Pages

Minggu, Maret 15, 2026

Pelindo Tetap Beroperasi Penuh Selama Masa Angkutan Lebaran 2026




JAKARTA (Media Bisnis Nasional.com, 15 Maret 2026) – PT Pelabuhan Indonesia (Persero) atau Pelindo memastikan seluruh layanan kepelabuhanan tetap beroperasi penuh selama masa angkutan Lebaran 2026. Langkah ini dilakukan untuk mendukung kelancaran mobilitas masyarakat serta distribusi logistik yang biasanya meningkat signifikan menjelang dan setelah Hari Raya Idulfitri.


Direktur Utama Achmad Muchtasyar menyampaikan bahwa Pelindo telah menyiapkan berbagai langkah strategis guna meningkatkan kualitas layanan di pelabuhan selama periode tersebut. Persiapan yang dilakukan meliputi penguatan operasional terminal penumpang, peningkatan koordinasi dengan berbagai pihak terkait, serta optimalisasi fasilitas pelabuhan agar dapat melayani lonjakan penumpang dan barang.


“Pelindo berkomitmen untuk memastikan seluruh layanan kepelabuhanan tetap berjalan optimal selama periode Angkutan Lebaran. Operasional pelabuhan kami siagakan selama 24 jam penuh untuk mendukung kelancaran arus barang dan mobilitas penumpang,” ujar Achmad.


Pelindo juga menyatakan dukungannya terhadap kebijakan pemerintah terkait pembatasan operasional angkutan barang sumbu 3 atau kebih selama arus mudik dan balik Lebaran 2026, mulai tanggal 13-29 Maret 2026.

Kebijakan tersebut bertujuan untuk mengatur arus perjalanan masyarakat sehingga lebih tertib, aman, dan terkendali.


Sejalan dengan kebijakan tersebut, Pelindo menyiapkan berbagai langkah operasional, mulai dari pengelolaan traffic dan kapasitas terminal untuk mengendalikan tingkat penumpukan peti kemas, pengaturan jadwal sandar kapal, hingga optimalisasi layanan operasional terminal agar kegiatan bongkar muat tetap berjalan secara aman dan efisien.


Selain kesiapan operasional terminal barang, Pelindo juga memastikan kesiapan pelayanan di terminal penumpang yang dikelola perusahaan dengan meningkatkan kesiapan sumber daya manusia, sistem pelayanan, serta pengamanan di area pelabuhan. Berbagai fasilitas penunjang bagi penumpang, seperti ruang tunggu, layanan informasi, serta pengaturan alur keberangkatan dan kedatangan kapal turut diperkuat. Hingga 15 Maret 2026, pelayanan di seluruh terminal penumpang Pelindo tercatat berjalan lancar dengan jumlah pemudik yang telah mencapai lebih dari 500 ribu penumpang.


Jumlah tersebut diperkirakan masih akan terus meningkat seiring mendekatnya puncak arus mudik yang diprediksi terjadi pada H-3 hingga H-2 Lebaran, dengan proyeksi total pergerakan penumpang tahun ini meningkat sekitar 5% dibandingkan tahun sebelumnya.


"Dengan berbagai upaya tersebut, Pelindo berharap penyelenggaraan angkutan Lebaran 2026 dapat berjalan lancar, aman, dan nyaman bagi masyarakat yang melakukan perjalanan melalui jalur laut, sekaligus memastikan distribusi logistik nasional tetap terjaga selama periode libur panjang tersebut" pungkas Achmad. 


(Redaksi MBN.Com/Humas Pelindo Regional 2).

PTP Nonpetikemas Pastikan Pelayanan Arus Barang Tetap Lancar dan 24/7 Selama Lebaran




JAKARTA (Media Bisnis Nasional.com, 14 Maret 2026)  – PT Pelabuhan Tanjung Priok (PTP Nonpetikemas) memastikan seluruh layanan operasional pelabuhan tetap berjalan optimal selama periode Ramadhan hingga Lebaran 1447 Hijriah. Komitmen ini dilakukan sebagai bagian dari upaya perusahaan dalam menjaga kelancaran arus barang serta mendukung kesinambungan rantai logistik nasional.


