Pages

Sabtu, April 25, 2026

Pangkalan Penjagaan Laut dan Pantai Kelas I Tanjung Priok (KPLP) Tangkap Kapal Tanker MT. HASIL, Berkas Perkara Dinyatakan Lengkap (P.21), Tegaskan Penegakan Hukum di Laut




JAKARTA (Mediabisnisnasional.com) — Pangkalan Penjagaan Laut dan Pantai (PLP) Kelas I Tanjung Priok, Direktorat Jenderal Perhubungan Laut, Kementerian Perhubungan, menegaskan komitmennya dalam penegakan hukum di laut melalui keberhasilan penanganan perkara Kapal Tanker MT. HASIL GT.181 yang telah dinyatakan lengkap (P.21) oleh pihak Kejaksaan.


Sebagai tindak lanjut, pada Jumat (24 April 2026) pukul 13.00 WIB, Pangkalan PLP Kelas I Tanjung Priok melaksanakan kegiatan pengecekan barang bukti bertempat di Kantor Pangkalan PLP Kelas I Tanjung Priok. Kegiatan ini merupakan bagian penting dalam memastikan kesesuaian antara barang bukti dengan dokumen berkas perkara sebelum dilaksanakan pelimpahan ke tahap penuntutan.


Keberhasilan ini merupakan hasil dari operasi patroli laut KPLP melalui Kapal Negara KN. Jembio – P.215 yang dikomandani oleh Capt. Luhut Marulitua Simanullang, yang secara profesional melaksanakan pemeriksaan dan penindakan terhadap Kapal Tanker MT. HASIL GT.181 sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.


Langkah tersebut menjadi bukti nyata kehadiran negara dalam menjaga kedaulatan, keselamatan, dan ketertiban hukum di wilayah perairan Indonesia.


Pengecekan barang bukti merupakan tahapan krusial dalam sistem peradilan pidana yang bertujuan untuk:

* Memastikan kesesuaian antara barang bukti dengan berkas perkara

* Menjamin keabsahan dan integritas barang bukti

* Memperkuat kualitas pembuktian sebelum dilimpahkan kepada Jaksa Penuntut Umum


Dengan telah dinyatakannya berkas perkara lengkap (P.21), seluruh unsur formil dan materil dalam proses penyidikan telah terpenuhi, sehingga perkara siap untuk dilanjutkan ke tahap berikutnya.


Kegiatan pengecekan barang bukti dilaksanakan secara terpadu dengan melibatkan unsur lintas instansi, antara lain: Koorwas PPNS Ditreskrimsus Polda Banten, Kejaksaan Tinggi Banten, Kejaksaan Negeri Cilegon, Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) KPLP dan Tim Provos Pangkalan PLP Kelas I Tanjung Priok


Selain itu, keberhasilan operasi ini juga didukung oleh koordinasi yang solid antara unsur patroli KN. Jembio – P.215 dengan Koordinator PIC Penyidik PPNS Pangkalan PLP Kelas I Tanjung Priok, Junaidi, S.H., beserta tim.


Sinergi tersebut merupakan implementasi dari integrated criminal justice system, guna memastikan setiap tahapan penanganan perkara berjalan secara profesional, transparan, dan akuntabel sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.


Sehubungan dengan telah dilaksanakannya pengecekan barang bukti, proses penanganan perkara akan dilanjutkan ke Tahap II, yaitu penyerahan tersangka dan barang bukti kepada Jaksa Penuntut Umum, yang direncanakan pada:

Hari/Tanggal : Senin, 27 April 2026.


Tahapan ini merupakan bagian penting dalam menjamin kepastian hukum serta keberlanjutan proses peradilan hingga tahap penuntutan dan persidangan.


Kepala Pangkalan PLP Kelas I Tanjung Priok, Fourmansyah, S.H., M.M., M.H., menyampaikan:


> “Pangkalan Penjagaan Laut dan Pantai Kelas I Tanjung Priok sebagai unsur KPLP Direktorat Jenderal Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan berkomitmen penuh dalam menegakkan hukum di wilayah perairan Indonesia secara profesional, transparan, dan akuntabel.”


