Pages

Rabu, Maret 11, 2026

Pelindo Sinergi Lokaseva bersama Grup Salurkan Lebih dari 4.000 Bantuan Sosial bagi Masyarakat, di Bulan Suci Ramadhan Penuh Berkah

 




JAKARTA (Media Bisnis Nasional.com,12 Maret 2026) – PT Pelindo Sinergi Lokaseva (“SPSL”) beserta anak usaha kembali menebar keberkahan di bulan suci Ramadhan 1447 H/2026 M melalui rangkaian program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) dengan menyalurkan lebih dari 4.000 paket bantuan kepada masyarakat di sekitar wilayah operasional perusahaan.


Program ini merupakan bagian dari inisiatif “Pelindo Berbagi Ramadhan” oleh PT Pelabuhan Indonesia (Persero). Melalui kegiatan tersebut, Perusahaan menyalurkan bantuan melalui tiga bentuk program, yaitu pembagian paket sembako, santunan anak yatim, serta berbagi takjil bagi tenaga kerja bongkar muat (TKBM), sopir truk dan masyarakat di sekitar kawasan operasional Perusahaan.


Senior Vice President Sekretariat Perusahaan PT Pelindo Sinergi Lokaseva, Dewi Fitriyani, mengatakan bahwa bulan Ramadhan menjadi momentum penting bagi perusahaan untuk memperkuat kepedulian sosial sekaligus mempererat hubungan dengan masyarakat di sekitar wilayah operasional.


3“Ramadhan selalu menjadi momentum untuk memperkuat nilai kebersamaan dan kepedulian. Melalui berbagai program berbagi ini, kami ingin memastikan kehadiran PT Pelindo Sinergi Lokaseva tidak hanya dirasakan melalui aktivitas bisnis, tetapi juga melalui kontribusi sosial yang memberi manfaat langsung bagi masyarakat,” ujar Dewi.

 

Menebar Kepedulian Melalui Berbagi Kebutuhan Pokok dan Santunan

Dalam rangka membantu masyarakat memenuhi kebutuhan selama bulan Ramadhan, PT Pelindo Sinergi Lokaseva Group menyalurkan 1.965 paket sembako kepada masyarakat di sekitar wilayah operasional perusahaan. Bantuan ini diharapkan dapat membantu meringankan kebutuhan keluarga, khususnya menjelang Hari Raya Idul Fitri.


Selain itu, perusahaan juga menyalurkan lebih dari 1.000 santunan kepada anak yatim yang membutuhkan sebagai bentuk kepedulian dan solidaritas sosial di bulan suci Ramadhan. Program ini diharapkan dapat memberikan dukungan serta menghadirkan kebahagiaan bagi para penerima manfaat.


Program ini mendapat sambutan positif dari masyarakat. Abdul Rahman, Ketua LMK Kalibaru, menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih atas dukungan PT Pelindo Sinergi Lokaseva.


“Ramadhan menjadi momentum untuk memperkuat kepedulian sosial dan berbagi dengan sesama. Kami mengapresiasi dukungan PT Pelindo Sinergi Lokaseva dalam kegiatan santunan yang sangat berarti bagi masyarakat kami. Semoga program ini akan terus berjalan di tahun-tahun selanjutnya,” ungkapnya.


Hal senada juga disampaikan oleh Dedi yang mengungkapkan rasa terima kasihnya. “Alhamdulillah, bantuan sembako ini sangat berarti bagi kami. Semoga perusahaan semakin maju dan terus membawa manfaat bagi masyarakat. Terima kasih kepada PT Pelindo Sinergi Lokaseva dan Pelindo Group,” ungkapnya haru.

 

 

Berbagi Takjil, Menggerakkan UMKM Lokal

Dalam rangka berbagi keberkahan di bulan suci Ramadhan, PT Pelindo Sinergi Lokaseva juga membagikan 1.060 paket takjil kepada masyarakat di sekitar wilayah operasional Perusahaan. Pembagian takjil ini menyasar masyarakat yang berada maupun melintas di sekitar kawasan operasional perusahaan menjelang waktu berbuka puasa.


Kegiatan berbagi takjil ini juga melibatkan pekerja PT Pelindo Sinergi Lokaseva sebagai bagian dari semangat Employee Social Responsibility (ESR). Melalui keterlibatan tersebut, perusahaan mendorong partisipasi aktif karyawan dalam berbagai kegiatan sosial sekaligus menumbuhkan kepedulian dan semangat berbagi di lingkungan kerja.


