Pages

Rabu, Juni 10, 2026

Ombudsman RI Apresiasi Pelayanan Publik Pelindo di Makassar, Dorong Penguatan Budaya Antimaladministrasi




MAKASSAR (Mediabisnisnasional.com) – Ombudsman Republik Indonesia mengapresiasi upaya PT Pelabuhan Indonesia (Persero) dalam meningkatkan kualitas pelayanan publik di sektor kepelabuhanan. Apresiasi tersebut disampaikan usai kunjungan lapangan dan Sosialisasi Peningkatan Kualitas Pelayanan Publik yang Bebas Maladministrasi yang dipimpin langsung Pimpinan Ombudsman Republik Indonesia, Robert Na Endi Jaweng, di Makassar, Rabu (10/6/2026).


Sebelum kegiatan sosialisasi, Robert Na Endi Jaweng bersama jajaran Ombudsman RI yang terdiri atas Kepala Biro Hukum, Kerja Sama, dan Organisasi Esti Budiyarti, Kepala Perwakilan Ombudsman RI Provinsi Sulawesi Selatan Ismu Iskandar, Asisten Muda pada Keasistenan Utama Manajemen Pencegahan Maladministrasi Achmad Fauzi, serta Asisten Pencegahan pada Perwakilan Ombudsman RI Provinsi Sulawesi Selatan Hasrul Eka Putra melakukan kunjungan lapangan ke TPK New Makassar Terminal 2 atau Makassar New Port (MNP) dan Terminal Penumpang Anging Mammiri Pelabuhan Makassar.


Kunjungan tersebut dilakukan untuk melihat secara langsung implementasi pelayanan publik, sistem operasional, fasilitas pelayanan pengguna jasa, serta upaya transformasi pelayanan yang telah dijalankan Pelindo di salah satu simpul logistik utama kawasan timur Indonesia.


Pimpinan Ombudsman Republik Indonesia, Robert Na Endi Jaweng, mengatakan bahwa berdasarkan hasil peninjauan lapangan, pihaknya melihat adanya komitmen yang kuat dari Pelindo dalam menghadirkan pelayanan publik yang semakin modern, transparan, dan berorientasi kepada pengguna jasa.


“Dari hasil kunjungan langsung di Makassar New Port maupun Terminal Penumpang Anging Mammiri, kami melihat berbagai upaya perbaikan pelayanan yang telah dilakukan. Fasilitas, sistem pelayanan, dan tata kelola operasional menunjukkan arah yang positif dalam mendukung pelayanan publik yang berkualitas. Yang terpenting adalah bagaimana seluruh proses pelayanan tersebut terus dijaga konsistensinya agar masyarakat dan pengguna jasa mendapatkan kepastian, kemudahan, serta pelayanan yang adil,” ujar Robert.


Menurut dia, kualitas pelayanan publik tidak hanya diukur dari kelengkapan fasilitas dan teknologi yang digunakan, tetapi juga dari kemampuan organisasi dalam membangun budaya pelayanan yang berintegritas dan bebas dari praktik maladministrasi.


“Pelayanan publik yang baik harus bertumpu pada prinsip akuntabilitas, transparansi, kepastian prosedur, serta perlakuan yang setara bagi seluruh pengguna layanan. Pelabuhan merupakan wajah pelayanan negara karena menjadi pintu gerbang aktivitas ekonomi dan mobilitas masyarakat. Karena itu, standar pelayanan publik di sektor kepelabuhanan harus terus ditingkatkan,” katanya.


Usai kunjungan lapangan, Ombudsman RI melaksanakan Sosialisasi Peningkatan Kualitas Pelayanan Publik yang Bebas Maladministrasi di Ruang Rapat Lantai 7 Kantor Pelindo Regional 4. Kegiatan tersebut diikuti para pejabat dan staf Pelindo Group Wilayah Kerja Makassar sebagai bagian dari upaya memperkuat pemahaman mengenai pencegahan maladministrasi dan peningkatan kualitas layanan kepada masyarakat.


Dalam paparannya, Robert menegaskan bahwa pencegahan maladministrasi merupakan tanggung jawab bersama seluruh unsur organisasi, mulai dari pimpinan hingga petugas pelayanan di lapangan.


