Pages

Selasa, Januari 20, 2026

PMT atau Prima Multi Terminal Beri Cenderamata kepada Para Nakhoda pada acara Last Call 2025 & First Call 2026



BELAWAN – KUALA  TANJUNG (Media Bisnis Nasional.com) - Sebagai penanda akhir perjalanan di Tahun 2025, PT Prima Multi Terminal menyerahkan cenderamata kepada para Nakhoda sebagai simbol apresiasi atas kerja sama, dedikasi, dan kebersamaan yang telah terjalin.

 

Last Call Tahun 2025, Terminal Belawan, Kapal Tanto Bersinar, Nakhoda` Susetiyahadi, Tujuan Port Surabaya.

Terminal 2 Kuala Tanjung, Kapal MT.Cera, Nakhoda Vera, Tujuan Port  Kamdla, India.

 

First Call Tahun 2025, Terminal 1 Belawan , Kapal Izumi Mas, Nakhoda Asep Iskandar, Tujuang` Port Surabaya dan Jakarta.

Terminal 2 Kualqa Tanjung, Kapal Berau Mas.

“Mari menyongsong Tahun 2026 bersama PT Prima Multi Terminal dengan komitmen untuk terus meningkatkan produktivitas dan pelayanan kepelabuhan, menuju Pelabuhan Terpadu dan Berkelas Dunia,”.

(Redaksi MBN.Com).

TERMINAL TELUK LAMONG Pastikan OPERASI AMAN, EFISIEN dan BERINTEGRITAS Melalui IMPLEMENTASI 4 ISO Series Secara TERINTEGRASI

 



SURABAYA (Media Bisnis Nasional.com) - - PT Terminal Teluk Lamong (TTL) melaksanakan Audit Eksternal Sistem Manajemen Terintegrasi ISO Series Tahun 2026 sebagai bagian dari komitmen perusahaan dalam menjaga keandalan operasional dan tata kelola yang berkelanjutan. Audit ini dilaksanakan secara bertahap mulai 12 hingga 30 Januari 2026.


Audit ISO terintegrasi tersebut mencakup beberapa standar internasional, yaitu ISO 9001:2015 (Sistem Manajemen Mutu), ISO 45001:2018 (Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja), ISO 50001:2018 (Sistem Manajemen Energi), serta ISO 37001:2016 (Sistem Manajemen Anti Penyuapan). Pelaksanaan audit dilakukan di PT Terminal Teluk Lamong, Terminal Petikemas (TPK) Teluk Lamong, TPK Berlian dan TPK Nilam.


Pelaksanaan audit ini bertujuan untuk memastikan seluruh proses bisnis PT Terminal Teluk Lamong berjalan secara efektif, aman, efisien, serta berlandaskan prinsip integritas dan kepatuhan. Dengan penerapan sistem manajemen yang terintegrasi, perusahaan dapat mengelola risiko secara lebih komprehensif, meningkatkan konsistensi kinerja operasional, serta mendukung pencapaian sasaran strategis perusahaan.


Rangkaian audit dilaksanakan oleh auditor eksternal independen, diawali dengan opening meeting, dilanjutkan dengan audit lapangan sesuai audit plan, dan diakhiri dengan closing meeting. Seluruh unit kerja di lingkungan PT Terminal Teluk Lamong berperan aktif dalam proses audit melalui penyediaan data dan dokumen sebagai bukti penerapan sistem manajemen sepanjang tahun 2025.


Direktur Operasi PT Terminal Teluk Lamong, M. Syukur menyampaikan bahwa audit ISO terintegrasi tidak hanya ditujukan untuk mempertahankan sertifikasi, tetapi juga memberikan nilai tambah bagi perusahaan. "Penerapan ISO secara terintegrasi membantu TTL menjaga konsistensi kualitas layanan, meningkatkan keselamatan dan kesehatan kerja, mengoptimalkan penggunaan energi, serta memperkuat sistem pencegahan penyuapan. Hal ini berdampak langsung pada keandalan operasional dan peningkatan kepercayaan para pemangku kepentingan," ujarnya.


