Pages

Selasa, Maret 24, 2026

PT Pelindo Sinergi Lokaseva Lestarikan Budaya Inovasi untuk Perkuat Kinerja Berkelanjutan Lewat Program SPRINT



JAKARTA (Media Bisnis Nasional.com)  – PT Pelindo Sinergi Lokaseva (SPSL) terus memperkuat budaya inovasi di lingkungan perusahaan melalui penyelenggaraan ajang adu inovasi, SPSL Program of Innovation and Technology (SPRINT) 2025, yang mengusung tema “Ideas Built into Action”. Program inovasi tahunan tersebut mencapai puncaknya melalui tahapan final pitching dan awarding yang diselenggarakan pada 4 Maret 2026.


Direktur Strategi dan Pengembangan Bisnis SPSL, Retno Soelistianti, menegaskan bahwa SPRINT merupakan wujud komitmen perusahaan dalam menumbuhkan budaya inovasi yang berorientasi pada kepuasan pelanggan, efisiensi proses bisnis serta pengembangan layanan/produk sehingga diharapkan dapat menjadi penguatan daya saing serta engine of growth Perusahaan kedepan.


“Melalui program ini, kami ingin memastikan bahwa budaya inovasi semakin melekat di lingkungan kerja dengan tetap mengedepankan customer centricity, efisiensi proses bisnis serta pengembangan layanan/produk. Kami berharap lahir ide-ide yang semakin kreatif dan aplikatif, baik dalam pengembangan model bisnis, peningkatan efisiensi operasional maupun penguatan layanan. Setiap inovasi tersebut akan menjadi bagian penting dalam mendorong kinerja perusahaan serta memberikan nilai tambah bagi pelanggan,” ungkap Retno, Rabu (25/03/2026).


Inovasi Pekerja Jadi Katalisator Pertumbuhan SPRINT 2025 mencatat antusiasme yang sangat tinggi dari pekerja. Sepanjang pelaksanaan program, sebanyak 126 ide inovasi terkumpul dari SPSL dan Anak serta cucu Perusahaan. Dari ratusan ide tersebut, sebanyak 16 ide terbaik terpilih melaju ke tahap final pitching untuk dinilai jajaran Direksi.


Pada SPRINT 2025, kompetisi inovasi dibagi ke dalam tiga kategori utama, yaitu Innovation Ideation Open Category, Innovation Ideation Operational Category, dan Innovation Implementation Category. Ketiga kategori tersebut dirancang untuk menjaring gagasan inovatif yang tidak hanya kreatif, tetapi juga memiliki potensi implementasi serta mampu memberikan nilai tambah bagi peningkatan kinerja operasional maupun pengembangan bisnis Perusahaan secara berkelanjutan.


Dari tiga kategori tersebut, dua di antaranya merupakan kategori baru yang diperkenalkan pada penyelenggaraan SPRINT tahun ini, yaitu Innovation Ideation Operational Category dan Innovation Implementation Category. Innovation Ideation Operational Category difokuskan untuk mendorong ide-ide inovasi yang dapat meningkatkan layanan operasional sekaligus mendukung transformasi bisnis. Sementara untuk Innovation Implementation Category bertujuan mendorong implementasi inovasi secara mandiri dalam bentuk improvement maupun quick win di masing-masing unit kerja.


Retno menambahkan bahwa program SPRINT merupakan agenda tahunan perusahaan untuk mendorong lahirnya ide-ide inovatif yang dapat diimplementasikan serta memberikan dampak nyata bagi perusahaan.


“Memasuki penyelenggaraan yang keempat, SPRINT menjadi ruang bagi para pekerja untuk menghadirkan inovasi yang tidak hanya berhenti pada tahap gagasan, tetapi dapat dikembangkan hingga tahap implementasi. Melalui program ini, kami mendorong terwujudnya continuous improvement yang mampu mendukung peningkatan efisiensi operasional, kualitas layanan, serta pengembangan bisnis perusahaan. Ke depan, kami berharap SPRINT dapat memperkuat budaya inovasi yang semakin matang dan berkelanjutan di lingkungan SPSL,” tambahnya.


Komitmen manajemen terhadap program SPRINT diwujudkan melalui pendampingan dan pemantauan langsung terhadap sejumlah ide terpilih agar dapat dikembangkan dan diimplementasikan, baik di lingkungan SPSL maupun di seluruh anak dan cucu perusahaan. Inisiatif ini sejalan dengan Asta Cita Bidang SDM, yaitu pembangunan sumber daya manusia yang unggul. Perusahaan meyakini bahwa SDM merupakan kunci keberhasilan transformasi sekaligus penggerak pertumbuhan yang berkelanjutan.


