Pages

Senin, Mei 04, 2026

Pelindo Regional 3 dan Kejari Tanjung Perak Ajak Stakeholder Wujudkan Pelabuhan Berintegritas

  


SURABAYA  (Mediabisnisnasional.com) PT Pelindo Regional 3 kembali menggelar kegiatan Coffee Morning bersama para stakeholder utama sebagai bagian dari upaya mempererat hubungan. Mengusung tema “Silaturahmi Kuat, Sinergi Hebat”, kegiatan ini menjadi forum strategis dan mengajak para stakeholder untuk memperkuat kolaborasi lintas institusi dalam mendukung pelayanan pelabuhan yang professional, Bersih dan berintegritas.


Acara yang di inisiasi oleh Pelindo Regional 3 dan Kejari Tanjung Perak ini digelar di kantor Pelindo Regional 3 Senin (04/05). Kegiatan ini juga dihadiri oleh sejumlah pemangku kepentingan pelabuhan, di antaranya Kepala Kejaksaan Negeri Surabaya Darwis Burhansyah serta Kepala KSOP Kelas Utama Tanjung Perak Agustinus Maun, Kapolres KP3, Dandim, Bea Cukai bersama jajaran manajemen dan mitra strategis Pelindo.


Executive Director 3 Pelindo, Daru Wicaksono Julianto, dalam sambutannya menyampaikan bahwa kegiatan Coffee Morning ini bukan sekadar agenda rutin, melainkan ruang strategis sekaliagus wujud komitmen bersama dalam membangun keselarasan visi antar stakeholder memajukan pelabuhan.


“Silaturahmi adalah fondasi utama dalam membangun sinergi yang kuat. Melalui forum ini, kita tidak hanya mempererat hubungan, tetapi juga membangun kepercayaan yang menjadi kunci dalam menghadirkan layanan kepelabuhanan yang prima dan berkelanjutan,” ujar Daru.


Lebih lanjut, Daru menegaskan komitmen Pelindo untuk terus menghadirkan layanan yang transparan, profesional, dan bebas dari praktik-praktik yang merugikan.


Dalam kesempatan yang sama, Kepala Kejaksaan Negeri Tanjung Perak, Darwis Burhansyah, mengapresiasi inisiatif Pelindo dalam membangun komunikasi terbuka dengan para stakeholder. Terlebih penyamaan tekat menjadikan pelabuhan bersih melalui pakta integritas.


“Sinergi yang terbangun melalui silaturahmi seperti ini menjadi langkah konkret dalam mencegah potensi pelanggaran hukum. Kejaksaan siap mendukung terciptanya ekosistem pelayanan pelabuhan yang bersih, transparan, dan akuntabel,” ungkapnya.


Sementara itu, Kepala KSOP Kelas Utama Tanjung Perak, Agustinus Maun, menekankan pentingnya kolaborasi antar lembaga dalam menjaga kelancaran operasional pelabuhan.


“Pelayanan pelabuhan tidak bisa berjalan sendiri. Diperlukan koordinasi yang solid antar seluruh stakeholder agar operasional berjalan lancar, aman, dan memberikan kepastian layanan bagi pengguna jasa,” jelas Agustinus.


Sebagai bentuk komitmen bersama dalam menjaga integritas layanan, kegiatan ini juga dirangkaikan dengan penandatanganan Pakta Integritas oleh seluruh pihak yang hadir. Pakta ini menjadi simbol kesepakatan bersama untuk menjaga pelayanan pelabuhan dari praktik kecurangan, korupsi, maupun pemerasan.


Acara kemudian ditutup dengan sesi inspiratif dari motivator nasional Aqua Dwipayana yang membawakan materi tentang pentingnya silaturahmi dalam membangun hubungan yang harmonis dan produktif.


Dengan terselenggaranya kegiatan ini, Pelindo Regional 3 berharap sinergi yang telah terjalin dapat semakin solid, sehingga mampu memberikan layanan kepelabuhanan yang semakin optimal, terpercaya, dan berintegritas bagi seluruh pengguna jasa.


