Pages

Jumat, Januari 16, 2026

Perkuat Fondasi Hijau, Pertamina Terapkan Standar Keberlanjutan Global Jadi Kunci Bisnis Masa Depan

 







Media Bisnis Nasional, Jakarta, 17 Januari 2025 –  Pertamina Group menegaskan langkah strategisnya dalam menjaga keberlangsungan bisnis jangka panjang dengan memperkuat tata kelola pelaporan keberlanjutan. 


Melalui forum Sustainability Transcendence Forum (STF) Series #5 yang digelar di Grha Pertamina (15/1), seluruh pimpinan Pertamina menyatukan visi untuk menerapkan standar global International Financial Reporting Standards (IFRS) S1 dan S2, yang diadopsi menjadi Pernyataan Standar Pengungkapan Keberlanjutan (PSPK).


Langkah ini bukan sekadar pemenuhan kewajiban administratif, melainkan strategi inti perusahaan untuk meningkatkan kepercayaan investor global dan memastikan keberlanjutan finansial di masa depan.


Komisaris Utama PT Pertamina (Persero), Mochamad Iriawan, menekankan bahwa keberlanjutan kini telah menjadi "bahasa global" dalam dunia investasi. "Standar pelaporan yang kredibel adalah jembatan yang menghubungkan kinerja hijau dengan kinerja keuangan. Ini akan memperkuat kepercayaan investor dan membuka akses Pertamina terhadap pembiayaan hijau dengan biaya modal yang lebih efisien," jelasnya.


Senada dengan hal tersebut, Wakil Direktur Utama Pertamina, Oki Muraza, menyebut transparansi sebagai modal utama. Ia berharap aspek keberlanjutan, manajemen risiko, dan keputusan investasi dapat berjalan dalam "satu napas" yang terintegrasi.


Dalam kesempatan yang sama, Direktur Keuangan Pertamina, Emma Sri Martini menegaskan ambisi Pertamina untuk menjadi pemimpin di antara BUMN dalam penerapan standar ini. "Kita beranjak dari sekadar kepatuhan (compliance) menuju penciptaan nilai strategis (strategic value creation). Ini adalah investasi untuk masa depan Pertamina Group," ungkap Emma.


Mengorkestrasi langkah besar ini, Direktur Transformasi dan Keberlanjutan Bisnis, Agung Wicaksono, menjelaskan bahwa komitmen pimpinan akan segera diterjemahkan ke dalam program nyata di lapangan. Targetnya, implementasi penuh PSPK akan tercapai pada 1 Januari 2027.


Hadir sebagai pakar, Ketua Dewan Pengawas Standar Keberlanjutan Ikatan Akuntan Indonesia (IAI), Rosita Uli Sinaga mengapresiasi pandangan progresif manajemen Pertamina. "Di Pertamina, keberlanjutan tidak lagi dipandang sebagai biaya, melainkan peluang bisnis. Dengan laporan yang transparan, Pertamina memiliki keunggulan kompetitif untuk meraih pendanaan internasional," tuturnya.


Acara ini ditutup dengan penandatanganan komitmen bersama oleh jajaran Direksi dan Komisaris Pertamina Group. Penandatanganan ini menjadi simbol kesiapan organisasi dalam mengintegrasikan data keberlanjutan ke dalam laporan keuangan, memastikan Pertamina tetap tangguh dan relevan di pasar energi global yang terus berubah.


Pertamina sebagai perusahaan pemimpin di bidang transisi energi, berkomitmen dalam mendukung target Net Zero Emission 2060 dan terus mendorong program-program yang berdampak langsung pada capaian Sustainable Development Goals (SDGs). Seluruh upaya tersebut sejalan dengan transformasi Pertamina yang berorientasi pada tata kelola, pelayanan publik, keberlanjutan usaha dan lingkungan, dengan menerapkan prinsip-prinsip Environmental, Social & Governance (ESG) di seluruh lini bisnis dan operasi Pertamina, berkoordinasi dengan https://www.danantaraindonesia.co.id/.


Hendhry S.

Isu Sektor Kemaritiman 'Makin Hilang' dalam Diplomasi Indonesia di Kancah International

 


INDONESIA (Media Bisnis Nasional.com)  - Pidato Pernyataan Pers Tahunan Menteri Luar Negeri (PPTM) 2026 yang digelar di Ruang Nusantara, Kementerian Luar Negeri RI, Jakarta, Rabu, 14 Januari 2026 menuai sorotan.