Menariknya, penyediaan menu berbuka tersebut turut melibatkan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) sebagai mitra penyedia makanan, sehingga program ini tidak hanya memberikan manfaat bagi penerima takjil, tetapi juga mendukung aktivitas ekonomi pelaku usaha lokal.


Salah satu pelaku UMKM yang terlibat, E. Sabik, mengaku senang dapat berpartisipasi dalam program berbagi takjil yang diinisiasi oleh PT Pelindo Sinergi Lokaseva.


“Kami sangat senang bisa dilibatkan dalam program ini. Selain membantu masyarakat yang membutuhkan menu berbuka, kegiatan ini juga memberikan kesempatan bagi UMKM seperti kami untuk tumbuh,” ujarnya.


Sebagai bagian dari Pelindo Group, PT Pelindo Sinergi Lokaseva dan anak usaha berkomitmen untuk terus menghadirkan program-program TJSL yang memberikan dampak sosial nyata bagi masyarakat.


“Bagi kami, keberhasilan perusahaan tidak hanya diukur dari kinerja bisnis, tetapi juga dari seberapa besar manfaat yang dapat kami berikan kepada masyarakat dan lingkungan sekitar,” tutup Dewi Fitriyani.


(Redaksi ISL News/Corcom SPSL).

IKT Tbk. Gelar Management Walkthrough di Terminal Satelit Banjarmasin, Timjau kesiapan operasional Antisipasi Lonjakan Arus Mudik Lebaran

 



BANJARMASIN (Media Bisnis Nasional.com) - Direksi dan jajaran manajemen IPCC melakukan Management Walkthrough di IPCC Terminal Satelit Banjarmasin untuk meninjau langsung kesiapan operasional dalam mengantisipasi potensi lonjakan arus mudik Lebaran. Peninjauan ini tidak hanya dilakukan di area Terminal Penumpang, tetapi juga untuk memastikan kesiapan operasional dalam mendukung kelancaran arus logistik di terminal.



Melalui kegiatan ini, Direksi dan manajemen melihat secara langsung kesiapan fasilitas, layanan, serta koordinasi operasional petugas di lapangan guna memastikan seluruh aktivitas berjalan dengan aman, tertib, dan optimal, baik bagi para penumpang maupun distribusi logistik.


Pada kesempatan yang sama, IPCC juga menebar kebahagiaan di bulan Ramadan dengan membagikan takjil gratis kepada para calon penumpang di Terminal Penumpang. Kegiatan ini menjadi wujud kepedulian IPCC kepada masyarakat sekaligus komitmen perusahaan dalam memberikan pelayanan terbaik bagi para pengguna jasa.



(Redaksi MBN.Com).  

Lebaran Iedul Fitri 1447 Hijriah Arus Logistik Terus Meningkat, Pelindo melalui SPTP Antisipasi Kepadatan di Pelabuhan seluruh Indonesia

 


SURABAYA (Media Bisnis  Nasional.com, 05/03/2026) - Arus logistik nasional menunjukkan tren peningkatan menjelang Lebaran 2026. Pelaku usaha logistik mulai menerapkan strategi khusus untuk memastikan arus logistik tetap lancar.


Peningkatan arus logistik jelang Lebaran di antaranya terjadi di wilayah Jawa Tengah dan Jawa Timur. Ketua Asosiasi Logistik dan Forwarder Indonesia (ALFI/ILFA) Jawa Tengah-DIY, Teguh Arif Handoko, menyebutkan volume kargo naik sekitar 130 persen.


Di Pelabuhan Tanjung Emas, kenaikan kargo membuat rotasi kontainer yang biasanya rata-rata sekitar 2.800 unit per hari meningkat menjadi 3.000 unit per hari. Selain momentum Lebaran, ALFI Jateng menyoroti tren pertumbuhan aktivitas logistik juga didongkrak banyaknya investasi industri di Jawa Tengah, seperti di Kawasan Industri Kendal (KIK) dan Kawasan Industri Terpadu Batang (KITB) mendorong peningkatan throughput di Pelabuhan Tanjung Emas.


"Tahun 2023 sekitar 700.000 TEUs, 2024 naik 800.000 TEUs, dan 2025 sudah tembus 1 juta TEUs. Ini signifikan, walaupun perusahaan di kawasan industri KIK dan KITB baru sekitar 20 persen yang sudah produksi dan operasi," ucap Teguh saat ditemui di kantornya, Selasa (03/03/2026).

 

Strategi Khusus

Kepadatan arus logistik jelang Lebaran mendorong ALFI Jawa Timur (Jatim) menyiapkan strategi khusus. Salah satunya, pengalihan storage ekspor untuk menampung sementara impor di Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya.


