Pages

Selasa, Februari 03, 2026

Kesatuan Penjagaan Laut dan Pantai atau KPLP Tanjung Priok Evakuasi Korban Kecelakaan Kapal Nelayan di Alur Pelabuhan


 


TANJUNG PRIOK (MBN.Com) — Pangkalan Kesatuan Penjagaan Laut dan Pantai (KPLP) Tanjung Priok melalui Tim Rescue berhasil mengevakuasi korban kecelakaan kapal nelayan yang mengalami tenggelam di perairan Area Buoy 2, alur Pelabuhan Tanjung Priok, pada 3 Feb 2026 kemarin.

 

Evakuasi dilaksanakan setelah Pusat Komando dan Pengendalian (Puskodal) Pangkalan KPLP Tanjung Priok menerima laporan kejadian. Atas perintah dan reaksi cepat Kepala Pangkalan PLP Tanjung Priok, Fourmansyah, SH, MM, MH, Tim Rescue segera bergerak menuju lokasi untuk melakukan operasi penyelamatan.

 

Sebanyak tiga orang nelayan berhasil dievakuasi melalui kerja sama Tim SAR dan nelayan di sekitar lokasi kejadian. Seluruh korban dalam kondisi selamat, telah dilakukan pengecekan kesehatan oleh tim Pangkalan KPLP Tanjung Priok, dan selanjutnya kembali ke rumah masing-masing.

 

Kegiatan ini merupakan wujud kehadiran negara melalui KPLP dalam memberikan layanan keselamatan dan keamanan pelayaran serta perlindungan kepada masyarakat maritim, khususnya di wilayah perairan Pelabuhan Tanjung Priok.

 

(Redaksi MBN.Com).

 

 

 

 

 

TPK Banjarmasin Gencarkan "Safety Awareness" di Bulan K3 2026, Pertegas Komitmen High Performance Zero Accident




Banjarmasin (ISL News, 04/02/2026) – Dalam rangka memperingati Bulan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Nasional tahun 2026 yang mengusung tema “Membangun Ekosistem Pengelolaan K3 Nasional yang Profesional, Andal dan Kolaboratif”, TPK Banjarmasin menggelar serangkaian program HSSE (Health, Safety, Security, and Environment) yang berkolaborasi dengan seluruh pemangku kepentingan baik internal maupun eksternal. 



Penguatan Safety Awareness menjadi krusial perusahaan untuk memitigasi risiko kecelakaan kerja dan potensi bahaya yang sewaktu-waktu dapat terjadi di lini operasional, sekaligus meletakkan fondasi yang kokoh bagi terciptanya ekosistem pelabuhan yang aman, produktif, dan mencapai standar High Performance Zero Accident.



Terminal Head TPK Banjarmasin, Sirin Purnomo, menegaskan bahwa peringatan Bulan K3 tahun ini bukan sekadar seremonial, melainkan momentum untuk memperkuat ekosistem keselamatan yang melibatkan seluruh pemangku kepentingan, mulai dari pegawai hingga mitra kerja eksternal.



"Keselamatan adalah pondasi utama dari produktivitas. Melalui tema High Performance Zero Accident, kami ingin memastikan bahwa setiap individu yang memasuki area TPK Banjarmasin memiliki kesadaran penuh (awareness) bahwa mereka harus pulang dalam kondisi selamat, sama seperti saat mereka datang. Bulan K3 ini kami isi dengan tindakan preventif dan edukatif yang menyasar seluruh lini operasi," ujar Sirin.



Kegiatan diawali dengan Drill dan Simulasi Tanggap Darurat yang mempraktikkan skenario penanganan ISO Tank bocor dan evakuasi petugas cedera di area Dangerous Goods (CY 1 Blok X) & Penggunaan APAB (Alat Pemadam Api Berat) juga APAR (Alat Pemadam Api Ringan). Latihan ini bertujuan menguji kecepatan respon tim Emergency Response serta kesiapan infrastruktur evakuasi terminal dalam menghadapi potensi insiden berisiko tinggi secara nyata. Di hari berikutnya juga dilaksanakan Pelatihan Basic Life Support (BLS) atau Bantuan Hidup Dasar oleh Tim Klinik K3 yang membekali pekerja lapangan dengan kemampuan pertolongan pertama (P3K).