“Melalui kegiatan sosialisasi ini, kami ingin memperkuat kesadaran bahwa pelayanan publik yang prima harus dibangun melalui tata kelola yang baik, kepatuhan terhadap standar pelayanan, serta budaya kerja yang mengedepankan integritas. Pencegahan maladministrasi tidak cukup dilakukan melalui pengawasan semata, tetapi harus menjadi bagian dari budaya organisasi sehari-hari,” ujarnya.


Dia menambahkan bahwa Ombudsman RI terus mendorong seluruh penyelenggara pelayanan publik untuk melakukan evaluasi dan perbaikan secara berkelanjutan guna memastikan pelayanan yang diberikan benar-benar memenuhi kebutuhan masyarakat.


Sementara itu, Division Head Operasi Pelindo Regional 4, Yusida M. Palesang, menyampaikan apresiasi atas kunjungan dan sosialisasi yang diberikan Ombudsman RI. Menurutnya, masukan dari Ombudsman menjadi bagian penting dalam memperkuat transformasi pelayanan yang saat ini terus dijalankan Pelindo.


“Kami menyampaikan terima kasih atas kunjungan dan perhatian Ombudsman RI terhadap pelayanan publik yang kami selenggarakan. Kegiatan ini memberikan perspektif yang sangat berharga bagi kami untuk terus meningkatkan kualitas layanan, memperkuat tata kelola, serta memastikan seluruh proses pelayanan berjalan sesuai prinsip transparansi, akuntabilitas, dan bebas dari maladministrasi,” kata Yusida.


Dia menjelaskan bahwa Pelindo secara konsisten melakukan berbagai pembenahan pelayanan, baik melalui pengembangan infrastruktur, digitalisasi layanan, penyederhanaan proses bisnis, maupun peningkatan kompetensi sumber daya manusia.


“Kami berkomitmen menjadikan pelayanan publik sebagai prioritas utama. Melalui sinergi dengan berbagai pemangku kepentingan, termasuk Ombudsman RI, kami berharap dapat terus menghadirkan layanan kepelabuhanan yang semakin efektif, efisien, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat serta pengguna jasa,” ujar Yusida.


Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya bersama antara Ombudsman RI dan Pelindo dalam memperkuat tata kelola pelayanan publik yang profesional, berintegritas, dan berorientasi pada kepentingan masyarakat, sekaligus mendukung peningkatan daya saing sektor kepelabuhanan nasional.


(Redaksi MBN.Com/Humas Pelindo Regional 4).

Pelindo dan PT Pelabuhan Samudera Palaran Perkuat Tata Kelola Operasional Terminal Petikemas


 



MAKASSAR (Mediabisnisnasional.com) — PT Pelabuhan Indonesia (Persero) bersama PT Pelabuhan Samudera Palaran melakukan penandatanganan Petunjuk Teknis Tata Kelola Pelaporan Operasional dan Administrasi Terminal Petikemas Palaran Pelabuhan Samarinda sebagai upaya memperkuat tata kelola operasional dan administrasi layanan kepelabuhanan.


Penandatanganan yang berlangsung di Ruang Rapat TPK New Makassar atau Makassar New Port (MNP) tersebut dilakukan oleh General Manager Pelindo Regional 4 Samarinda, Capt. Suparman, bersama General Manager PT Pelabuhan Samudera Palaran, Andi Kurniawan, disaksikan jajaran manajemen kedua perusahaan, Selasa (9/6/2026).


Division Head Komersial Pelindo Regional 4, Adi Novi Wahyudi, mengatakan bahwa penyusunan dan penandatanganan petunjuk teknis tersebut merupakan bentuk komitmen bersama dalam menciptakan tata kelola operasional terminal yang semakin efektif dan efisien.


“Terminal Petikemas Palaran memiliki peran strategis dalam mendukung kelancaran arus logistik di Kalimantan Timur. Karena itu, diperlukan kesamaan pemahaman dan standar pelaporan yang jelas agar seluruh proses operasional maupun administrasi dapat berjalan secara optimal, terukur, dan akuntabel,” ujar Adi.