"Audit 4 sistem manajemen ISO series yang dilaksanakan secara terintegrasi ini selain berdampak pada proses audit yang menjadi efektif juga memiliki tantangannya sendiri, dimana tim kami harus sangat siap dalam hal dokumentasi dan implementasi lapangan Metode ini terbukti lebih efisien dan efektif karena waktu audit akan lebih singkat dan hasilnya lebih komprehensif karena tidak berdiri sendiri-sendiri sistem manajemennya" tambah Syukur.


Melalui pelaksanaan audit ISO terintegrasi ini, PT Terminal Teluk Lamong menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat tata kelola perusahaan, serta menumbuhkan budaya perbaikan berkelanjutan guna mendukung layanan kepelabuhanan yang andal, aman, dan berdaya saing bagi pengguna jasa


(Redaksi MBN/.Vom) 

Direktur Komersil Pelindo, ⁠Drajat Sulistyo, Resmikan Program Transformasi “Eco-Friendly” di Pelabuhan Tanjung Priok


 


TANJUNG PRIOK (Media Bisnis Nasional.com)  — PT Pelabuhan Indonesia (Persero) Regional 2 Tanjung Priok menegaskan komitmennya dalam mendorong transformasi layanan kepelabuhanan melalui peresmian implementasi Tujuh Unit Electronic Prime Movers (E-PM) di PT New Priok Container Terminal One (NPCT1).


Peresmian implementasi E-PM yang dilaksanakan di Terminal NPCT1 tersebut dihadiri oleh Direktur Komersial PT. Pelabuhan Indonesia (Persero) Drajat Sulistyo, Executive General Manager Pelindo  Regional 2 Tanjung Priok Yandri Trisaputra, Jajaran Direksi dan Manajemen NPCT1, pemegang saham NPCT1, KSOP dan KPU Bea Cukai serta Polres Pelabuhan Tanjung Priok.


Rangkaian acara diawali dengan sambutan dari President Director NPCT1, Direktur Komersial Pelindo, serta perwakilan pemegang saham NPCT1, kemudian dilanjutkan dengan pemutaran video dan pemaparan sistem E-PM, sebelum prosesi peresmian simbolis melalui pemotongan pita dan peninjauan langsung ke area operasional terminal.


Dalam sambutannya, Direktur Komersial PT Pelabuhan Indonesia (Persero), Drajat Sulistyo, menilai implementasi E-PM di NPCT1 sebagai tonggak penting dalam pengembangan pelabuhan masa depan.


“Implementasi Electronic Prime Movers ini merupakan tonggak penting dalam pengembangan pelabuhan yang cerdas dan ramah lingkungan. E-PM menjadi tolok ukur efisiensi operasional yang dapat direplikasi di terminal lain, sekaligus memperkuat daya saing pelabuhan nasional melalui pemanfaatan teknologi dan standar operasional yang lebih modern,” ujar Drajat.


Bagi Pelindo Regional 2 Tanjung Priok, implementasi E-PM merupakan bagian dari penguatan tata Kelola operasional berbasis ramah lingkungan yang diarahkan untuk memastikan kesiapan peralatan, menjaga kesinambungan layanan, serta meminimalkan risiko gangguan operasional di tengah tingginya arus petikemas.


Executive General Manager PT Pelindo Regional 2 Tanjung Priok, Yandri Trisaputra, menegaskan bahwa penerapan E-PM di NPCT1 sejalan dengan arah kebijakan Pelindo dalam membangun ekosistem Pelabuhan yang modern, andal, dan berdaya saing sekaligus langkah penting dalam menjaga kelancaran operasional pelabuhan.


(Redaksi MBN.Com/ Pelindo Regional 2 Tg. Priok).

