Pages

Jumat, Maret 13, 2026

IPCM PERLUAS LAYANAN MARITIM DI SUMATERA SELATAN MELALUI KERJA SAMA SHIP TO SHIP DI SUNGAI MUSI




JAKARTA (Media Bisnis Nasional.com, 14 Maret 2026) – PT Jasa Armada Indonesia Tbk (IDX: IPCM) yang merupakan bagian dari Pelindo Group terus memperkuat ekspansi layanan kepelabuhanan nasional melalui penandatanganan perjanjian kerja sama dengan PT Penascop Maritim Indonesia dalam penyediaan jasa pemanduan dan penundaan kapal untuk kegiatan Ship to Ship (STS) di Perairan Wajib Pandu Kelas I Ambang Luar Sungai Musi, Palembang, Provinsi Sumatera Selatan.


Perjanjian kerja sama yang ditandatangani pada 4 Maret 2026 di Palembang, Sumatera Selatan ini menjadi langkah strategis IPCM dalam memperluas cakupan layanan operasionalnya di wilayah Sumatera Selatan yang merupakan salah satu jalur penting distribusi logistik dan perdagangan komoditas nasional.


Melalui kerja sama ini, IPCM akan menyediakan layanan prioritas jasa pemanduan dan penundaan kapal untuk kegiatan Ship to Ship (STS) di Perairan Wajib Pandu Kelas I Ambang Luar Sungai Musi, Palembang. Kawasan ini merupakan jalur strategis bagi aktivitas distribusi komoditas batu bara di wilayah Sumatera Selatan dengan kontribusi 739 Juta Ton dari total 120,74 Juta Ton skala produksi nasional sehingga membutuhkan dukungan layanan kepelabuhanan yang andal dan berstandar keselamatan tinggi.


Direktur Utama PT Jasa Armada Indonesia Tbk, Shanti Puruhita, menyampaikan bahwa kolaborasi ini merupakan bagian dari komitmen IPCM untuk terus meningkatkan kontribusi perusahaan dalam mendukung kelancaran arus logistik nasional serta memperkuat posisi IPCM sebagai penyedia layanan maritim yang andal.


“Kerja sama ini merupakan langkah strategis IPCM dalam memperluas jangkauan layanan operasional di wilayah-wilayah dengan potensi aktivitas kepelabuhanan yang tinggi. Sungai Musi merupakan salah satu jalur logistik penting di Sumatera Selatan, sehingga dukungan layanan pemanduan dan penundaan kapal yang profesional dan berstandar keselamatan tinggi menjadi sangat krusial. Melalui kolaborasi ini, IPCM optimistis dapat memberikan nilai tambah bagi para pengguna jasa sekaligus mendukung pertumbuhan bisnis perusahaan secara berkelanjutan,” ujar Shanti.


Kerja sama ini juga diharapkan dapat semakin memperkuat peran IPCM dalam mendukung kelancaran aktivitas logistik di wilayah Sumatera Selatan sekaligus membuka peluang pengembangan bisnis maritim di masa mendatang.


(Redaksi MBN.Com/Corcom IPCM).

Ditjen Hubla Gelar Market Sounding Pengembangan Backup Area Pelabuhan Patimban




JAKARTA (Media Bisnis Nasional.com,14/3/2026) – Direktorat Jenderal Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan melalui Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas II Patimban terus mendorong percepatan pengembangan Pelabuhan Patimban sebagai salah satu Proyek Strategis Nasional (PSN). Upaya tersebut diwujudkan melalui penyelenggaraan Seminar Penyampaian Hasil Tenant Demand Survey dan Diskusi Investasi (Market Sounding Tahap Awal) terkait pengembangan dan pemanfaatan Backup Area Pelabuhan Patimban yang dilaksanakan di Jakarta, Jumat (13/3).


Kegiatan ini bertujuan memaparkan hasil survei kebutuhan tenant yang disusun oleh tim Japan International Cooperation Agency (JICA) sekaligus menjadi forum dialog strategis antara pemerintah dengan para calon investor serta pelaku usaha di sektor logistik dan kepelabuhanan.


