiful Anam menyampaikan apresiasinya atas kerja keras tim dalam komitmen membangun komunikasi yang terbuka, kredibel, dan adaptif. “Penghargaan ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus menghadirkan komunikasi yang informatif dan mampu membangun kepercayaan publik. Reputasi perusahaan merupakan aset strategis yang harus dijaga melalui komunikasi yang konsisten, transparan dan memberikan nilai tambah bagi seluruh pemangku kepentingan," ujarnya.

 

Ia menambahkan, sebagai anak perusahaan BUMN yang mengelola terminal peti kemas semi otomatis pertama di Indonesia, TTL terus memperkuat fungsi komunikasi korporat sebagai bagian dari strategi bisnis perusahaan. Berbagai informasi mengenai kinerja operasional, transformasi digital, layanan kepelabuhanan, inovasi hingga program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) secara konsisten disampaikan melalui berbagai platform digital dan mengikuti perkembangan media digital agar dapat menjangkau stakeholder dan para pemangku kepentingan.

 

Dalam proses penilaian, penyelenggara melakukan digital research selama periode Februari hingga April 2026 dengan menggunakan tiga parameter utama, yaitu Digital Media Aspect (40 persen), Digital Sentiment Aspect (40 persen), dan Digital Awareness Aspect (20 persen). Selain itu, perusahaan penerima penghargaan diwajibkan memiliki dominasi pemberitaan positif minimal 80% pada lima halaman pertama mesin pencari serta memperoleh skor akhir sedikitnya 70 poin.

 

Dengan raihan skor 87,46 poin, PT Terminal Teluk Lamong dinilai berhasil menjaga eksposur positif di media digital sekaligus membangun tingkat awareness yang kuat di ruang digital. Capaian tersebut mempertegas komitmen perusahaan dalam mengembangkan komunikasi korporat yang adaptif terhadap perubahan teknologi sekaligus mendukung penguatan reputasi perusahaan di tingkat nasional.

 

Penghargaan ini menjadi bukti bahwa strategi komunikasi digital yang dijalankan PT Terminal Teluk Lamong mampu mendukung transformasi perusahaan, memperkuat kepercayaan publik, serta meningkatkan nilai perusahaan sebagai operator terminal peti kemas modern yang mengedepankan inovasi, keberlanjutan dan pelayanan prima.


(Redaksi MBN.Com/Corcom TTL).

Ekspor Perdana dari Terminal Kijing Resmi Dimulai, Pelindo Dorong Efisiensi Logistik dan Daya Saing Ekspor Kalimantan Barat





MENPAWAH (Medisbisnisnasional.com) -Gubernur Kalimantan Barat, Ria Norsan, melepas ekspor perdana menggunakan peti kemas melalui Terminal Kijing, Kabupaten Mempawah, Senin (29/6/2026). Pelepasan ini menjadi tonggak penting dalam optimalisasi Terminal Kijing sebagai pintu gerbang ekspor komoditas unggulan Kalimantan Barat sekaligus memperkuat konektivitas logistik nasional.


Pelepasan ekspor perdana tersebut ditandai dengan pengiriman peti kemas yang membawa berbagai komoditas unggulan Kalimantan Barat ke sejumlah negara tujuan. Dari Terminal Kijing, PT Borneo Alumina Indonesia mengekspor 12 peti kemas berisi Alumina Hydroxide dan PT Unicoco Industries Indonesia mengirimkan 2 peti kemas produk olahan kelapa menuju Pasir Gudang, Malaysia. 


Selain itu, PT Ferrindo mengekspor 10 peti kemas komoditas kelapa bulat menuju Yangpu, Tiongkok. Sementara dari kawasan Tayan, PT Indonesia Chemical Alumina mengirimkan 150 peti kemas menuju Korea Selatan, Jepang, dan Taiwan. Momentum ini sekaligus menjadi tonggak dimulainya layanan ekspor peti kemas internasional melalui Terminal Kijing.


Ekspor perdana tersebut dilayani melalui fasilitas peti kemas yang disiapkan PT Pelabuhan Indonesia (Persero) Regional 2 sebagai operator Terminal Kijing. Sebelumnya, pada 10 Juni 2026, terminal ini telah menerima kunjungan perdana kapal peti kemas sebagai bagian dari dimulainya layanan peti kemas di Kijing.