Pertamina Salurkan Hibah Teknologi Tepat Guna untuk 100 UMK Program UMK Academy

 



Media Bisnis Nasional, Jakarta, 21 Januari 2026 — PT Pertamina (Persero) melalui program Pertamina UMK Academy  menyalurkan hibah teknologi tepat guna senilai Rp 900 Juta. Teknologi tepat guna sebagai pendukung produksi ini dialokasikan untuk 100 pelaku Usaha Mikro dan Kecil (UMK).  


Para penerima manfaat terdiri dari 25 Champion dan 75 Nominator program UMK Academy. Hal ini menjadi dukungan Pertamina dalam mendorong UMK naik kelas, meningkatkan daya saing, serta memperkuat kemandirian usaha secara berkelanjutan.


Vice President Corporate Communication PT Pertamina (Persero), Muhamad Baron, menyampaikan bahwa Pertamina UMK Academy merupakan wujud nyata dukungan Pertamina terhadap agenda pembangunan nasional. Program tersebut sejalan dengan Asta Cita Pemerintah poin 3, yaitu meningkatkan lapangan kerja yang berkualitas, mendorong kewirausahaan, mengembangkan industri kreatif, serta melanjutkan pengembangan infrastruktur. 


"Melalui pelatihan, pendampingan, dan hibah alat produksi yang tepat guna, kami berharap UMKM binaan dapat tumbuh lebih kuat, mandiri, dan berdaya saing,” ujar Baron.


Dari total nilai hibah tersebut, sebanyak Rp555 juta telah direalisasikan, sementara sisanya akan disalurkan dan dituntaskan pada bulan Januari ini. 


Hibah alat produksi diberikan sesuai dengan kebutuhan masing-masing pelaku usaha guna mendukung peningkatan kualitas produk, efisiensi proses produksi, serta pengembangan bisnis yang lebih terstruktur. Selain bantuan alat, peserta juga mendapatkan pembekalan ilmu bisnis dan pendampingan berkelanjutan sebagai fondasi penguatan ekosistem UMKM nasional.


Muhamad Baron menegaskan Pertamina berharap program ini dapat memberikan dampak berkelanjutan bagi UMKM binaan.


“Kami berharap sinergi yang terbangun melalui Pertamina UMK Academy dapat terus berlanjut, sehingga UMKM Indonesia semakin naik kelas, berdaya saing, dan berkontribusi nyata terhadap pertumbuhan ekonomi nasional,” ujarnya. 


Salah satu penerima manfaat yakni Melani Septina, pemilik usaha kerajinan sepatu bermerek NOBF asal Mojokerto. Melani menerima hibah berupa mesin jahit, mesin seset, mesin press, dan mesin gauge, yang membantu mengatasi keterbatasan produksi, khususnya dalam pengembangan sampel produk yang sebelumnya terkendala ketersediaan alat.


“Terima kasih kami sampaikan kepada Pertamina atas dukungan dan pendampingan yang sangat berarti bagi perjalanan usaha kami. Dengan dukungan alat produksi dan pembekalan bisnis, kami kini dapat mengembangkan produk dengan lebih optimal, memiliki workshop dan mini store, serta membuka peluang kolaborasi dengan pengrajin sepatu di Mojokerto agar dapat tumbuh bersama dalam satu ekosistem usaha yang inklusif,” ujar Melani.


Selain bantuan alat dan pendampingan, kesempatan mengikuti berbagai pameran yang difasilitasi Pertamina turut membuka akses pasar yang lebih luas serta memperkuat branding UMKM lokal.


Pertamina sebagai perusahaan pemimpin di bidang transisi energi, berkomitmen dalam mendukung target Net Zero Emission 2060 dan terus mendorong program-program yang berdampak langsung pada capaian Sustainable Development Goals (SDGs). Seluruh upaya tersebut sejalan dengan transformasi Pertamina yang berorientasi pada tata kelola, pelayanan publik, keberlanjutan usaha dan lingkungan, dengan menerapkan prinsip-prinsip Environmental, Social & Governance (ESG) di seluruh lini bisnis dan operasi Pertamina, berkoordinasi dengan https://www.danantaraindonesia.co.id/.



(Hendhry  S.).