Mewakili Direktur Jenderal Perhubungan Laut, Sekretaris Direktorat Jenderal Perhubungan Laut, Lollan Panjaitan, menyampaikan bahwa pengembangan backup area merupakan bagian integral dari ekosistem Pelabuhan Patimban yang akan memperkuat sistem logistik nasional.


"Kementerian Perhubungan berkomitmen menciptakan iklim investasi yang kondusif di sektor kepelabuhanan. Keberhasilan pengembangan kawasan ini tidak hanya ditentukan oleh pembangunan infrastruktur, tetapi juga oleh kemitraan yang kuat antara pemerintah, pelaku usaha, dan mitra strategis," ujar Lollan.


Menurutnya, forum market sounding ini menjadi momentum penting untuk menyelaraskan pandangan antara pemerintah dan sektor swasta dalam pengembangan kawasan pendukung pelabuhan.


"Masukan dari para calon tenant dan investor sangat penting sebagai bahan penyempurnaan konsep pengembangan kawasan sehingga langkah tindak lanjut yang disusun dapat lebih terarah dan berkelanjutan," tambahnya.


Pelabuhan Patimban diproyeksikan menjadi salah satu simpul utama logistik nasional yang mendukung kegiatan ekspor, khususnya sektor otomotif, serta distribusi barang di kawasan Jawa Barat dan sekitarnya. 


Pengembangan backup area yang terintegrasi diharapkan dapat meningkatkan efisiensi logistik sekaligus memperkuat daya saing pelabuhan di tingkat regional dan global.


Kegiatan ini dihadiri oleh perwakilan JICA, pejabat di lingkungan Kementerian Perhubungan, pengurus KADIN Provinsi Jawa Barat, serta para direksi perusahaan dan pimpinan asosiasi di bidang logistik dan kepelabuhanan.


(Redaksi MBN.Com/SKY/ETJ/HJ).




TRANSFORMASI LAYANAN BERBUAH KINERJA, IPCC CETAK PERTUMBUHAN OPERASIONAL 13,53%

 



JAKARTA (Media Bisnis Nasional.com, News,12 Maret 2026) -.PT Indonesia Kendaraan Terminal Tbk (IDX: IPCC) tetap konsisten menunjukkan komitmen kepada pemegang saham dan para pengguna jasa melalui pertumbuhan kinerja operasional yang berkelanjutan. Hal ini tercermin dari capaian kunjungan kapal konsolidasi yang mencapai 593 call atau meningkat 111 kunjungan secara tahunan (YoY), setara dengan pertumbuhan sebesar 23,06%.


Selain itu, pertumbuhan paling menonjol juga terlihat pada segmen kargo Truck/Bus yang mencatatkan peningkatan sebesar 50,61% YoY atau bertambah 17.062 unit dibandingkan periode sebelumnya. Secara keseluruhan, kinerja operasional konsolidasi terminal kendaraan yang meliputi CBU, alat berat, serta Truck/Bus tumbuh sebesar 13,53%, mencerminkan tren positif dalam aktivitas layanan terminal kendaraan yang dikelola perusahaan.


Peningkatan tersebut didukung oleh penguatan sistem operasional berbasis digital melalui implementasi PTOS-C, yang menjadi platform terintegrasi dalam pengelolaan operasional terminal internasional maupun domestik. Penerapan sistem ini berperan penting dalam meningkatkan efektivitas layanan, mempercepat proses operasional, serta memberikan visibilitas yang lebih baik bagi para pengguna jasa. Transformasi digital yang dijalankan perusahaan juga menjadi bagian dari strategi berkelanjutan dalam memperkuat kinerja operasional terminal kendaraan.