Ketua ALFI Jatim, Sebastian Wibisono, saat dihubungi, Selasa (03/03/2026), mengatakan menjelang Lebaran lonjakan arus logistik memang tidak bisa dihindari. Dia memprediksi volume arus logistik Lebaran bakal meningkat 80 persen. Apalagi Surabaya selama ini kerap menjadi jalur transit ke wilayah Timur. Aktivitas bongkar muat di Pelabuhan Tanjung Perak diperkirakan Kembali normal setelah April.


"Kebetulan Nataru, Imlek dan Idulfitri waktunya bersamaan, sehingga load-nya memang tinggi. Pas Imlek banyak impor turun ke sini, terus didistribusikan ke wilayah seperti Kalimantan Barat dan Kalimantan Selatan," papar Wibi, sapaan akrabnya.


Untuk mengantisipasi penumpukan, ALFI Jatim menerapkan strategi pengalihan lokasi. Gudang yang biasanya digunakan untuk ekspor bakal dimanfaatkan sementara untuk menampung barang impor. Semua itu dilakukan setelah koordinasi dan izin Bea Cukai agar arus logistik tetap lancar.


"Setiap tahun selalu ada migrasi antarterminal, terutama untuk kontainer ekspor-impor. Di sini ada dua terminal utama, Terminal Teluk Lamong dan Terminal Petikemas Surabaya," ujar dia.


Wibi membeberkan lonjakan arus logistik tahun lalu mencapai 103 persen. Namun, masih bisa diantisipasi dengan memindahkan kontainer ke storage domestik maupun depo yang beroperasi selama 24 jam tanpa henti.


Lebih jauh, dia menilai pelabuhan-pelabuhan seperti Tanjung Mas dan Tanjung Perak perlu peningkatan infrastruktur seperti diperluas lahannya agar penyandaran kapal bisa lebih banyak.


Hal serupa juga menjadi perhatian ALFI Jateng. Teguh  menekankan pentingnya perbaikan infrastruktur secara menyeluruh, termasuk fasilitas akses jalan dan depo kontainer agar operasional logistik di Pelabuhan Tanjung Emas lebih lancar.


ALFI Jateng menyoroti peran pemerintah provinsi dalam mendukung investasi tidak hanya dari sisi penanaman modal, tetapi juga memastikan manajemen rantai pasok yang perlu diperhatikan. Langkah ini semata-mata menciptakan alur bongkar muat yang terkontrol, mengurangi antrean kontainer dan barang keluar masuk pelabuhan tanpa hambatan.


"Jangan hanya memberikan suatu kemudahan investasi tanpa memikirkan manajemen supply chain. Jangan sampai investor bingung saat mengirim barang setelah produksi selesai," tandasnya.


Mengantisipasi peningkatan arus logistik jelang lebaran 2026, PT Pelindo Terminal Petikemas mengaku telah melakukan persiapan di sejumlah terminal yang dikelola. Corporate Secretary PT Pelindo Terminal Petikemas Widyaswendra mengatakan dengan sistem operasi terminal yang digunakan saat ini pihaknya dapat merencanakan pelayanan bongkar muat kapal peti kemas sejak jauh-jauh hari. Terminal dapat memprediksi tingkat kepadatan tambatan di dermaga (berth occupancy ratio) juga tingkat kepadatan lapangan penumpukan peti kemas (yard occupancy ratio).


"Kami melakukan antisipasi sejak awal, terutama untuk lapangan penumpukan agar lebih optimal dalam menampung peti kemas, karena kurang lebih selama 16 hari peti kemas ini akan berada di dalam terminal dengan adanya pembatasan angkutan barang," kata Widyaswendra.


Pengelola terminal bersama pemangku kepentingan juga menyiapkan lokasi overbrengen (pindah lokasi penumpukan) sebagai cara untuk mengurai kepadatan di dalam area terminal. Langkah ini dilakukan agar kegiatan bongkar muat di dalam terminal peti kemas dapat berjalan dengan lancar.


Selama libur lebaran, operasional terminal peti kemas disebut tetap berlangsung penuh selama 24 jam dalam 7 hari. Kegiatan pelayanan tetap berlangsung sesuai dengan jadwal dan perencanaan yang dilakukan.


"Kami menghimbau kepada para pengguna jasa untuk memanfaatkan layanan terminal booking system untuk meminimalkan kepadatan dan terjadinya kemacetan di jalan raya saat akan melakukan pengiriman maupun pengambilan peti kemas sebelum libur dan setelah libur lebaran," serunya.

