Pages

Rabu, Februari 04, 2026

MENGHUBUNGKAN PASAR MODAL DENGAN INDUSTRI NYATA : Bahana Sekuritas dan Komunitas Saham Kunjungi IPCC untuk Memperkuat Pemahaman Ekosistem Logistik Kendaraan Nasional

 




JAKARTA (Media Bisnis Nasional.com) – Sebagai bagian dari upaya memperkuat transparansi, akuntabilitas, dan pemahaman pasar terhadap peran strategis logistik terminal kendaraan nasional, PT Indonesia Kendaraan Terminal Tbk (IDX: IPCC) membuka ruang dialog dan pembelajaran langsung di lapangan melalui program site visit pemangku kepentingan pasar modal. Dalam kesempatan ini, IPCC menyambut kehadiran Bahana Sekuritas bersama Komunitas Realfunders untuk memberikan gambaran komprehensif mengenai fondasi bisnis Perseroan, mulai dari kinerja operasional, soliditas keuangan, efektivitas proses bisnis, hingga arah keberlanjutan jangka panjang yang mendukung ekosistem industri otomotif dan perekonomian nasional. Pertemuan ini menjadi ajang pertukaran perspektif yang konstruktif antara manajemen dan pelaku pasar, dihadiri oleh Direktur Utama IPCC Sugeng Mulyadi, Direktur Operasi dan Teknik IPCC Bagus Dwipoyono, Direktur Operasional PT Bahana Sekuritas Suryadi Adipranata, Head of Investment Specialist PT Bahana Sekuritas Christy Maryani, Head of Retail Marketing and Product Development Henan Asset Management Haritcha Pahlawati, serta lebih dari 40 Realfunders yang ingin memahami lebih dalam bagaimana IPCC menciptakan nilai berkelanjutan melalui pengelolaan terminal kendaraan yang modern, efisien, dan bertanggung jawab.


Sebagai wujud nyata transformasi operasional berbasis teknologi, IPCC memperkenalkan secara langsung bagaimana digitalisasi menjadi tulang punggung pengelolaan terminal kendaraan modern di Terminal Internasional Branch Jakarta. Melalui penerapan sistem PTOS-C (Pelindo Terminal Operating System–Car), IPCC telah mengintegrasikan seluruh aktivitas operasional mulai dari stevedoring, cargodoring, receiving/delivery, hingga pemeriksaan unit ke dalam satu platform terpadu yang meningkatkan efisiensi, akurasi, dan transparansi proses bisnis di lapangan, baik di terminal Jakarta maupun di terminal satelit yang dikelola IPCC. Untuk memperdalam pemahaman atas transformasi tersebut, IPCC mengajak para Realfunders menyaksikan langsung implementasi digitalisasi operasional sekaligus berdiskusi mengenai pondasi bisnis dan strategi jangka panjang Perseroan. Dialog ini menegaskan bahwa penguatan kinerja dan nilai perusahaan di pasar modal tidak hanya bertumpu pada capaian finansial, tetapi juga pada komitmen IPCC dalam membangun ekosistem logistik kendaraan yang lebih cerdas, terintegrasi, dan berkelanjutan.


Sebagai pengelola terminal, IPCC mengedepankan pelayanan prima menuju Green & Smart Port yang telah terealisasi dengan pemanfaatan solar panel untuk penerangan area kantor dan layanan CIF (central inspection facility), digitalisasi dalam proses bisnis serta pemanfaatan kendaraan operasional berbasis Listrik untuk mobilisasi di dalam terminal seperti golf car dan electric car. “Dalam berinvestasi, kami selalu menekankan pendekatan yang terukur dan berkelanjutan: berpegang pada prinsip long term dengan horizon jangka panjang, bersikap adaptif terhadap dinamika pasar melalui re-profiling yang tepat, mengedepankan analisis fundamental sebagai dasar pengambilan keputusan, serta membaca momentum dengan bijak—ikut pada peluang yang dibuka pasar, bukan berusaha melawannya.”, ucap Haritcha dalam paparannya. “Pendekatan investasi yang tepat harus berlandaskan visi jangka panjang berbasis kualitas dan stabilitas, dengan portofolio yang tetap fleksibel untuk menangkap peluang saat kondisi membaik, berfokus pada emiten berfundamental kuat dengan neraca sehat dan tata kelola yang baik, disiplin dalam valuasi serta manajemen risiko di tengah ketidakpastian, sambil terus memantau indikator makro dan pasar untuk melakukan rotasi strategi secara tepat waktu tanpa bersikap agresif melawan market, namun siap memanfaatkan peluang saat visibilitas dan momentum semakin jelas.” tutur Suryadi dalam sambutannya. “IPCC merupakan emiten yang tepat untuk dikunjungi mengingat harga saham IPCC sempat terjun bebas namun dengan manajemen yang handal dan fundamental yang sangat baik mampu menaikkan harga saham IPCC bahkan hampir menyentuh harga IPO di tahun 2025 lalu” sambungnya. 