> “Pengecekan barang bukti ini merupakan bagian penting dalam memastikan kesesuaian antara fakta material dengan berkas perkara serta menjamin integritas proses penegakan hukum.”


> “Dengan telah dinyatakannya berkas perkara lengkap (P.21), kami siap melaksanakan Tahap II sebagai bentuk kesinambungan proses penegakan hukum hingga ke tahap penuntutan, guna memberikan kepastian hukum serta efek jera terhadap setiap pelanggaran di bidang pelayaran.”


Sebagai unsur penegak hukum di laut, KPLP Direktorat Jenderal Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan terus memperkuat peran strategisnya dalam:

* Menegakkan hukum secara tegas, konsisten, dan berintegritas

* Menjamin keselamatan dan keamanan pelayaran

* Melindungi lingkungan maritim

* Mendukung supremasi hukum di wilayah perairan Indonesia


Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung dalam kondisi aman, tertib, dan lancar.(mth)



(Redaksi MBN.Com/Humas PLP Kelas 1 Tg. Priok).

KSOP UTAMA SURABAYA DAN PT TERMINAL TELUK LAMONG UJI COBA ZONA LABUH 2 (EAZI), UPAYA PANGKAS WAKTU TUNGGU KAPAL DI TANJUNG PERAK



SURABAYA (Mediabisnisnasional.com) — Upaya meningkatkan efektivitas layanan kepelabuhanan terus dilakukan oleh KSOP Utama Tanjung Perak Surabaya bersama PT Terminal Teluk Lamong (TTL), dengan melaksanakan uji coba penataan Zona Labuh 2 yang akan memangkas waktu tunggu kapal untuk bersandar. Program ini menjadi bagian dari implementasi Express Anchorage Zone Service (EAZI) yang bertujuan menciptakan sistem pelayanan kapal yang lebih terjadwal, terintegrasi, selamat dan aman.

 

Uji coba ini dilaksanakan di Terminal Petikemas Nilam (TPK Nilam) Kamis (23/4) sebagai lokasi pilot project untuk kemudian dilanjutkan di Terminal Petikemas Berlian (TPK Berlian) yang berada dibawah PT. Terminal Teluk Lamong.

 

Uji coba ini ditandai dengan pelayanan MV Minas Baru sebagai kapal pertama yang menggunakan alur proses layanan yang baru, dimulai dari saat kapal memasuki zona labuh hingga proses sandar di terminal. Dalam skema baru ini, kapal yang hendak bersandar di TPK Nilam dan TPK Berlian, khususnya yang berukuran lebih dari 4000 GT dengan panjang maksimal (LOA) sampai dengan 150 M, tidak lagi menunggu di area labuh luar. Sebaliknya, kapal tersebut diarahkan menuju titik labuh yang telah ditentukan berdasarkan sistem penjadwalan terintegrasi.

 

Seluruh proses didukung oleh platform digital Inaportnet yang terintegrasi dengan Portal Perak Extended (KSOP Utama Tanjung Perak) dan Phinisi (PT. Pelindo) yang memungkinkan perencanaan kedatangan kapal (Estimated Time of Arrival / ETA) dan waktu sandar dilakukan secara lebih presisi dan terkoordinasi.

 

Melalui pendekatan ini, waktu tunggu kapal ditargetkan untuk dapat ditekan signifikan, dari semula rata-rata 4–6 jam menjadi hanya sekitar 2 jam bahkan kurang. Selain meningkatkan efisiensi, pengaturan pergerakan kapal yang lebih terstruktur dan terkoordinir juga berkontribusi terhadap peningkatan keselamatan navigasi dengan mengurangi kepadatan serta potensi gangguan lalu lintas di wilayah alur pelayaran pelabuhan tanjungan.