 

Peningkatan Perdagangan

Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Jawa Tengah, Frans Kongi, menilai peningkatan aktivitas ekspor-impor di Pelabuhan Tanjung Emas Semarang menjadi sinyal membaiknya perputaran ekonomi. Volume bongkar muat tercatat naik seiring meningkatnya konsumsi masyarakat saat Imlek dan berlanjut menjelang Lebaran.


Menurutnya, volume bongkar muat tersebut diperkirakan naik sekitar 20 persen dibanding hari biasa. Bahkan nanti sekitar 10 hari sebelum Lebaran, lonjakan aktivitas bongkar muat bisa menyentuh kisaran 25 persen.


"Sejak Desember sudah terlihat ada peningkatan aktivitas bongkar muat di sana. Ini akan terus meningkat mendekati lebaran dengan kenaikan sekitar 25 persen dibanding hari biasa," ucap Frans.


Menurut Frans, komoditas yang mendominasi peningkatan arus barang adalah kebutuhan konsumsi musiman, mulai dari bahan pangan produk fesyen dan perlengkapan lebaran idulfitri lainnya. Dampaknya cukup positif untuk UMKM maupun ritel karena perputaran uang berlangsung lebih cepat.


Sejauh ini, Frans belum mendapat laporan dari anggota Apindo Jateng soal adanya antrean karena penumpukan aktivitas bongkar muat. Dia menilai operasional pelabuhan relatif lancar, sebab Pelindo Terminal Petikemas memiliki pengalaman saat menangani peningkatan arus barang tersebut.


Frans memprediksi pertumbuhan ekonomi di Jateng hingga Lebaran mendatang menunjukkan tren positif. Konsumsi domestik menjadi penopang utama yang mendorong laju perputaran ekonomi.


Bahkan dia memperkirakan laju pertumbuhan ekonomi mendekati 5,7 persen atau lebih tinggi dibandingkan hari-hari biasa yang berkisar 5,1 hingga 5,2 persen.


"Kondisi ekonomi setelah Lebaran masih tanda tanya besar. Dalam situasi sekarang, faktor geopolitik dan kebijakan tarif Presiden Trump itu yang membuat kondisi ke depan belum bisa dipastikan," tandasnya.


(Redaksi MBN.Com/Corcom SPTP).  

21 TERMINAL PENUMPANG PELINDO REGIONAL 3 SIAP LAYANI ARUS MUDIK LEBARAN 2026

 



SURABAYA (Media Bisnis Nasional.com, 10 Maret 2026) - PT Pelabuhan Indonesia (Persero) Regional 3 memastikan kesiapan layanan kepelabuhan dalam menghadapi arus mudik Hari Raya Idul Fitri 1447 H 2026. Sebanyak 21 Terminal penumpang di wilayah kerja Pelindo regional 3 disiagakan guna mendukung kelancaran mobilitas masyarakat yang akan melakukan perjalanan mudik melalui jalur laut.


Executive Director 3, Daru Wicaksono Julianto, menyampaikan bahwa Pelindo Regional 3 telah melakukan berbagai persiapan guna memastikan pelayanan yang aman, nyaman, dan lancar bagi para pengguna jasa pelabuhan selama periode angkutan Lebaran. Terutama pada terminal terminal utama yang selalu dipadati pemudik seperti Tanjung Perak, Tanjung Emas, Kumai, Sampit dan Batulicin.


Pelindo Regional 3 telah menyiapkan 21 terminal penumpang di berbagai pelabuhan untuk menyambut lonjakan penumpang selama arus mudik Lebaran 2026. Berbagai aspek kami pastikan dalam kondisi siap, mulai dari fasilitas terminal, sistem operasional, hingga penguatan koordinasi dengan para pemangku kepentingan,” ujar Daru Wicaksono.


Sejumlah langkah strategis telah dilakukan, di antaranya peningkatan kesiapan fasilitas terminal penumpang, optimalisasi alur kedatangan dan keberangkatan, serta penguatan sistem keamanan dan keselamatan di area pelauhan. Selain itu, Pelindo Regional 3 juga meningkatkan koordinasi dengan instansi terkait seperti KSOP, operator kapal, Tni/Polri, serta stakeholder lainnya guna memastikan penyelenggaraan angkutan laut selama periode Lebaran berjalan dengan baik. 


