Pages

Rabu, April 08, 2026

What is PT Prima Multi Terminal's current business development and how is it developing?




KUALA TANJUNG INDONESIA (Media Bisnis Nasional.com) - PT Prima Multi Terminal (PMT), a subsidiary of PT Pelindo Terminal Petikemas (SPTP), is reported to continue developing Kuala Tanjung Port as an international logistics hub and project.


National Strategic Project (PSN) in the Strait of Malacca. Development focuses include improving   container  transhipment services, optimizing exports and imports, digitizing operations, and international collaboration, including a partnership with Penang Port.


Main Focus of Development:

  • Enhanced International Services:  PMT served MSC Group's first international shipment from Kuala Tanjung to Singapore, strengthening its position as a strategic logistics gateway.
  • Strategic Collaboration:  Signing of MoU with Penang Port Sdn Bhd in September 2025 to strengthen the   container transhipment network in the Malacca Strait region.
  • Human Resources Development & Digitalization:  Through  Container Terminal Operator  (CTO) training, PMT improves human resources capabilities to adapt to digital technology to increase competitiveness.
  • Container Flow Growth:  Until November 2025, PT PMT's container flow experienced growth, supported by increased export-import activities at Kuala Tanjung.
  • Safety and Operational Standards:  PMT implements quality, environmental, and K3 management standards (ISO 9001:2015, 14001:2015, 45001:2018) to create  operational excellence . 

As part of the Pelindo Group, PMT plays a vital role in logistics efficiency in North Sumatra, including serving the Sei Mangkei Special Economic Zone and the industrial areas around Kuala Tanjung. 


(MBN.Com Editorial/***).

Apa dan Bagaimana Pegembangan Bisnis PT Prima Multi Terminal, saat ini?



KUALA TANJUNG INDONESIA (Media Bisnis Nasional.com) - PT Prima Multi Terminal (PMT), anak usaha PT Pelindo Terminal Petikemas (SPTP), dikabarkan  terus mengembangkan Pelabuhan Kuala Tanjung sebagai hub logistik internasional dan Proyek.


Strategis Nasional (PSN) di Selat Malaka. Fokus pengembangan meliputi peningkatan layanan transhipment peti kemas, optimalisasi ekspor-impor, digitalisasi operasional, dan kolaborasi internasional, termasuk kemitraan dengan Penang Port. 


Fokus Utama Pengembangan:

·         Peningkatan Layanan Internasional: PMT melayani pengapalan internasional perdana MSC Group dari Kuala Tanjung ke Singapura, memperkuat posisi sebagai gerbang logistik strategis.

·         Kolaborasi Strategis: Penandatanganan MoU dengan Penang Port Sdn Bhd pada September 2025 untuk memperkuat jaringan transhipment peti kemas di kawasan Selat Malaka.

·         Pengembangan SDM & Digitalisasi: Melalui pelatihan Container Terminal Operator (CTO), PMT meningkatkan kapabilitas SDM untuk beradaptasi dengan teknologi digital guna meningkatkan daya saing.

·         Pertumbuhan Arus Peti Kemas: Hingga November 2025, arus peti kemas PT PMT mengalami pertumbuhan, didukung oleh peningkatan aktivitas ekspor-impor di Kuala Tanjung.

·         Keselamatan dan Standar Operasional: PMT menerapkan standar manajemen mutu, lingkungan, dan K3 (ISO 9001:2015, 14001:2015, 45001:2018) untuk menciptakan operational excellence


Sebagai bagian dari Pelindo Group, PMT berperan vital dalam efisiensi logistik di Sumatera Utara, termasuk melayani KEK Sei Mangkei dan kawasan industri sekitar Kuala Tanjung. 


(Redaksi MBN.Com/***). 

Pelindo dan Tiran Nusantara Group Jajaki Peluang Kerja Sama




MAKASSAR (Media Bisnis Nasional) — PT Pelabuhan Indonesia (Persero) atau Pelindo bersama PT Tiran Nusantara Group membahas rencana optimalisasi aset dan pengembangan pelabuhan, serta kawasan industri dalam pertemuan yang berlangsung di Ruang Rapat Akhlak Lantai 7, Kantor Pelindo Regional 4, Makassar, Rabu (8/4/2026).


