Pages

Jumat, Maret 27, 2026

KINERJA SEMAKIN OPTIMAL, PT TTL CATATKAN PERTUMBUHAN ARUS PETIKEMAS LEBIH DARI 8% DI BULAN FEBRUARI 2026


 


SURABAYA (Media Bisnis Nasional.com, 18 Maret 2026) , PT Terminal Teluk Lamong (PT TTL) catatkan kinerja positif di Bulan Februari 2026 ini, dengan capaian realisasi produksi petikemas sebesar 467.133 TEUS, naik signifikan sebesar 8,27% dibanding periode yang sama tahun 2025, peningkatan kinerja ini seiring dengan keberhasilan strategi operasional Terminal guna mendukung peningkatan aktivitas perdagangan dan distribusi logistik di wilayah Jawa Timur.

 

Secara umum, peningkatan arus petikemas PT TTL didorong oleh tambahan service baru oleh beberapa pelayaran internasional di TPK Lamong serta peningkatan aktivitas kapal di Terminal Nilam seiring dengan penambahan tiga call kapal petikemas domestik. Capaian produksi ini semakin memantapkan langkah perusahaan di awal tahun untuk mencapai target tahun 2026.

 

Syaiful Anam, Senior Manager Sekretariat Perusahaan dan Hukum PT Terminal Teluk Lamong menyampaikan bahwa capaian kinerja pada awal tahun ini menunjukkan peningkatan terus menerus kepercayaan pengguna jasa terhadap layanan operasional terminal. “Peningkatan volume petikemas dan aktivitas kapal menjadi indikator positif bahwa layanan operasional PT TTL semakin dipercaya oleh para pelaku industri pelayaran dan logistik. Perusahaan akan terus berupaya meningkatkan kualitas layanan, produktivitas terminal guna memberikan nilai tambah bagi pengguna jasa,” ujarnya.

 

Kinerja positif di awal tahun 2026 juga dipengaruhi oleh keberhasilan strategi digitalisasi terminal, melalui implementasi sistem Integrated Planning and Control, yang mendorong peningkatan produktivitas terminal sekaligus memperkuat aspek keselamatan dan kesehatan kerja (K3) di bidang operasional.

 

Sementara itu, guna mengantisipasi lonjakan arus petikemas menjelang Hari Raya Idul Fitri, PT TTL menyiapkan sejumlah strategi, diantaranya memastikan kesiapan peralatan dan kapasitas terminal, penyediaan area buffer zone untuk armada truk pengguna jasa, implementasi Terminal Booking system untuk mengatur jadwal kedatangan truk menuju terminal, serta  sinergi dengan pemangku kepentingan logistik dan pengguna jasa. PT TTL menjamin kegiatan operasional selama Bulan Ramadhan dan Hari Raya Idul Fitri akan tetap berjalan lancar.

 

(Redaksi MBN.Com/Corcom TTL).

PT Terminal Petikemas Surabaya Sambut Kunjungan PT GEABH Joint Technology

 


SURABAYA (Media Bisnis Nasional.com) –
PT Terminal Petikemas Surabaya (TPS), anak usaha PT Pelindo Terminal Petikemas, menerima kunjungan lapangan (site visit) dari PT GEABH Joint Technology, pada Kamis (26/3). PT GEABH Joint Technology merupakan perusahaan manufaktur yang bergerak di bidang industri kimia, khususnya memproduksi bahan baku kimia dan pupuk berbasis gas alam, seperti melamin, amonium nitrat, sintetis amina dan urea. Perusahaan tersebut merupakan anak usaha dari Sichuan Golden Elephant Chemical (Tiongkok) yang berlokasi di Gresik. Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya penguatan sinergi serta pengenalan operasional terminal petikemas di Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya.


Kunjungan tersebut diikuti oleh sekitar 10 peserta dari PT GEABH Joint Technology dan dilaksanakan setelah rangkaian kegiatan di Kantor Pelindo Regional 3. Agenda utama kunjungan meliputi peninjauan langsung fasilitas terminal serta pemaparan singkat terkait sistem pelayanan bongkar muat peti kemas, penerapan teknologi pendukung, serta standar keselamatan dan keamanan kerja yang diterapkan di TPS.


Sekretaris Perusahaan PT Terminal Petikemas Surabaya, Erika Asih Palupi, menyampaikan bahwa kunjungan ini merupakan bagian dari upaya TPS dalam memperkuat hubungan dengan para pemangku kepentingan.

“Kami menyambut baik kunjungan PT GEABH Joint Technology. Melalui kegiatan ini, kami berharap dapat berbagi wawasan mengenai praktik operasional terminal petikemas sekaligus membuka peluang kerja sama di masa mendatang,” kata Erika.

