Pages

Jumat, Juni 26, 2026

TPS Perkuat Sinergi Lintas Instansi dalam Pengendalian Peredaran Tumbuhan dan Satwa

 



SURABAYA (Mediabisnisnasional.com) - PT Terminal Petikemas Surabaya (TPS), anak perusahaan PT Pelindo Terminal Petikemas, yang merupakan pengelola terminal petikemas yang berperan sebagai logistics control point, berpartisipasi aktif sebagai narasumber dalam kegiatan Praktek Lapang Pelatihan School of Environmental Conservation and Environment Services Management (SECESM) Tahun 2026 yang diselenggarakan di Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Utama Tanjung Perak pada Rabu (24/6/2026). Keterlibatan ini sekaligus menegaskan peran TPS sebagai salah satu pemangku kepentingan utama dalam sistem logistik nasional yang terintegrasi.


Sebagai simpul strategis arus barang ekspor-impor, TPS beroperasi dalam ekosistem kepelabuhanan yang melibatkan berbagai instansi terkait, antara lain Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP), Bea dan Cukai, Balai Karantina Hewan, Ikan dan Tumbuhan, Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (KSDA), serta aparat penegak hukum seperti Ditpolairud Polda Jawa Timur dan Polres Pelabuhan Tanjung Perak. Setiap instansi memiliki peran dalam pengawasan, pemeriksaan, hingga penegakan hukum terhadap potensi pelanggaran, termasuk peredaran ilegal TSL.


Dalam konteks tersebut, KSOP berperan dalam pengawasan keselamatan dan keamanan pelayaran serta koordinasi aktivitas kepelabuhanan. Bea dan Cukai menjalankan fungsi pengawasan barang ekspor-impor dan pencegahan penyelundupan, termasuk melalui pemeriksaan dokumen dan fisik petikemas. Sementara itu, Karantina bertanggung jawab memastikan kelayakan hayati tumbuhan dan satwa, termasuk mencegah penyebaran penyakit dan spesies invasif. Balai KSDA memiliki kewenangan dalam perlindungan dan identifikasi spesies dilindungi serta penegakan hukum konservasi. Di sisi lain, aparat kepolisian melalui Polairud dan Polres Pelabuhan menjalankan fungsi penindakan dan proses hukum terhadap tindak pidana yang terjadi di wilayah pelabuhan. 


Sebagai operator terminal, TPS tidak menjalankan fungsi penegakan hukum, melainkan berperan sebagai enabler sistem dan fasilitator operasional yang memastikan seluruh proses berjalan secara terintegrasi dan terkendali. TPS menyediakan alur logistik yang terstruktur mulai dari gate, lapangan penumpukan (yard), hingga kegiatan bongkar muat di kapal. Selain itu, TPS juga menyediakan dukungan sistem digital untuk pelacakan petikemas, fasilitas Container Freight Station (CFS), area inspeksi bersama, serta sistem monitoring yang memungkinkan instansi terkait melakukan pengawasan secara efektif.


Melalui peran tersebut, TPS menjadi “l9gistics control point” yang mendukung pelaksanaan joint inspection oleh Bea dan Cukai serta Karantina, sekaligus menyediakan akses dan data yang dibutuhkan dalam proses pemeriksaan fisik petikemas.


Dalam aktivitas kepelabuhanan, terdapat berbagai potensi tindak pidana yang dapat terjadi, baik yang terkait langsung dengan TSL maupun pelanggaran umum. Tindak pidana terkait TSL meliputi penyelundupan satwa dilindungi, perdagangan ilegal flora dan fauna, pemalsuan dokumen karantina, serta misdeclaration isi petikemas. Selain itu, terdapat pula potensi pelanggaran lain seperti penyelundupan barang terlarang, pencurian petikemas, pemalsuan dokumen logistik, hingga pelanggaran keamanan di area terminal.


Untuk mengantisipasi hal tersebut, penanganan awal terhadap indikasi tindak pidana dilakukan melalui prosedur terpadu lintas instansi. Proses diawali dengan deteksi dini melalui sistem risk profiling, analisis dokumen, maupun informasi intelijen. Apabila ditemukan indikasi, petikemas akan dikenakan status penahanan sementara (hold) untuk mencegah pergerakan lebih lanjut. Selanjutnya dilakukan koordinasi antara Bea dan Cukai, Karantina, KSDA, dan aparat penegak hukum untuk pelaksanaan pemeriksaan fisik bersama (joint inspection).


