Pages

Minggu, Mei 03, 2026

Pelindo Regional 2 Palembang Fasilitasi Pengapalan Komoditas Ekspor Perdana Turunan Kelapa wilayah Sumatera Selatan


 


SUMATERA SELATAN (Mediabisnisnasional.com) - PT Pelabuhan Indonesia (Persero) Regional 2 Palembang menunjukkan komitmennya dalam mendukung peningkatan ekspor komoditas unggulan daerah melalui kegiatan Pelepasan Ekspor Perdana Produk Turunan Kelapa dan Lada Hitam yang dilaksanakan di Dermaga PTP Non Petikemas Pelabuhan Boom Baru Palembang.


Kegiatan ini dihadiri langsung oleh Gubernur Provinsi Sumatera Selatan, H. Herman Deru, Kepala Badan Karantina Indonesia yang diwakili oleh Kepala Balai Besar Karantina Hewan, Ikan dan Tumbuhan (BBKHIT) Sumatera Utara, Kepala OJK Provinsi Sumatera Selatan, Ketua HIPMI Sumatera Selatan dan General Manager Pelindo Regional 2 Palembang, Kepala Kanwil Dirjen Perbendaharaan Sumsel, Kepala Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan Sumsel, Kepala Kanwil Bea dan Cukai, Kepala BKHIT Sumsel,  KSOP Kelas I Palembang, LANAL Palembang, Asosiasi Kepelabuhanan, Branch Manager PT PTP Cabang Palembang, Manager Area PT IPC TPK Area Palembang, Pelaku Usaha Jasa Keuangan, Tokoh Kewirausahaan serta Kepala OPD di Sumatera Selatan.


Pelepasan Ekspor Turunan Kelapa dan Lada Hitam menjadi momentum strategis dalam mendorong hilirisasi komoditas kelapa serta memperkuat posisi Sumatera Selatan sebagai salah satu daerah penghasil produk olahan kelapa yang kompetitif di pasar global. Adapun produk yang diekspor meliputi berbagai turunan kelapa seperti arang dari tempurung kelapa (coconut shell  charcoal) sebanyak 46 Ton ke China, coconut chips sebanyak 25 ton dan lada hitam sebanyak 500 kg dan olahan kerupuk sebanyak 21 ton ke Taiwan serta daging kelapa yang diparut (dessicated coconut ) sebanyak 3 ton ke Prancis.


Selain itu, kegiatan ekspor ini juga mencatat nilai ekonomi yang signifikan dengan total nilai mencapai sekitar Rp1,6 miliar, mencerminkan peningkatan daya saing produk lokal serta kesiapan pelaku usaha dalam memenuhi standar pasar global.


Sebagai operator pelabuhan, Pelindo Regional 2 Palembang berperan aktif dalam memastikan kelancaran arus logistik ekspor melalui penyediaan layanan kepelabuhanan yang terintegrasi, efisien, dan andal. Dukungan ini meliputi fasilitas bongkar muat, pengelolaan terminal, serta konektivitas logistik yang mendukung proses distribusi barang hingga ke pasar internasional.


General Manager Pelindo Regional 2 Palembang yang diwakilkan oleh Manager Komersial, Darmawi menyampaikan bahwa keberhasilan ekspor perdana ini merupakan hasil kolaborasi yang solid antara pemerintah, pelaku usaha, serta seluruh stakeholder terkait dalam membangun ekosistem ekspor yang kuat dan berkelanjutan.


“Pelindo berkomitmen untuk terus mendukung peningkatan ekspor komoditas unggulan daerah melalui layanan pelabuhan yang prima, guna memastikan setiap produk dapat dikirim dengan tepat waktu dan tetap menjaga kualitasnya hingga ke negara tujuan,” ujar Darmawi.


Melalui kegiatan ini, diharapkan ekspor produk turunan kelapa Sumatera Selatan dapat terus berkembang, membuka peluang pasar yang lebih luas, serta memberikan kontribusi nyata terhadap pertumbuhan ekonomi daerah dan nasional.


(Redaksi ISL News/Humas Pelindo Regional  2 Palembang).

 

Pelabuhan Banten atau Peindo Regional 2 Banten Perkuat Budaya K3 di Pelabuhan Ciwandan untuk Menjamin Operasional Bisnis Pelabuhan

 



CIWANDAN BANTEN (Mediabisnisnasional.com) -  PT Pelabuhan Indonesia (Persero) Regional 2 Banten terus memperkuat implementasi budaya Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) di area operasional Pelabuhan Ciwandan. Upaya ini merupakan wujud nyata komitmen perusahaan dalam menjaga keselamatan pekerja, kelancaran aktivitas logistik, serta keandalan layanan kepelabuhanan.


Penguatan ini dilakukan melalui peningkatan disiplin keselamatan, pengawasan operasional yang ketat, serta pembinaan berkelanjutan kepada para pekerja dan mitra pengguna jasa pelabuhan guna memastikan setiap aktivitas berjalan aman, tertib, dan mendukung kelancaran arus barang.