Sebagai bagian dari Pelindo Group, PTP Nonpetikemas memiliki peran strategis dalam mendukung distribusi logistik nasional, khususnya dalam layanan bongkar muat kargo curah cair, curah kering, dan general cargo di berbagai wilayah operasional perusahaan.


Direktur Komersial dan Pengembangan Usaha sekaligus Pelaksana Tugas Direktur Operasi PTP Nonpetikemas, Dwi Rahmad Toto S., menegaskan bahwa seluruh aktivitas kepelabuhanan tetap berjalan normal 24/7 selama periode Ramadhan hingga Lebaran.


“Kami memastikan seluruh aktivitas kepelabuhanan di wilayah kerja PTP Nonpetikemas tetap berjalan optimal 24/7 selama periode Ramadhan hingga Lebaran. Operasional bongkar muat kapal tetap berlangsung untuk menjaga kelancaran arus barang serta memastikan distribusi logistik nasional tetap terjaga,” ujar Toto.


Untuk mendukung kelancaran operasional, PTP Nonpetikemas telah menyiapkan sumber daya manusia, peralatan operasional, serta sistem pendukung layanan di seluruh cabang yang beroperasi di 11 pelabuhan di Indonesia. Seluruh kegiatan operasional pelabuhan didukung dengan sistem kerja 24 jam setiap hari guna memastikan kegiatan bongkar muat, receiving, dan delivery berjalan aman, lancar, serta sesuai standar pelayanan yang berlaku.


Pada periode Lebaran, aktivitas distribusi logistik diperkirakan mengalami peningkatan, terutama menjelang masa pengaturan lalu lintas angkutan barang serta setelah berakhirnya arus balik Lebaran. Dalam hal ini, PTP Nonpetikemas juga memperkuat koordinasi dengan berbagai pemangku kepentingan, termasuk otoritas pelabuhan, aparat keamanan, serta mitra kerja guna mengantisipasi potensi peningkatan aktivitas operasional di lapangan.


PTP Nonpetikemas Cabang Banten dan Cabang Panjang juga turut berperan dalam mendukung kelancaran arus mudik dan distribusi logistik selama periode Lebaran. Di Cabang Banten yang beroperasi di Pelabuhan Ciwandan, Cilegon, fasilitas pelabuhan kembali dioperasikan sebagai jalur alternatif penyeberangan sepeda motor dan truk logistik menuju Sumatra sejak 11 Maret 2026. Dukungan infrastruktur berupa tiga dermaga kapal Ro-Ro serta area penyangga kendaraan disiapkan untuk membantu mengurai kepadatan di Pelabuhan Merak sekaligus memastikan mobilitas kendaraan dan distribusi logistik tetap berjalan lancar.


Sementara itu, PTP Nonpetikemas Cabang Panjang di Lampung juga berperan sebagai simpul penting dalam mendukung kelancaran arus logistik menuju wilayah Sumatra. Pelabuhan Panjang disiapkan sebagai jalur alternatif penerimaan pemudik sepeda motor dari Jakarta serta tetap menjalankan fungsi utamanya dalam melayani distribusi berbagai komoditas strategis. Dengan dukungan dermaga, lapangan penumpukan, serta fasilitas operasional yang beroperasi 24 jam, cabang ini turut memastikan kelancaran arus barang sekaligus mendukung mobilitas masyarakat selama periode mudik Lebaran.


Merujuk pada Keputusan Direktorat Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan Nomor AJ.201/2/5/DJPD/2026, pembatasan operasional angkutan barang akan diberlakukan pada 13–29 Maret 2026. Kebijakan tersebut bertujuan untuk memberikan prioritas pada distribusi logistik penting seperti bahan bakar minyak atau gas, hewan ternak, pupuk, bantuan korban bencana alam, serta bahan pokok lainnya.


Senior Manager Sekretaris Perusahaan PTP Nonpetikemas, Fiona Sari Utami, menambahkan bahwa perusahaan juga menempatkan aspek keselamatan dan kesehatan kerja (K3) serta kepatuhan terhadap prosedur operasional sebagai prioritas utama dalam setiap kegiatan pelayanan.


“Kelancaran operasional pelabuhan tidak dapat dicapai tanpa koordinasi yang kuat dengan seluruh pemangku kepentingan. Karena itu, kami terus memperkuat sinergi dengan berbagai stakeholder agar pengaturan lalu lintas dan aktivitas kepelabuhanan dapat berjalan optimal selama periode Lebaran,” ujar Fiona.


