Pages

Jumat, Juni 19, 2026

IPCC atau PT Indonesia Kendaraan Terminal Tbk., Perkuat KAPABILITAS dan SPIRITUALITAS SDM Melalui REVITALISASI FASILITAS PENUNJANG

 



JAKARTA (Mediabisnisnasional.com) - PT Indonesia Kendaraan Terminal Tbk (IDX: IPCC) mendorong penciptaan nilai melalui acara peresmian renovasi dan optimalisasi Dojo sebagai fasilitas pelatihan internal perusahaan, sekaligus peresmian Musholla Al Mawqif di kantor pusat IPCC Jakarta, Tanjung Priok. Acara ini dihadiri langsung oleh Direktur Operasi dan Teknik, Bagus Dwipoyono serta Direktur Keuangan, SDM, & Manajemen Risiko, Wing Megantoro bersama seluruh jajaran manajemen dan pekerja perusahaan. 


Renovasi dan optimalisasi Dojo dilakukan dalam rangka meningkatkan dan menjaga kompetensi seluruh sumber daya manusia IPCC agar siap menghadapi tantangan industri kepelabuhanan yang semakin kompetitif dan sebagai wadah untuk menerapkan budaya continuous improvement tidak hanya pada bidang operasional namun juga seluruh mata rantai kepelabuhanan sementara Musholla Al Mawqif hadir sebagai ruang spiritual yang melengkapi kebutuhan rohani seluruh karyawan di lingkungan kerja. Kedua inisiatif ini merupakan wujud nyata komitmen IPCC dalam membangun sumber daya manusia yang tidak hanya unggul secara profesional, tetapi juga kuat secara karakter dan nilai.


Adapun fasilitas yang dilakukan peningkatan di Dojo meliputi, Ruang Simulator yang disesuaikan dengan pengembangan teknologi terkini, Ruang Safety Education, Ruang Trainer, Ruang Pembelajaran yang dapat menampung lebih dari 50 orang dalam sekali sesi serta Ruang Ibadah yang lebih nyaman. Optimalisasi juga dilakukan agar selaras dengan standar kompetensi internasional di bidang kepelabuhanan dan logistik otomotif sesuai dengan tagline baru IPCC Integrated Auto Solutions. Hasilnya adalah sebuah fasilitas pelatihan yang tidak hanya lebih baik secara fisik, tetapi juga jauh lebih fungsional dan inspiratif sebagai ruang pengembangan diri setiap talenta-talenta terbaik IPCC sehingga secara nyata menjalankan semangat melayani sepenuh hati kepada para pengguna jasa.


"Renovasi Dojo ini bukan sekadar pembaruan fisik, melainkan komitmen IPCC untuk menempatkan pengembangan kompetensi karyawan sebagai prioritas strategis. Kami percaya bahwa manpower yang terlatih dengan baik adalah fondasi dari layanan operasional yang andal, efisien, dan berstandar internasional. Dengan fasilitas Dojo yang telah dioptimalkan ini, kami optimis mampu mencetak tenaga-tenaga profesional yang siap menghadapi tantangan industri logistik otomotif yang terus berkembang." ujar Bagus Dwipoyono.


Bersamaan dengan renovasi Dojo, IPCC juga meresmikan Musholla Al Mawqif sebagai fasilitas ibadah resmi yang melengkapi kebutuhan spiritual seluruh karyawan pengguna jasa yang berada di lingkungan perusahaan dalam beraktivitas sehari-hari. Nama Al Mawqif yang bermakna “tempat perhentian” dipilih untuk merefleksikan fungsi musholla sebagai ruang jeda di tengah dinamika pekerjaan sebagai tempat setiap insan dapat berhenti sejenak, menenangkan hati, memperkuat spiritualitas, dan mendekatkan diri kepada Sang Pencipta. Peresmian musholla ini turut diisi dengan kegiatan TJSL pemberian santunan kepada anak yatim disekitar area perusahaan sebagai bentuk rasa syukur sekaligus penguatan nilai-nilai kebersamaan dan kepedulian sosial. Musholla ini dilengkapi dengan tempat wudhu, ruang shalat yang luas dan nyaman, serta fasilitas pendukung untuk kegiatan kajian keagamaan dan pembinaan spiritual karyawan. Dengan rampung dan diresmikannya Musholla Al Mawqif IPCC kegiatan IPCC Mengaji dapat dilakukan terpusat dan lebih nyaman pelaksanaannya. Kehadiran Musholla Al Mawqif menegaskan komitmen IPCC dalam menciptakan lingkungan kerja yang tidak hanya mendukung produktivitas, tetapi juga keseimbangan antara kebutuhan profesional dan spiritual setiap karyawan.


“Lebih dari sekadar fasilitas, musholla ini diharapkan menjadi tempat yang menenangkan, tempat setiap karyawan dapat sejenak melepaskan penat, memperkuat hubungan dengan Sang Pencipta, serta menemukan ketenangan di tengah aktivitas sehari-hari. Peresmian Musholla ini juga diharapkan menjadi pengingat bahwa nilai-nilai kepedulian, kebersamaan, dan rasa syukur perlu senantiasa hidup dalam lingkungan kerja. Manajemen berharap kehadiran Musholla ini tidak hanya membawa manfaat bagi mereka yang beribadah di dalamnya, tetapi juga menjadi sumber keberkahan, mempererat tali silaturahmi, dan menumbuhkan semangat untuk terus berbagi kebaikan kepada sesama.” tutup Wing Megantoro.


