Pages

Senin, Januari 19, 2026

Raih Penghargaan di Thailand, Inovasi Produksi Pertadex dari Kilang Pertamina Dapat Golden Medal IPITEX 2026

 






Media Bisnis Nasional, Balikpapan, 20 Januari 2026 – PT Pertamina (Persero) melalui PT Kilang Pertamina Internasional (KPI) Unit Balikpapan meraih apresiasi inovasi internasional  dari National Research Council of Thailand (NRCT) pada 5–9 Januari 2026 di Bangkok International Trade and Exhibition Centre (BITEC) Bangkok, Thailand.


Inovasi Pertamina pada formula produk unggulan Pertadex, bahan bakar diesel bersulfur rendah mampu menjadi solusi untuk permasalahan komponen penyusun Avtur, bahan bakar pesawat terbang. 


Bertajuk “Boosting Low-Sulphur Diesel Output through New Fuel Formulation and Production-Line Modifications", KPI Unit Balikpapan menghasilkan efisiensi yaitu mampu meningkatkan produksi Pertadex tanpa mengorbankan komitmen produksi Avtur. Selain itu juga meminimalisir penggunaan Pertadex untuk media flushing line, produksi lebih cepat untuk mode Avtur dan Pertadex, serta berbagai efisiensi lainnya. 


General Manager PT KPI Unit Balikpapan, Novie Handoyo Anto menyampaikan bahwa inovasi yang hadir adalah strategi untuk beradaptasi dari dinamika dan tantangan bisnis saat ini. Pencapaian tersebut mencerminkan semangat inovasi yang melekat dalam budaya kerja perusahaan untuk menciptakan teknologi dan produk-produk berstandar global.


“Inovasi adalah bagian daripada strategi perusahaan untuk beradaptasi terhadap dinamika dan tantangan, baik dari dalam maupun luar organisasi. Keberhasilan ini membuktikan bahwa semangat pekerja dalam menghadirkan solusi nyata tidak pernah padam,” kata Anto.


Inovasi Pertadex ini telah menghasilkan lifting senilai 1.629 ribu barrel dan berkontribusi pada peningkatan profit perusahaan hingga 7,2 juta USD pada tahun 2022. Selain itu, menjaga kualitas tetap optimal, mempercepat waktu produksi menjadi 7,8 hari dari sebelumnya 10,5 hari dan menjaga aspek lingkungan menekan 1.399 ton CO2 per tahun. 


Atas keunggulan tersebut, KPI Unit Balikpapan meraih Gold Medal, Invention Presentation, serta Exhibiting Valuable Invention. Penghargaan dari National Research Council of Thailand (NRCT) diserahkan langsung oleh Executive Director dari National Research Council of Thailand (NRCT), Wiparat De-ong. 


Para Inovator Pertamina juga mendapat Special Award dari Association of Polish Inventors and Rationalizers (API&R) dari Polandia. Penghargaan diserahkan langsung oleh CEO API&R Michal Szota sebagai bentuk apresiasi luar biasa terhadap inovasi yang dibuat. 


Sebagai bentuk komitmen inovasi, perwakilan tim juga berperan serta dalam kegiatan Forum International Intellectual Property Invention Innovation and Technology Exposition (IPITEX). Ajang ini merupakan sebuah pameran inovasi internasional tahunan yang menjadi wadah bagi para penemu dan inovator dari berbagai negara untuk memamerkan karya terbaik mereka.


Inovasi unggulan Pertamina ini sebelumnya memperoleh penghargaan Platinum, atau penghargaan tertinggi pada ajang internal Annual Pertamina Quality Award (APQA) 2025. Para Inovator Pertamina yang tergabung dalam Project Collaboration Improvement (PC-Prove) FOMO-DEX diketuai oleh Adimas Prasetyaaji, beranggotakan Agya Kumala Asri, Rendy Bayu Aji Suhaedy, Faizal Ramadhan Nur, Ade Suryono, Agung Aldi Saputra, Deden Riskianandika dan selaku Fasilitator Ferdana Eldriansyah.


Vice President Corporate Communication PT Pertamina (Persero), Muhammad Baron mengungkapkan, penghargaan internasional ini menjadi bukti bahwa perwira Pertamina memiliki kapabilitas kelas dunia yang mampu bersaing dalam menciptakan inovasi energi. 


“Pertamina senantiasa mendorong seluruh Subholding dan Unit Operasi untuk terus melahirkan inovasi yang berdampak nyata. Inovasi FOMO-DEX dari Kilang Balikpapan ini sangat strategis karena akan menciptakan nilai tambah finansial melalui efisiensi, serta mendukung komitmen keberlanjutan perusahaan melalui pengurangan emisi karbon. Ini adalah bentuk konkret tranformasi berkelanjutan Pertamina, dalam mengembangkan sumber daya manusia yang kompeten di bidangnya dan mencapai target ketahanan energi nasional,” tegas Baron.


Dengan diraihnya penghargaan di IPITEX 2026, menegaskan posisi PT KPI Unit Balikpapan sebagai perusahaan yang terus berinovasi terhadap kilang dan energi nasional. Hal ini juga memperkuat peran Indonesia dalam peta inovasi energi global.


IPITEX 2026 diikuti oleh 883 Inventions dari 24 negara, antara lain Canada, China, Croatia, Hongkong, India, Indonesia, Iran, Japan, Kuwait, Laos, Macao, Malaysia, Morocco, Philippines, Poland, Romania, Russia, Singapore, South Korea, The United Kingdom, Vietnam, Yemen, Taipei, serta Thailand sebagai tuan rumah.