Penguatan budaya K3 di Pelabuhan Ciwandan diwujudkan melalui serangkaian langkah operasional yang konkret. Langkah-langkah tersebut meliputi sosialisasi keselamatan kerja secara masif kepada pekerja dan mitra operasional, pelaksanaan inspeksi rutin di area kerja, hingga penegakan Standar Operasional Prosedur (SOP) secara disiplin dalam setiap aktivitas bongkar muat maupun pergerakan armada logistik. Pelindo Regional 2 Banten juga terus mendorong keterlibatan dan sinergi dari seluruh pihak di lingkungan pelabuhan agar memiliki kesadaran yang sama dalam menempatkan keselamatan kerja sebagai prioritas mutlak.


General Manager Pelindo Regional 2 Banten, Benny Ariadi, menegaskan bahwa penerapan budaya keselamatan bukan sekadar pemenuhan kewajiban perusahaan, melainkan fondasi utama dalam membangun tata kelola pelabuhan yang profesional, tangguh, dan berkelanjutan.


“Keselamatan kerja merupakan fondasi utama dalam operasional pelabuhan. Melalui penguatan budaya K3, kami ingin memastikan seluruh aktivitas di Pelabuhan Ciwandan berjalan dengan standar keselamatan yang tinggi sehingga mampu memberikan rasa aman bagi para pekerja maupun pengguna jasa,” kata Benny Ariadi.


Lebih lanjut, Benny menjelaskan bahwa Pelabuhan Ciwandan sebagai simpul strategis dalam rantai pasok logistik nasional harus selalu didukung oleh sistem kerja yang terukur, disiplin, dan penuh tanggung jawab. Oleh karena itu, Pelindo Regional 2 Banten terus mendorong seluruh elemen di pelabuhan untuk menjadikan K3 sebagai budaya kerja yang melekat dan diterapkan secara konsisten dalam setiap kegiatan operasional di lapangan.


“Komitmen ini juga menjadi bagian integral dari upaya kami untuk menjaga keandalan layanan pelabuhan, serta mewujudkan pengalaman layanan yang semakin optimal bagi para pengguna jasa. Dengan lingkungan kerja yang aman dan tertib, produktivitas operasional dapat terus terjaga secara optimal,” tutup Benny Ariadi.


Dengan langkah strategis ini, Pelindo Regional 2 Banten akan terus berupaya menghadirkan ekosistem operasional pelabuhan yang aman, tertib, dan andal. Hal ini sejalan dengan komitmen penuh perusahaan untuk terus memberikan pelayanan operasional terbaik bagi para pengguna jasa dengan melayani sepenuh hati.


(Redaksi MBN.Com /Humas Pelindo Regional 2 Banten).

Kepuasan Terhadap Pelindo di Atas 90%, Sinyal Positif Bagi Perbaikan Layanan Bisnis Pelabuhan





JAKARTA (Mediabisnisnasional.com) — Tingkat kepuasan pengguna jasa terhadap layanan PT Pelabuhan Indonesia (Persero) atau Pelindo menembus level di atas 90%, menjadi sinyal positif bagi perbaikan layanan pelabuhan nasional. Namun, capaian tersebut dinilai masih perlu diuji melalui peningkatan efisiensi logistik dan daya saing operasional di lapangan.


Survei Laboratorium Suara Indonesia (LSI) menunjukkan 90,2% responden puas terhadap layanan terminal peti kemas, sementara 85,8% responden menyatakan puas terhadap layanan Pelindo secara umum. Survei ini melibatkan 1.090 responden dari berbagai kelompok pengguna jasa di 80 pelabuhan yang dikelola Pelindo dengan tingkat kepercayaan 95% dan margin of error 2,97%.


Direktur Eksekutif Laboratorium Suara Indonesia (LSI) Ahmad Zaki mengatakan survei dilakukan untuk mengukur persepsi dan harapan pengguna jasa sebagai dasar peningkatan kualitas layanan.


“Kuesioner yang kami bagikan ini untuk mengukur sampai di mana kepuasan layanan yang diberikan Pelindo, sehingga dapat menjadi bahan perbaikan dan peningkatan kualitas layanan ke depan,” ujar Zaki.


Secara operasional, tingkat kepuasan juga tercatat tinggi pada sejumlah indikator utama, antara lain waiting time kapal sebesar 87,3%, layanan pemanduan kapal 88,2%, serta layanan terminal penumpang 89,8%. Capaian tersebut mengindikasikan adanya perbaikan kualitas layanan yang berdampak terhadap kelancaran aktivitas pelabuhan.


Pengamat Ekonomi Universitas Andalas Muhammad Makky menilai capaian kepuasan di atas 90% merupakan indikator positif, tetapi belum cukup untuk menjadi ukuran tunggal keberhasilan sektor logistik nasional.