Kegiatan ekspor dilayani menggunakan MV WGM 256 T yang sandar di Dermaga PK 02 pada 28 Juni 2026, serta TK MMSS 2711/TB Megah 1611 yang melayani kegiatan operasional lanjutan pada 29 Juni 2026.


Gubernur mengapresiasi langkah Pelindo dalam mempercepat optimalisasi Terminal Kijing melalui penyediaan layanan peti kemas. Ia berharap Terminal Kijing berkembang menjadi sentra ekspor-impor baru yang mampu mendorong pertumbuhan investasi dan perekonomian Kalimantan Barat.


"Mari kita bersama-sama mendukung pengembangan Terminal Kijing. Pemerintah Provinsi juga terus mendorong percepatan pembangunan akses jalan menuju Kijing agar konektivitas logistik semakin baik dan investasi semakin cepat masuk ke Kalimantan Barat," kata Ria Norsan.


Di tempat yang sama, Direktur Komersial PT Pelabuhan Indonesia (Persero) Farid Padang mengatakan, ekspor perdana melalui Terminal Kijing menjadi bukti bahwa pelabuhan tersebut mulai mendapat kepercayaan dari para pelaku usaha sebagai gerbang ekspor Kalimantan Barat. 


Pada pengiriman perdana ini, sebanyak 180 peti kemas diberangkatkan melalui Malaysia. Ke depan, Pelindo akan menyiapkan kapal-kapal berkapasitas lebih besar agar ekspor dapat dilakukan secara langsung ke negara-negara tujuan tanpa melalui pelabuhan transit.


"Ini menjadi langkah awal bagi kita semua. Ke depan, optimalisasi Terminal Kijing harus terus didukung melalui sinergi seluruh pihak, termasuk para pengguna jasa, dengan tetap memperhatikan mitigasi risiko operasional dan tata kelola pelabuhan agar pelayanan dapat berjalan semakin baik," katanya.


Sementara itu, Executive Director 2 Pelindo Regional 2, Budi Prasetio, mengatakan ekspor perdana ini merupakan hasil sinergi antara Pelindo, pemerintah, regulator, perusahaan pelayaran, eksportir, dan seluruh pemangku kepentingan dalam mendorong optimalisasi Terminal Kijing.


"Ekspor perdana ini menjadi bukti bahwa Terminal Kijing mulai mendapatkan kepercayaan dari pelaku usaha. Kami telah menyiapkan berbagai fasilitas pendukung, termasuk peralatan bongkar muat peti kemas, sehingga terminal ini siap memberikan layanan yang lebih efektif, efisien, dan berdaya saing," ujar Budi di Mempawah, Senin (29/6).


Menurutnya, keberadaan layanan peti kemas di Terminal Kijing diharapkan dapat memberikan alternatif bagi eksportir di Kalimantan Barat untuk mengirimkan produknya langsung melalui pelabuhan di daerah sehingga rantai distribusi menjadi lebih efisien dan biaya logistik dapat ditekan.


"Semakin banyak komoditas yang diekspor melalui Terminal Kijing, semakin besar nilai tambah yang akan dinikmati daerah. Pelabuhan tidak hanya menjadi tempat keluar masuk barang, tetapi juga menjadi penggerak pertumbuhan ekonomi dan daya saing wilayah. Kami akan terus memperkuat kolaborasi dengan pemerintah, regulator, perusahaan pelayaran, dan para pengguna jasa agar utilisasi Terminal Kijing terus meningkat," tambahnya.


Dalam kesempatan yang sama, Kepala Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas II Pontianak, Capt. Dwi Wahdiana, mengatakan dengan dimulainya layanan peti kemas, Terminal Kijing kini telah melayani berbagai jenis kegiatan kepelabuhanan, mulai dari curah kering, curah cair, multipurpose hingga peti kemas.


"Ini menjadi langkah awal yang baik. Ke depan seluruh pihak, termasuk pengguna jasa, perlu terus bersinergi untuk mengoptimalkan pelayanan dengan tetap memperhatikan mitigasi risiko operasional serta tata kelola pelabuhan yang semakin baik," ujarnya.


Sementara itu, Bupati Mempawah, Erlina Ria Norsan, dalam beberapa kesempatan selalu mendukung optimalisasi Terminal Kijing. Karena, dengan optimalnya kinerja terminal ini, masyarakat Mempawah juga turut menuai hasil positif.