“Transformasi digital melalui implementasi PTOS-C merupakan bagian penting dari strategi kami dalam membangun sistem operasional terminal kendaraan yang lebih terintegrasi, efisien, dan transparan. Melalui penguatan platform digital ini, kami tidak hanya meningkatkan kualitas layanan bagi para pengguna jasa, tetapi juga memastikan bahwa IPCC mampu menghadirkan operasional yang adaptif, andal, dan berkelanjutan di tengah dinamika industri logistik otomotif yang terus berkembang,” ungkap Sugeng Mulyadi, CEO IPCC.


Pertumbuhan aktivitas ekspor kendaraan turut menjadi salah satu pendorong penguatan kinerja operasional PT Indonesia Kendaraan Terminal Tbk (IPCC), khususnya pada segmen kargo Completely Built Up (CBU). Hingga Februari 2026, perusahaan mencatatkan penanganan sebanyak 62.630 unit CBU, meningkat sekitar 35% secara tahunan (YoY).


Capaian ini sekaligus menegaskan semakin kuatnya posisi Indonesia sebagai salah satu basis produksi industri otomotif yang mendapat kepercayaan pasar global, dengan Vietnam tercatat sebagai negara tujuan ekspor terbesar pada periode tersebut, mencapai 11.672 unit kendaraan. Secara keseluruhan, pada segmen kargo CBU konsolidasi IPCC berhasil melayani 139.480 unit kendaraan, meningkat 5.895 unit atau tumbuh sekitar 4,41% YoY. Pertumbuhan ini menunjukkan tren peningkatan yang stabil dan berkelanjutan dalam aktivitas layanan terminal kendaraan yang dikelola perusahaan.


Kinerja positif tersebut juga tercermin dari capaian operasional IPCC selama dua bulan pertama tahun 2026 yang secara konsolidasi berhasil menangani 195.729 unit kargo kendaraan, terdiri dari CBU, truck/bus, serta alat berat. Jumlah tersebut meningkat 23.319 unit dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya, mencerminkan peningkatan aktivitas logistik otomotif yang terus berkembang.


“Peningkatan kinerja operasional pada awal tahun ini mencerminkan efektivitas strategi pengelolaan terminal kendaraan yang kami jalankan secara konsisten. Pertumbuhan pada segmen CBU serta peningkatan volume kargo secara konsolidasi menunjukkan bahwa aktivitas logistik otomotif tetap bergerak positif, sekaligus memperkuat peran IPCC dalam mendukung kelancaran distribusi kendaraan baik untuk pasar domestik maupun ekspor,” ujar Bagus Dwipoyono, Direktur Operasi dan Teknik IPCC.


Sebagai bagian dari ekosistem Pelindo Group di bawah pengelolaan Sub Holding Multi Terminal atau PT Pelindo Multi Terminal (SPMT), IPCC menjalankan peran strategis dalam pengelolaan terminal kendaraan yang berfokus pada layanan kargo non-petikemas atau multipurpose. Peran tersebut menjadi semakin penting di tengah dinamika geopolitik internasional serta perubahan kebijakan nasional yang turut mempengaruhi lanskap perdagangan dan logistik global. Dalam menghadapi kondisi tersebut, IPCC terus memperkuat kapabilitas operasional dan menjaga konsistensi kinerja guna memenuhi ekspektasi pemegang saham sekaligus mempertahankan kontribusinya terhadap pertumbuhan industri logistik otomotif nasional sepanjang tahun 2026.


Dalam upaya memperkuat kualitas layanan dan menjawab kebutuhan industri yang terus berkembang, IPCC secara konsisten memperkuat lini operasionalnya melalui standarisasi lima terminal satelit. Hal ini menjadi komitmen perusahaan untuk menghadirkan layanan terminal kendaraan yang lebih merata, adaptif, dan efisien, yang didukung oleh sistem operasional terintegrasi berbasis digitalisasi. Langkah tersebut turut mendorong peningkatan kinerja operasional pada berbagai segmen layanan.