“Ketika tingkat kepuasan tinggi, ada dua kemungkinan yang berjalan bersamaan: kinerja memang membaik, atau ekspektasi pengguna jasa belum terlalu tinggi,” ujarnya.


Menurutnya, indikator kepuasan perlu diikuti ukuran yang lebih konkret, seperti penurunan biaya logistik, peningkatan kecepatan layanan, serta integrasi sistem transportasi antar moda. Hal ini penting mengingat pelabuhan merupakan simpul strategis dalam sistem distribusi nasional yang berpengaruh langsung terhadap daya saing produk Indonesia di pasar global.


Dalam konteks pembangunan nasional, peningkatan kepuasan pengguna jasa dinilai menjadi sinyal awal bahwa transformasi layanan Pelindo mulai dirasakan di lapangan. Namun, tantangan selanjutnya adalah memastikan bahwa capaian tersebut mampu diterjemahkan menjadi efisiensi logistik yang berkelanjutan dan berdampak nyata bagi perekonomian nasional.


(Redaksi MBN.Com/Hms Regional 4).

Dirut Pelindo Perkuat Budaya HSSE & Sinergi Operasional Bisnis di Regional 4



MAKASSAR (Mediabisnisnasional.com) – Direktur Utama PT Pelabuhan Indonesia (Persero) atau Pelindo, Achmad Muchtasyar, melakukan kunjungan kerja ke Kantor Pelindo Regional 4, Jumat (1/5/2026), dalam rangka memperkuat koordinasi manajemen serta memastikan optimalisasi kinerja operasional di wilayah kerja Regional 4.


Kunjungan tersebut diawali dengan sharing session bersama Executive Director 4 Pelindo Regional 4 Abdul Azis, jajaran Manajemen Pelindo Regional 4, Direksi Subholding Pelindo Jasa Maritim (SPJM), serta seluruh jajaran Manajemen Pelindo Group wilayah kerja Makassar.


Dalam kesempatan tersebut, Direktur Utama Pelindo menegaskan pentingnya kolaborasi lintas unit serta konsistensi dalam menjaga standar operasional guna mendukung kinerja perusahaan yang berkelanjutan.


Achmad Muchtasyar juga menekankan bahwa penerapan aspek Health, Safety, Security, and Environment (HSSE) harus menjadi prioritas utama di seluruh lini operasional Pelindo.


“Penerapan HSSE bukan hanya sebagai kewajiban, tetapi merupakan budaya kerja yang harus tertanam kuat di seluruh lingkungan Pelindo guna memastikan keselamatan kerja, keamanan operasional, serta keberlanjutan layanan kepelabuhanan,” ujarnya.


Usai kegiatan sharing session, Direktur Utama Pelindo didampingi Executive Director 4 Pelindo Regional 4 Abdul Azis, jajaran Direksi Subholding Pelindo Jasa Maritim (SPJM), General Manager Pelindo Regional 4 Makassar Iwan Sjarifuddin, serta jajaran Manajemen Pelindo Group wilayah kerja Makassar, melanjutkan kunjungan lapangan ke sejumlah fasilitas strategis.


Kunjungan lapangan dilakukan ke Terminal Penumpang Anging Mammiri Pelabuhan Makassar, Terminal Petikemas New Makassar 1 (TPM), serta Terminal Petikemas New Makassar 2 atau Makassar New Port (MNP) guna memastikan kesiapan operasional dan kualitas layanan kepelabuhanan berjalan optimal.


Executive Director 4 Pelindo Regional 4 Abdul Azis menyampaikan bahwa kunjungan Direktur Utama Pelindo menjadi momentum penting untuk memperkuat sinergi internal sekaligus meningkatkan kesiapan operasional di wilayah Regional 4.


“Kunjungan ini menjadi dorongan positif bagi seluruh jajaran untuk terus meningkatkan kinerja operasional, memperkuat koordinasi, serta memastikan seluruh proses berjalan sesuai standar keselamatan dan pelayanan yang telah ditetapkan,” jelasnya.


Melalui kunjungan kerja ini, Manajemen Pelindo berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas layanan kepelabuhanan, memperkuat standar keselamatan kerja, serta menjaga keberlanjutan operasional di seluruh wilayah kerja, khususnya di Regional 4 Makassar sebagai salah satu simpul logistik strategis di kawasan Indonesia Timur. 


“Melalui sinergi yang kuat, disiplin dalam penerapan HSSE, serta komitmen terhadap pelayanan yang andal, kami optimistis Pelindo dapat terus menghadirkan layanan kepelabuhanan yang aman, efisien, dan berdaya saing, sekaligus mendukung kelancaran arus logistik nasional, khususnya di kawasan Indonesia Timur,” tutup Achmad Muchtasyar.


(Redaksi MBN.Com/Humas Pelindo Regional 4).