Pada rangkaian puncak kegiatan SPRINT 2025, SPSL juga menghadirkan Sprint Talk dengan narasumber yang berpengalaman di bidang Digital Business agar para peserta mendapatkan wawasan mengenai pentingnya inovasi, adaptasi teknologi, serta pengembangan ekosistem digital dalam menghadapi dinamika bisnis yang semakin kompetitif.


Ke depan, program SPRINT diharapkan dapat semakin memperkuat budaya inovasi sekaligus mendukung transformasi bisnis perusahaan menuju Perusahaan yang unggul, adaptif, dan berdaya saing dalam pengelolaan layanan pendukung kepelabuhanan dan pengembangan kawasan yang terintegrasi dengan Pelabuhan.


(Redaksi MBN.Com/Corcom SPSL).




Bakauheni Selat Sunda Dijaga Ketat! Tiga Kapal Patroli KPLP Kawal Arus Balik Lebaran 2026 Menuju Jawa






LAMPUNG (Media Bisnis Nasional.com, Selasa, 24 Maret 2026) – Dalam rangka menjamin kelancaran, keselamatan, dan keamanan arus balik Angkutan Lebaran Tahun 2026, Pangkalan Penjagaan Laut dan Pantai (PLP) Kelas I Tanjung Priok, Direktorat Jenderal Perhubungan Laut, Kementerian Perhubungan, mengerahkan tiga kapal patroli negara yang difokuskan khusus di perairan Bakauheni, sebagai titik krusial perlintasan pemudik dari Sumatera menuju Pulau Jawa.


Tiga kapal patroli KPLP yang ditugaskan meliputi: KN. Damaru – P.214, KN. Jembio – P.215 dan KN. Golok – P.206


Ketiga unsur patroli tersebut ditempatkan secara strategis di wilayah perairan Bakauheni dan sekitarnya, guna mengawal jalur pelayaran padat penyeberangan menuju Merak. Pengawasan dilakukan secara intensif untuk memastikan seluruh aktivitas pelayaran berlangsung aman, tertib, lancar, dan terkendali, khususnya pada puncak arus balik Lebaran.


Kepala Pangkalan PLP Kelas I Tanjung Priok, Fourmansyah, S.H., M.M., M.H., menegaskan bahwa kehadiran unsur patroli di Bakauheni merupakan bentuk nyata komitmen negara dalam melindungi masyarakat.


“Bakauheni merupakan titik krusial arus balik Lebaran. Oleh karena itu, KPLP menempatkan unsur patroli secara maksimal di wilayah ini guna memastikan keselamatan pelayaran dan memberikan rasa aman bagi masyarakat yang kembali ke Pulau Jawa,” ujar Fourmansyah.


Dalam pelaksanaan tugas WASPAM di wilayah Bakauheni, unsur KPLP melaksanakan:

* Pengawasan lalu lintas kapal di jalur padat penyeberangan Bakauheni–Mer

* Pemeriksaan aspek keselamatan dan kelaiklautan kapal

* Pengendalian potensi gangguan keamanan dan keselamatan pelayaran

* Kesiapsiagaan bantuan SAR dan penanggulangan keadaan darurat di laut


Guna memperkuat pengawasan, KPLP juga melaksanakan koordinasi intensif dan terintegrasi dengan:


VTS Merak (Vessel Traffic Services), Maritime Command Center (MCC) Ditjen Perhubungan Laut, Pusat Informasi Transportasi Laut (Pusintrans Laut), Tim Drone KPLP untuk pemantauan udara secara real-time, KSOP Bakauheni, KSOP Merak, BASARNAS, TNI/Polri, operator penyeberangan, serta instansi terkait lainnya


Sinergi lintas instansi ini memastikan pengawasan dilakukan secara terpadu dan responsif, sehingga setiap potensi gangguan keselamatan dapat ditangani secara cepat dan tepat.


Berdasarkan hasil pemantauan, kondisi arus balik di lintasan Bakauheni–Merak terpantau padat namun tetap terkendali, dengan dukungan cuaca yang relatif kondusif serta koordinasi yang berjalan optimal antar seluruh stakeholder.


KPLP menegaskan komitmennya untuk terus hadir sebagai garda terdepan dalam menjaga keselamatan dan keamanan pelayaran nasional. Dengan penguatan pengawasan khusus di Bakauheni sebagai simpul utama arus balik Lebaran, KPLP memastikan setiap perjalanan masyarakat berlangsung selamat, aman, dan nyaman, sebagai wujud nyata pelayanan publik di sektor transportasi laut.


(Redaksi MBN.Com/Humas Pangkalan PLP Kelas I Tanjung Priok).