 

Kapal MV Minas Baru yang melayani rute domestik dipilih guna menguji efektivitas sistem dalam kondisi operasional yang nyata, sekaligus menjadi langkah awal penting dalam mengukur kinerja sistem EAZI secara menyeluruh di lapangan. Dalam pelaksanaannya, uji coba berhasil merefleksikan kondisi riil di lapangan, khususnya dinamika pergantian kapal dari KM Tanto Luas ke MV Minas Baru.

 

Pada saat uji coba dilaksanakan, KM Tanto Luas masih dalam tahap penyelesaian kegiatan bongkar muat dengan sedikit muatan tersisa, sementara MV Minas Baru telah berada di area Karang Jamuang pada pukul 11.35 WIB, kemudian MV Minas Baru melakukan manuver menuju zona EAZI dan lego jangkar (drop anchor) pada pukul 13.42 WIB untuk menunggu kesiapan tambatan.

 

MV Minas Baru tercatat berada di Zona Labuh 2 (EAZI) selama kurang lebih 1 jam sebelum melaksanakan manuver sandar pada pukul 15.50 WIB. Rangkaian proses ini menunjukkan implementasi awal sistem penjadwalan yang lebih terstruktur dan terkoordinir dalam mengatur alur kedatangan dan kesiapan sandar kapal.

 

Menanggapi keberhasilan ini Kepala Kantor KSOP Utama Tanjung Perak, Agustinus Maun S.T.,M.T menyatakan “Uji Coba Penerapan Program layanan EAZI, sebagai program yang dirancang oleh KSOPU Tanjung Perak untuk mengoptimalkan pemanfaatan zona labuh, terbukti efektif dalam meningkatkan keteraturan plotting kapal serta meningkatkan efektivitas layanan kapal  di pelabuhan tanjung perak” jelas Agustinus.

 

“Keberhasilan ini didukung oleh optimalisasi koordinasi antara unsur KSOPU Tanjung Perak,Pandu, VTS, dan PT Terminal Teluk Lamong yang berjalan selaras dengan standar operasional prosedur (SOP), sehingga secara signifikan meningkatkan kelancaran aktivitas di pelabuhan Tanjung Perak” tambahnya.

 

Terminal Head TPK Nilam, Retno Pujianto menyampaikan “Uji coba ini merupakan langkah penting dalam transformasi layanan kepelabuhanan, penataan zona labuh ini tidak hanya meningkatkan efisiensi operasional, tetapi juga memperkuat aspek keselamatan dan kepastian layanan bagi pengguna jasa,” ujarnya.

 

Uji coba Program Layanan (EAZI) menjadi bukti keberhasilan sinergi antara operator pelabuhan, regulator, serta para pelaku usaha pelayaran dalam mendukung kelancaran arus logistik nasional.

 

Evaluasi terhadap hasil uji coba akan terus dilakukan untuk memastikan strategi telah berjalan secara optimal, sebelum nantinya sistem diterapkan secara penuh dan menjadi standar baru dalam pengelolaan zona labuh di pelabuhan-pelabuhan utama Indonesia, guna mendorong daya saing sektor logistik nasional di tingkat global.


(Redaksi MBN.Com/Corcom TTL).

Bongkar Pupuk di Lampung, PTP Nonpetikemas Ambil Peran dalam Rantai Pasok Pertanian Nasional



LAMPUNG (Mediabisnisnasional.com)  – PT Pelabuhan Tanjung Priok (PTP Nonpetikemas) Cabang Panjang terus memperkuat perannya dalam mendukung upaya ketahanan pangan nasional melalui kelancaran distribusi pupuk untuk sektor pertanian. Hal ini dilakukan melalui optimalisasi layanan bongkar muat yang andal dan terintegrasi di wilayah Lampung dan Sumatera Bagian Selatan.