Menurutnya, keberadaan petunjuk teknis tersebut akan menjadi pedoman bersama bagi para pihak dalam menjalankan proses bisnis di Terminal Petikemas Palaran, sekaligus memperkuat sinergi antara Pelindo Regional 4 Samarinda dengan PT Pelabuhan Samudera Palaran sebagai operator terminal.


Direktur Utama PT Pelabuhan Samudera Palaran, Harun Gemilang, menyambut baik penandatanganan petunjuk teknis tersebut. Dia menilai dokumen tersebut menjadi landasan penting dalam mendukung tata kelola operasional terminal yang lebih tertib dan berkelanjutan.


“Kolaborasi yang kuat antara Pelindo dan PT Pelabuhan Samudera Palaran merupakan kunci dalam menghadirkan layanan terminal yang andal dan kompetitif. Dengan adanya petunjuk teknis ini, kami memiliki acuan yang sama dalam pelaksanaan pelaporan operasional maupun administrasi sehingga dapat meningkatkan kualitas pelayanan kepada pengguna jasa,” katanya.


Harun menambahkan bahwa penguatan tata kelola juga menjadi faktor penting dalam mendukung pertumbuhan aktivitas logistik dan perdagangan di wilayah Kalimantan Timur yang terus berkembang.


Sementara itu, General Manager Pelindo Regional 4 Samarinda, Capt. Suparman, menegaskan bahwa implementasi petunjuk teknis tersebut diharapkan dapat meningkatkan kualitas pengawasan, validitas data operasional, serta efektivitas koordinasi antar pihak yang terlibat dalam pengelolaan Terminal Petikemas Palaran.


“Petunjuk teknis ini tidak hanya mengatur mekanisme pelaporan, tetapi juga menjadi instrumen pengendalian yang penting untuk memastikan seluruh kegiatan operasional dan administrasi berjalan sesuai prinsip tata kelola yang baik. Pada akhirnya, hal ini akan mendukung peningkatan kinerja terminal dan pelayanan kepada pelanggan,” ujar Capt. Suparman.


Langkah ini menjadi bagian dari upaya penguatan tata kelola perusahaan yang baik (good corporate governance), sekaligus memastikan seluruh proses pelaporan operasional dan administrasi di Terminal Petikemas Palaran berjalan lebih terintegrasi, transparan, akuntabel, dan sesuai dengan standar yang telah ditetapkan.


Melalui penguatan tata kelola dan sinergi antar entitas, Pelindo terus mendorong terciptanya pengelolaan pelabuhan yang profesional, transparan, dan berdaya saing guna mendukung kelancaran distribusi logistik nasional serta pertumbuhan ekonomi daerah.


(Redaksi MBN.Com/Humas Pelindo Regional 4).

TRANSFORMASI OPERASI, KESEIMBANGAN EKSPANSI & KONTRIBUSI BERKELANJUTAN JADI KUNCI KINERJA IPCC 2025

 


JAKARTA (Mediabisnisnasional.com) -  Keberhasilan Perseroan dalam menjaga pertumbuhan kinerja sepanjang tahun buku 2025 menjadi landasan kuat bagi PT Indonesia Kendaraan Terminal Tbk (IDX: IPCC) dalam melanjutkan komitmennya memberikan nilai tambah kepada para pemegang saham. Melalui persetujuan pemegang saham dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) Tahun Buku 2025, Perseroan menetapkan penggunaan laba bersih, termasuk pembagian dividen sebagai bentuk apresiasi atas kepercayaan dan dukungan yang telah diberikan kepada IPCC selama ini. Keputusan tersebut ditopang oleh fundamental Perseroan yang semakin solid, ditandai dengan posisi keuangan yang sehat, arus kas yang kuat, serta status Perseroan sebagai perusahaan tanpa pinjaman berbunga (debt-free company). Di sisi lain, berbagai inisiatif transformasi operasional yang dijalankan secara konsisten telah meningkatkan produktivitas terminal, memperkuat kualitas layanan, dan memperluas kapasitas Perseroan dalam mengelola pertumbuhan bisnis secara berkelanjutan.


