Pages

Selasa, Januari 27, 2026

Program Berbagi Seragam dan Alat Sekolah Bangkitkan Semangat Anak-anak Penyintas Bencana di Aceh, Sumut dan Sumbar

 






Media Bisnis Nasional, Aceh, 27 Januari 2026 – Azizi, siswa kelas 6 SD dari SDN 06 Meureudu Pidie Jaya, Aceh, berbinar-binar bahagia kala menerima hadiah seragam dan perlengkapan sekolah. Semangat sekolahnya membuncah, senang menerima perlengkapan sekolah baru setelah alat-alat sekolahnya yang lama tak lagi bisa dipakai imbas terkena banjir bandang, bencana November 2025 lalu. 


“Saya sudah masuk sekolah pada tanggal 5 Januari. Seragam ini mau dipakai besok, karena saya bercita-cita jadi TNI biar bisa melindungi negara,” ucap Azizi bangga. 


Tak hanya Azizi, raut wajah gembira juga ditunjukkan Arzeti Anjani dan Aprilio, siswa-siswi kelas 6 SD Negeri No 49 Batang Kabung, Kota Padang, Sumatra Barat. Arzeti dan Aprilio juga menjadi siswa-siswi yang menerima paket seragam dan peralatan sekolah. 


“Saya mengucapkan banyak terima kasih untuk pemberian bantuan berupa sepatu dan seragam sekolah. Itu sangat berguna bagi saya,” ucap Arzeti bersemangat.


Azizi, Arzeti dan Aprilio, menjadi cerminan dari ribuan anak-anak penyintas bencana di wilayah Sumatra Utara, Sumatra Barat dan Aceh yang juga secara bertahap akan menerima perlengkapan serta seragam sekolah baru. Dukungan ini berasal dari Program Seribu Seragam Sekolah Anak bersama Pertamina (SESAMA), aksi tanggung jawab sosial lingkungan (TJSL) PT Pertamina (Persero) untuk menguatkan semangat belajar anak-anak di wilayah tersebut. 


VP Corporate Communication PT Pertamina (Persero) Muhammad Baron menjelaskan, Program SESAMA merupakan bentuk komitmen Pertamina mendorong pendidikan yang berkelanjutan dan perkembangan sumber daya manusia serta masa depan generasi muda Indonesia. 


“Pertamina meyakini bahwa pendidikan adalah fondasi utama dalam membangun masa depan bangsa. Melalui Program SESAMA, kami ingin memastikan anak-anak penyintas bencana tetap dapat melanjutkan proses belajar dengan semangat dan rasa percaya diri. Bantuan ini menjadi simbol harapan dan dukungan moral agar mereka bangkit dan terus meraih cita-cita,” tandas Baron.


Program SESAMA terdiri dari bantuan seragam SD, SMP, sepatu, alat tulis, kaos kaki, tas ransel, dan botol minum.


Salah satu penyerahan bantuan dilakukan di Kantor Pertamina Patra Niaga, Banda Aceh pada Selasa (19/1) kepada siswa SDN 06 Meureudu Pidie Jaya. Seragam dan alat sekolah diberikan secara simbolis, dan sisanya akan didistribusikan secara bertahap kepada siswa SD dan SMP di berbagai wilayah Provinsi Aceh, Sumut dan Sumbar yang terdampak bencana.


Kegiatan ini turut dihadiri SVP Treasury & Strategic Finance PT Pertamina (Persero) Bagus Agung Rahadiansyah, Direktur Keuangan PT Pertamina Patra Niaga Mega Satria; serta Kabid Pembinaan Guru dan Tenaga Kependidikan Dinas Pendidikan Aceh, Junaidi SST., M.Pd. 


Direktur Keuangan Pertamina Patra Niaga, Mega Satria, menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat dalam program ini. 


“Kami menyampaikan terima kasih kepada pemerintah daerah, relawan, serta seluruh rekan-rekan yang telah bekerja sama mewujudkan program SESAMA ini. Kami doakan kelak adik-adik yang hadir saat ini menjadi orang-orang yang sukses, menjadi kebanggaan orang tua dan keluarga, serta menjadi pribadi yang berguna bagi bangsa dan negara,” ucapnya. 