Melalui berbagai langkah tersebut, PTP Nonpetikemas berharap dapat terus memberikan layanan terbaik serta menjadi mitra terpercaya bagi para pengguna jasa dalam mendukung kelancaran distribusi logistik nasional.


PT Pelabuhan Tanjung Priok (PTP Nonpetikemas) merupakan operator terminal nonpetikemas di Indonesia yang berpengalaman dalam menangani kegiatan bongkar muat kargo curah cair, curah kering, general cargo dan lain-lain. PTP Nonpetikemas telah beroperasi di 11 cabang pelabuhan yang tersebar di berbagai wilayah strategis Indonesia yaitu Pelabuhan Tanjung Priok, Banten, Cirebon, Panjang, Bengkulu, Palembang, Jambi, Teluk Bayur, Tanjung Pandan, Pangkal Balam, serta Pontianak.


(Redaksi  MB.Com/Corcom PTP NonPetikemas).  

Berbagi Kebahagiaan di Bulan Ramadan, TPK Koja Bagikan 400 Paket Lebaran bagi Anak Yatim dan Lansia

 



JAKARTA (Media Bisnis Nasional.com, 14 Maret 2026) – Dalam rangka menyambut Hari Raya Idul Fitri 1447 H, KSO Terminal Petikemas Koja (TPK Koja) menyalurkan bantuan sosial berupa 400 paket Lebaran kepada anak yatim dan para lansia yang berada di lingkungan Ring 1 perusahaan. Kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam menjalankan program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) serta memperkuat hubungan yang harmonis dengan masyarakat sekitar wilayah operasional perusahaan.


Penyaluran paket Lebaran ini menjadi salah satu bentuk kepedulian sosial perusahaan kepada masyarakat yang membutuhkan, khususnya menjelang perayaan Idul Fitri yang merupakan momen penting bagi umat Muslim untuk berbagi kebahagiaan, mempererat tali silaturahmi, serta meningkatkan kepedulian terhadap sesama.


Melalui kegiatan ini, TPK Koja berharap dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, khususnya bagi anak-anak yatim dan para lansia yang berada di sekitar lingkungan perusahaan. Bantuan yang diberikan diharapkan dapat membantu meringankan kebutuhan mereka dalam menyambut Hari Raya Idul Fitri serta menghadirkan kebahagiaan di tengah suasana perayaan yang penuh makna.


Sebagai perusahaan yang beroperasi di kawasan pelabuhan dan berinteraksi langsung dengan masyarakat di sekitarnya, TPK Koja menyadari pentingnya membangun hubungan yang harmonis dan berkelanjutan dengan lingkungan sekitar. Oleh karena itu, berbagai program TJSL terus dilaksanakan secara konsisten sebagai bagian dari kontribusi perusahaan terhadap pembangunan sosial masyarakat.


Program pembagian paket Lebaran ini juga merupakan bagian dari upaya perusahaan dalam menumbuhkan semangat kebersamaan serta memperkuat nilai-nilai kepedulian sosial di antara perusahaan dan masyarakat. Melalui kegiatan ini, TPK Koja ingin memastikan bahwa keberadaan perusahaan tidak hanya memberikan dampak ekonomi, tetapi juga membawa manfaat sosial yang positif bagi masyarakat sekitar.


Selain itu, kegiatan ini juga menjadi wujud implementasi nilai-nilai kemanusiaan dan kebersamaan yang sejalan dengan semangat berbagi yang selalu hadir dalam momentum bulan suci Ramadan hingga perayaan Idul Fitri. Momentum ini menjadi kesempatan bagi perusahaan untuk turut berkontribusi dalam menciptakan kebahagiaan bersama masyarakat yang berada di sekitar wilayah operasional perusahaan.


Penyaluran bantuan paket Lebaran kepada anak yatim dan lansia ini juga merupakan bentuk nyata dari komitmen perusahaan untuk terus hadir di tengah masyarakat, khususnya dalam momen-momen penting seperti menjelang Hari Raya Idul Fitri. Melalui kegiatan ini, perusahaan ingin mempererat hubungan yang telah terjalin dengan masyarakat serta memperkuat rasa kebersamaan antara perusahaan dan lingkungan sekitar.