Pasalnya, pidato Menteri Luar Negeri Sugiono secara panjang lebar tersebut tidak menyinggung sektor maritim yang merupakan urat nadi geopolitik dan geoekonomi Indonesia sebagai negara kepulauan terbesar di dunia.


Hal itu disampaikan Direktur Eksekutif The National Maritime Institute (Namarin) Siswanto Rusdi beberapa saat lalu.


Menurut Siswanto, Kemlu seharusnya menjadi panglima dalam mengawal diplomasi maritim Indonesia yang nantinya terkait dengan ekonomi, politik serta pertahanan-keamanan.


“PPTM 2026 tidak menyebut isu maritim, padahal ini sangat penting dalam menjawab ketidakpastian geopolitik dan geoekonomi global. Kita butuh diplomasi maritim yang hebat, tapi apa daya Menlu tidak menyebut sedikit pun,” kata Siswanto.


Ia pun mengomentari Asta Cita Prabowo-Gibran yang juga tidak menyentuh aspek kemaritiman. Lanjut Siswanto, yang ada hanya ekonomi biru, yang merupakan salah satu domain kecil dalam sektor kemaritiman.


“Sehingga tidak heran jika isu maritim hilang dari aktivitas diplomasi, padahal ruh kejayaan diplomasi Indonesia ada di sini,” tegasnya.


Pengamat maritim yang dikenal kritis ini lantas menyoroti masa depan industri maritim yang dipastikan bakal suram ketika tidak ditopang dengan diplomasi maritim yang mumpuni.


“Keberadaan industri maritim nasional seperti pelabuhan, pelayaran, dan lain-lain akan semakin jauh dari perhatian internasional, karena perhatian pemerintah juga lemah,” pungkasnya.


(Redaksi MBN.Com). 

ICT Goes to School Langkah Pertamina Memperkuat Ketahanan Digital Generasi Alpha dari Risiko Adiksi Game

 




Media Bisnis Nasional, Surabaya, 17 Januari 2025 –  Di era di mana anak usia sekolah dasar (Generasi Alpha) sangat rentan terpapar konten digital yang tidak terfilter serta risiko adiksi game online, PT Pertamina (Persero) mengambil langkah preventif melalui program ICT Goes to School. Inisiatif ini merupakan bagian dari komitmen keberlanjutan perusahaan dalam mencetak generasi muda yang tidak hanya cakap teknologi, tetapi juga memiliki ketahanan (resilience) digital yang kuat.


Program yang dilaksanakan di SDN Kandangan II dan SD Kandangan III, Surabaya ini, melibatkan Perwira Pertamina Group dari fungsi Information, Communication & Technology (ICT). Fokus utama program ini adalah memberikan edukasi literasi digital bagi siswa kelas IV hingga VI—usia yang dinilai paling krusial dalam pembentukan kebiasaan berinternet.


Senior Vice President Enterprise Information Technology Pertamina (Persero), Yoke Susatyo, menegaskan bahwa aspek keberlanjutan sosial perusahaan dimulai dari perlindungan terhadap SDM masa depan.

“Keberhasilan transformasi digital bukan hanya soal kecanggihan sistem, tapi bagaimana kita memastikan teknologi tidak berdampak negatif pada kesehatan mental dan pola perilaku anak-anak. Di usia SD, mereka sangat rentan terpapar game secara berlebihan. Melalui program ini, kami ingin mengarahkan mereka agar melihat teknologi sebagai alat produktivitas, bukan sekadar hiburan yang melalaikan,” ujar Yoke.


Materi literasi yang disampaikan dirancang khusus untuk menjawab tantangan zaman, mencakup tiga pilar utama meliputi etika & produktivitas, sebagai langkah untuk mengalihkan fokus dari sekadar bermain game menjadi kreativitas digital. Pilar kedua fokus pada keamanan data, upaya melindungi identitas pribadi di platform digital sejak dini. Selanjutnya apek keseimbangan waktu, memberikan pemahaman tentang batasan penggunaan gawai demi kesehatan fisik dan mental.


VP Corporate Communication Pertamina Muhammad Baron menambahkan bahwa kegiatan ini merupakan wujud nyata penerapan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG), khususnya pada pilar Sosial.


“Program ICT Goes to School adalah investasi sosial jangka panjang Pertamina. Kami menerapkan budaya keberlanjutan dengan memastikan bahwa kehadiran operasional kami memberikan dampak pada peningkatan kualitas hidup masyarakat, termasuk melindungi anak-anak dari risiko negatif dunia maya. Ini adalah bentuk tata kelola kepedulian sosial yang terukur,” jelas Baron.