Menurutnya, keterbukaan informasi dan pertukaran pengetahuan menjadi salah satu kunci dalam mendorong peningkatan kinerja sektor kepelabuhanan dan logistik nasional.

PT Terminal Petikemas Surabaya terus berkomitmen untuk mengedepankan pelayanan prima, efisiensi operasional, serta penerapan tata kelola perusahaan yang baik guna mendukung kelancaran distribusi barang dan pertumbuhan ekonomi nasional. 



(Redaksi ISL News/Corcom TPS Surabaya)_

PTP Nonpetikemas di Pelabuhan Tanjung Priok Tetap Normal dan Lancar di Masa Angkutan Lebaran 1447 Hijriah



JAKARTA (Media Bisnis Nasional.com, Maret 2026) – PT Pelabuhan Tanjung Priok (PTP Nonpetikemas) memastikan operasional terminal di PTP Nonpetikemas Cabang Tanjung Priok tetap berjalan lancar selama masa rentang angkutan Lebaran. Saat ini (27/3), aktivitas di lapangan terpantau normal dengan 16 kapal sandar yang didominasi komoditas crude palm oil (CPO) dan general cargo untuk rute oceangoing.


Dari sisi kapasitas terminal, kondisi lapangan penumpukan masih berada dalam batas aman. Tingkat keterisian lapangan atau Yard Occupancy Ratio (YOR) tercatat sekitar 40 persen, lebih rendah dibandingkan rata-rata kondisi normal yang berada di kisaran 50 persen. Dengan batas maksimal YOR sebesar 65 persen, terminal masih memiliki ruang yang cukup untuk menampung arus kargo.


Untuk mengantisipasi potensi kepadatan kendaraan menuju pelabuhan, PTP Nonpetikemas Cabang Tanjung Priok juga menyiapkan buffer area sebagai kantong parkir sementara apabila terjadi lonjakan kendaraan. Fasilitas tersebut tersedia di lahan seluas sekitar 2 hektare di Inggom serta tambahan sekitar 3 hektare di wilayah regional.


Selain itu, kesiapan gate operasional dan sistem terminal terus dipantau sebagai bagian dari langkah mitigasi apabila terjadi peningkatan arus kendaraan yang masuk maupun keluar dari area pelabuhan. Pelindo Regional 2 bersama PTP Nonpetikemas dan entitas Pelindo Grup yang beroperasi di Tanjung Priok juga membentuk Command Centre Bersama sebagai pusat koordinasi operasional guna memastikan kelancaran aktivitas pelabuhan dan distribusi logistik tetap terjaga.


Sejumlah langkah antisipatif juga telah dilakukan sejak awal Ramadan. Pada minggu pertama Ramadan, PTP Nonpetikemas melakukan koordinasi dengan para pemangku kepentingan pelabuhan, termasuk perusahaan pelayaran, pelanggan, dan perusahaan ekspedisi, untuk mengatur jadwal kegiatan bongkar muat agar tidak terjadi penumpukan di terminal selama masa pembatasan angkutan barang.


Branch Manager PTP Nonpetikemas Cabang Tanjung Priok, Budi Utoyo, menyampaikan bahwa secara umum kondisi operasional di terminal masih terkendali dan siap melayani arus logistik selama periode angkutan Lebaran. Menurutnya, saat ini kapal yang dilayani di terminal PTP Nonpetikemas Cabang Tanjung Priok didominasi oleh komoditas crude palm oil (CPO) serta general cargo untuk rute oceangoing maupun domestik.


“Dengan kondisi yard yang masih berada di level aman serta dukungan fasilitas operasional yang tersedia, kami optimistis aktivitas bongkar muat di Terminal Tanjung Priok tetap berjalan lancar. Koordinasi dengan seluruh stakeholder pelabuhan juga terus kami perkuat untuk memastikan pelayanan kepada pengguna jasa tetap optimal,” ujar Budi.


PTP Nonpetikemas Cabang Tanjung Priok menangani beragam komoditas, mulai dari curah kering, curah cair, hingga general cargo. Untuk curah kering, komoditas yang dilayani antara lain pasir, semen, gula, sulfur, dan garam. Pada curah cair, layanan meliputi CPO, RBD Olein, RBD Stearin, hingga PFAD (Palm Fatty Acid Distillate). Adapun untuk general cargo, komoditas yang ditangani mencakup gypsum, scrap iron, plywood, coil, kendaraan, heavy equipment, produk baja, dan lainnya.


(Redaksi MBN.Com/Corcom PTP Nonpetiikemas)