(Redaksi MBN.Com/Humas Regional 3 Surabaya).

Pelindo Marine Beri Bantuan Sumber Air Berkah di Desa Jegulo, Atasi kekeringan di Kabupaten Tuban

 


TUBAN INDONESIA (Mediabisnisnasional.com) – PT Pelindo Marine Service (Pelindo Marine) meresmikan Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) Sumber Air Berkah di Dusun Dringu, Desa Jegulo, Kecamatan Soko, Kabupaten Tuban, pada hari Selasa, 28 April 2026. Inisiatif ini menjadi solusi konkret bagi warga setempat yang kerap dilanda krisis air bersih setiap memasuki musim kemarau. Peresmian tersebut dihadiri langsung oleh Direktur Utama PT Pelindo Marine Service, Inisiatif Zakat Indonesia (IZI) Jawa Timur, perangkat desa, serta warga penerima manfaat.


Kepala Dusun Dringu, Muhammad Rokhim, menuturkan bahwa setiap musim kemarau warga Dusun Dringu, Desa Jegulo, Kecamatan Soko, Kabupaten Tuban mengalami kesulitan serius dalam memenuhi kebutuhan air bersih untuk kehidupan sehari-hari. “Pada musim kemarau, warga kami harus mengambil air sejauh lebih dari dua kilometer,” ujarnya, seraya menambahkan bahwa keterbatasan akses air bersih tersebut berdampak luas pada berbagai aktivitas masyarakat. “Air ini tidak hanya digunakan untuk kebutuhan rumah tangga, tetapi juga untuk keperluan ibadah, mendukung kegiatan belajar mengajar, serta menunjang kegiatan peternakan warga,” jelasnya.


Penyediaan fasilitas air bersih ini bukan tanpa tantangan. Kepala Kantor Perwakilan IZI Jawa Timur, Helmy Bachtiar Attamimy, mengungkapkan bahwa bersama Pelindo Marine pihaknya harus melakukan upaya ekstra upaya untuk menemukan titik air yang layak. “Kami telah melaksanakan enam kali pengeboran. Pada pengeboran sebelumnya kami belum menemukan titik yang tepat, setelah beberapa titik sebelumnya belum berhasil, alhamdulillah pada pengeboran ke enam berhasil ditemukan sumber air bersih, dengan kedalaman 52 meter dan akan memberi manfaat berkelanjutan untuk 44 kepala keluarga” ujarnya.


Direktur Utama PT Pelindo Marine Service, Warsilan, menjelaskan bahwa program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) Sumber Air Berkah merupakan replikasi dari kesuksesan program serupa yang sebelumnya berhasil dilaksanakan di Desa Peddess, Kecamatan Socah, Kabupaten Bangkalan. “Program Sumber Air Berkah ini kami replikasi dari program TJSL yang telah memberikan dampak berkelanjutan bagi masyarakat di Bangkalan, dan kini kami hadirkan untuk menjawab kebutuhan air bersih masyarakat Tuban,” jelas Warsilan.


Ia menambahkan bahwa program tersebut memiliki makna personal sekaligus menegaskan pentingnya kolaborasi dalam pelaksanaannya. “Sebagai putra daerah, saya pernah merasakan betapa sulitnya hidup dalam kondisi kekurangan air, bahkan untuk kebutuhan mandi, cuci, dan kakus (MCK) pun sangat terbatas,” tuturnya. Warsilan menekankan bahwa keberhasilan Program Sumber Air Berkah tidak lepas dari sinergi semua pihak. “Alhamdulillah, kolaborasi antara Pelindo Marine, IZI sebagai pelaksana program, serta warga yang turut bergotong royong bahkan mewakafkan tanahnya menjadi kunci agar program ini memberikan manfaat nyata dan berkelanjutan,” pungkasnya.


(Redaksi MBN.Com/Corcom PMS).