Kepala Bidang Pembinaan Guru dan Tenaga Kependidikan Dinas Pendidikan Provinsi Aceh, Junaidi SST., M.Pd., menyambut baik program SESAMA. Menurutnya, bantuan perlengkapan sekolah ini merupakan bentuk kepedulian dan dukungan moral bagi anak-anak terdampak bencana. 


“Ini merupakan wujud harapan, kepedulian, dan dukungan moral agar anak-anak tetap semangat belajar. Kami memandang program ini sebagai wujud sinergi yang sangat baik antara dunia usaha dan Pemerintah Daerah dalam membangun sumber daya manusia yang unggul dan berkarakter,” ujar Junaidi. 


Lebih lanjut, Junaidi menyampaikan apresiasi atas peran Pertamina dalam mendukung dunia pendidikan. “Dinas Pendidikan Provinsi Aceh sangat mendukung dan mengapresiasi Pertamina. Kami berharap bantuan ini dapat dimanfaatkan sebaik-baiknya oleh para penerima manfaat dan menjadi penyemangat baru bagi anak-anak untuk terus belajar, meraih cita-cita, serta membangun masa depan Aceh yang lebih baik,” jelasnya.


Pertamina sebagai perusahaan pemimpin di bidang transisi energi, berkomitmen dalam mendukung target Net Zero Emission 2060 dan terus mendorong program-program yang berdampak langsung pada capaian Sustainable Development Goals (SDGs). Seluruh upaya tersebut sejalan dengan transformasi Pertamina yang berorientasi pada tata kelola, pelayanan publik, keberlanjutan usaha dan lingkungan, dengan menerapkan prinsip-prinsip Environmental, Social & Governance (ESG) di seluruh lini bisnis dan operasi Pertamina, berkoordinasi dengan https://www.danantaraindonesia.co.id/.




Hendhry S.

PELINDO SOLUSI MARITIM LAKUKAN UNDOCKING KAPAL PERTAMA TAHUN 2026

 




JAKARTA (Media Bisnis Nasional.com) - PT Pelindo Solusi Maritim (PSM) lakukan undocking kapal KRI Tanjung Kambani. Kapal ini menjadi kapal yang undocking pertama di galangan Jakarta I milik PSM di tahun 2026. Undocking adalah kegiatan mengeluarkan kapal dari galangan (dok) kembali ke air setelah selesai perbaikan atau perawatan.


Kapal ini berjenis BAP/Angkut Personil dan Kendaraan dengan ukuran Length Over All (LOA) sepanjang 114,5 m, Lebar (Breadth) 19,80 m dan Bobot Mati (Deadweight Tonnage) 6,165 ton. Kapal tersebut dikerjakakan di galangan yang berlokasi di Ancol selama kurang lebih satu bulan.


“Beberapa perbaikan yang dilakukan pada kapal ini bersifat perbaikan umum seperti  penyekrapan area bottom, blasting dan painting, Ultrasonic Testing (Pengujian Ultrasonik), perbaikan propeller (CPP), perbaikan bow thruster dan perawatan rantai jangkar. Undocking hari ini menjadi pembuka tahun 2026 untuk kegiatan perbaikan kapal di galangan milik kami. Untuk bulan Januari ini, ada 3 kapal yang docking dan Februari nanti, akan ada 2 kapal yang docking. Target selama tahun 2026 ini, PSM dapat menyelesaikan minimal 40 unit kapal dengan total 33.817 GT yang akan dikerjakan di galangan milik maupun galangan mitra” Ujar Nurhadi, Direktur Komersial dan Operasi PSM.


Dengan visi “Menjadi Penyedia Jasa Marine Engineering Yang Profesional dan Berkelas Dunia”, PSM secara konsisten fokus pada 3 hal yaitu :


1. Peningkatan dan ekspansi core bussiness untuk mendukung integrasi ekosistem maritim.

2. Diversifikasi layanan klaster shipyard & dredging solutions untuk memperkuat portofolio bisnis.

3. Optimalisasi operasional shipyard & dredging dalam mendukung world-class ecosystem player.


Pelindo Regional 2 Banten Perkuat Peran Pelabuhan Ciwandan sebagai Simpul Strategis Rantai Logistik Nasional


(Redaksi MBN.Com).

 

KINERJA OPERASIONAL IPCC TERMINAL KENDARAAN Meningkat 15,09%, Karena Sukses Terapkan Transformasi DIGITAL


 


JAKARTA (Media Bisnis Nasional.com) - PT Indonesia Kendaraan Terminal Tbk (IDX: IPCC) terus memperkuat kinerja operasional terminal kendaraan melalui transformasi digital dan penerapan sistem terintegrasi.