TPK Koja berharap kegiatan ini dapat memberikan kebahagiaan bagi para penerima manfaat serta memperkuat semangat solidaritas sosial di tengah masyarakat. Ke depan, perusahaan akan terus berupaya mengembangkan berbagai program TJSL yang memberikan dampak positif dan berkelanjutan bagi masyarakat sekitar.


Dengan semangat berbagi dan kepedulian sosial, TPK Koja berkomitmen untuk terus menjalankan peran sebagai perusahaan yang tidak hanya berorientasi pada pertumbuhan bisnis, tetapi juga memberikan kontribusi nyata bagi kesejahteraan masyarakat dan pembangunan sosial di lingkungan sekitarnya.


(Redaksi MBN.Com/Humas TPK Koja). 

Terminal Petikemas Koja Raih Penghargaan Transformasi Organisasi Terbaik di Ajang Anugerah BUMN 2026




JAKARTA (Media Bisnis Nasional.com, 10 Maret 2026) – KSO Terminal Petikemas Koja (TPK Koja) berhasil meraih Penghargaan Terbaik 3 Kategori Corporate – Transformasi Organisasi Perusahaan dalam ajang Anugerah BUMN 2026. Penghargaan ini diberikan sebagai bentuk apresiasi atas keberhasilan perusahaan dalam menjalankan transformasi organisasi yang berdampak positif terhadap peningkatan kinerja dan penguatan tata kelola perusahaan.

.

Ajang Anugerah BUMN merupakan salah satu penghargaan yang memberikan apresiasi kepada perusahaan-perusahaan BUMN dan anak usaha BUMN yang berhasil menunjukkan inovasi, kinerja unggul, serta implementasi transformasi bisnis yang berkelanjutan. Penghargaan ini juga menjadi sarana untuk mendorong perusahaan-perusahaan BUMN agar terus meningkatkan daya saing serta memberikan kontribusi nyata bagi perekonomian nasional.


Dalam proses penilaian, TPK Koja harus melalui sejumlah tahapan seleksi yang komprehensif. Tahapan tersebut meliputi evaluasi dokumen perusahaan, penilaian implementasi transformasi organisasi, hingga sesi presentasi korporasi yang dilaksanakan secara daring di hadapan dewan juri independen.


Pada sesi presentasi tersebut, Manajemen TPK Koja memaparkan berbagai langkah strategis yang telah dilakukan perusahaan dalam menjalankan transformasi organisasi. Transformasi tersebut mencakup penguatan tata kelola perusahaan yang baik (Good Corporate Governance), pengembangan sumber daya manusia yang unggul dan adaptif, serta optimalisasi proses bisnis untuk meningkatkan efisiensi operasional dan kualitas layanan kepada para pengguna jasa.


Melalui berbagai langkah transformasi tersebut, TPK Koja dinilai berhasil menunjukkan implementasi perubahan organisasi yang berdampak nyata terhadap peningkatan kinerja perusahaan. Transformasi yang dijalankan tidak hanya berfokus pada aspek struktural organisasi, tetapi juga mencakup penguatan budaya kerja, peningkatan profesionalisme sumber daya manusia, serta pengembangan sistem kerja yang lebih efektif dan efisien.


Proses penilaian dalam ajang ini melibatkan para pakar tata kelola dan transformasi organisasi, di antaranya Mas Achmad Daniri, Ketua Asosiasi GRC Indonesia, serta Triono Saputro, Expert Council dari BTA Academy.


Keberhasilan TPK Koja dalam meraih penghargaan ini menjadi bukti komitmen perusahaan dalam menjalankan transformasi organisasi secara berkelanjutan guna memperkuat daya saing perusahaan di industri kepelabuhanan. Transformasi yang dilakukan juga merupakan bagian dari upaya perusahaan untuk terus meningkatkan kualitas layanan serta memberikan nilai tambah bagi seluruh pemangku kepentingan.

.