TPKS Salurkan Ban Bekas untuk Dukung Lingkungan dan Fasilitas Latihan Militer


  


SEMARANG INDONESIA (Mediabisnisnasional.com) - Terminal Petikemas Semarang (TPK Semarang) menyalurkan hibah ban bekas kepada masyarakat Kelurahan Terboyo Wetan, Kota Semarang, serta kepada Komando Daerah Militer IV/Diponegoro, khususnya Batalyon Infanteri 400/BR. Program ini merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam pelaksanaan Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL), sekaligus upaya pengelolaan limbah padat non-B3 yang berorientasi pada prinsip keberlanjutan.


Hibah ban bekas tersebut dimanfaatkan secara produktif oleh masing-masing penerima. Warga Terboyo Wetan menggunakannya sebagai material penguat bantaran sungai guna membantu mengurangi risiko abrasi dan banjir yang kerap terjadi di wilayah tersebut. Sementara itu, Batalyon Infanteri 400/BR memanfaatkan ban bekas sebagai sarana pendukung fasilitas latihan di lapangan tembak.


Terminal Head TPK Semarang, I Nyoman Sutrisna, menyampaikan bahwa inisiatif ini merupakan bentuk nyata penerapan prinsip circular economy dalam operasional perusahaan, di mana limbah yang dihasilkan dapat diolah kembali menjadi sumber daya yang memberikan nilai tambah.


“Melalui program TJSL ini, kami berupaya memastikan bahwa pengelolaan limbah tidak berhenti pada tahap pembuangan, namun dapat dimanfaatkan kembali secara produktif. Kami berharap hibah ini tidak hanya memberikan manfaat bagi lingkungan, tetapi juga mendukung kebutuhan masyarakat dan para pemangku kepentingan,” ujar Nyoman.


Perwakilan warga Terboyo Wetan, Maskuri, mengapresiasi dukungan yang diberikan oleh TPK Semarang, yang dinilainya tepat sasaran dan selaras dengan kebutuhan masyarakat dalam menghadapi tantangan lingkungan, khususnya dalam upaya mitigasi risiko banjir dan penguatan infrastruktur sederhana di kawasan permukiman.


“Kami sangat terbantu dengan adanya hibah ini. Ban-ban bekas tersebut akan kami manfaatkan sebagai penguat bantaran sungai, terutama di titik-titik rawan longsor dan abrasi, sehingga diharapkan mampu mengurangi risiko banjir yang selama ini kerap terjadi,” ungkapnya.


Apresiasi serupa juga disampaikan oleh perwakilan Kodam IV/Diponegoro, Sertu Ridwan, yang menilai bahwa dukungan tersebut memberikan kontribusi nyata dalam meningkatkan kualitas dan kesiapan sarana latihan, sekaligus mendukung efektivitas pelaksanaan program pembinaan kemampuan prajurit di lapangan.


“Bantuan ini sangat bermanfaat dalam menunjang fasilitas latihan di lapangan tembak, khususnya dalam meningkatkan aspek keamanan, ketahanan, dan variasi skenario latihan yang kami jalankan. Kami mengapresiasi sinergi yang terjalin antara TPK Semarang dan Kodam IV/Diponegoro, karena kolaborasi ini tidak hanya mendukung kebutuhan operasional kami, tetapi juga mencerminkan kepedulian bersama terhadap pemanfaatan sumber daya secara lebih optimal dan berkelanjutan,” jelasnya.


Melalui program ini, TPK Semarang terus memperkuat perannya sebagai entitas bisnis yang tidak hanya berfokus pada kinerja operasional, tetapi juga konsisten menjalankan komitmen terhadap keberlanjutan lingkungan dan pembangunan sosial. Ke depan, perusahaan akan terus mendorong inisiatif TJSL yang lebih adaptif dan kolaboratif, dengan menitikberatkan pada penciptaan nilai bersama serta dampak nyata dan berkelanjutan bagi masyarakat di sekitar wilayah operasional.



(Redaksi MBN.Com/Corcom SPTP).