Upaya ini tercermin dari capaian kinerja operasional yang meningkat 15,09% secara konsolidasi (CBU, Alat Berat dan Truck/Bus), didukung implementasi PTOS-C sebagai platform digital operasional pada terminal internasional dan domestik.


Hal ini mendorong peningkatan efektivitas layanan sekaligus memperkuat kepercayaan pengguna jasa. Konsistensi tersebut juga mendapat apresiasi dari berbagai instansi dan pemangku kepentingan melalui penghargaan yang diraih sebagai bagian dari komitmen IPCC dalam menghadirkan layanan yang andal dan berkelanjutan. Di tengah ketidakpastian kondisi perekonomian global dan domestik, IPCC menunjukkan komitmen kepada pemegang saham dan pengguna jasa melalui kinerja operasional yang terus bertumbuh secara berkelanjutan.


Hal tersebut tercermin dari pertumbuhan paling signifikan pada segmen kargo Truck/Bus yang meningkat 46,32% secara tahunan (YoY) atau bertambah 80.893 unit, serta kinerja kunjungan kapal konsolidasi yang mencatatkan 3.604 kunjungan, meningkat 685 kunjungan YoY atau tumbuh 23,46%.


Sebagai entitas bisnis Pelindo Group di bawah pengelolaan Sub Holding Multi Terminal (SPMT) yang berfokus pada core bisnis pelabuhan di bidang kargo non-kontainer/multipurpose, kinerja operasi IPCC selama 1 (satu) tahun penuh di 2025 berhasil melayani kargo konsolidasi yang terdiri dari CBU, truck/bus, dan alat berat secara total sebanyak 1.245.840 unit dan meningkat sebesar 188.009 unit dibandingkan periode yang sama tahun 2024.


“Peningkatan kinerja operasional ini bukan sekadar pencapaian angka, melainkan cerminan dari upaya kami membangun sistem kerja yang lebih terintegrasi, adaptif, dan berorientasi pada kebutuhan pengguna jasa. Melalui penerapan PTOS-C, kami ingin memastikan setiap proses operasional berjalan lebih efektif, transparan, dan memberikan nilai tambah bagi seluruh pemangku kepentingan,” ujar Bagus Dwipoyono, Direktur Operasi dan Teknik IPCC.


Seiring berkembangnya tren kendaraan ramah lingkungan, terminal Branch Jakarta IPCC mencatat masuknya kendaraan berbasis BEV (Battery Electric Vehicle), HEV (Hybrid Electric Vehicle), dan PHEV (Plug-in Hybrid Electric Vehicle) dengan total 101.713 unit, atau sekitar 10,62% dari total CBU yang dilayani pada tahun 2025.


Capaian ini mencerminkan tingginya minat pasar domestik terhadap kendaraan rendah emisi, dengan dominasi merek asal Benua Asia seperti BYD, VinFast, AION, serta berbagai merek lainnya, sekaligus menegaskan peran IPCC dalam mendukung transisi industri otomotif yang lebih berkelanjutan.


Sejalan dengan hal tersebut, peningkatan aktivitas ekspor kendaraan turut memperkuat kinerja operasional IPCC dibandingkan tahun sebelumnya, khususnya pada segmen kargo CBU. Hingga Desember 2025, IPCC berhasil menangani 390.803 unit CBU, meningkat 9% secara tahunan (YoY).


Pertumbuhan ini menegaskan posisi Indonesia sebagai salah satu basis industri otomotif yang semakin dipercaya pasar global, dengan Vietnam tercatat sebagai negara tujuan ekspor terbesar, mencapai 77.181 unit kendaraan hingga Desember 2025. Adapun kinerja operasional pada segmen kargo CBU mengalami peningkatkan yang solid, secara konsolidasi berhasil melayani 957.661 unit, tumbuh 100.791 unit atau meningkat 11,76% YoY.


Direktur Utama IPCC, Sugeng Mulyadi, menyampaikan bahwa capaian tersebut merupakan hasil dari upaya berkelanjutan Perseroan dalam memperkuat peran strategis terminal kendaraan di tengah transformasi industri otomotif nasional.