Kegiatan ini diikuti oleh lebih dari 350 siswa yang berasa dari SDN Kandangan II dan SDN Kandangan III. Para siswa tidak hanya menyimak teori, tetapi juga terlibat dalam simulasi interaktif yang mengajarkan mereka cara membedakan konten yang bermanfaat dan yang merugikan.


Hima Kurniawan Arip Piyanto, S.Pd., Kepala Sekolah SDN Kandangan II, mengungkapkan urgensi kegiatan ini. Apalagi materi disampaikan dengan interaktif sehingga mudah diterima anak didik.


“Anak-anak zaman sekarang sangat sulit dipisahkan dari game. Kehadiran Pertamina membantu kami sebagai pendidik untuk memberikan perspektif dari sisi profesional TI bahwa teknologi itu luas dan harus digunakan secara bijak. Ini bantuan yang sangat relevan dengan kebutuhan sekolah saat ini,” ungkapnya.


Ketua kelas 6A SDN Kandangan III, Zulfatan Ibrahim Aufaraman, mengaku mendapatkan pandangan baru. “Dulu saya pikir komputer cuma buat main game. Ternyata bisa buat belajar banyak hal dan kita harus hati-hati kalau ada orang asing mengajak berinteraksi di internet. Seru sekali belajarnya!”


Melalui inisiatif ini, Pertamina berharap dapat terus menginspirasi korporasi lain untuk peduli terhadap literasi digital anak bangsa. Dengan memperkuat aspek sosial dan tata kelola melalui edukasi, Pertamina yakin dapat tumbuh bersama masyarakat yang cerdas, aman, dan berkelanjutan di era digital.


Pertamina sebagai perusahaan pemimpin di bidang transisi energi, berkomitmen dalam mendukung target Net Zero Emission 2060 dan terus mendorong program-program yang berdampak langsung pada capaian Sustainable Development Goals (SDGs). Seluruh upaya tersebut sejalan dengan transformasi Pertamina yang berorientasi pada tata kelola, pelayanan publik, keberlanjutan usaha dan lingkungan, dengan menerapkan prinsip-prinsip Environmental, Social & Governance (ESG) di seluruh lini bisnis dan operasi Pertamina, berkoordinasi dengan https://www.danantaraindonesia.co.id/.




(S. Hendhry. S.).

Terminal Petikemas Koja atau TPK Koja Laksanakan Natal Persekutuan Umat Kristen

 



JAKARTA (Media Bisnis Nasional.com) – Terminal Petikemas Koja atau TPK Koja telah melaksanakan Natal Persekutuan Umat Kristen pada 16 Januari 2026 kemarin bertampat di  Gedung GKJ Tanjung Priok


Kegiatan tersebut dihadiri oleh Manajemen KSO TPK Koja yang diwakili oleh Bapak Wiluyo Karyanto, DGM SDM dan Umum.


Dalam sambutannya, Wiluyo mengajak seluruh insan TPK Koja untuk terus menjaga keharmonisan dalam keberagaman, serta menumbuhkan semangat Natal sebagai energi positif dalam bekerja bersama, demi mewujudkan TPK Koja yang semakin baik dan sejahtera, terlebih dengan kehadiran alat bongkar muat yang baru (Crane Container/CC)..


Selamat Natal bagi seluruh umat Kristiani di lingkungan TPK Koja. Semoga damai, sukacita, dan kasih Natal senantiasa menyertai.


(Redaksi MBN.com).  

Pertamina Sukses Gelar Satgas Natal dan Tahun Baru, Bersiap Hadapi Masa Ramadan 1447 Hijriah

 






Media Bisnis Nasional, Jakarta, 16 Januari 2026 – PT Pertamina (Persero) resmi menutup masa Satuan Tugas Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Satgas Nataru) dengan sukses, lancar dan terkendali. Keberhasilan Satgas Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 akan menjadi barometer Pertamina dalam mempersiapkan Satgas Ramadan Idulfitri 1447 Hijriah, di mana Pertamina akan memperkuat layanan, keandalan sarana dan fasilitas, serta perencanaan yang matang.  


Hal itu diungkapkan Direktur Utama Pertamina Simon Aloysius pada Penutupan Satgas Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 di Jakarta, Kamis (15/1). 


“Melayani sepenuh hati menggambarkan perjalanan Satgas Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 bagi Pertamina. Di saat sebagian besar masyarakat Indonesia menikmati liburan, Perwira Pertamina tetap siaga untuk mengamankan energi untuk Indonesia,” jelas Simon. 