Pada layanan kargo truk dan bus, IPCC mencatat pertumbuhan paling signifikan sebesar 50,61% secara tahunan (YoY), seiring meningkatnya aktivitas sektor pertambangan domestik yang terdorong oleh implementasi kebijakan hilirisasi industri sumber daya mineral. Di sisi lain, program pemerintah melalui Kementerian Pertanian Republik Indonesia yang berfokus pada penguatan swasembada pangan—melalui peningkatan produktivitas pertanian, pengembangan lahan sawah baru, serta hilirisasi sektor pertanian—juga turut meningkatkan kebutuhan alat produksi dan sarana angkut yang distribusinya dilayani melalui terminal kendaraan yang dikelola IPCC.


Sejalan dengan penguatan peran perusahaan dalam mendukung rantai pasok industri nasional yang berkelanjutan, layanan kargo alat berat turut mencatatkan kinerja positif dan menjadi kontributor terbesar kedua bagi aktivitas operasional perusahaan. Hingga Februari 2026, penanganan alat berat secara konsolidasi mencapai 5.477 unit, meningkat 7,08% YoY atau bertambah 362 unit dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Capaian ini sekaligus mencerminkan kontribusi IPCC dalam mendukung pengembangan ekosistem hilirisasi sektor pertambangan yang menjadi salah satu agenda strategis pemerintah.


“Pertumbuhan kinerja operasional pada berbagai segmen layanan ini menunjukkan bahwa inisiatif pengembangan bisnis yang dijalankan IPCC mampu merespons dinamika kebutuhan industri secara adaptif. Melalui penguatan jaringan terminal, optimalisasi sistem operasional terintegrasi, serta penerapan prinsip tata kelola perusahaan yang baik, kami optimis IPCC dapat terus menciptakan nilai tambah yang berkelanjutan sekaligus memberikan kontribusi nyata dalam mendukung rantai pasok industri nasional yang semakin kompetitif,” ucap Endah Dwi Liesly Sekretaris Perusahaan IPCC 


(Redaksi MBN Com/Corcom IPCC).

TPK Semarang Perkuat Kesiapan Hadapi Arus Petikemas Libur Lebaran 2026



 

Semarang (Media Bisnis Nasional,com/13/03) - TPK Semarang memastikan kesiapan operasional dalam mengantisipasi potensi lonjakan arus petikemas menjelang Idulfitri 2026 dan pasca Hari Raya Imlek serta . Sejumlah langkah strategis disiapkan guna menjaga kelancaran layanan dan stabilitas operasional selama periode puncak.


 

Berdasarkan simulasi operasional, tingkat Yard Occupancy Ratio (YOR) pada periode tersebut diproyeksikan berada pada level tinggi. Untuk mengantisipasi hal itu, manajemen melakukan penambahan kapasitas dan optimalisasi area penumpukan, termasuk pemanfaatan area lini 2 serta pengoperasian Dermaga Samudera 02 untuk kegiatan petikemas. Langkah ini diharapkan mampu menjaga YOR tetap dalam batas operasional yang aman.


 

Penguatan kapasitas dilakukan melalui penambahan blok penumpukan di sejumlah area seperti Ex Lamicitra, Ex PEL, dan Ex Adam Wiji (MTI). Terminal juga menyiapkan tambahan dua unit reach stacker serta perbantuan operator dan yard planner guna memastikan produktivitas tetap terjaga selama periode sibuk.


 

Untuk mencegah antrean kendaraan, TPK Semarang mengoptimalkan penerapan Truck Booking System (TBS), pemanfaatan buffer area, serta penataan arus keluar-masuk peti kemas agar tetap lancar dan tertib.


 

Terminal Head TPK Semarang, I Nyoman Sutrisna, menegaskan bahwa kesiapan tersebut merupakan hasil evaluasi menyeluruh dan simulasi yang telah dilakukan jauh hari.


 

“Kesiapan Lebaran 2026 kami fokuskan pada pengendalian kepadatan lapangan dan kelancaran arus petikemas. Penambahan blok penumpukan, penguatan peralatan, serta penyesuaian tim operasional dilakukan agar YOR tetap terkendali dan pelayanan kepada pengguna jasa tetap optimal selama periode puncak,” ujarnya.