Sebagai salah satu terminal petikemas yang memiliki peran penting dalam mendukung aktivitas logistik dan perdagangan nasional, TPK Koja terus berupaya meningkatkan kinerja operasional serta memperkuat inovasi di berbagai bidang. Melalui berbagai program transformasi dan peningkatan kapasitas organisasi, perusahaan optimistis dapat terus berkontribusi dalam mendukung kelancaran arus logistik nasional serta pertumbuhan ekonomi Indonesia.


Penghargaan ini diharapkan dapat menjadi motivasi bagi seluruh insan TPK Koja untuk terus meningkatkan kinerja, memperkuat budaya kerja profesional, serta menghadirkan berbagai inovasi yang mendukung keberlanjutan bisnis perusahaan di masa depan.


(Redaksi MBN.Com/Humas TPK Koja).  

Update Posko Angkutan Lebaran 2026: Arus Penyeberangan di Pelabuhan Ciwandan Terpantau Lancar dan Terkendali pada Hari Ke-5





BANTEN (Media Bisnis Nasional.com)– PT Pelabuhan Indonesia (Persero) Regional 2 Banten kembali memperbarui data operasional Posko Angkutan Lebaran 2026 di Pelabuhan Ciwandan, Cilegon, Banten, pada Minggu (15 Maret 2026). Memasuki hari kelima periode pelayanan angkutan Lebaran, arus penyeberangan menuju Sumatera terpantau berjalan lancar, tertib, dan terkendali dengan dukungan koordinasi intensif bersama seluruh pemangku kepentingan di lapangan.


Berdasarkan data operasional pada tanggal 15 Maret 2026 (pukul 00.00–15.00 WIB), Pelindo Regional 2 Banten mencatat sebanyak 11 unit kapal beroperasi melayani penyeberangan melalui Pelabuhan Ciwandan dengan 22 kali perjalanan kapal (vessel call).


General Manager Pelindo Regional 2 Banten, Benny Ariadi, menyampaikan bahwa kami terus melakukan pemantauan secara intensif terhadap dinamika arus kendaraan dan penumpang, guna memastikan seluruh proses layanan berjalan aman, tertib, serta memberikan kenyamanan bagi masyarakat yang melakukan perjalanan.


“Operasional pada hari kelima Angkutan Lebaran 2026 berjalan dengan baik dan kondusif. Kami terus melakukan pemantauan pergerakan trafik secara _real-time_ serta memperkuat koordinasi dengan seluruh stakeholder agar pelayanan kepada pengguna jasa tetap optimal dengan melayani sepenuh hati,” ujar Benny.


Adapun rincian realisasi trafik penyeberangan melalui Pelabuhan Ciwandan pada hari kelima (15 Maret 2026) sampai dengan pukul 15.00 WIB adalah sebagai berikut:


*Pergerakan Penumpang*

Total penumpang tercatat mencapai 8.899 orang, yang terdiri dari pengendara sepeda motor serta pengemudi kendaraan logistik.


*Kendaraan Roda Dua (R2)*

Sebanyak 4.890 unit sepeda motor telah dilayani untuk menyeberang menuju Sumatera.


*Kendaraan Logistik (Truk)*

Arus distribusi barang tetap berjalan dengan baik dengan 1.634 unit truk logistik yang diseberangkan.


*Total Kendaraan*

Secara keseluruhan, total kendaraan yang melintas melalui Pelabuhan Ciwandan pada hari ini mencapai 6.524 unit, yang merupakan gabungan kendaraan roda dua dan kendaraan logistik.


*Data Akumulatif Angkutan Lebaran 2026 (11–15 Maret 2026) pukul 15.00 WIB* Sejak dimulainya operasional Posko Angkutan Lebaran 2026, Pelindo Regional 2 Banten mencatat akumulasi pergerakan trafik sebagai berikut:


Total Kapal (Vessel Call): 115 perjalanan kapal


Total Penumpang: 20.698 orang


Total Kendaraan Roda Dua (R2): 8.144 unit


Total Kendaraan Logistik (Truk): 7.869 unit


Total Kendaraan (Keseluruhan): 16.013 unit


Pelindo Regional 2 Banten memastikan kesiapan seluruh fasilitas operasional terus dijaga, mulai dari optimalisasi buffer area kendaraan, kesiapan dermaga, hingga fasilitas pendukung bagi pengguna jasa seperti posko kesehatan dan area istirahat pengemudi.