Mudik Lebaran Iedul Fitri 1447 Hijriah, Secara Nasional ASDP Catat Layani Penyeberangan 2.596.597 orang atau naik 5,4%







JAKARTA INDONESIA (Media Bisnis Nasional.com, 22 Maret 2026)– Di tengah tingginya mobilitas masyarakat pada Angkutan Lebaran 2026, PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) memastikan layanan penyeberangan tetap berjalan prima di 15 lintasan pantauan nasional. Dinamika arus mudik yang terus bergerak mampu dikelola secara terkendali melalui kesiapan operasional dan koordinasi lintas stakeholder yang solid.


Secara kumulatif sejak H-10 hingga hari H, total penumpang mencapai 2.596.597 orang atau naik 5,4% dibandingkan tahun lalu sebanyak 2.463.910 orang. Total kendaraan tercatat 667.526 unit atau meningkat 7,2% dibandingkan 622.604 unit pada periode yang sama tahun sebelumnya.


Pada periode harian (H) tanggal 21 Maret 2026, total penumpang tercatat 156.838 orang atau naik 1,7% dari 154.237 orang tahun lalu. Sementara kendaraan mencapai 40.066 unit atau meningkat 0,6% dibandingkan 39.811 unit.


Direktur Utama ASDP, Heru Widodo, menyampaikan layanan penyeberangan selama arus mudik berjalan lancar dan tetap terkendali, meskipun terjadi peningkatan signifikan mobilitas masyarakat.


“Di tengah tingginya volume pergerakan pemudik, kami memastikan layanan tetap prima melalui peningkatan kapasitas operasional, penguatan layanan, serta koordinasi intensif lintas stakeholder, dengan tetap mengedepankan keselamatan dan kenyamanan pengguna jasa,” ujarnya.


Lintasan Jawa–Sumatera–Bali tetap menjadi koridor tersibuk dan vital nasional. Untuk menjaga kelancaran, ASDP menerapkan penyesuaian pola operasi kapal, kesiapan personel, hingga rekayasa lalu lintas berupa pengalihan kendaraan dan delaying system di sejumlah buffer zone.


*Pengalihan Layanan*

Dalam rangka distribusi arus balik, ASDP juga mengoptimalkan pengalihan layanan melalui Pelabuhan BBJ Bojonegara untuk kendaraan golongan VIB, VII, VIII, dan IX mulai 23–29 Maret 2026. Sementara kendaraan lain, termasuk sepeda motor, tetap dilayani melalui Pelabuhan Merak.


Pola Tiba–Bongkar–Berangkat (TBB) diterapkan secara dinamis untuk mempercepat bongkar muat dan menjaga rotasi kapal. Selain itu, optimalisasi Port Operational Control Center di lintasan Merak–Bakauheni dan Ketapang–Gilimanuk memperkuat kendali operasional berbasis real time.


Corporate Secretary ASDP, Windy Andale, menyampaikan kesiapan arus balik terus diperkuat. Hingga H sampai H+10, ketersediaan tiket di lintasan Jawa–Sumatera dan Jawa–Bali masih mencapai 98,66%.


“Masyarakat diimbau merencanakan perjalanan lebih awal dan membeli tiket melalui Ferizy sejak H-60, serta memastikan data penumpang sesuai dan datang ke pelabuhan tepat waktu,” jelasnya.


ASDP juga mengimbau masyarakat memanfaatkan program stimulus diskon tarif yang masih tersedia luas. Sejak 12 Maret 2026, program ini telah dimanfaatkan lebih dari 1,06 juta pengguna jasa, dengan potongan hingga 100% tarif jasa pelabuhan atau sekitar 21,9% dari total tarif.


Hingga 21 Maret 2026 pukul 23.59 WIB, realisasi penyerapan stimulus mencapai Rp14,5 miliar atau 40,84% dari target, dengan jumlah pengguna jasa mencapai 62,36%. Perbedaan persentase dipengaruhi variasi jenis kendaraan dan lintasan.


Program ini berlaku di 7 lintasan dan 14 pelabuhan, yakni Merak–Bakauheni, Ketapang–Gilimanuk, Lembar–Padangbai, Kupang–Rote, Kupang–Kalabahi, Kupang–Hansisi, serta Galala–Namlea.

Selain itu, kebijakan single tarif di Pelabuhan Bakauheni diberlakukan mulai 23 hingga 31 Maret 2026 guna menjaga kelancaran arus balik.


Dengan tingginya antusiasme masyarakat, ASDP menegaskan komitmennya menjaga layanan penyeberangan tetap lancar, aman, dan nyaman, khususnya pada periode arus balik Lebaran.



(Redaksi MBN.Com/Corcom PT ASDP Indonesia Ferry).


H+1 Lebaran (Arus Balik), ASDP Indonesia Ferry Catat 91.657 penumpang dan 25.332 unit tinggalkan Sumatera menuju Jawa






BAKAUHENI (Media Bisnis Nasional.com, 24 Maret 2026) — Arus balik Lebaran 2026 dari Sumatera menuju Jawa terus menunjukkan peningkatan signifikan. Di tengah tingginya mobilitas masyarakat, PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) memperkuat layanan penyeberangan guna memastikan perjalanan pemudik tetap berjalan lancar, aman, dan nyaman.