 

Ia menambahkan, perencanaan berbasis simulasi dan evaluasi kinerja periode sebelumnya menjadi landasan dalam penyusunan strategi operasional tahun ini. Optimalisasi kapasitas, penguatan peralatan, serta pengaturan arus kendaraan diharapkan mampu menjaga kelancaran kegiatan bongkar muat selama periode Imlek dan Idulfitri.


 

Langkah antisipatif tersebut mendapat apresiasi dari kalangan pengguna jasa. Ketua DPW ALFI/ILFA Jawa Tengah, Teguh, menilai kesiapan yang dilakukan terminal merupakan langkah positif dalam menjaga kelancaran rantai pasok selama libur panjang.


 

“Kami mengapresiasi langkah proaktif yang dilakukan TPK Semarang. Kesiapan infrastruktur, peralatan, serta kebijakan yang mendorong percepatan arus barang menjadi faktor penting dalam menjaga kelancaran logistik. Kami berharap koordinasi dan komunikasi antara terminal dan pengguna jasa terus diperkuat agar aktivitas logistik tetap terkendali dan efisien,” katanya.


 

Dengan berbagai langkah tersebut, TPK Semarang menegaskan komitmennya untuk menjaga keandalan layanan serta memberikan kepastian operasional bagi seluruh pengguna jasa selama periode Lebaran 2026.


 

(Redaksi MBN.Com/Corcom SPTP).

Jelang Lebaran, Pelindo Marine Siaga 24/7 Jaga Pintu Logistik Ujung Barat Indonesia



MALAHAYATI (Media Bisnis Nasional.com, 13/3/2026)  Menjelang Hari Raya Idulfitri 1447 H, PT Pelindo Marine Service (Pelindo Marine) memastikan kesiapan armada kapal tunda dan kapal pandu yang dioperasikan di 55 pelabuhan di seluruh Indonesia. Dua di antaranya berada di Pelabuhan Lhokseumawe dan Malahayati yang menjadi pintu logistik penting di ujung barat Indonesia, khususnya dalam mengamankan arus barang menjelang Lebaran.


Direktur Komersial, Operasi, dan Teknik Pelindo Marine, Elvin Syah Putra, menegaskan bahwa Pelindo Marine telah menyiapkan sumber daya terbaik, baik kapal maupun kru, untuk memastikan keselamatan dan kelancaran operasional pada periode puncak kepadatan menjelang Lebaran. “Kami telah mempersiapkan kapal dan kru agar siap melayani tanpa henti 24/7 di seluruh area operasional, termasuk wilayah paling barat yaitu Pelabuhan Malahayati dan Lhokseumawe. Menjelang Lebaran, aktivitas pelabuhan cenderung meningkat sehingga pelayanan harus tetap optimal. Rotasi kru, jadwal jaga, serta kesiapan teknis armada telah kami optimalkan agar layanan tetap lancar,” ujar Elvin.


Pelaksana Perawatan Armada Pelindo Marine di Malahayati, Teuku Muhazzari, menambahkan bahwa Pelabuhan Malahayati beberapa waktu lalu sempat berperan sebagai pusat distribusi logistik ketika terjadi bencana di wilayah Aceh dan sekitarnya. “Selain tetap beroperasi untuk pelayanan kemanusiaan pasca bencana banjir, kapal tunda TB. Kreng Raya juga melayani penundaan kapal komersial seperti kapal kontainer, tanker, dan jenis kapal lainnya,” jelas Muhazzari.