Pertamina sebagai perusahaan pemimpin di bidang transisi energi, berkomitmen dalam mendukung target Net Zero Emission 2060 dan terus mendorong program-program yang berdampak langsung pada capaian Sustainable Development Goals (SDGs). Seluruh upaya tersebut sejalan dengan transformasi Pertamina yang berorientasi pada tata kelola, pelayanan publik, keberlanjutan usaha dan lingkungan, dengan menerapkan prinsip-prinsip Environmental, Social & Governance (ESG) di seluruh lini bisnis dan operasi Pertamina, berkoordinasi dengan https://www.danantaraindonesia.co.id/.





(Hendhry S.).

Yuk, Kenali Proyek Infrastruktur Energi Terintegrasi RDMP Balikpapan

 






Media Bisnis Nasional, 20 Januari 2026 – Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto telah meresmikan salah satu proyek terbesar PT Pertamina (Persero), yakni proyek Infrastruktur Energi Terintegrasi Refinery Development Master Plan (RDMP) Balikpapan, di Kalimantan Timur. Peresmian dilakukan Senin pekan lalu (12/1), menandai ekosistem energi di wilayah Timur Indonesia untuk meningkatkan kapasitas pengolahan minyak mentah menjadi BBM dan petrokimia, dengan kualitas standar global EURO V. 


RDMP Balikpapan merupakan perluasan dari Kilang Balikpapan eksisting yang sebelumnya telah beroperasi. Namun, dengan RDMP, hasil pengolahan kilang akan memiliki kualitas setara Euro V yang menandakan hasil pengolahan lebih bernilai tinggi, lebih ramah lingkungan dan minim emisi. 


Untuk menggarap proyek ini, Pertamina mengeluarkan investasi sebesar USD 7,4 miliar, atau setara Rp 123 triliun. "Dengan program tersebut, diharapkan Pertamina bisa mendorong tercapainya ketahanan energi sesuai yang dicita-citakan Asta Cita Pemerintah," jelas Vice President Corporate Communication PT Pertamina (Persero) Muhammad Baron. 


Infrastruktur Energi Terintegrasi Pertamina RDMP Balikpapan ini didukung oleh berbagai fasilitas lini bisnis Pertamina, dari hulu migas hingga hilir. 


Pertama-tama, pada proyek RDMP sendiri, yang memiliki beberapa fasilitas pendukung. 

Single Point Mooring (SPM) atau dermaga terapung untuk sarana tambat kapal-kapal pengangkut minyak mentah berukuran raksasa. SPM berkapasitas 320 ribu Dead Weight Ton (DWT), sehingga mampu menerima kapal-kapal berukuran Very Large Crude Carrier (VLCC). 

Dua tangki raksasa untuk penyimpanan minyak mentah di Lawe-lawe, yang masing-masing kapasitasnya mencapai 1 juta barel. Tangki Lawe-lawe berperan sebagai tempat penyimpanan minyak mentah, atau bahan baku kilang. Minyak mentah yang berasal dari kapal VLCC yang bersandar di SPM, akan mengalir melalui pipa, yang membentang di bawah laut dan darat, sepanjang 20 kilometer, kemudian disimpan di tangki Lawe-lawe tersebut.

Fasilitas utama kilang Balikpapan, yakni Crude Distillation Unit (CDU) dan Residual Fluid Catalytic Cracking (RFCC). Fasilitas CDU merupakan unit pengolah minyak mentah dengan proses distilasi. Sementara itu, RFCC ini mampu mengubah residu, atau hasil pengolahan yang tidak terpakai, menjadi produk yang bernilai tinggi. Alhasil, kilang Balikpapan pasca RDMP dapat menghasilkan BBM jenis Gasoline, Diesel, Avtur, LPG, serta produk Petrokimia turunan seperti Propylene dan Sulfur.

Sedangkan, pada aspek hulu dan hilir migas, melingkupi Pipa Gas Senipah – Balikpapan yang tersambung sepanjang 78 kilometer.  Pipa gas ini akan mengalirkan pasokan bahan baku energi ke dalam kilang, sehingga operasional kilang berjalan optimal. 

Pada sisi hilir, Terminal BBM Tanjung Batu siap menerima hasil pengolahan kilang. Terminal BBM Tanjung Batu berkapasitas 125 ribu kiloliter, akan menjadi tempat penyimpanan BBM terakhir, sebelum kemudian didistribusikan ke Indonesia bagian timur.


"Kehadiran program terintegrasi energi ini akan memperkuat ketahanan energi Indonesia. Kilang Balikpapan akan menjadi kilang terbesar di Indonesia, dengan hasil pengolahan yang berkualitas tinggi, dan mampu memanfaatkan setiap tetes minyak mentah menjadi produk berkualitas, termasuk petrokimia turunan yang berdampak bagi sektor industri," jelas Baron.


Pertamina sebagai perusahaan pemimpin di bidang transisi energi, berkomitmen dalam mendukung target Net Zero Emission 2060 dan terus mendorong program-program yang berdampak langsung pada capaian Sustainable Development Goals (SDGs). Seluruh upaya tersebut sejalan dengan transformasi Pertamina yang berorientasi pada tata kelola, pelayanan publik, keberlanjutan usaha dan lingkungan, dengan menerapkan prinsip-prinsip Environmental, Social & Governance (ESG) di seluruh lini bisnis dan operasi Pertamina, berkoordinasi dengan https://www.danantaraindonesia.co.id/.




(Hendhry S.).