Dalam tahap pemeriksaan, dilakukan identifikasi isi petikemas serta verifikasi terhadap dokumen yang menyertainya. Apabila terbukti terdapat pelanggaran, barang bukti akan diamankan oleh instansi berwenang seperti KSDA atau Karantina, dan proses hukum dilanjutkan oleh aparat kepolisian atau penyidik terkait. Dalam keseluruhan proses ini, TPS mendukung melalui pengamanan area, penyediaan akses, serta data operasional dan rekaman sistem yang diperlukan. 


Pengendalian peredaran tumbuhan dan satwa liar menjadi hal yang krusial mengingat Indonesia merupakan salah satu negara dengan keanekaragaman hayati tertinggi di dunia. Upaya ini penting untuk mencegah kepunahan spesies dilindungi, menjaga keseimbangan ekosistem, serta menghindari penyebaran penyakit dan hama yang dapat berdampak luas. Selain itu, pengendalian TSL juga merupakan bagian dari komitmen Indonesia terhadap perjanjian internasional serta upaya mencegah kerugian ekonomi akibat perdagangan ilegal.


Sekretaris Perusahaan TPS, Erika Asih Palupi, menyampaikan bahwa sinergi lintas instansi menjadi kunci dalam menciptakan sistem pengawasan yang efektif di pelabuhan.


“TPS sebagai operator terminal petikemas memiliki posisi strategis dalam rantai logistik. Kami berkomitmen untuk terus mendukung instansi terkait melalui penyediaan sistem, fasilitas dan proses operasional yang terintegrasi, guna memastikan pengawasan berjalan optimal sekaligus mendukung perlindungan sumber daya alam hayati Indonesia,” ujarnya.


Melalui penguatan kolaborasi, integrasi sistem dan peningkatan kapasitas sumber daya manusia, diharapkan pengendalian peredaran tumbuhan dan satwa liar di Pelabuhan Tanjung Perak dapat berjalan semakin efektif, serta mempertegas peran pelabuhan sebagai garda terdepan dalam perlindungan lingkungan dan penegakan hukum di sektor logistik nasional.


(Redaksi MBN.Com/Corcom TPS Surabaya).

Susunan Direksi Baru PT Pelindo Sinergi Lokaseva untuk Dukung Transformasi dan Tata Kelola Perusahaan




JAKARTA (Mediabisnisnasional.com) - Pemegang Saham PT Pelindo Sinergi Lokaseva (PT PSL) menetapkan perubahan susunan Direksi Perseroan melalui Keputusan Pemegang Saham yang ditandatangani pada 25 Juni 2026. Penetapan tersebut merupakan bagian dari langkah strategis perusahaan dalam memperkuat kepemimpinan, mendukung transformasi bisnis, meningkatkan daya saing, serta mewujudkan penerapan tata kelola perusahaan yang baik secara berkelanjutan.


Melalui keputusan tersebut, Pemegang Saham menetapkan jajaran Direksi baru yang akan memimpin PT Pelindo Sinergi Lokaseva dalam menjalankan agenda transformasi perusahaan dan memperkuat kinerja bisnis sebagai bagian dari ekosistem PT Pelabuhan Indonesia (Persero).


Selain itu, Pemegang Saham juga melakukan perubahan nomenklatur jabatan, dimana jabatan Direktur Strategi dan Pengembangan Bisnis serta Direktur Komersial dan Teknik diganti dengan Direktur Operasi dan Teknik serta Direktur Komersial.


Senior Vice President Sekretariat Perusahaan PT Pelindo Sinergi Lokaseva, Dewi Fitriyani, menyampaikan bahwa perubahan susunan Direksi merupakan bagian dari kewenangan Pemegang Saham dalam rangka memastikan keberlangsungan kepemimpinan perusahaan yang adaptif terhadap dinamika industri serta mampu menjawab tantangan bisnis yang semakin berkembang.


"Kami menyampaikan apresiasi dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada Bapak Joko Noerhudha, Ibu Retno Soelistianti, Ibu Ruri Indrasari Rachmaputri, dan Bapak Herman Susilo atas dedikasi, kontribusi, serta pengabdian yang telah diberikan selama menjalankan amanah sebagai Direksi PT Pelindo Sinergi Lokaseva. Berbagai fondasi transformasi, inovasi, penguatan bisnis, dan tata kelola yang telah dibangun menjadi modal penting bagi perusahaan untuk terus tumbuh dan berkembang," ujar Dewi.