Sementara itu di Pelabuhan Lhokseumawe, Asisten Pelaksana Penyiapan Armada Pelindo Marine, Rizki Rianda, memastikan seluruh armada berada dalam kondisi siap operasi. Koordinasi intensif dilakukan bersama otoritas pelabuhan dan para pemangku kepentingan untuk menjaga kelancaran layanan selama puncak arus logistik. “Kapal tunda KT. Kreng Geukeh serta kapal pandu KPC Sei Nunang 01 dan MPS 020 telah disiapkan untuk mendukung seluruh aktivitas kelancaran bongkar muat dan pergerakan kapal, terutama pada puncak aktivitas menjelang Lebaran” ujar Rizki.


Kesiapan Pelindo Marine di seluruh wilayah Indonesia, termasuk titik-titik strategis seperti Malahayati dan Lhokseumawe, menjadi bagian penting dalam menjaga ketahanan logistik nasional. Arus barang kebutuhan pokok, energi, hingga industri diharapkan tetap terjaga selama masa persiapan Lebaran.


(Redaksi MBN.Com).

Sewindu WRS LAW OFFICE Resmi Lakukan Regenerasi Kepemimpinan Operasional

Peserta Rakernas WRS Law Office, Rabu 11 Maret 2026 (dari kiri ke kanan): Ahmad R. Rusmiarso, S.H., Liza, S.H., Mesa Indra Naiborhu, S.H., Samsuto, S.H., Prasetyo, S.H., Dr. Wagiman 



JAKARTA (Media Bisnis Nasional.com) – Kantor Hukum WRS Law Office resmi memasuki usia delapan tahun atau sewindu (2018-2026) dalam dedikasinya memberikan pelayanan hukum bagi masyarakat, khususnya kalangan akar rumput. Momen bersejarah ini ditandai dengan pelaksanaan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) yang berlangsung khidmat di Mata-Mata Coffee, Jakarta, Rabu (11/3/2026).


Dalam sambutannya, Dr. Wagiman, salah satu pendiri WRS Law Office, menyampaikan rasa syukur yang mendalam atas perjalanan panjang kantor hukum ini. Sejak didirikan pada 2018, WRS konsisten memosisikan diri sebagai pembela hak-hak masyarakat bawah yang kerap kesulitan mengakses keadilan.


“Sewindu ini adalah bukti komitmen kami. Kami bersyukur tetap tegak berdiri untuk melayani masyarakat yang membutuhkan bantuan hukum”, ujar Dr. Wagiman.


Turut hadir dalam Rakerna, keluarga besar WRS, Liza, S.H., Mesa Indra Naiborhu, S.H., dan Prasetyo, S.H. Turut mendampingi dalam momen tersebut dua pendiri lainnya, Ahmad R. Sumiarso, S.H. dan Samsuto, S.H. Ketiganya tampak solid mengawal jalannya Rakernas yang menjadi tonggak baru bagi masa depan firma hukum tersebut.


Rakernas tahun ini tidak hanya menjadi ajang seremoni, tetapi juga menjadi momentum strategis bagi keberlanjutan organisasi. WRS secara resmi melakukan regenerasi kepemimpinan operasional dari Dr. Wagiman kepada Samsuto, S.H. Langkah inidiambil untuk memastikan adanya energi baru dan perspektif segar dalam menghadapi tantangan hukum yang semakin kompleks di masa depan.


Samsuto diharapkan mampu membawa semangat progresif tanpa meninggalkan akar perjuangan WRS di masyarakat. Melalui kepemimpinan baru dan pengalaman selama delapan tahun terakhir, WRS Law Office optimistis untuk terus berkembang.


Segenap keluarga besar firma hukum ini berharap WRS semakin jaya dan mampu memperluas jangkauan bantuan hukumnya ke seluruh pelosok tanah air. WRS menyediakan hotline free konsultasi hukum. Selamat sewindu WRS Law Office!


(Redaksi MBN.Com).



Terminal Teluk Lamong RAIH PENGHARGAAN TRANSFORMASI DIGITAL TERBAIK Dan BEST CEO DALAM ANUGERAH BUMN AWARD 2026



SURABAYA (Media Bisnis Nasional.com, 12 Maret 2026) - PT Terminal Teluk Lamong (TTL) kembali menorehkan prestasi di tingkat nasional dengan meraih dua penghargaan sekaligus pada ajang 15th Anugerah BUMN Award 2026 yang diselenggarakan di Hotel Borobudur, Jakarta, Selasa (10/3/2026).

