Pages

Sabtu, Maret 14, 2026

Terminal Petikemas Koja dapat Penghargaan Terbaik 3 Kategori Corporate – Transformasi Organisasi Perusahaan di Ajang Anugerah BUMN 2026

 


JAKARTA (Media Bisnis  Nasional.com) - TPK Koja berhasil meraih penghargaan Terbaik 3 Kategori Corporate – Transformasi Organisasi Perusahaan dalam ajang Anugerah BUMN 2026. Penghargaan ini menjadi bentuk apresiasi atas komitmen perusahaan dalam menjalankan transformasi organisasi yang berkelanjutan serta mendorong pertumbuhan bisnis yang adaptif dan berdaya saing.

Sebelum meraih penghargaan ini, TPK Koja telah melalui rangkaian proses penjurian dalam kategori penilaian korporasi, termasuk sesi presentasi korporasi yang dilaksanakan secara daring di hadapan dewan juri.


Penghargaan ini juga tidak lepas dari peran serta dukungan berbagai pihak.

- Dr.Mas Achmad Daniri

Ketua Asosiasi GRC Indonesia

- DR. Triono Saputro, Msi

Expert Council BTA Academy


Melalui proses penilaian tersebut, TPK Koja dinilai berhasil menunjukkan implementasi transformasi organisasi yang berdampak pada peningkatan kinerja perusahaan, hingga akhirnya berhasil meraih posisi Terbaik 3 pada kategori Corporate – Transformasi Organisasi Perusahaan.

(Redaksi MBN.Com).

Wamenhub Tinjau Angkutan Lebaran 2026 di Pelabuhan Ciwandan untuk Pastikan Layanan Mudik Berjalan Aman dan Nyaman





BANTEN (Media Bisnis Nasional.com,14 Maret 2026) – Wakil Menteri Perhubungan (Wamenhub) Republik Indonesia, Suntana, meninjau pelaksanaan Angkutan Lebaran 2026 di Pelabuhan Ciwandan, Banten, pada Sabtu, 14 Maret 2026, sekitar pukul 00:45 WIB. Kunjungan ini dilakukan untuk memastikan pelaksanaan Angkutan Lebaran 2026 berjalan optimal, termasuk operasional dan layanan, kelancaran arus kendaraan, serta penguatan koordinasi antarinstansi selama periode Angkutan Lebaran 2026.


Pada kesempatan itu, Suntana menegaskan bahwa prioritas utama selama masa Angkutan Lebaran 2026 ini adalah kenyamanan dan keselamatan. Ia juga mengingatkan agar semua pihak di lapangan dapat menjalankan arahan Presiden Republik Indonesia untuk meningkatkan kualitas layanan terhadap masyarakat.


“Arahan Bapak Presiden sangat jelas, bahwa penyelenggaraan Angkutan Lebaran 2026 harus berfokus pada kualitas layanan kepada masyarakat. Karena yang paling utama, seluruh pihak harus menempatkan pelayanan, kenyamanan, dan keselamatan masyarakat di atas kepentingan lainnya,” ujar Suntana saat peninjauan.


Ia menambahkan, evaluasi terhadap penyelenggaraan arus mudik tahun sebelumnya harus menjadi pijakan untuk meningkatkan kualitas pada tahun ini. Karena itu, Wamenhub meminta seluruh pemangku kepentingan, baik operator, regulator, maupun unsur pengamanan, untuk memperkuat sinergi dan menghilangkan ego sektoral demi terciptanya layanan yang lebih terintegrasi dan responsif.


“Kita harus belajar dari pengalaman tahun lalu agar pelaksanaan tahun ini semakin baik. Tidak boleh ada ego sektoral. Semua pihak harus bekerja sama, saling mendukung, dan memberikan upaya terbaik agar masyarakat dapat merasakan perjalanan mudik yang lancar, aman, dan nyaman,” tambah Suntana.


General Manager PT Pelabuhan Indonesia (Persero) Regional 2 Banten, Benny Ariadi, yang mendampingi kunjungan Wamenhub di lapangan menyampaikan terima kasih atas kunjungan dan perhatian yang diberikan oleh pemerintah pusat. Menurutnya, kehadiran Wamenhub menjadi dorongan moral bagi seluruh jajaran Pelindo Regional 2 Banten dan stakeholder terkait yang terus berupaya dalam memberikan pelayanan optimal kepada masyarakat.


“Kami menyampaikan terima kasih atas kunjungan Bapak Wakil Menteri Perhubungan ke Pelabuhan Ciwandan. Kehadiran beliau menjadi penyemangat bagi seluruh jajaran kami untuk terus menjaga kualitas pelayanan selama Angkutan Lebaran 2026. Bersama seluruh stakeholder, kami berkomitmen memberikan layanan yang terbaik agar masyarakat dapat melakukan perjalanan dengan lebih aman, nyaman, dan lancar” tutup Benny Ariadi.


Dengan demikian, Pelindo Regional 2 Banten akan terus memperkuat koordinasi, pelaksanaan operasional, dan kualitas pelayanan di Pelabuhan Ciwandan sebagai bentuk komitmen dalam mendukung kelancaran Angkutan Lebaran 2026 serta menghadirkan pengalaman mudik yang berkesan bagi masyarakat dengan melayani sepenuh hati.


(Redaksi MBN.Com/Humas Pelindo Regional 2 Banten).





PTP Nonpetikemas Tetap Beroperasi 24/7 Selama Lebaran Iedul Fitri 1447 Hijriah

 



JAKARTA (ISL News, 14 Maret 2026) – PT Pelabuhan Tanjung Priok (PTP Nonpetikemas) memastikan seluruh layanan operasional pelabuhan tetap berjalan optimal selama periode Ramadhan hingga Lebaran 1447 Hijriah. Komitmen ini dilakukan sebagai bagian dari upaya perusahaan dalam menjaga kelancaran arus barang serta mendukung kesinambungan rantai logistik nasional.


