Pages

Rabu, Juni 17, 2026

Momentum Hari Dermaga Nasional, Melihat Infrastruktur Andal Pelabuhan Ciwandan Sebagai Penopang Simpul Logistik Nasional

 

 

 



BANTEN (Mediabisnisnasional.com) – Dalam momentum Hari Dermaga Nasional, PT Pelabuhan Indonesia (Persero) Regional 2 Banten mengenalkan infrastruktur andal Pelabuhan Ciwandan sebagai penopang aktivitas kepelabuhanan dan logistik nasional. Infrastruktur tersebut mencakup fasilitas perairan, pelindung pelabuhan, fasilitas tambat, hingga area daratan yang saling terintegrasi untuk mendukung kelancaran arus kapal dan barang. Hal ini menjadi bagian dari komitmen Pelindo Banten dalam menghadirkan layanan pelabuhan yang aman, efisien, dan mampu menjawab kebutuhan bisnis pengguna jasa.


Sebagai salah satu pelabuhan strategis di Provinsi Banten, Pelabuhan Ciwandan didukung berbagai fasilitas tambat seperti dermaga, jetty, bollard, dan breasting dolphin yang berfungsi menunjang proses sandar kapal secara aman dan lancar. Keandalan infrastruktur tersebut menjadi fondasi penting dalam menjaga kelancaran aktivitas bongkar muat serta mendukung pergerakan logistik yang menjadi urat nadi pertumbuhan ekonomi.


Tidak hanya melayani kapal niaga, dermaga yang dikelola Pelindo Regional 2 Banten juga memiliki peran penting dalam mendukung program pemerintah pada periode angkutan musiman seperti Natal dan Tahun Baru (Nataru) maupun Angkutan Lebaran. Kehadiran infrastruktur yang memadai mendukung pelayanan kepada masyarakat dapat berjalan lebih optimal, khususnya saat terjadi peningkatan mobilitas penumpang dan distribusi barang.


“Dermaga bukan hanya tempat kapal bersandar, tetapi menjadi titik temu yang menghubungkan aktivitas ekonomi, distribusi logistik, dan mobilitas masyarakat. Karena itu, kami terus menjaga keandalan infrastruktur agar pelayanan dapat berjalan aman, lancar, dan memberikan manfaat bagi banyak pihak,” kata General Manager Pelindo Regional 2 Banten, Benny Ariadi.


Kinerja operasional Pelabuhan Ciwandan turut menunjukkan kontribusi nyata infrastruktur tersebut terhadap aktivitas kepelabuhanan. Sepanjang periode Januari hingga Mei 2026, Pelabuhan Ciwandan telah melayani 489 kunjungan kapal dengan total arus kargo mencapai 1.857.275 ton. Dari jumlah tersebut, kargo curah kering mendominasi sekitar 58,4 persen dari total volume yang ditangani, menunjukkan peran penting pelabuhan dalam mendukung distribusi berbagai komoditas strategis.


“Capaian operasional ini menjadi bukti bahwa infrastruktur yang terawat dan dikelola dengan baik mampu mendukung kelancaran layanan pelabuhan. Ke depan, kami akan terus memperkuat kualitas pelayanan dan memastikan Pelabuhan Ciwandan dapat menjadi mitra yang andal bagi dunia usaha maupun masyarakat dengan melayani sepenuh hati,” tutup Benny Ariadi.


Selain itu, Pelindo Regional 2 Banten menjamin kelancaran layanan dan bisnis melalui penerapan standar Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) yang ketat. Hal ini sangat penting mengingat operasional di wilayah pelabuhan harus menerapkan manajemen operasional zero mistake untuk menjaga kelangsungan bisnis perusahaan dan para mitra.


Melalui momentum Hari Dermaga Nasional, Pelindo Regional 2 Banten menegaskan komitmennya untuk terus menghadirkan layanan kepelabuhanan yang berkualitas melalui pengelolaan infrastruktur yang andal, berkelanjutan, dan berorientasi pada kebutuhan pengguna jasa. Dengan dukungan fasilitas yang terus dijaga keandalannya, Pelabuhan Ciwandan diharapkan dapat terus berkontribusi dalam memperkuat konektivitas logistik serta mendukung pertumbuhan ekonomi daerah dan nasional.