Lebih lanjut, Dewi menyampaikan ucapan selamat kepada jajaran Direksi yang baru atas amanah yang diberikan oleh Pemegang Saham. "Kami mengucapkan selamat kepada Bapak Faruq Hidayat, Bapak Andira Reoputra, Bapak Bobby Hardian, dan Ibu Reini Delfianti atas amanah yang diberikan sebagai Direksi PT Pelindo Sinergi Lokaseva. Dengan pengalaman, kompetensi, dan kepemimpinan yang dimiliki, kami optimistis jajaran Direksi yang baru akan mampu melanjutkan transformasi perusahaan, memperkuat tata kelola, meningkatkan kinerja bisnis, serta menciptakan nilai tambah yang berkelanjutan bagi pemegang saham, pelanggan, dan seluruh pemangku kepentingan."


Menurut Dewi, penyegaran kepemimpinan tersebut diharapkan semakin memperkuat sinergi organisasi dalam mewujudkan visi perusahaan sebagai penyedia solusi terbaik pada layanan pendukung pelabuhan dan pengembangan kawasan yang terintegrasi.


Perubahan susunan Direksi juga selaras dengan arah transformasi BUMN yang terus didorong pemerintah melalui penguatan tata kelola, peningkatan profesionalisme, dan penciptaan nilai jangka panjang. Sebagai bagian dari ekosistem PT Pelabuhan Indonesia (Persero), PT Pelindo Sinergi Lokaseva berkomitmen mendukung agenda tersebut melalui penguatan kinerja, pengembangan bisnis, serta optimalisasi pengelolaan layanan pendukung pelabuhan dan kawasan secara berkelanjutan.


Atas adanya Keputusan Pemegang Saham tersebut, maka susunan Direksi PT Pelindo Sinergi Lokaseva menjadi sebagai berikut:

 

Direktur Utama : Faruq Hidayat
Direktur Komersial : Andira Reoputra
Direktur Operasional & Teknik : Bobby Hardian
Direktur Keuangan, SDM & Manajemen Risiko : Reini Delfianti

 

(Redaksi MBN.Com/Corcom PSL).

 

 

Pelindo Regional 2 Dorong Komunikasi Korporasi yang Kredibel dan Bernilai



JAKARTA TANJUNG PRIOK (Mediabisnisnasional.com) - PT Pelabuhan Indonesia (Persero) Regional 2 menggelar Forum Kehumasan Regional 2 sebagai upaya memperkuat strategi komunikasi korporasi serta membangun hubungan yang lebih erat dengan media dan para pemangku kepentingan.


Forum yang digelar di Pendidikan Maritim dan Logistik Indonesia, Ciawi 24-25 Juni ini menjadi wadah untuk menyelaraskan strategi komunikasi di seluruh cabang Pelindo Regional 2, sekaligus memperkuat pemahaman mengenai pentingnya media relations dalam mendukung reputasi perusahaan.


Executive Director 2 Pelindo Regional 2, Budi Prasetio, mengatakan bahwa hubungan yang baik antara perusahaan dan media merupakan salah satu elemen penting dalam membangun kepercayaan publik.


“Media memiliki peran strategis sebagai jembatan informasi antara perusahaan dan masyarakat. Karena itu, hubungan yang baik harus dibangun melalui komunikasi yang terbuka, kredibel, dan saling menghormati,” ujar Budi melalui keterangan tertulis, Kamis (25/6). 


Menurutnya, keberhasilan komunikasi korporasi tidak hanya diukur dari jumlah publikasi yang dihasilkan, tetapi juga dari kualitas informasi yang disampaikan kepada publik.


“Informasi yang baik adalah informasi yang akurat, relevan, dan memiliki nilai bagi masyarakat. Di sinilah peran humas menjadi sangat penting dalam memastikan pesan perusahaan tersampaikan dengan tepat,” jelasnya.


Melalui forum tersebut, peserta juga mendapatkan berbagai perspektif dari praktisi komunikasi dan insan media terkait perkembangan industri media, kebutuhan redaksi, serta strategi membangun komunikasi yang efektif di tengah perubahan ekosistem informasi.