Pertemuan tersebut dihadiri oleh Direktur Komersial Pelindo Farid Padang, Direktur Manajemen Risiko Pelindo Boy Robyanto, Executive Director 4 Pelindo Regional 4 Abdul Azis, serta jajaran direksi dan manajemen PT Tiran Nusantara Group yang dipimpin oleh Direktur Utama Rahman Arif, didampingi Direktur Operasional Andi Karyadi, Direktur Keuangan Moch. Safri Sabit, Supervisor Legal Akhmad Mughayat Ramadhan, serta Sekretaris Direktur Utama Sandy Jamarin.


Dalam pertemuan tersebut, kedua belah pihak membahas peluang optimalisasi aset secara kolaboratif sebagai langkah awal dalam meningkatkan nilai ekonomi aset dan mendukung pengembangan bisnis kepelabuhanan yang berkelanjutan.


Direktur Komersial Pelindo, Farid Padang, mengatakan bahwa optimalisasi aset menjadi bagian penting dalam strategi pengembangan bisnis Pelindo, termasuk melalui sinergi dengan mitra strategis.


“Pelindo terus mendorong pemanfaatan aset secara optimal melalui kolaborasi dengan mitra strategis. Selain optimalisasi aset, kami juga melihat peluang kerja sama yang lebih luas, khususnya dalam mendukung pengelolaan pelabuhan yang akan dibangun oleh PT Tiran Nusantara Group di wilayah Tonra, Kabupaten Bone,” ujar Farid.


Lebih lanjut, dia menjelaskan bahwa pelabuhan yang direncanakan tersebut diharapkan dapat menjadi salah satu pelabuhan feeder bagi pelabuhan hub, sehingga mampu menopang aktivitas di Pelabuhan Makassar sekaligus memperkuat konektivitas laut di Sulawesi Selatan.


“Ke depan, pelabuhan di Tonra, Kabupaten Bone, diharapkan dapat memperkuat konektivitas laut, tidak hanya pada jalur selatan Makassar, tetapi juga pada jalur pesisir pantai timur Sulawesi Selatan. Hal ini tentunya akan memberikan dampak positif terhadap kelancaran arus logistik dan pengembangan kawasan industri di wilayah tersebut,” tambah Farid.


Sementara itu, Direktur Manajemen Risiko Pelindo, Boy Robyanto, menegaskan bahwa setiap rencana kerja sama akan dilaksanakan dengan mempertimbangkan prinsip tata kelola perusahaan yang baik serta manajemen risiko yang terukur.


“Setiap rencana optimalisasi aset maupun pengembangan kerja sama akan dikaji secara komprehensif dengan memperhatikan aspek mitigasi risiko dan keberlanjutan usaha, sehingga memberikan manfaat optimal bagi kedua belah pihak,” jelas Boy.


Direktur Utama PT Tiran Nusantara Group, Rahman Arif, menyampaikan bahwa pihaknya menyambut baik peluang sinergi dengan Pelindo, khususnya dalam pengembangan pelabuhan dan kawasan industri yang direncanakan di Kabupaten Bone.


“Kami melihat peluang sinergi yang sangat strategis dengan Pelindo, khususnya dalam mendukung pengembangan pelabuhan di Tonra, Kabupaten Bone, beserta kawasan industri yang akan dibangun di sekitarnya. Kolaborasi ini diharapkan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi wilayah serta meningkatkan konektivitas logistik di Sulawesi Selatan,” ujar Rahman.


Sebagai tindak lanjut dari pembahasan tersebut, kedua belah pihak sepakat untuk menyiapkan rencana kerja sama yang akan dituangkan dalam Nota Kesepahaman (MoU) antara Pelindo dan PT Tiran Nusantara Group pada waktu yang akan ditentukan kemudian.


Melalui pertemuan ini, Pelindo dan PT Tiran Nusantara Group berharap sinergi yang terjalin dapat mendukung optimalisasi aset, pengembangan pelabuhan baru, serta penguatan konektivitas laut guna menopang peran Pelabuhan Makassar sebagai pelabuhan hub di Kawasan Timur Indonesia.


(Redaksi MBN.Com/Humas Pelindo Regional 4).