“Persetujuan pembagian dividen ini merupakan cerminan dari kinerja Perseroan yang sehat dan berkelanjutan. Capaian tersebut tidak hanya didukung oleh ketahanan fundamental keuangan yang kuat, tetapi juga oleh keberhasilan transformasi operasional yang terus kami jalankan untuk meningkatkan efisiensi, produktivitas, dan daya saing layanan terminal kendaraan nasional. Oleh karena itu, Manajemen bersama pemegang saham sepakat untuk memberikan apresiasi kepada para investor yang telah menaruh kepercayaan dan tumbuh bersama IPCC hingga saat ini,” ujar Sugeng Mulyadi, Direktur Utama IPCC. Lebih lanjut, Sugeng menegaskan bahwa kebijakan dividen Perseroan senantiasa mempertimbangkan keseimbangan antara pemberian imbal hasil kepada pemegang saham dan kebutuhan pengembangan usaha jangka panjang. “Bagi IPCC, dividen bukan sekadar distribusi keuntungan, melainkan bagian dari upaya menciptakan nilai yang berkelanjutan. Kami berkomitmen menjaga pertumbuhan yang sehat melalui penguatan operasional, pengembangan layanan yang adaptif terhadap kebutuhan industri, serta penerapan prinsip keberlanjutan yang memastikan Perseroan tetap mampu memberikan manfaat bagi pemegang saham, pelanggan, dan seluruh pemangku kepentingan di masa mendatang,” tutup Sugeng.


Sebagai wujud komitmen Perseroan dalam menciptakan nilai jangka panjang bagi pemegang saham, PT Indonesia Kendaraan Terminal Tbk (IDX: IPCC) akan melaksanakan pembayaran dividen final tahun buku 2025 pada 10 Juli 2026 sesuai jadwal dan ketentuan yang berlaku. Berdasarkan persetujuan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) Tahun Buku 2025, Perseroan menetapkan pembagian dividen final sebesar Rp205,21 miliar atau setara dengan 80% dari laba bersih tahun buku 2025. Nilai tersebut merepresentasikan dividen sebesar Rp112,85 per lembar saham, meningkat 20,87% dibandingkan tahun sebelumnya. Pembagian dividen yang cukup tinggi diharapkan memberikan nilai tambah tidak hanya untuk Perseroan namun untuk seluruh pemegang saham, selain itu hal ini tidak menghalangi semangat IPCC untuk terus tumbuh berkelanjutan dimasa depan.


Peningkatan nilai dividen tersebut mencerminkan keberhasilan Perseroan dalam menjaga kinerja yang bertumbuh secara berkelanjutan di tengah dinamika industri dan tantangan ekonomi global. Dengan fundamental keuangan yang kuat, posisi kas yang sehat, serta didukung implementasi transformasi operasional yang konsisten, IPCC mampu menjaga produktivitas, meningkatkan efisiensi layanan, dan memperkuat daya saing sebagai terminal kendaraan terintegrasi terbesar di Indonesia. Direktur Keuangan, SDM dan Manajemen Risiko IPCC, Wing Megantoro, menyampaikan bahwa kebijakan dividen yang ditetapkan Perseroan merupakan hasil dari pengelolaan keuangan yang prudent dan berorientasi pada keberlanjutan usaha. Adapun timeline pembagian dividen final IPCC untuk tahun buku 2025 sebagai berikut:

1    Cum Dividen di Pasar Reguler dan Negosiasi 19 Juni 2026

2    Ex Dividen di Pasar Reguler dan Negosiasi 22 Juni 2026

3    Recording Date yang berhak atas Dividen Tunai final 23 Juni 2026

4    Cum Dividen di Pasar Tunai 30 Juni 2026

5    Ex Dividen di Pasar Tunai 24 Juni 2026

6    Pelaksanaan pembayaran Dividen Tunai 10 Juli 2026


Selama tahun 2025, IPCC mencatatkan pertumbuhan volume kendaraan yang ditangani secara solid, diantaranya kendaraan Completely Built-Up (CBU) 957.661 Unit meningkat 11,76% (yoy), alat berat 32.677 Unit meningkat 24% (yoy), truk dan bus 255.502 Unit meningkat 46,32%. Peningkatan ini memperkuat posisi IPCC sebagai operator terminal kendaraan berstandar internasional, sekaligus memperkuat kontribusi terhadap ekosistem logistik nasional khususnya pada bidang otomotif. Berbagai langkah diversifikasi layanan bernilai tambah (value-added services) seperti long storage/port stock, layanan PDC (pre-delivery centre), Inland Transportation dan integrasi serta implementasi digitalisasi pada terminal baik internasional dan domestik, turut serta mendongkrak produktivitas dan profitabilitas Perseroan. Ke depannya, IPCC berkomitmen akan terus berfokus untuk memperkuat fundamental dan mendorong pertumbuhan yang bertanggung jawab, menguntungkan, konsisten, dan kompetitif.


“Pembagian dividen tahun buku 2025 mencerminkan keseimbangan antara pemberian imbal hasil yang optimal kepada pemegang saham dan upaya menjaga kapasitas pertumbuhan Perseroan di masa mendatang. Kinerja yang kami raih tidak hanya didukung oleh penguatan fundamental keuangan, tetapi juga oleh keberhasilan transformasi operasional, pengelolaan risiko yang terintegrasi, serta peningkatan kapabilitas sumber daya manusia yang menjadi fondasi keberlanjutan bisnis IPCC,” ujar Wing Megantoro.


Lebih lanjut, Wing menegaskan bahwa Perseroan akan terus menjaga disiplin keuangan, memperkuat tata kelola risiko, serta mengakselerasi berbagai inisiatif transformasi yang mendukung efisiensi operasional dan penciptaan nilai jangka panjang. “Kami meyakini bahwa pertumbuhan yang berkelanjutan harus dibangun melalui keseimbangan antara kinerja finansial, keunggulan operasional, dan tata kelola yang baik. Dengan fondasi tersebut, IPCC optimistis dapat terus memberikan manfaat yang berkelanjutan bagi pemegang saham dan seluruh pemangku kepentingan,” tutup Wing.


(Redaksi MBN.Com/Corcom IPCC).

EAZI PANGKAS WAKTU PERGANTIAN KAPAL Hingga 70 Persen, TPK NILAM CATAT REKOR ARUS PETIKEMAS TERTINGGI 2026

 


SURABAYA (Mediabisnisnasional.com) – Terminal Petikemas Nilam (TPK Nilam) yang dikelola oleh PT Terminal Teluk Lamong (TTL) mencatat hasil positif atas implementasi Program EAZI (Easy Access Zone Integration) dalam rangka penataan Zona Labuh 2 Pelabuhan Tanjung Perak. Program yang diimplementasikan pada periode 23 April hingga 25 Mei 2026 tersebut berhasil meningkatkan efisiensi pelayanan kapal sekaligus memperbesar kapasitas layanan terminal melalui optimalisasi pengelolaan area labuh.

 

Program EAZI merupakan hasil kolaborasi antara operator terminal, regulator, dan para pemangku kepentingan kepelabuhanan untuk menciptakan sistem pelayanan kapal yang lebih cepat, terintegrasi, aman, dan efisien. Melalui pengaturan pola labuh yang lebih optimal, program ini mampu memangkas waktu pergantian antar kapal (ship to ship atau STS) secara signifikan sehingga mendukung peningkatan produktivitas terminal.

 

Berdasarkan hasil evaluasi selama masa implementasi, rata-rata waktu ship to ship yang sebelumnya berada pada kisaran 4 hingga 5 jam berhasil dipersingkat menjadi rata-rata hanya 1 jam 30 menit. Capaian terbaik tercatat pada pelayanan Kapal Intan Daya 12 dan Meratus Wakatobi pada 24 Mei 2026 dengan waktu STS hanya 31 menit, menjadi rekor tercepat selama periode implementasi EAZI.

 

Peningkatan efisiensi tersebut turut berdampak langsung terhadap kapasitas pelayanan terminal. Sebelum implementasi EAZI, TPK Nilam melayani rata-rata 14 kunjungan kapal per minggu. Setelah penerapan program, jumlah tersebut meningkat menjadi rata-rata 17 kapal per minggu atau tumbuh sekitar 21 persen.