Budi berharap sinergi yang telah terjalin antara Pelindo Regional 2 dan media dapat terus diperkuat guna mendukung penyebarluasan informasi yang berkualitas sekaligus meningkatkan pemahaman publik terhadap peran pelabuhan dalam mendukung perekonomian nasional.


“Kami percaya komunikasi yang baik akan melahirkan kepercayaan. Karena itu, kolaborasi dengan media dan seluruh stakeholder harus terus dijaga dan diperkuat,” pungkasnya.


(Redaksi MBN.Com/Humas Pelindo Regional 2).

Pelindo Regional 2 Perkuat Kompetensi Insan Humas Hadapi Dinamika Komunikasi Digital




JAKARTA TANJUNG PRIOK (Mediabisnisnasional.com) - PT Pelabuhan Indonesia (Persero) Regional 2 menggelar Forum Kehumasan Regional 2 sebagai upaya meningkatkan kompetensi dan kapasitas insan humas dalam menghadapi perkembangan lanskap komunikasi yang semakin dinamis di era digital.


Kegiatan yang digelar di Pendidikan Maritim dan Logistik Indonesia, Ciawi 24-25 Juni  ini diikuti oleh perwakilan kehumasan dari seluruh cabang di lingkungan Pelindo Regional 2 tersebut menjadi sarana pembelajaran dan berbagi pengalaman dalam memperkuat fungsi komunikasi perusahaan.


Executive Director 2 Pelindo Regional 2, Budi Prasetio, mengatakan bahwa peran humas saat ini semakin strategis karena tidak hanya bertugas menyampaikan informasi perusahaan, tetapi juga membangun kepercayaan publik melalui komunikasi yang kredibel dan bernilai.


“Perkembangan teknologi digital membuat arus informasi bergerak semakin cepat. Karena itu, insan humas harus terus meningkatkan kapasitas dan kompetensinya agar mampu mengelola informasi secara profesional, akurat, dan relevan,” ujar Budi melalui keterangan tertulis, Kamis (25/6).


Menurutnya, kemampuan beradaptasi terhadap perubahan pola konsumsi informasi masyarakat menjadi salah satu faktor penting dalam menjaga efektivitas komunikasi perusahaan.


Budi menambahkan bahwa Pelindo Regional 2 berkomitmen untuk terus mendorong pengembangan sumber daya manusia di bidang komunikasi sebagai bagian dari transformasi perusahaan.


“Kami ingin insan humas tidak hanya menjadi penyampai informasi, tetapi juga mampu menjadi strategic communicator yang memahami isu, membaca dinamika publik, dan memberikan nilai tambah bagi perusahaan,” tambahnya.


Melalui forum ini, peserta mendapatkan pembekalan mengenai tren komunikasi digital, pengelolaan isu, strategi komunikasi korporasi, serta penguatan kapasitas kehumasan dalam mendukung tujuan bisnis perusahaan.


Pelindo Regional 2 berharap forum tersebut dapat menjadi ruang pembelajaran berkelanjutan untuk menciptakan insan komunikasi yang adaptif, profesional, dan siap menghadapi tantangan komunikasi di masa depan.


(Redaksi MBN.Com/Humas Pelindo Regional 2). 

PT TERMINAL TELUK LAMONG CATAT THROUGHPUT 1,2 JUTA TEUs, TUMBUH 13%: PERKUAT JAWA TIMUR SEBAGAI GERBANG BARU NUSANTARA DAN HUB LOGISTIK INTERNASIONAL


 


SURABAYA (Mediabisnisnasional.com) – PT Terminal Teluk Lamong (TTL) Group kembali mencatatkan kinerja operasional yang solid sepanjang periode Januari–Mei 2026 dengan membukukan arus petikemas sebesar 1.205.540 TEUs, meningkat 13% dibandingkan periode yang sama tahun 2025. Pencapaian ini mempertegas peran TTL Group sebagai salah satu penggerak utama rantai pasok nasional sekaligus memperkuat posisi Jawa Timur sebagai gerbang perdagangan Indonesia bagian timur yang semakin terhubung dengan jaringan logistik global.

 

Kontributor pertumbuhan terbesar berasal dari Terminal Petikemas (TPK) Teluk Lamong yang mencatat throughput 448.966 TEUs, meningkat 25% dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar 358.127 TEUs.