(Redaksi MBN.Com/Humas Pelindo Regional 2).

 

IPC Terminal Petikemas Cabang Jambi Dukung Ekspor 19,2 Ton Kopi Kerinci ke Mesir

 



JAMBI (Mediabisnisnasional.com) - IPC Terminal Petikemas (IPC TPK) Area Jambi mendukung kelancaran ekspor kopi robusta asal Kerinci ke Mesir melalui layanan terminal petikemas yang andal dan terintegrasi di Terminal Petikemas Talang Duku. Pengiriman sebanyak 19,2 ton green bean kopi robusta ini menjadi bagian dari upaya memperluas akses pasar internasional bagi komoditas unggulan Provinsi Jambi sekaligus meningkatkan daya saing produk lokal di pasar global.


Pengiriman kopi robusta Kerinci ke Mesir berlangsung di tengah tren positif kinerja ekspor komoditas perkebunan Provinsi Jambi. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Jambi, nilai ekspor kelompok komoditas kopi, teh, dan rempah-rempah meningkat dari US$1,12 juta pada Maret 2026 menjadi US$2 juta pada April 2026. Pertumbuhan tersebut mencerminkan semakin terbukanya peluang pasar internasional bagi komoditas unggulan daerah sekaligus menunjukkan daya saing produk asal Jambi yang terus meningkat di pasar global.


Kegiatan pelepasan ekspor turut dihadiri oleh perwakilan Bea Cukai Jambi, Badan Pengurus Daerah Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (BPD HIPMI) Provinsi Jambi, Badan Pengurus Cabang (BPC) HIPMI Kota Sungai Penuh, serta sejumlah pemangku kepentingan terkait. Kehadiran berbagai pihak tersebut menjadi wujud kolaborasi dalam mendorong komoditas unggulan Jambi agar semakin kompetitif dan mampu menjangkau pasar internasional yang lebih luas.


Terminal Head IPC TPK Area Jambi, Wedhar Tani Aji S, mengatakan bahwa pengiriman kopi robusta Kerinci ke Mesir menjadi salah satu bukti bahwa komoditas unggulan daerah memiliki peluang besar untuk berkembang di pasar global apabila didukung oleh ekosistem logistik yang terintegrasi. "Pengiriman kopi robusta Kerinci ke Mesir menjadi bukti bahwa komoditas unggulan daerah memiliki daya saing di pasar global. Kami memastikan kesiapan layanan terminal dan logistik agar proses ekspor dapat berjalan lancar, efisien, dan tepat waktu sehingga mendukung pertumbuhan perdagangan internasional dari Jambi," ujar Wedhar.


Ia menambahkan bahwa Jambi memiliki beragam komoditas unggulan yang berpotensi untuk terus dikembangkan di pasar ekspor, mulai dari kopi, kayu manis, pinang, karet, hingga berbagai produk turunan perkebunan lainnya. Kehadiran layanan logistik yang efisien diharapkan dapat menjadi penghubung bagi produk-produk lokal untuk menjangkau pasar internasional secara lebih luas.


"Pada prinsipnya, pelabuhan siap mendukung pertumbuhan ekspor komoditas unggulan asal Jambi. Tidak hanya kopi, masih banyak potensi daerah yang dapat terus dikembangkan bersama. Tentunya hal ini membutuhkan kolaborasi dan sinergi antara pemerintah, pelaku usaha, komunitas bisnis, serta seluruh pemangku kepentingan agar potensi tersebut dapat memberikan manfaat yang lebih besar bagi perekonomian daerah," tambahnya.


Sebagai salah satu gerbang logistik utama di Provinsi Jambi, Terminal Petikemas Talang Duku terus berperan dalam mendukung kelancaran arus barang ekspor dan impor. Melalui layanan kepelabuhanan dan logistik yang terintegrasi, IPC TPK Area Jambi senantiasa meningkatkan kualitas layanan dan efisiensi operasional guna memberikan kemudahan akses pasar bagi pelaku usaha serta memperkuat peran Pelabuhan Talang Duku sebagai gerbang ekspor komoditas unggulan Jambi ke berbagai negara tujuan.


(Redaksi MBN.Com/Corcom IPC TPK).