PMT Larang Karyawannya Pakai Earphone dan Smarphone saat Bekerja

 




KUALA TANJUNG (Mediabisnisnasional.com) - Fokus itu bukan sekadar pilihan, tapi bentuk tanggung jawab begitu kiora kira landasan berfikirnya. Karenanya Manajemen PT Prima MulotinTerminal atau dikenal dengan sebuatan PMT melartang bagi segenap karyawannya yang sedang bekerja terlebih Karyawan yang bekerja di level operasional lapangan untuk menggunakan alat seperti earphone dan smarphone, karena dinilai bias menggangu bahkan berakibat fatal pada satu insiden tertentu.


Di area operasional, satu distraksi kecil bisa berdampak besar. Karena itu, penggunaan earphone dan smartphone saat berada di lapangan maupun dermaga dilarang demi menjaga keselamatan bersama. Tetap waspada, patuhi aturan, dan saling menjaga satu sama lain.


Safety first. Selalu.


(Redaksi MBN.Com/email:redaksiislnews@gmail.com).

TPK Bagendang Tetap Beroperasi di Pada Peringatan Hari Buruh 1 Mei 2026

 



SAMPIT (Mediabisbnisnasional.com) - Aktivitas bongkar muat di Terminal Petikemas (TPK) Bagendang Bumiharjo tetap berlangsung normal pada peringatan Hari Buruh Internasional (May Day), Jumat (1/5/2026). Di tengah momentum yang identik dengan isu ketenagakerjaan, operasional terminal justru berjalan lancar berkat sinergi antara operator pelabuhan dan tenaga kerja bongkar muat.


Kelancaran tersebut tidak lepas dari kolaborasi antara Pelindo Group dan Koperasi Jasa Tenaga Kerja Bongkar Muat (TKBM) Karya Bahari Sampit yang terus menjaga stabilitas arus logistik di wilayah Kalimantan Tengah. Aktivitas di lapangan tetap berlangsung dengan ritme yang terjaga, memastikan distribusi barang tidak terganggu.


Terminal Head TPK Bagendang Bumiharjo, Akhmad Fajar, mengatakan bahwa koordinasi yang baik antar seluruh pihak menjadi kunci utama dalam menjaga produktivitas terminal.


“Sinergi yang terbangun selama ini membuat operasional tetap berjalan lancar, bahkan di momentum seperti Hari Buruh. Ini menjadi pondasi penting dalam mendorong kinerja bongkar muat yang semakin optimal,” ujarnya.


Hal senada disampaikan Ketua Koperasi Jasa TKBM Karya Bahari Sampit, Nurhadi. Ia menegaskan kesiapan tenaga kerja dalam mendukung kelancaran operasional pelabuhan.


“Kami memastikan seluruh tenaga kerja siap menjalankan tugas dengan baik, sehingga arus logistik bagi masyarakat tetap terjaga,” katanya.


Di sisi lain, peringatan May Day juga dimanfaatkan sebagai momentum untuk memperkuat budaya keselamatan kerja. Manajemen TPK Bagendang Bumiharjo menggelar kegiatan Safety Stand Down yang diikuti oleh pekerja dan mitra kerja di lingkungan terminal.


Melalui kegiatan ini, operasional dihentikan sementara untuk memberikan ruang bagi edukasi dan evaluasi terkait penerapan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3). Para pekerja mendapatkan pembekalan mengenai identifikasi potensi bahaya, penggunaan alat pelindung diri, hingga prosedur tanggap darurat.


Manajemen menilai, langkah ini penting untuk memastikan setiap pekerja memiliki pemahaman yang sama terkait standar keselamatan. Dengan demikian, potensi risiko kecelakaan kerja dapat ditekan, sekaligus menjaga keberlanjutan operasional yang aman dan produktif.


Upaya tersebut juga menjadi bagian dari komitmen perusahaan dalam menanamkan budaya “safety first” di lingkungan kerja, dengan target jangka panjang terciptanya zero accident.


Dengan operasional yang tetap berjalan normal serta penguatan aspek keselamatan kerja, TPK Bagendang Bumiharjo menunjukkan perannya dalam menjaga kelancaran logistik sekaligus memastikan perlindungan bagi para pekerja di sektor kepelabuhanan.


(Redaksi MBN.Com/Corcom SPTP).