Selain itu, koordinasi bersama operator kapal, otoritas pelabuhan, aparat keamanan, serta instansi terkait juga terus diperkuat guna memastikan kelancaran arus kendaraan selama periode Angkutan Lebaran 2026.


“Kami mengimbau kepada seluruh pengguna jasa untuk tetap mengikuti arahan petugas di lapangan serta mempersiapkan perjalanan dengan baik, sehingga proses penyeberangan dapat berlangsung aman, nyaman, dan tertib,” tutup Benny.


Informasi terbaru mengenai operasional Angkutan Lebaran 2026 di Pelabuhan Ciwandan akan diperbarui secara berkala selama masa operasional posko berlangsung.


(Redaksi MBN.Com/Humas Pelindo Regional 2 Banten).

Pelindo Tetap Beroperasi Penuh Selama Masa Angkutan Lebaran 2026

 


JAKARTA  (ISL News, 15 Maret 2026) – PT Pelabuhan Indonesia (Persero) atau Pelindo memastikan seluruh layanan kepelabuhanan tetap beroperasi penuh selama masa angkutan Lebaran 2026. Langkah ini dilakukan untuk mendukung kelancaran mobilitas masyarakat serta distribusi logistik yang biasanya meningkat signifikan menjelang dan setelah Hari Raya Idulfitri.


Direktur Utama Achmad Muchtasyar menyampaikan bahwa Pelindo telah menyiapkan berbagai langkah strategis guna meningkatkan kualitas layanan di pelabuhan selama periode tersebut. Persiapan yang dilakukan meliputi penguatan operasional terminal penumpang, peningkatan koordinasi dengan berbagai pihak terkait, serta optimalisasi fasilitas pelabuhan agar dapat melayani lonjakan penumpang dan barang.


“Pelindo berkomitmen untuk memastikan seluruh layanan kepelabuhanan tetap berjalan optimal selama periode Angkutan Lebaran. Operasional pelabuhan kami siagakan selama 24 jam penuh untuk mendukung kelancaran arus barang dan mobilitas penumpang,” ujar Achmad.


Pelindo juga menyatakan dukungannya terhadap kebijakan pemerintah terkait pembatasan operasional angkutan barang sumbu 3 atau kebih selama arus mudik dan balik Lebaran 2026, mulai tanggal 13-29 Maret 2026.

Kebijakan tersebut bertujuan untuk mengatur arus perjalanan masyarakat sehingga lebih tertib, aman, dan terkendali.


Sejalan dengan kebijakan tersebut, Pelindo menyiapkan berbagai langkah operasional, mulai dari pengelolaan traffic dan kapasitas terminal untuk mengendalikan tingkat penumpukan peti kemas, pengaturan jadwal sandar kapal, hingga optimalisasi layanan operasional terminal agar kegiatan bongkar muat tetap berjalan secara aman dan efisien.


Selain kesiapan operasional terminal barang, Pelindo juga memastikan kesiapan pelayanan di terminal penumpang yang dikelola perusahaan dengan meningkatkan kesiapan sumber daya manusia, sistem pelayanan, serta pengamanan di area pelabuhan. Berbagai fasilitas penunjang bagi penumpang, seperti ruang tunggu, layanan informasi, serta pengaturan alur keberangkatan dan kedatangan kapal turut diperkuat. Hingga 15 Maret 2026, pelayanan di seluruh terminal penumpang Pelindo tercatat berjalan lancar dengan jumlah pemudik yang telah mencapai lebih dari 500 ribu penumpang.


Jumlah tersebut diperkirakan masih akan terus meningkat seiring mendekatnya puncak arus mudik yang diprediksi terjadi pada H-3 hingga H-2 Lebaran, dengan proyeksi total pergerakan penumpang tahun ini meningkat sekitar 5% dibandingkan tahun sebelumnya.


"Dengan berbagai upaya tersebut, Pelindo berharap penyelenggaraan angkutan Lebaran 2026 dapat berjalan lancar, aman, dan nyaman bagi masyarakat yang melakukan perjalanan melalui jalur laut, sekaligus memastikan distribusi logistik nasional tetap terjaga selama periode libur panjang tersebut" pungkas Achmad. 


(Redaksi ISL News/Humas Pelindo Regional 2).