“Setelah mengarungi tahun 2025 yang cukup menantang, dengan mengusung Integrated Auto Solutions kami akan terus berupaya memenuhi ekspektasi para pemegang saham, stakeholder dan masyarakat untuk menjadikan IPCC lebih baik lagi di tahun 2026.” tutup Sugeng. Selain mengoperasikan terminal kendaraan di Jakarta, saat ini IPCC juga telah mengoperasikan terminal kendaraan di satelit Belawan, Pontianak, Banjarmasin, Balikpapan dan Makassar yang telah terintegrasi dengan satu sama lain dengan sistem PTOS-C dan memiliki standar yang pelayanan yang sama dengan terminal Branch Jakarta.


(Redaksi. MBN.Com/Corcom IPCC).

TPS Perluas Dampak Sosial bagi Anak dan Lansia di Malang

 



SURABAYA (Media Bisnis Nasional.com) – PT Terminal Petikemas Surabaya (TPS) terus berupaya menghadirkan peran sosial yang relevan dan berdampak melalui penyaluran bantuan kepada empat yayasan sosial yang menaungi anak-anak yatim, bayi terlantar, serta lansia di wilayah Malang. Kegiatan yang dilaksanakan pada akhir Januari ini merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam menjalankan Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) secara berkelanjutan, dengan fokus pada pemenuhan kebutuhan dasar dan peningkatan kualitas hidup kelompok rentan.


Bantuan yang disalurkan dirancang berdasarkan kebutuhan nyata masing-masing lembaga. Di Griya Lansia Kasih Anugerah, yang membina 16 lansia, dukungan TPS diarahkan untuk menciptakan lingkungan tinggal yang lebih layak dan nyaman. Penyediaan kursi lansia untuk aktivitas berjemur, kasur busa, serta perbaikan ruang bersama diharapkan dapat mendukung kesehatan fisik, kenyamanan, dan kesejahteraan psikologis para lansia dalam menjalani aktivitas sehari-hari.


Sementara itu, bagi Panti Asuhan Ar-Rahmah yang mengasuh 15 anak laki-laki dari keluarga dhuafa, bantuan difokuskan pada pemenuhan kebutuhan pokok yang menopang aktivitas harian anak-anak. Dukungan ini diharapkan dapat membantu memastikan anak-anak tetap mendapatkan asupan gizi, rasa aman, serta kenyamanan, sehingga dapat tumbuh dan berkembang dengan lebih baik di tengah keterbatasan yang ada.


TPS juga menyalurkan bantuan kepada Panti Asuhan Yayasan Peduli Kasih yang menaungi 68 anak, mulai dari bayi hingga anak usia sekolah. Bantuan berupa susu bayi, perlengkapan kesehatan, bahan pangan, serta kebutuhan kebersihan rumah tangga ditujukan untuk mendukung tumbuh kembang anak sejak usia dini, menjaga kesehatan, serta menciptakan lingkungan pengasuhan yang lebih higienis dan aman.


Adapun di Panti Jompo Yayasan Peduli Kasih yang merawat 33 lansia dari berbagai daerah, bantuan difokuskan pada pemenuhan kebutuhan perawatan harian. Dukungan ini diharapkan dapat membantu pengelola panti dalam memberikan perawatan yang lebih layak, menjaga kesehatan, serta mempertahankan martabat para lansia dalam keseharian mereka.


Sekretaris Perusahaan TPS, Erika Asih Palupi, menyampaikan bahwa penyaluran bantuan ini tidak semata-mata dilihat dari jumlah atau jenis bantuan, melainkan dari nilai kebermanfaatan yang dapat dirasakan secara langsung oleh para penerima. “Kami percaya bahwa dukungan yang tepat sasaran dapat memberikan dampak yang lebih bermakna. Melalui program TJSL, TPS berupaya menjadi mitra sosial yang peduli, mendengarkan kebutuhan, dan berkontribusi secara berkelanjutan bagi masyarakat,” ujarnya.


Erika menambahkan bahwa komitmen sosial TPS akan terus dijalankan secara konsisten sebagai bagian dari tanggung jawab perusahaan dalam menumbuhkan nilai kepedulian, kebersamaan, dan  keberlanjutan bersama masyarakat.



(Redaksi MBN.Com /Corcom TPS Surabaya).