TPK Banjarmasin juga berkolaborasi dengan seluruh entitas Pelindo Group melaksanakan Donor Darah yang berhasil mengumpulkan 159 kantong darah. Di sisi safety awareness, digelar sosialisasi 2 hari berturut-turut yang diikuti mulai dari Operator Head Truck (HT), Pengemudi Truk Eksternal, dan TKBM. Mengingat peran vital mereka dalam operasional bongkar muat, forum ini menjadi wadah diskusi sekaligus menekankan agar pekerja senantiasa lebih berhati-hati saat bekerja.



Aris Permana, salah satu peserta Safety Awareness dari JPT Perdana Sekawan Perkasa, menyampaikan bahwa kegiatan yang dilaksanakan oleh TPK Banjarmasin sangat bermanfaat dalam meningkatkan pemahaman dan kesadaran keselamatan kerja di lingkungan terminal.



“Kegiatan Safety Awareness ini sangat membantu kami untuk lebih memahami potensi risiko kerja di terminal petikemas. Ini menjadi pengingat bahwa keselamatan bukan hanya tanggung jawab perusahaan, tetapi juga tanggung jawab kami sebagai pekerja di lapangan,” ujar Aris Permana.



Melengkapi rangkaian kegiatan bulan K3 di TPK Banjarmasin, dilaksanakan Management Walkthrough  untuk melihat penerapan K3 secara secara langsung di lapangan dan bersama pekerja melaksanakan penanaman pohon di area terminal untuk mendukung konsep Green Port serta menciptakan lingkungan kerja yang lebih asri dan sehat.



Management TPK Banjarmasin menegaskan inisiatif Safety Awareness dipastikan tidak akan berhenti sebatas seremonial Bulan K3 semata. Momentum ini justru dimaksimalkan sebagai pengingat krusial bagi seluruh pihak untuk terus menjaga konsistensi penerapan standar HSSE (Health, Safety, Security, and Environment) secara berkelanjutan. Langkah ini mutlak diperlukan demi memastikan tercapainya kinerja operasional yang unggul dan produktif dengan tetap mempertahankan prinsip nihil kecelakaan kerja (zero accident).



(Redaksi MBN.Com/Corcom SPTP).


Terminal Petikemas Koja kembali Gelar Aksi Donor Darah Tahap 1 Tahun 2026, dalam Rangka Peringati K 3

 



TANJUNG PRIOk (Media Bisnis Nasional.Com) - Memperingati bulan K3 tahun ini, Terminal Petikemas Koja atau TPK Koja kembali mengadakan acara donor darah yang melibatkan seluruh karyawan di gedung Kantor TPK Koja Lantai 5 Ruang Anjungan, pada Senin (02/02/2026).


Menurut Tedi Hardian, selaku Manager HSSE TPK Koja, aksi Donor Darah TPK Koja kalI ini merupakan rangkaian memperingati bulan K3, kami mengajak semua pihak untuk menyumbang darah para karyawan untuk pasien rumah sakit yang membutuhkan.


Kata Tedi, Aksi Donoir darah TPK Koja tidak hanya bertujuan untuk memenuhi kebutuhan darah, tetapi juga untuk meningkatkan jiwa kemanusiaan pada diri karyawan TPK Koja.


Hal senada dikatakan Dzul Haromain, menurutnya Aksi Donor darah TPK Koja sebagai bagian dari tanggung jawab sosial dan lingkungan (TJSL) TPK Koja sebagai perusahaan.


“Donor darah adalah bentuk nyata partisipasi kita dalam membantu sesama. Setiap tetes darah yang disumbangkan berarti harapan baru bagi mereka yang membutuhkan,” ucap Zul Harmaen, Humas TPK Koja.


Aksi Donor Darah ini merupakan agenda rutin per 3 bulan sekali di TPK Koja. “Dan ini yang pertama kali di tahun 2026, “ Tambah Dzul Haromain.


 (Redaksi MBN.Com).