Pelindo Regional 3 juga menyiapkan berbagai fasilitas pendukung di terminal penumpang, seperti ruang tunggu yang aman, area informasi, fasilitas kesehatan, serta layanan keamanan yang siaga selam 24 jam. Upaya ini dilakukan untuk memberikan pengalaman perjalanan yang lebih baik bagi masyarakat yang menggunakan transportasi laut selama arus mudik lebaran. 


Dengan berbagai kesiapan tersebut, Pelindo Regional 3 berharap arus mudik dan arus balik Lebaran tahun 2026 dapat berjalan dengan aman, tertib, dan lancar, sekaligus memberikan kenyamanan bagi para pemudik yang melakukan perjalanan melalui pelabuhan di wilayah Regional 3.


“Kami sebelumnya telah berhasil melewati arus mudik nataru 2026 beberapa bulan yang lalu dengan baik, ini menjadi acuan kami untuk bisa terus memberikan layanan terbaik bagi para pemudik pada arus mudik tahun ini, layanan prima adalah hal mutlak bagi seluruh terminal penumpang di cabang Pelindo Regioanal 3”. Pungkas Daru Wicaksono Julianto


(Redaksi  MBN.Com/Humas Pelindo Regional 3 Surabaya).

 

 

 

 

PTP Nonpetikemas Raih Penghargaan pada Ajang 15th Anugerah BUMN 2026



JAKARTA (Media Bisnis Nasional.com) - PT Pelabuhan Tanjung Priok (PTP Nonpetikemas) meraih penghargaan pada ajang 15th Anugerah BUMN 2026 dengan kategori National Hub Port & Strategic Maritim Connectivity yang diselenggarakan oleh BUMN Track bersama BTA Academy di Hotel Borobudur, Jakarta (10/3/2026).


Penghargaan ini menjadi apresiasi atas kontribusi PTP Nonpetikemas dalam memperkuat konektivitas maritim nasional serta mendukung kelancaran rantai pasok melalui pengelolaan terminal nonpetikemas di berbagai wilayah Indonesia.


Capaian ini mencerminkan komitmen PTP Nonpetikemas dalam meningkatkan kinerja operasional, memperkuat tata kelola perusahaan, serta menghadirkan layanan kepelabuhanan yang semakin efisien dan kompetitif. Sebagai operator terminal nonpetikemas yang mengelola berbagai jenis komoditas seperti curah kering, curah cair, dan general cargo, perusahaan terus berupaya mendukung kelancaran arus logistik nasional.


Senior Manager Sekretaris Perusahaan PTP Nonpetikemas menyampaikan bahwa penghargaan tersebut menjadi motivasi bagi perusahaan untuk terus meningkatkan kinerja serta memperkuat perannya dalam ekosistem logistik nasional.


“Penghargaan ini merupakan bentuk apresiasi atas upaya berkelanjutan PTP Nonpetikemas dalam meningkatkan kualitas layanan dan memperkuat tata kelola perusahaan. Ke depan, kami akan terus berinovasi dan berkolaborasi guna mendukung konektivitas logistik nasional serta mendorong pertumbuhan ekonomi Indonesia,” ujar Fiona.


Ajang Anugerah BUMN 2026 mengangkat tema “BUMN Menuju Indonesia Emas: Tata Kelola Kuat, Nilai Ekonomi Berkelanjutan” yang menekankan pentingnya penguatan tata kelola, transformasi bisnis, serta kontribusi BUMN dalam menciptakan nilai ekonomi berkelanjutan bagi perekonomian nasional.


Anugerah BUMN 2026 diikuti oleh 79 perusahaan BUMN dan anak perusahaan BUMN yang melalui tahapan seleksi ketat, mulai dari penilaian dokumen hingga presentasi korporasi dan CEO di hadapan dewan juri yang terdiri dari para pakar, profesional, dan akademisi.


Ketua Dewan Juri Anugerah BUMN 2026, Dr. Ir. Arief Yahya, M.Sc., menyampaikan bahwa perusahaan yang mendapatkan penghargaan dalam ajang ini telah melalui proses penilaian yang objektif dan komprehensif.


“Transformasi BUMN tidak hanya berhenti pada restrukturisasi organisasi, tetapi juga harus menyentuh transformasi budaya dan cara kerja yang lebih adaptif, transparan, serta berorientasi pada keberlanjutan. Perusahaan-perusahaan yang memperoleh apresiasi diharapkan dapat menjadi benchmark sekaligus katalis dalam penguatan tata kelola dan penciptaan nilai ekonomi yang berkelanjutan,” ujar Arief Yahya.


(Redaksi MBN.Com /Corcom PTP Nonpetikemas).