Pages

Sabtu, Juni 13, 2026

Pelindo Pusat Dukung Restorasi Terumbu Karang dan Pemberdayaan Masyarakat Pesisir di Labuan Bajo


 

LABUAN BAJO (Medisbisnisnasional.com) – PT Pelabuhan Indonesia (Persero) atau Pelindo memperkuat komitmen pelestarian ekosistem laut melalui program rehabilitasi terumbu karang di perairan sekitar Pulau Hanita, Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur. Program yang dilaksanakan bersama CECT Sustainability Trisakti dan Yayasan Peduli Indonesia pada periode 2024–2026 ini menjadi bagian dari upaya Perusahaan mendukung keberlanjutan lingkungan pesisir sekaligus mendorong keterlibatan masyarakat dalam menjaga ekosistem laut.

 
Direktur Hubungan Kelembagaan, Hendri Ginting mengatakan bahwa pelestarian ekosistem laut merupakan bagian dari tanggung jawab perusahaan dalam mendukung keberlanjutan lingkungan, khususnya di wilayah pesisir yang memiliki keterkaitan erat dengan kehidupan sosial dan ekonomi masyarakat.

 
“Pelindo memandang laut bukan hanya sebagai ruang konektivitas, tetapi juga sebagai ekosistem yang perlu dijaga keberlanjutannya. Melalui program rehabilitasi terumbu karang di Pulau Hanita, kami ingin berkontribusi dalam menjaga keseimbangan lingkungan laut sekaligus memperkuat peran masyarakat pesisir dalam upaya pelestarian yang berkelanjutan,” ujar Hendri.

 
Program rehabilitasi dilakukan dalam dua tahap. Tahap pertama dilaksanakan pada periode 2024–2025 menggunakan 25 unit substrat melalui transplantasi sebanyak 3.250 fragmen karang pada area rehabilitasi seluas 4.500 meter persegi. Selanjutnya, tahap kedua dilaksanakan pada periode 2025–2026 dengan 25 unit substrat tambahan, jumlah fragmen, dan luasan rehabilitasi yang sama.

 
Dengan demikian, total program rehabilitasi mencakup 50 unit substrat, 6.500 fragmen karang, dan area rehabilitasi seluas 9.000 meter persegi. Pelaksanaan program ini diharapkan dapat mendukung pemulihan habitat bawah laut serta memberikan manfaat ekologis jangka panjang bagi kawasan pesisir dan laut di sekitar Pulau Hanita.

 
Selain berfokus pada pemulihan ekosistem bawah laut, program ini juga melibatkan masyarakat pesisir dalam kegiatan transplantasi dan pemeliharaan terumbu karang secara berkala. Sebanyak 10 warga dari Desa Seraya Marannu, Kecamatan Komodo, Kabupaten Manggarai Barat, turut terlibat dalam program tersebut, terdiri atas lima nelayan lokal dan lima perempuan setempat.

 
Hendri menambahkan, pelibatan masyarakat menjadi aspek penting agar program rehabilitasi tidak berhenti pada kegiatan penanaman karang, tetapi juga membangun kepedulian bersama terhadap keberlanjutan lingkungan laut.
 

“Keberhasilan program lingkungan sangat bergantung pada kolaborasi dan keterlibatan masyarakat. Karena itu, Pelindo mendorong pendekatan yang tidak hanya berorientasi pada pemulihan ekosistem, tetapi juga pada peningkatan kesadaran dan kapasitas masyarakat pesisir dalam menjaga laut sebagai sumber kehidupan,” tambah Hendri.

 
Seiring berjalannya program, kondisi ekosistem bawah laut di area rehabilitasi mulai menunjukkan perkembangan positif. Terumbu karang yang ditransplantasikan tumbuh dengan baik, sementara berbagai jenis ikan dan biota laut mulai kembali terlihat di sekitar area rehabilitasi.

 
Berdasarkan hasil monitoring, tingkat keberhasilan hidup atau survival rate terumbu karang dalam program ini mencapai 98,69 persen. Rehabilitasi ini juga diestimasi berkontribusi terhadap peningkatan serapan karbon hingga ±2.250 kg CO₂ per tahun.