 

Optimalkan Standarisasi dan Digitalisasi, Pelindo Terminal Petikemas Kupang Respon Dinamika Arus Logistik NTT



KUPANG (Media Bisnis Nasional.com)  - Terminal Peti Kemas (TPK) Kupang mencatat kinerja operasional tahun 2025 di tengah dinamika perubahan pola distribusi logistik di wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT). Penurunan arus peti kemas yang terjadi sepanjang tahun lalu menjadi tantangan tersendiri, sekaligus momentum bagi TPK Kupang untuk menyiapkan langkah strategis melalui penguatan standardisasi operasional, modernisasi peralatan, serta akselerasi digitalisasi guna meningkatkan performa di tahun 2026.

 

Sepanjang tahun 2025, arus peti kemas di TPK Kupang tercatat sebesar 134.684 TEUs atau setara dengan 123.915 box. Capaian ini mengalami penurunan 5,3% dibandingkan tahun 2024 yang mencapai 142.340 TEUs atau 130.316 box.

 

Terminal Head TPK Kupang, Andhik Wahyu Kristianto, menjelaskan bahwa penurunan arus peti kemas tersebut dipengaruhi oleh faktor eksternal berupa pergeseran pola angkutan logistik.

 

“Beberapa faktor eksternal yang mempengaruhi penurunan arus peti kemas antara lain beroperasinya dua unit kapal Ro-Ro dengan rute Surabaya-Lembar-Waingapu-Kupang (PP) yang mengangkut kendaraan logistik atau truk, serta beroperasinya kapal Indocement yang membawa muatan semen dari Makassar langsung ke Kupang,” jelas Andhik.

 

Dari sisi kinerja operasional, kecepatan bongkar muat pada tahun 2025 tercatat sebesar 24,99 box per ship hour (BSH), sedikit menurun dibandingkan capaian tahun 2024 yang mencapai 26,45 box. Sementara itu, kinerja box crane per hour (BCH) justru menunjukkan peningkatan signifikan, dari 22,87 box pada tahun 2024 menjadi 27,59 box pada tahun 2025.

 

Adapun rata-rata port stay atau lama waktu kapal berada di pelabuhan pada tahun 2025 tercatat 15,92 jam, meningkat 0,69 jam atau sekitar 41 menit dibandingkan tahun 2024 yang sebesar 15,23 jam. Peningkatan ini disebabkan oleh pelaksanaan perawatan dan pemeliharaan peralatan bongkar muat sebagai bagian dari upaya menjaga keandalan operasional jangka panjang.

 

Meski sempat menghadapi kendala teknis pada peralatan bongkar muat dalam beberapa waktu terakhir, saat ini aktivitas operasional di TPK Kupang telah kembali berjalan lancar dan terkendali. Seluruh pelayanan kapal dan arus peti kemas berlangsung normal dengan tetap mengedepankan aspek keselamatan kerja, keandalan peralatan, serta kualitas layanan kepada pengguna jasa.

 

Sebagai langkah akselerasi perbaikan di tahun 2026, TPK Kupang akan mengoptimalkan standardisasi operasional dan digitalisasi melalui implementasi penuh Terminal Operating System (TOS) Nusantara dengan modul PARAMA dan PRAYA. Sistem ini memungkinkan sinkronisasi data kapal dan barang secara real-time sehingga mampu memangkas waktu tunggu barang di pelabuhan (dwelling time) secara signifikan.

 

Selain penguatan sistem digital, TPK Kupang juga memfokuskan peningkatan kinerja melalui penerapan Planning and Control (P&C) serta modernisasi dan peremajaan peralatan bongkar muat, khususnya pada unit Rubber Tyred Gantry (RTG).

 

“Modernisasi dan peningkatan keandalan alat menjadi bagian penting dari akselerasi tahun 2026. Kami menargetkan kesiapan dan kesehatan alat mencapai 100% agar performa BSH dan BCH dapat kembali ke level optimal,” tutup Andhik.

 

Melalui berbagai langkah strategis tersebut, TPK Kupang terus berkomitmen meningkatkan kualitas layanan kepelabuhanan serta mendukung kelancaran arus logistik dan pertumbuhan ekonomi di wilayah Nusa Tenggara Timur.

 

(Redaksi MBN.Com/Corocm SPTP).