 

Pada ajang tersebut, PT Terminal Teluk Lamong berhasil meraih penghargaan Anak Perusahaan BUMN Terbaik kategori Transformasi Digital, sementara Direktur Utama TTL, David P. Sirait, dianugerahi penghargaan Best CEO kategori Leading Change and Innovation atas kepemimpinannya dalam mendorong transformasi dan inovasi di lingkungan perusahaan.

 

Ketua Dewan Juri Anugerah BUMN 2026, Dr. Ir. Arief Yahya, M.Sc., menyampaikan bahwa BUMN saat ini tengah memasuki fase baru transformasi. Tata kelola perusahaan tidak lagi hanya menitikberatkan pada aspek kepatuhan (compliance), tetapi juga integritas sistem, transparansi dalam pengambilan keputusan, serta manajemen risiko yang adaptif.

 

Menurutnya, penciptaan nilai ekonomi berkelanjutan menuntut BUMN untuk tidak hanya berorientasi pada profit, tetapi juga memastikan keberlanjutan usaha, ketahanan bisnis, serta memberikan multiplier effect bagi perekonomian nasional.

 

Penghargaan ini menjadi bentuk apresiasi atas komitmen PT Terminal Teluk Lamong dalam mendorong transformasi digital di sektor kepelabuhanan melalui berbagai inovasi teknologi dan penguatan sistem operasional yang mendukung peningkatan efisiensi layanan terminal.

 

Direktur Utama PT Terminal Teluk Lamong, David P. Sirait, yang hadir menerima penghargaan tersebut menyampaikan bahwa pencapaian ini merupakan hasil kerja keras seluruh insan perusahaan serta kolaborasi yang kuat dengan berbagai pemangku kepentingan.

 

Menurutnya, transformasi digital tidak hanya berkaitan dengan penerapan teknologi, tetapi juga menyangkut perubahan budaya kerja serta strategi perusahaan untuk menghadirkan layanan yang lebih unggul bagi pelanggan.

 

“Penghargaan ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus bertumbuh dan berinovasi. TTL akan terus mengembangkan inovasi berkelanjutan guna meningkatkan kinerja perusahaan, menjaga daya saing di tengah dinamika industri logistik dan kepelabuhanan, serta memberikan layanan yang semakin cepat, efisien, dan andal bagi pelanggan,” ujarnya.

 

Transformasi digital di TTL juga diperkuat melalui peningkatan ketahanan sistem (digital resilience) serta integrasi sistem operasional antar terminal yang berada di bawah pengelolaan TTL, yaitu Terminal Teluk Lamong, TPK Berlian, dan TPK Nilam. Integrasi ini dilakukan untuk meningkatkan efisiensi operasional sekaligus memperkuat peran Jawa Timur sebagai salah satu simpul penting dalam jaringan logistik nasional.

 

Beberapa program inovasi yang saat ini dijalankan antara lain implementasi Terminal Booking System (TBS) serta penerapan Berthing Priority System yang bertujuan untuk meningkatkan efisiensi operasional terminal secara menyeluruh.

 

Terminal Booking System (TBS) merupakan sistem digital yang memungkinkan pengaturan jadwal kedatangan truk secara lebih terencana dan terintegrasi melalui pengaturan slot waktu kedatangan. Sistem ini membantu mengurangi antrean kendaraan di area terminal, memperlancar arus logistik, serta meningkatkan efisiensi proses pelayanan di gate terminal.

 

Sementara itu, TTL juga menerapkan Berthing Priority System untuk meningkatkan efektivitas perencanaan sandar kapal di terminal. Sistem ini memungkinkan pengaturan prioritas pelayanan kapal secara lebih terencana, transparan, dan efisien.