Sebagai bagian dari Pelindo Group, PTP Nonpetikemas memiliki peran strategis dalam mendukung distribusi logistik nasional, khususnya dalam layanan bongkar muat kargo curah cair, curah kering, dan general cargo di berbagai wilayah operasional perusahaan.

Direktur Komersial dan Pengembangan Usaha sekaligus Pelaksana Tugas Direktur Operasi PTP Nonpetikemas, Dwi Rahmad Toto S., menegaskan bahwa seluruh aktivitas kepelabuhanan tetap berjalan normal 24/7 selama periode Ramadhan hingga Lebaran.


“Kami memastikan seluruh aktivitas kepelabuhanan di wilayah kerja PTP Nonpetikemas tetap berjalan optimal 24/7 selama periode Ramadhan hingga Lebaran. Operasional bongkar muat kapal tetap berlangsung untuk menjaga kelancaran arus barang serta memastikan distribusi logistik nasional tetap terjaga,” ujar Toto.


Untuk mendukung kelancaran operasional, PTP Nonpetikemas telah menyiapkan sumber daya manusia, peralatan operasional, serta sistem pendukung layanan di seluruh cabang yang beroperasi di 11 pelabuhan di Indonesia. Seluruh kegiatan operasional pelabuhan didukung dengan sistem kerja 24 jam setiap hari guna memastikan kegiatan bongkar muat, receiving, dan delivery berjalan aman, lancar, serta sesuai standar pelayanan yang berlaku.


Pada periode Lebaran, aktivitas distribusi logistik diperkirakan mengalami peningkatan, terutama menjelang masa pengaturan lalu lintas angkutan barang serta setelah berakhirnya arus balik Lebaran. Dalam hal ini, PTP Nonpetikemas juga memperkuat koordinasi dengan berbagai pemangku kepentingan, termasuk otoritas pelabuhan, aparat keamanan, serta mitra kerja guna mengantisipasi potensi peningkatan aktivitas operasional di lapangan.


PTP Nonpetikemas Cabang Banten dan Cabang Panjang juga turut berperan dalam mendukung kelancaran arus mudik dan distribusi logistik selama periode Lebaran. Di Cabang Banten yang beroperasi di Pelabuhan Ciwandan, Cilegon, fasilitas pelabuhan kembali dioperasikan sebagai jalur alternatif penyeberangan sepeda motor dan truk logistik menuju Sumatra sejak 11 Maret 2026. Dukungan infrastruktur berupa tiga dermaga kapal Ro-Ro serta area penyangga kendaraan disiapkan untuk membantu mengurai kepadatan di Pelabuhan Merak sekaligus memastikan mobilitas kendaraan dan distribusi logistik tetap berjalan lancar.


Sementara itu, PTP Nonpetikemas Cabang Panjang di Lampung juga berperan sebagai simpul penting dalam mendukung kelancaran arus logistik menuju wilayah Sumatra. Pelabuhan Panjang disiapkan sebagai jalur alternatif penerimaan pemudik sepeda motor dari Jakarta serta tetap menjalankan fungsi utamanya dalam melayani distribusi berbagai komoditas strategis. Dengan dukungan dermaga, lapangan penumpukan, serta fasilitas operasional yang beroperasi 24 jam, cabang ini turut memastikan kelancaran arus barang sekaligus mendukung mobilitas masyarakat selama periode mudik Lebaran.


Merujuk pada Keputusan Direktorat Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan Nomor AJ.201/2/5/DJPD/2026, pembatasan operasional angkutan barang akan diberlakukan pada 13–29 Maret 2026. Kebijakan tersebut bertujuan untuk memberikan prioritas pada distribusi logistik penting seperti bahan bakar minyak atau gas, hewan ternak, pupuk, bantuan korban bencana alam, serta bahan pokok lainnya.


Senior Manager Sekretaris Perusahaan PTP Nonpetikemas, Fiona Sari Utami, menambahkan bahwa perusahaan juga menempatkan aspek keselamatan dan kesehatan kerja (K3) serta kepatuhan terhadap prosedur operasional sebagai prioritas utama dalam setiap kegiatan pelayanan.


“Kelancaran operasional pelabuhan tidak dapat dicapai tanpa koordinasi yang kuat dengan seluruh pemangku kepentingan. Karena itu, kami terus memperkuat sinergi dengan berbagai stakeholder agar pengaturan lalu lintas dan aktivitas kepelabuhanan dapat berjalan optimal selama periode Lebaran,” ujar Fiona.

Melalui berbagai langkah tersebut, PTP Nonpetikemas berharap dapat terus memberikan layanan terbaik serta menjadi mitra terpercaya bagi para pengguna jasa dalam mendukung kelancaran distribusi logistik nasional.


PT Pelabuhan Tanjung Priok (PTP Nonpetikemas) merupakan operator terminal nonpetikemas di Indonesia yang berpengalaman dalam menangani kegiatan bongkar muat kargo curah cair, curah kering, general cargo dan lain-lain. PTP Nonpetikemas telah beroperasi di 11 cabang pelabuhan yang tersebar di berbagai wilayah strategis Indonesia yaitu Pelabuhan Tanjung Priok, Banten, Cirebon, Panjang, Bengkulu, Palembang, Jambi, Teluk Bayur, Tanjung Pandan, Pangkal Balam, serta Pontianak.


(Redaksi ISL News/Corcom PTP Nonpetiikemas).