Pelindo dan Pemkot Makassar Sepakat Tata Pelabuhan Lebih Baik





MAKASSAR (Media Bisnis Nasional, 8 April 2026) — PT Pelabuhan Indonesia (Persero) atau Pelindo bersama Pemerintah Kota Makassar memperkuat sinergi dalam pengembangan kawasan pelabuhan dan kota melalui dukungan pembangunan Taman Km 0 Makassar serta penataan parkir truk di area pelabuhan.


Komitmen tersebut dibahas dalam pertemuan antara Direktur Komersial PT Pelabuhan Indonesia (Persero), Farid Padang bersama Executive Director 4 Pelindo Regional 4, Abdul Azis, dengan Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, yang berlangsung di ruang kerja Kantor Wali Kota Makassar, Rabu (8/4/2026).


Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, menyampaikan bahwa pembangunan Taman Km 0 diharapkan menjadi ikon baru Kota Makassar sekaligus memperindah kawasan pesisir yang menjadi pintu gerbang utama aktivitas pelabuhan.


"Kami mengapresiasi dukungan Pelindo dalam pembangunan Taman Km 0 yang dirancang menjadi ruang publik representatif serta memperkuat wajah Kota Makassar, khususnya di kawasan yang berdekatan dengan Pelabuhan Makassar," ujar Munafri.


Selain pembangunan taman, kedua pihak juga membahas kerja sama dalam penataan parkir truk di kawasan pelabuhan guna meningkatkan kelancaran arus lalu lintas dan mendukung efisiensi logistik di wilayah Kota Makassar.


Direktur Komersial Pelindo, Farid Padang, menegaskan bahwa Pelindo mendukung penuh program Pemerintah Kota Makassar yang selaras dengan upaya penataan kawasan pelabuhan yang lebih tertib dan modern.


"Pembangunan Taman Km 0 akan menjadi wajah Pelindo, khususnya Pelabuhan Makassar, ke depan. Selain itu, kami juga siap bersinergi dengan Pemerintah Kota Makassar dalam penataan parkir truk di area pelabuhan agar operasional logistik semakin tertata dan memberikan kenyamanan bagi masyarakat," kata Farid Padang.


Dia menambahkan bahwa sinergi antara Pelindo dan Pemerintah Kota Makassar diharapkan mampu menciptakan kawasan pelabuhan yang lebih tertata, mendukung kelancaran distribusi logistik, serta menghadirkan ruang publik yang nyaman bagi masyarakat.


Kolaborasi ini menjadi bagian dari upaya bersama dalam mewujudkan kawasan pesisir Makassar yang modern, terintegrasi, dan berdaya saing, sekaligus memperkuat peran Pelabuhan Makassar sebagai simpul logistik utama di Indonesia Timur.


Selain pembangunan Taman Km 0 dan penataan parkir truk, dalam pertemuan tersebut juga dibahas sejumlah rencana pengembangan kawasan di sekitar Makassar New Port (MNP) guna mendukung kelancaran operasional. Salah satunya adalah rencana penyediaan layanan PDAM di dalam kawasan MNP untuk mendukung kebutuhan operasional serta lingkungan kerja yang lebih tertata. Pelindo juga mendorong optimalisasi program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) di sekitar kawasan pelabuhan sebagai bentuk kontribusi nyata bagi masyarakat sekitar.


Lebih lanjut, kedua pihak turut membahas upaya konsolidasi buffer area di sekitar MNP yang diharapkan dapat membantu mengurai potensi kemacetan, khususnya pada jam-jam padat aktivitas logistik. Langkah ini menjadi bagian dari strategi penataan kawasan pelabuhan yang terintegrasi dengan sistem transportasi kota.


Dalam jangka panjang, Pelindo juga merencanakan pengembangan fungsi Pelabuhan Hatta sebagai terminal kendaraan (car terminal) dan terminal curah, guna meningkatkan efisiensi pelayanan logistik serta mendukung pertumbuhan aktivitas perdagangan di wilayah Makassar dan sekitarnya.


Sementara itu, untuk meningkatkan kualitas layanan kepada pengguna jasa, konsep terminal penumpang Pelabuhan Makassar ke depan akan dikembangkan sebagai etalase layanan yang mengadopsi standar kenyamanan dan tata kelola layanan modern, serupa dengan konsep pelayanan di bandara, sehingga memberikan pengalaman perjalanan yang lebih nyaman dan representatif bagi masyarakat.


(Redaksi MBN.Com/Humas Pelindo Regional 4).