 

Penerapan Berthing Priority di terminal curah kering yang dikelola TTL bahkan menjadi salah satu yang pertama dan hingga saat ini satu-satunya yang diterapkan di Indonesia, sebagai upaya memberikan kepastian layanan kapal sekaligus mengoptimalkan pemanfaatan fasilitas dermaga.

 

Melalui berbagai inovasi tersebut, TTL terus memperkuat transformasi digital dalam operasional terminal guna meningkatkan produktivitas, mempercepat layanan, serta memberikan kepastian layanan yang lebih baik bagi pelanggan dan pengguna jasa.

 

Anugerah BUMN Awards merupakan ajang penghargaan tahunan yang diberikan kepada BUMN dan anak perusahaan BUMN yang dinilai memiliki kinerja unggul, inovasi bisnis yang berkelanjutan, serta kepemimpinan yang mampu membawa organisasi tumbuh secara adaptif dan berdaya saing.

 

(Redaksi MBN.Com/Corcom TTL).

PTP Nonpetikemas Perkuat Kepedulian Sosial Lewat Program Pelindo Berbagi Ramadhan 2026

 





JAKARTA (Media Bisnis Nasional.com) – PT Pelabuhan Tanjung Priok (PTP Nonpetikemas) menyelenggarakan program Pelindo Berbagi Ramadhan 2026 sebagai bentuk kepedulian perusahaan kepada masyarakat dan pekerja di sekitar wilayah pelabuhan selama bulan suci Ramadhan.


Program ini menjadi wujud konsistensi PTP Nonpetikemas dalam mempererat hubungan dengan masyarakat di sekitar wilayah operasionalnya. Direktur Utama PTP Nonpetikemas, Indra Hidayat Sani, menyampaikan bahwa kegiatan tersebut telah menjadi agenda rutin perusahaan setiap tahun sebagai bagian dari pelaksanaan Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL).


“Sebagai perusahaan yang bergerak di bidang layanan kepelabuhanan, kami tidak hanya fokus pada operasional bisnis, tetapi juga berupaya terus hadir dan memberikan manfaat bagi masyarakat di sekitar pelabuhan. Melalui program TJSL di bulan Ramadhan ini, PTP Nonpetikemas melaksanakan berbagai kegiatan berbagi yang telah berlangsung selama beberapa minggu terakhir,” ujar Indra Hidayat Sani.


Senior Manager Sekretaris Perusahaan PTP Nonpetikemas, Fiona Sari Utami, menjelaskan bahwa program Pelindo Berbagi Ramadhan 2026 meliputi tiga kegiatan utama, yaitu pembagian 500 paket takjil menjelang waktu berbuka puasa, penyaluran 1.000 paket sembako bagi tenaga kerja bongkar muat (TKBM) serta masyarakat sekitar pelabuhan, serta santunan kepada 50 anak yatim di sekitar wilayah operasional perusahaan.


Selain itu, melalui program Maiska PTP Nonpetikemas yang mengelola dana infaq dan sedekah pekerja, santunan juga disalurkan kepada 330 anak yatim yang tersebar di seluruh cabang. Penyaluran bantuan tersebut dilaksanakan secara serentak sebagai wujud kepedulian sosial perusahaan kepada masyarakat.


“Tidak hanya melalui kegiatan berbagi di bulan Ramadhan, PTP Nonpetikemas juga terus berupaya hadir di tengah masyarakat melalui berbagai program sosial, lingkungan, pendidikan hingga pengembangan UMK sebagai bentuk kontribusi perusahaan,” ujar Fiona.


Penyaluran santunan kepada anak yatim menjadi bagian dari rangkaian kegiatan kebersamaan yang digelar PTP Nonpetikemas dalam momentum Ramadhan. Melalui kegiatan ini, perusahaan ingin menumbuhkan semangat berbagi serta memperkuat nilai kepedulian sosial di lingkungan perusahaan maupun masyarakat sekitar wilayah operasional pelabuhan.

 

(Redaksi MBN.Com).