(Redaksi MBN.Com/Corcom IKT Tbk.).

Terminal Teluk Lamong atau TTL Perkuat KAPASITAS SDM Untuk HADIRKAN PELAYANAN PRIMA dan PENGALAMAN PELANGGAN Yang LEBIH BAIK

 


SURABAYA (mediabisnisnasional.com) - PT Terminal Teluk Lamong (TTL) bekerja sama dengan PT Pendidikan Maritim dan Logistik Indonesia (PMLI) menyelenggarakan pelatihan “Komunikasi Efektif untuk Pelayanan Prima” pada 18–19 Juni 2026 di Hotel Aloft Surabaya. Kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam meningkatkan kompetensi sumber daya manusia sekaligus memperkuat budaya pelayanan prima di seluruh lini organisasi.


Pelatihan diikuti oleh 40 pegawai TTL Group mulai dari staf hingga senior leader. Program ini bertujuan membangun kesamaan persepsi bahwa kualitas pelayanan merupakan tanggung jawab bersama dalam mendukung kepuasan pelanggan, peningkatan daya saing perusahaan, serta keberlanjutan kinerja bisnis.


Sebagai operator terminal peti kemas yang berorientasi pada kualitas layanan, TTL memandang kemampuan berkomunikasi secara efektif sebagai salah satu kompetensi utama dalam menciptakan pengalaman pelanggan (customer experience) yang unggul. Dalam industri kepelabuhanan dan logistik yang memiliki tingkat interaksi tinggi dengan pengguna jasa, kualitas komunikasi menjadi faktor penting dalam membangun kepercayaan, menjaga hubungan jangka panjang, serta memberikan solusi yang cepat dan tepat bagi pelanggan.


Namun demikian, pelayanan prima tidak hanya menjadi tanggung jawab fungsi Customer Service atau Customer Care semata. Seluruh unit kerja memiliki peran yang sama pentingnya dalam menciptakan pengalaman pelanggan yang positif, mulai dari operasional, perencanaan (planner), operation support, hingga fungsi Quality, Health, Safety, Security and Environment (QHSSE).


Dalam sambutan pembukaan, Direktur Utama PT Terminal Teluk Lamong, David Pandapotan Sirait, menegaskan bahwa peningkatan kualitas layanan harus berjalan seiring dengan pertumbuhan kinerja operasional perusahaan.


“TTL saat ini mencatat pertumbuhan throughput yang sangat signifikan. Seiring dengan meningkatnya volume arus petikemas, tantangan pelayanan juga semakin kompleks. Ekspektasi pelanggan terus meningkat dan berbagai masukan yang kami terima harus menjadi bahan evaluasi sekaligus motivasi untuk terus melakukan perbaikan,” ujar David.


Menurutnya, kondisi tersebut harus dijawab melalui kesiapan seluruh insan perusahaan dalam memberikan pelayanan yang cepat, responsif, profesional, dan berorientasi pada kebutuhan pelanggan.


“Service excellence bukan hanya tanggung jawab fungsi Customer Service, tetapi menjadi tanggung jawab seluruh pegawai PT Terminal Teluk Lamong. Setiap insan TTL, baik yang berada di lini operasional maupun fungsi pendukung, memiliki kontribusi dalam membentuk pengalaman pelanggan. Dengan semangat kolaborasi dan budaya melayani dengan hati, saya yakin TTL mampu menghadirkan layanan yang konsisten, responsif, dan memberikan nilai tambah bagi seluruh pengguna jasa,” tambah David.


Selama dua hari pelatihan, peserta mendapatkan pembekalan mengenai konsep service excellence, teknik membangun kesan pertama yang positif, komunikasi verbal dan nonverbal yang efektif, etika pelayanan melalui berbagai media komunikasi, hingga strategi penanganan keluhan pelanggan secara profesional, objektif, dan berorientasi pada solusi. Pelatihan juga dikemas secara interaktif melalui diskusi, studi kasus, simulasi, dan praktik langsung agar peserta dapat mengaplikasikan materi dalam situasi kerja sehari-hari.


Melalui kolaborasi bersama PT Pendidikan Maritim dan Logistik Indonesia, TTL berharap seluruh peserta mampu mengimplementasikan kompetensi yang diperoleh dalam aktivitas operasional sehari-hari. Penguatan kapasitas SDM ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas layanan, memperkuat kepuasan dan loyalitas pelanggan, serta mendukung transformasi TTL sebagai terminal peti kemas modern yang andal, profesional, dan berdaya saing global.


“Karena pada akhirnya, keberhasilan operasional tidak hanya diukur dari produktivitas, tetapi juga dari bagaimana pelanggan merasakan kualitas layanan yang kita berikan.” tutup David.


(Redaksi MBN.Com/Corcom Terminal Teluk Lamong).