 

Pertumbuhan tersebut terutama didorong oleh lonjakan arus petikemas internasional yang mencapai 238.282 TEUs, atau meningkat 91% dibandingkan tahun sebelumnya sebesar 124.829 TEUs. Kinerja ini didukung oleh keberhasilan TPK Teluk Lamong melayani 15 kapal petikemas internasional adhoc sepanjang Januari hingga Mei 2026. Capaian tersebut menjadi indikator meningkatnya kepercayaan perusahaan pelayaran global terhadap keandalan operasional, produktivitas terminal, serta kualitas layanan yang diberikan TTL.

 

Kinerja positif juga ditunjukkan oleh TPK Nilam yang membukukan throughput sebesar 221.807 TEUs, tumbuh 20% dibandingkan capaian tahun sebelumnya sebesar 184.099 TEUs.

 

Peningkatan tersebut merupakan hasil implementasi program Express Anchorage Zone Service (EAZI) melalui sinergi antara PT Terminal Teluk Lamong dan KSOP Utama Tanjung Perak dalam optimalisasi Penataan Zona Labuh 2 Surabaya. Program ini berhasil mempercepat proses perpindahan kapal dari area labuh menuju dermaga sehingga mampu meningkatkan efisiensi operasional, mempercepat waktu pelayanan kapal, dan mendorong peningkatan frekuensi kunjungan kapal (ship call).

 

Sementara itu, TPK Berlian turut memberikan kontribusi positif dengan mencatat throughput 534.767 TEUs, meningkat 1% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar 528.970 TEUs. Pertumbuhan tersebut didominasi oleh peningkatan distribusi petikemas domestik menuju berbagai wilayah Indonesia bagian timur yang menjadi tulang punggung konektivitas logistik nasional.

 

Direktur Utama PT Terminal Teluk Lamong, David Pandapotan Sirait, menyampaikan bahwa capaian tersebut merupakan hasil konsistensi perusahaan dalam menjalankan transformasi operasional yang mengedepankan aspek keselamatan, efisiensi, digitalisasi, serta pelayanan pelanggan.

 

“Pertumbuhan kinerja hingga Mei 2026 menunjukkan bahwa strategi operasional yang kami jalankan berada pada jalur yang tepat. Melalui optimalisasi layanan kapal melalui program EAZI, peningkatan keandalan peralatan, penerapan planning & control yang disiplin, transformasi digital, serta penguatan budaya keselamatan kerja, kami berhasil meningkatkan produktivitas tanpa mengurangi kualitas layanan kepada pelanggan. Kepercayaan yang terus meningkat dari perusahaan pelayaran internasional menjadi motivasi bagi kami untuk terus menghadirkan layanan terminal yang semakin andal, efisien, aman, dan berdaya saing global.”

 

Sebagai bagian dari komitmen terhadap keunggulan operasional, TTL juga terus memperkuat implementasi budaya keselamatan melalui penyelenggaraan Safety Improvement Program pada Maret 2026. Program tersebut menegaskan komitmen perusahaan dalam memastikan setiap aktivitas operasional berjalan sesuai standar Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3).

 

Melalui implementasi Safety Induction, pemenuhan Minimum Safety Requirement, serta penguatan program Terminal Sterilization, perusahaan memastikan seluruh aktivitas bongkar muat berlangsung secara aman, efisien, dan minim risiko sehingga mendukung produktivitas terminal secara berkelanjutan.

 

Memasuki semester kedua tahun 2026, TTL Group optimistis mampu mempertahankan momentum pertumbuhan melalui peningkatan kualitas layanan, penguatan kolaborasi dengan seluruh pemangku kepentingan, serta perluasan konektivitas jaringan pelayaran domestik dan internasional.

 

Dengan meningkatnya kepercayaan pelanggan, bertambahnya layanan internasional, serta sinergi yang semakin kuat bersama seluruh ekosistem logistik nasional, TTL Group berkomitmen untuk terus mendukung terciptanya rantai pasok yang lebih efisien, memperkuat daya saing logistik Indonesia, dan mewujudkan Jawa Timur sebagai Gerbang Baru Nusantara sekaligus hub logistik internasional yang modern, terintegrasi, dan berkelanjutan.


(Redaksi MBN.Com/Corcom TTL).