 

Terminal Head TPK Nilam, Retno Pujianto, mengatakan bahwa Program EAZI merupakan salah satu langkah strategis perusahaan dalam menghadirkan layanan yang semakin efektif, produktif, dan berorientasi pada kebutuhan pengguna jasa.

 

“Implementasi Program EAZI menunjukkan dampak positif yang nyata terhadap produktivitas operasional TPK Nilam. Waktu ship to ship berhasil dipangkas secara signifikan dari 4–5 jam menjadi rata-rata hanya 1,5 jam. Efisiensi tersebut memberikan ruang bagi peningkatan jumlah kunjungan kapal sekaligus memperkuat kapasitas layanan terminal. Hasilnya, pada Mei 2026 TPK Nilam berhasil mencatat arus petikemas tertinggi sepanjang tahun ini dengan volume mencapai 49.685 TEUs,” ujar Anto.

 

Menurutnya, keberhasilan implementasi EAZI membuktikan bahwa peningkatan kapasitas layanan tidak selalu harus dilakukan melalui pembangunan infrastruktur baru, tetapi juga dapat dicapai melalui inovasi operasional, kolaborasi lintas instansi, dan optimalisasi pemanfaatan sumber daya yang ada.

 

Sementara itu, Kabid P2 KSOP Utama Tanjung Perak, Arizal, menyampaikan apresiasinya terhadap capaian TPK Nilam yang berhasil menghadirkan inovasi pelayanan dengan tetap mengedepankan aspek keselamatan, keamanan, dan kelancaran lalu lintas kapal.

 

“Kami mengapresiasi hasil implementasi Program EAZI yang menunjukkan peningkatan efisiensi pelayanan kapal dan produktivitas terminal. Dari evaluasi yang dilakukan bersama, terlihat adanya percepatan waktu layanan serta peningkatan kapasitas pelayanan kapal. Ke depan, sejumlah aspek seperti akurasi informasi ETA kapal, sinkronisasi antar pemangku kepentingan, serta optimalisasi proses perencanaan dan perizinan labuh akan terus disempurnakan agar manfaat program ini semakin optimal dan berkelanjutan,” jelas Arizal.

 

Keberhasilan implementasi EAZI di TPK Nilam menjadi salah satu langkah nyata dalam mendukung peningkatan daya saing Pelabuhan Tanjung Perak sebagai gerbang logistik utama di kawasan Indonesia Timur. Program ini juga menunjukkan pentingnya sinergi antara regulator dan operator pelabuhan dalam menghadirkan layanan yang semakin andal dan berorientasi pada efisiensi rantai pasok nasional.

 

Direktur Utama PT Terminal Teluk Lamong, David P. Sirait, menegaskan bahwa keberhasilan implementasi EAZI merupakan bagian dari transformasi operasional yang terus dilakukan perusahaan untuk meningkatkan kualitas layanan dan daya saing pelabuhan.

 

“Keberhasilan EAZI menunjukkan bahwa peningkatan kapasitas layanan tidak selalu harus dilakukan melalui investasi infrastruktur baru, tetapi juga dapat dicapai melalui inovasi operasional, kolaborasi, dan pemanfaatan aset secara optimal. Program ini menjadi salah satu bukti komitmen PT Terminal Teluk Lamong dalam menghadirkan layanan pelabuhan yang lebih cepat, terintegrasi, dan berdaya saing guna mendukung kelancaran logistik nasional,” ujar David.

 

Melihat hasil positif yang dicapai, PT Terminal Teluk Lamong berencana mengembangkan implementasi Program EAZI di Terminal Petikemas Berlian. Pengembangan tersebut diharapkan dapat memperluas manfaat program dalam meningkatkan efektivitas pengelolaan area labuh, mempercepat pelayanan kapal, serta menciptakan standar layanan yang semakin unggul bagi seluruh pengguna jasa pelabuhan.

 

Program ini sekaligus memperkuat komitmen PT Terminal Teluk Lamong dalam mendukung transformasi Pelindo Group menuju ekosistem kepelabuhanan yang semakin modern, efisien, dan terintegrasi, sehingga mampu memberikan nilai tambah bagi pengguna jasa serta mendukung pertumbuhan ekonomi nasional.

 

(Redaksi MBN.Com/Corcom TTL).