Telah dilaksanakan kegiatan bongkar muat pupuk curah jenis Phonska sebanyak 7.000 ton di Terminal Curah Kering PTP Nonpetikemas Cabang Panjang. Komoditas ini diangkut menggunakan kapal KM Bunga Teratai yang berasal dari Pelabuhan Gresik, Jawa Timur. Kapal mulai sandar pada 23 April 2026 dan direncanakan proses bongkar berlangsung hingga 25 April 2026.


Proses bongkar dilakukan langsung oleh PTP Nonpetikemas Cabang Panjang dengan memanfaatkan fasilitas pelabuhan yang tersedia, antara lain Gantry Luffing Crane, Hopper, dan Grab guna menunjang kelancaran operasional.


Adapun pupuk Phonska yang dibongkar merupakan pupuk milik PT Pupuk Indonesia dalam hal ini diwakili oleh PT Petrokopindo Cipta Selaras, yang akan digunakan dalam kegiatan pertanian, khususnya tanaman padi dan buah-buahan yang juga menjadi komoditas unggulan ekspor Provinsi Lampung.Kegiatan ini menjadi bagian penting dalam menjaga ketersediaan pupuk nasional serta mendukung sektor pertanian dan ketahanan pangan di Indonesia.


Branch Manager PTP Nonpetikemas Cabang Panjang, Doddy Setiawan, menyampaikan bahwa pihaknya terus berkomitmen dalam mendukung kelancaran distribusi logistik nasional, khususnya komoditas strategis seperti pupuk.


“Kami berkomitmen penuh untuk mendukung kelancaran distribusi pupuk sebagai komoditas strategis nasional. Melalui dukungan fasilitas dan pelayanan operasional yang optimal, kami berharap proses distribusi ini dapat berjalan lebih efisien dan tepat waktu, sehingga mampu menunjang kebutuhan industri pupuk serta sektor pertanian di wilayah ini,” ujar Doddy (23/04/26).


Produktivitas bongkar muat PTP Nonpetikemas Cabang Panjang pada triwulan pertama ini juga menunjukkan capaian positif. Throughput curah kering tercatat mengalami pertumbuhan sebesar 5% dibandingkan target yang telah ditetapkan perusahaan.


PTP Nonpetikemas juga bertransformasi digital untuk memperkuat peran pengendalian operasi melalui Integrated Planning Control dengan mengoperasikan sistem PTOS-M (Pelindo Terminal Operating System Multipurpose). Sistem ini merupakan platform operasi terminal terintegrasi milik Pelindo yang digunakan untuk mengelola berbagai jenis kargo nonpetikemas secara digital, mencakup proses perencanaan, operasi, monitoring, pengendalian hingga pelaporan guna meningkatkan efisiensi dan standardisasi layanan pelabuhan di Indonesia.


“Didukung jaringan operasional di 11 wilayah pelabuhan di Indonesia bagian barat, PTP Nonpetikemas sebagai bagian dari Pelindo Group terus memperkuat layanan terminal nonpetikemas yang andal dan terintegrasi. Pengalaman dalam menangani berbagai jenis kargo, mulai dari curah cair, curah kering, hingga general cargo, menjadi fondasi dalam memastikan kelancaran arus logistik,” ujar Liestya Ary Anggraini, ASM Komunikasi Perusahaan & CSR PTP Nonpetikemas.


Pada triwulan I 2026 secara konsolidasi, kinerja throughput PTP Nonpetikemas mencapai 12,4 juta ton, meningkat 3,84% dibandingkan periode yang sama tahun 2025 sebesar 11,9 juta ton. Komposisi throughput tersebut didominasi oleh curah kering sebesar 5,7 juta ton atau 46%, diikuti general cargo 2,9 juta ton atau 24%, curah cair 3 juta ton atau 25%, serta bag cargo sebesar 656 ribu ton atau 5%.


Melalui kegiatan ini, diharapkan distribusi bahan baku pupuk dapat berjalan lancar sehingga mampu mendukung produktivitas pertanian nasional secara berkelanjutan.


(Redaksi MBN.Com/Corcom PTP Nonpetiikemas).