 
Kepala Desa Seraya Marannu, Kabupaten Manggarai Barat, Sutirman, menyampaikan dukungannya terhadap program rehabilitasi terumbu karang di wilayah perairan desanya. Menurutnya, program tersebut memberikan dampak positif bagi masyarakat, khususnya warga yang bekerja di sektor perikanan.

 
“Program pelestarian terumbu karang ini selain menjaga kelestarian laut dalam jangka panjang, juga sangat berdampak positif bagi perekonomian masyarakat, khususnya warga kami yang bekerja di sektor perikanan,” ujar Sutirman.

 
Program rehabilitasi terumbu karang ini merupakan bagian dari implementasi prinsip Environmental, Social, and Governance atau ESG perusahaan, sekaligus mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan atau TPB/SDGs, khususnya SDG 13 tentang Penanganan Perubahan Iklim, SDG 14 tentang Ekosistem Lautan, dan SDG 17 tentang Kemitraan untuk Mencapai Tujuan.


(Redaksi MBN.Com/Corcom Pelindo Pusat).

Perhubungan Laut Lakukan Uji Petik Kelaiklautan Kapal - Kapal di Pelabuhan Merak, Perkuat Pengawasan Keselamatan Pelayaran Selama Libur Sekolah

 




MERAK (Mediabisnisnasional.com) - Direktorat Jenderal Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan kembali melaksanakan kegiatan uji petik kelaiklautan kapal penumpang di Pelabuhan Merak, Banten, pada 10 hingga 12 Juni 2026.


Uji petik dilaksanakan untuk memastikan kapal-kapal penumpang yang akan melayani masyarakat selama masa libur sekolah berada dalam kondisi laiklaut serta memenuhi standar keselamatan dan keamanan pelayaran sesuai prinsip Zero Compromise for Safety.


Kegiatan tersebut dilakukan oleh Tim Direktorat Perkapalan dan Kepelautan bersama Marine Inspector dari KSOP Kelas I Banten. Dalam pelaksanaan pemeriksaan, tim melakukan inspeksi terhadap lima kapal Ro-Ro yang melayani lintas Merak–Bakauheni, yaitu KMP Shanaya, KMP Wira Berlian, KMP Caitlyn 7, KMP Royce I, dan KMP Legundi.


Adapun aspek yang diperiksa meliputi validitas dokumen kapal dan awak kapal, kesiapan peralatan keselamatan, kelengkapan perangkat radio komunikasi dan navigasi, kondisi konstruksi dan mesin kapal, hingga implementasi sistem manajemen keselamatan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.


Dari hasil pemeriksaan yang dilakukan, tim menemukan sejumlah temuan yang bersifat minor pada beberapa kapal. Terhadap temuan tersebut, operator kapal diwajibkan melakukan perbaikan dan pemenuhan sesuai ketentuan yang tercantum dalam Instruksi Direktur Jenderal Perhubungan Laut Nomor IR-DJPL 4 Tahun 2026 tentang Uji Kelaiklautan Kapal Penumpang Angkutan Libur Sekolah Tahun 2026.


Direktur Perkapalan dan Kepelautan, Samsuddin, menyampaikan bahwa kegiatan uji petik merupakan langkah preventif yang secara rutin dilakukan guna memastikan seluruh armada penumpang yang beroperasi telah memenuhi standar keselamatan pelayaran khususnya pada periode Angkutan Libur Sekolah Tahun 2026.


“Pemeriksaan ini merupakan bagian dari komitmen kami untuk memastikan kapal-kapal yang melayani masyarakat selama masa libur sekolah berada dalam kondisi laik laut dan siap beroperasi secara aman,” ujar Samsuddin.


Menurutnya, periode libur sekolah identik dengan meningkatnya pergerakan masyarakat yang memanfaatkan transportasi laut. Oleh sebab itu, kolaborasi seluruh pemangku kepentingan sangat diperlukan untuk menjaga standar keselamatan pelayaran dan memberikan layanan transportasi laut yang aman, selamat, tertib, dan nyaman bagi seluruh pengguna jasa.


“Keselamatan pelayaran merupakan tanggung jawab bersama. Dengan kepatuhan terhadap ketentuan yang berlaku dan kesiapan seluruh unsur operasional, masyarakat dapat melakukan perjalanan dengan aman dan lancar,” tutupnya.


(Redaksi MBN.Com/PF/ETJ/HJ).