Pages

Minggu, Februari 01, 2026

IPC TPK Palembang Catat Pertumbuhan 6,15% Sepanjang 2025

 


PALEMBANG (Media `Bisnis Nasional.com) - IPC Terminal Petikemas (IPC TPK) mencatatkan kinerja positif di Area Palembang sepanjang tahun 2025. Kenaikan kinerja terus tumbuh di tengah kondisi ekspor-impor sedang lesu di Provinsi Sumatera Selatan. IPC TPK terus memperkuat layanan meskipun menghadapi tantangan global pada beberapa periode.


“Kinerja positif ini mencerminkan sinergi kuat antara IPC TPK dengan para pemangku kepentingan di Sumatera Selatan dalam menghadapi tantangan global” ujar Agustian Chandra, Manager IPC TPK Area Palembang.


Kinerja IPC TPK Area Palembang di tahun 2025 menunjukkan tren kenaikan positif dibandingkan realisasi di tahun sebelumnya yakni sebesar 6,15%. Arus petikemas di tahun 2025 yang diraih IPC TPK Palembang mencapai 121.422 TEUs, capaian ini lebih besar dibanding tahun 2024 sebanyak 114.383 TEUs. Kinerja terminal Petikemas IPC TPK Palembang terus tumbuh di tengah fluktuasi ekonomi Sumatera Selatan.


Pertumbuhan ini didorong oleh sejumlah faktor diantaranya peningkatan konektivitas kapal dan konsolidasi komoditas ekspor impor yang diangkut melalui pelabuhan Palembang. Pertumbuhan yang dimaksud termasuk penanganan petikemas impor barang spare part pabrik dan ekspor karet yang meningkat sepanjang kuartal ketiga dan keempat 2025. Di samping itu, impor yang dilakukan PT KAI yang menyumbang peningkatan throughput sebanyak 700 TEUs di sepanjang semester 2 tahun 2025. Peningkatan juga didorong oleh pengalihan muatan komoditi karet dari dari Belawan ke Palembang.


Kinerja perdagangan luar negeri Sumatera Selatan hingga November 2025 mengalami tekanan. Nilai ekspor tercatat turun 3,80%, sementara impor anjlok hingga 51,64% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Sumsel, sepanjang Januari-November 2025, nilai ekspor Sumsel mencapai US$5,82 juta, turun dari US$6,05 juta pada periode yang sama 2024. Penurunan terutama dipicu melemahnya ekspor migas yang turun 16,24%, serta ekspor nonmigas yang terkoreksi 2,8%.


“IPC TPK terus meningkatkan efisiensi layanan, mempercepat penanganan kontainer ekspor-impor, dan memperluas konektivitas jalur laut untuk memperkuat jaringan logistik di Sumatera” tutup Agustian.


(Redaksi  ISL  News/Corcom IPC TPK).

Pelabuhan Tanjung Priok Dukung Uji Coba Fasilitas Pencegahan Pencemaran Laut





TANJUNG PRIOK (Media Bisnis Nasional.com) - Berkomitmen menjaga laut, Menjaga Masa Depan Pelabuhan Tanjung Priok.


Baru-baru ini, Pelindo Regional 2 Tanjung Priok mendukung uji coba fasilitas pencegahan pencemaran laut melalui penggelaran oil boom pada kegiatan bongkar muat curah cair.


Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya bersama untuk meningkatkan kualitas layanan kepelabuhanan sekaligus meminimalkan risiko pencemaran perairan.


Operasional pelabuhan yang aman, berkelanjutan, dan ramah lingkungan terus menjadi prioritas manajemen Pelindo Regional 2 Tanjug Priok.


(Redaksi MBN.Com).


PT Pelabuhan Indonesia Dukung Kolaborasi Satu Data Indonesia, Perkuat Tata Kelola Data Perusahaan


 


JAKARTA (Media Bisnis Nasional.com) - PT Pelabuhan Indonesia (Persero) atau Pelindo menghadiri kegiatan Penandatanganan Nota Kesepahaman dan Perjanjian Kerja Sama Kolaborasi Satu Data Indonesia untuk Pembangunan Pusat dan Daerah yang diselenggarakan oleh Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN/Bappenas), Senin (26/1), di Kantor Kementerian PPN/Bappenas, Jakarta Pusat.


Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya penguatan tata kelola data nasional serta keterpaduan penyelenggaraan Satu Data Indonesia dalam mendukung pembangunan pusat dan daerah. Selain itu, kegiatan ini bertujuan memperkuat kolaborasi lintas kementerian, lembaga, pemerintah daerah, perguruan tinggi, asosiasi pemerintah daerah dan desa, serta BUMN dalam memastikan ketersediaan data yang terstandar, terintegrasi, dan dapat dipertanggungjawabkan guna menunjang perencanaan pembangunan dan pengambilan kebijakan yang lebih akurat.


Menteri PPN/Kepala Bappenas, Prof. Dr. Ir. Rachmat Pambudy, M.S., menegaskan bahwa penandatanganan kerja sama lintas pihak ini merupakan komitmen bersama untuk memastikan pembangunan nasional ke depan semakin berbasis data.


“Pembangunan nasional di pusat dan daerah ke depan harus semakin berbasis pada data yang terpercaya, akurat, presisi, dan terintegrasi dalam kerangka Satu Data Indonesia. Data tidak hanya menjadi sumber kemakmuran baru, tetapi juga menjadi sumber kedaulatan bangsa yang harus kita kelola dan manfaatkan secara bertanggung jawab,” ujar Rachmat.


Dalam kegiatan tersebut, Pelindo turut melakukan penandatanganan Nota Kesepahaman dan Perjanjian Kerja Sama dengan Kementerian PPN/Bappenas bersama berbagai pihak sebagai bentuk dukungan terhadap penguatan kolaborasi Satu Data Indonesia.


Direktur Utama PT Pelabuhan Indonesia (Persero), Arif Suhartono, menyampaikan bahwa sebagai BUMN di sektor kepelabuhanan dan logistik, Pelindo mendukung penguatan Satu Data Indonesia sebagai fondasi penting dalam perencanaan pembangunan, peningkatan kualitas layanan, serta pengambilan keputusan berbasis data.


“Pelindo mendukung pengelolaan data yang terstandar dan terintegrasi sebagai elemen strategis dalam mendukung pembangunan nasional serta peningkatan kinerja layanan kepelabuhanan dan logistik. Melalui kolaborasi ini, kami berkomitmen untuk terus selaras dengan kebijakan pemerintah dalam mewujudkan ekosistem data nasional yang kuat,” ujar Arif.


Partisipasi Pelindo dalam kolaborasi ini merupakan wujud komitmen Perusahaan untuk berkontribusi aktif dalam penguatan sistem data nasional, sekaligus mendukung perencanaan pembangunan yang lebih presisi demi terciptanya konektivitas serta layanan kepelabuhanan dan logistik yang berdaya saing.


(Redaksi MBN.Com/Corcom Pelindo Pusat).