“Kami melihat pertumbuhan ini tidak semata sebagai peningkatan volume, tetapi sebagai bagian dari proses membangun ekosistem logistik kendaraan yang lebih adaptif, efisien, dan berkelanjutan. IPCC berkomitmen untuk terus mendukung daya saing industri otomotif nasional, baik untuk memenuhi kebutuhan pasar domestik maupun memperluas kontribusi Indonesia di pasar global,” ujar Sugeng.


Sejalan dengan penguatan peran IPCC dalam mendukung rantai pasok industri nasional yang berkelanjutan serta ekosistem hilirasi pertambangan yang dicanangkan Pemerintah, Perseroan mencatat kinerja positif pada layanan kargo alat berat yang menempati posisi kedua terbesar, dengan pertumbuhan 24% YoY atau bertambah 6.325 unit, sehingga total penanganan alat berat secara konsolidasi mencapai 32.677 unit pada tahun 2025.


Sementara itu, peningkatan paling signifikan terjadi pada layanan kargo truk/bus yang tumbuh 46,32% YoY, 80.893 unit lebih banyak atau secara konsolidasi menjadi 255.502 unit. Pertumbuhan ini didorong oleh meningkatnya aktivitas pertambangan domestik seiring implementasi program hilirisasi industri sumber daya mineral, yang mendorong kebutuhan sarana angkut dalam jumlah besar.


Untuk menjawab kebutuhan tersebut, IPCC secara berkelanjutan memperluas cakupan layanannya dengan mengoperasikan lima terminal satelit, sebagai bagian dari komitmen perusahaan dalam menghadirkan layanan yang lebih merata, adaptif, dan efisien yang dilengkapi oleh sistem operasi terintegrasi dan berbasis digitalisasi.


Sekretaris Perusahaan IPCC, Endah Dwi Liesly, menyampaikan bahwa penguatan kinerja operasional tersebut merupakan bagian dari strategi IPCC dalam membangun layanan terminal kendaraan yang berdaya saing dan berkelanjutan.


“Peningkatan trafik operasional ini mencerminkan upaya IPCC dalam menyesuaikan kapasitas dan layanan dengan kebutuhan industri nasional, khususnya dalam mendukung program hilirisasi. Melalui penguatan jaringan terminal dan pengelolaan operasional yang terintegrasi, kami berkomitmen untuk menghadirkan layanan yang efisien, berkelanjutan, dan memberikan nilai tambah bagi pengguna jasa serta perekonomian nasional,” ujar Endah.


Melalui berbagai inisiatif strategis dan inovasi bisnis yang terus dijalankan, IPCC berkomitmen untuk menghadirkan kinerja yang berkelanjutan sekaligus memberikan nilai tambah bagi pengguna jasa, pemangku kepentingan, investor, dan pemegang saham.


Pendekatan tersebut diwujudkan melalui penguatan kolaborasi, transformasi pola operasi di seluruh terminal yang dikelola Perseroan, serta pengembangan layanan yang adaptif terhadap kebutuhan pasar, termasuk inovasi inland transportation untuk mendukung distribusi kargo CBU dari dan menuju terminal IPCC.


Seiring dengan telah dilaluinya tahun 2025, manajemen IPCC optimis bahwa implementasi sistem digital PTOS-C dan konsistensi transformasi operasional akan terus memberikan hasil yang optimal. Dengan fondasi tersebut, Perseroan menargetkan kinerja keuangan tahun 2025 dapat mencatatkan pertumbuhan di atas 20%, lebih baik dibandingkan capaian tahun sebelumnya, sebagai bagian dari upaya IPCC dalam memperkuat perannya di ekosistem logistik nasional yang semakin berdaya saing dan berkelanjutan.


“Kami menjalankan setiap inisiatif dengan semangat melayani sepenuh hati. Transformasi digital melalui PTOS-C, inovasi layanan berupa PDC, layanan terintegrasi dan end to end service, serta penguatan kolaborasi kami yakini bukan hanya mendorong kinerja, tetapi juga membangun kepercayaan jangka panjang. Melalui tagline baru Integrated Auto Solutions, IPCC berkomitmen untuk tumbuh secara sehat dan berkelanjutan, sekaligus memberikan kontribusi nyata bagi pengguna jasa, pemangku kepentingan, dan ekosistem logistik nasional,” pungkas Sugeng.


(Redaksi MBN.Com/Corcom IPCC).