"Perekonomian di Mempawah juga akan berkembang, terlebih lagi soal peningkatan angkatan kerja dan kemudahan akses ekspor hasil bumi. Untuk itu, semua stakeholder perlu berkolaborasi, baik dari sisi operasional hingga infrastruktur penunjang," katanya. 


Dengan dimulainya layanan ekspor peti kemas ini, Terminal Kijing diharapkan semakin berperan sebagai gerbang perdagangan internasional bagi komoditas unggulan Kalimantan Barat sekaligus memperkuat posisi Indonesia dalam jaringan logistik maritim nasional.


Untuk mendukung kelancaran arus barang, Terminal Kijing menerapkan dua skema rute pelayaran yakni Direct Call yakni Layanan pengiriman langsung khusus untuk rute menuju Pasir Gudang, Malaysia.


Lalu ada Transshipment yaitu layanan transit melalui Pasir Gudang untuk mempercepat waktu pengiriman bagi komoditas yang menuju Tiongkok.


Hal ini kemudian menjadi babak baru dalam efisiensi logistik daerah dengan mencatatkan total nilai ekspor sebesar USD 1.206.388,36 atau setara dengan Rp21.485.153.084,45.


(Redaksi MBN.Com/Humas Pelindo Regional 2).

Pelindo Tanjung Priok Tanam 665 Pohon Bersama Pemkot Jakut di Hari Lingkungan Hidup Sedunia



TANJUNG PRIOK (Mediabisnisnasional.com)  – Dalam rangka memperingati Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026 PT Pelabuhan Indonesia (Persero) Regional 2 Tanjung Priok melaksanakan program penanaman pohon sebagai wujud komitmen perusahaan dalam mendukung pelestarian lingkungan dan pembangunan berkelanjutan.


Kegiatan ini merupakan kolaborasi antara Pelindo Regional 2 Tanjung Priok dengan Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Utara melalui Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL). Sebanyak 665 pohon produktif dan pohon rindang diserahkan kepada Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Utara sebagai bentuk dukungan terhadap upaya penghijauan dan peningkatan kualitas lingkungan di wilayah Jakarta Utara.


Adapun jenis pohon yang disalurkan terdiri dari Glodokan Tiang, Kiara Payung, Mahoni, Tabebuya Kuning, dan Trembesi. Masing-masing jenis pohon berjumlah 133 batang sehingga total keseluruhan mencapai 665 batang. Pohon-pohon tersebut dipilih karena memiliki manfaat ekologis, seperti meningkatkan kualitas udara, menyerap emisi karbon, mengurangi suhu lingkungan, serta memperkuat keberadaan ruang terbuka hijau di kawasan perkotaan.


Program penanaman pohon ini merupakan tindak lanjut pelaksanaan Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) Pelindo dalam rangka memperingati Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026. Selain menjadi bagian dari implementasi tanggung jawab sosial perusahaan, kegiatan ini juga mencerminkan komitmen Pelindo dalam mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan, khususnya pada aspek pelestarian lingkungan dan aksi terhadap perubahan iklim.


Executive General Manager PT Pelabuhan Indonesia (Persero) Regional 2 Tanjung Priok, Yandri Trisaputra, menyampaikan bahwa kolaborasi dengan Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Utara merupakan bentuk sinergi yang diharapkan mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat dan lingkungan.


"Pelestarian lingkungan merupakan tanggung jawab bersama. Melalui program penanaman pohon ini, Pelindo ingin berkontribusi dalam menciptakan lingkungan yang lebih hijau, sehat, dan berkelanjutan, sekaligus memperkuat sinergi dengan pemerintah daerah untuk menghadirkan manfaat yang dapat dirasakan oleh masyarakat," ujarnya.


Melalui program ini, Pelindo Regional 2 Tanjung Priok berharap semangat kolaborasi dalam menjaga kelestarian lingkungan dapat terus terjalin. Ke depan, Pelindo akan terus menghadirkan berbagai program TJSL yang memberikan manfaat berkelanjutan bagi masyarakat, lingkungan, serta mendukung terciptanya ekosistem pelabuhan yang lebih hijau, tangguh, dan berwawasan lingkungan.


(Redaksi MBN.Com/Humas Pelindo Regional 2 Tanjung Priok).