Berdasarkan data Posko per 23 Maret 2026 pukul 00.00 -  23.59 WIB (H+1), total penumpang tercatat mencapai 91.657 orang atau meningkat 58,6 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebanyak 57.801 orang. Sementara itu, total kendaraan mencapai 25.332 unit atau naik 70,4 persen dari 14.866 unit pada periode sebelumnya.


Direktur Utama ASDP, Heru Widodo, menyampaikan bahwa tren peningkatan arus balik diproyeksikan masih akan berlangsung dalam beberapa hari ke depan. Puncak arus balik diperkirakan terjadi secara bertahap, yakni pada Selasa (24/3), serta kembali meningkat pada Sabtu (28/3) dan Minggu (29/3). Hingga periode 24 Maret (H+2) pukul 14.00 WIB, jumlah penumpang tercatat 50.631 orang atau naik 53,5 persen, dengan total kendaraan sebanyak 12.654 unit atau meningkat 48,1 persen.


“Jumlah pergerakan arus balik mudik hingga H+2 saat ini sudah mencapai 142.288 orang dan 37.634 unit kendaraan atau 15 persen dari total trafik arus mudik. Melihat proyeksi tersebut, kami mengimbau masyarakat untuk dapat mengatur waktu perjalanan dan menghindari periode puncak tersebut guna meminimalisasi antrean dan kepadatan di pelabuhan,” ujar Heru.


GM ASDP Cabang Bakauheni Partogi Tamba mengatakan, menghadapi dinamika arus balik Lebaran khususnya dari Sumatera menuju Jawa, ASDP mengimplementasikan berbagai langkah antisipatif yang fleksibel. Operasional kapal disiapkan antara 28 hingga 33 unit per hari, menyesuaikan tingkat kepadatan. Selain itu, pola Tiba Bongkar Berangkat (TBB) diterapkan untuk mempercepat rotasi kapal dan menjaga kelancaran arus kendaraan.


Optimalisasi juga dilakukan melalui pemanfaatan buffer zone di sejumlah titik strategis, seperti KM49B, KM20B, Terminal Gayam, dan RM Gunung Jati di Bakauheni, serta KM63, KM48, dan Buffer Zone JLS di Merak. Area ini tidak hanya berfungsi sebagai titik pengendalian arus, tetapi juga sebagai lokasi verifikasi tiket bagi pengguna jasa.


“Fungsi buffer zone tidak hanya sebagai sistem penundaan, tetapi juga sebagai titik verifikasi bagi pengguna jasa. Pada area ini dilakukan pengecekan kepemilikan tiket serta kesesuaian jadwal kedatangan. Pengguna jasa yang belum memiliki tiket atau datang di luar jadwal akan diberikan stiker merah, sementara yang telah memiliki tiket dan datang sesuai jadwal akan diberikan stiker hijau,” tutur Partogi.


Dari sisi layanan, ASDP juga menerapkan skema single tarif serta pengaturan distribusi pengguna jasa di dermaga secara dinamis. Penumpang pejalan kaki dan kendaraan roda dua diarahkan sesuai kondisi trafik, dengan dukungan pengoperasian dermaga tambahan sebagai langkah kontingensi saat terjadi peningkatan volume.


*Perjalanan Balik Lebih Awal*

ASDP juga mengimbau masyarakat untuk merencanakan perjalanan lebih awal dan membeli tiket melalui platform Ferizy yang telah tersedia sejak H-60 sebelum keberangkatan dengan berbagai metode pembayaran digital.

“Pastikan telah membeli tiket melalui Ferizy sebelum tiba di pelabuhan. Saat ini tidak ada penjualan tiket di pelabuhan, sehingga seluruh pengguna jasa wajib melakukan pembelian secara mandiri melalui kanal resmi,” ujar Heru menambahkan.


Secara kumulatif, data H-10 hingga H+1 mencatat total penumpang dari Sumatera ke Jawa mencapai 572.270 orang atau naik 11,8 persen dibandingkan tahun lalu. Total kendaraan tercatat 127.363 unit atau meningkat 19,7 persen. Sementara itu, dari Jawa ke Sumatera, total penumpang mencapai 995.119 orang atau naik 1,5 persen, dengan total kendaraan 262.986 unit atau meningkat 5,9 persen.


Dengan kesiapan operasional dan sinergi seluruh pemangku kepentingan, ASDP berkomitmen menjaga layanan tetap andal sehingga perjalanan arus balik berlangsung lancar, aman, dan nyaman bagi seluruh pengguna jasa.



(Redaksi MBN.Com/Corcom ASDP).