Simon menjelaskan, terdapat tiga faktor kunci yang mendukung kesuksesan pelaksanaan Satgas Natal 2025 dan Tahun Baru 2026. Pertama, kesiapan infrastruktur dan logistik energi yang terbukti mampu mengantisipasi lonjakan permintaan energi. Kedua, pemantauan atau monitoring harian, sebagai acuan dalam pengambilan keputusan yang cepat dan tepat. Serta, ketiga, koordinasi lintas fungsi dan lintas subholding untuk mencapai kelancaran Satgas. 


Selama periode Satgas Natal dan Tahun Baru 13 November 2025 – 11 Januari 2026, permintaan BBM, LPG dan Avtur mengalami kenaikan. Pada sektor Gasoline (BBM jenis Pertamax Series), konsumsi meningkat 1% apabila dibandingkan dengan konsumsi rerata September-Oktober 2025. Gasoil (BBM Jenis Solar dan Dex Series) relatif stabil. 


Sementara, Avtur untuk bahan bakar pesawat terbang, naik 4%, yang salah satunya dipicu pemberlakuan diskon Avtur Pertamina di 37 bandara, sebagai dukungan Pertamina atas kebijakan Pemerintah dalam menjaga stabilitas tiket pesawat. 


LPG juga mengalami kenaikan 4%, seiring kegiatan rumah tangga dan Horeka (Hotel, Restoran dan Kafe) yang meningkat pada libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026.


Selain itu, pertumbuhan juga terlihat pada bisnis energi lainnya, seperti penggunaan kapal distribusi di mana lebih banyak kapal yang beroperasi ketimbang periode sebelum masa Satgas Nataru. Distribusi gas untuk pelanggan kecil dan komersial industri melalui jaringan gas juga bertumbuh, bahkan hingga 14% jika dibandingkan dengan Satgas Natal dan Tahun Baru tahun sebelumnya.  


Simon menambahkan, Satgas Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 menjadi awal untuk menghadapi tantangan mempersiapkan Satgas Ramadan dan Idulfitri 1447 H yang akan segera berlangsung. Momen Ramadan dan Idulfitri diperkirakan lebih intens, di mana biasanya terjadi lonjakan kebutuhan energi, mobilitas masyarakat juga lebih masif, serta kompleksitas yang meningkat secara nasional. 


Untuk itu, dia mengungkapkan, Pertamina akan melakukan persiapan lebih dini untuk merencanakan Satgas Ramadan dan Idulfitri. Upaya tersebut dilakukan dengan memperkuat layanan dan pasokan, memastikan keandalan sarana dan fasilitas, serta memastikan monitoring digital dan sistem analisa untuk pengelolaan data.


“Pertamina akan terus hadir dalam memastikan energi tersedia, aman dan berkelanjutan, dengan satu komitmen yakni melayani dengan sepenuh hati,” jelas Simon.  


Penutupan Satgas Natal dan Tahun Baru dihadiri oleh Jajaran Manajemen Direksi PT Pertamina (Persero) serta Subholding Pertamina.


Pertamina sebagai perusahaan pemimpin di bidang transisi energi, berkomitmen dalam mendukung target Net Zero Emission 2060 dan terus mendorong program-program yang berdampak langsung pada capaian Sustainable Development Goals (SDGs). Seluruh upaya tersebut sejalan dengan transformasi Pertamina yang berorientasi pada tata kelola, pelayanan publik, keberlanjutan usaha dan lingkungan, dengan menerapkan prinsip-prinsip Environmental, Social & Governance (ESG) di seluruh lini bisnis dan operasi Pertamina, berkoordinasi dengan https://www.danantaraindonesia.co.id/.




(S. Hendhry S./ Humas Pertamina).

Terima Laporan OIKN, Presiden Prabowo Tekankan Percepatan Pembangunan IKN

 





Media Bisnis Nasional, Jakarta 16 Januari 2026 - Presiden Prabowo Subianto menerima laporan perkembangan pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) dari Otorita IKN dalam kunjungan kerjanya di IKN pada Selasa, 13 Januari 2026. Dalam keterangannya kepada awak media di Kabupaten Malang, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menjelaskan bahwa sejak awal Presiden memberikan perhatian agar pembangunan fasilitas negara tersebut dapat dipercepat.


“Bapak Presiden memang sejak awal memberikan penekanan untuk mempercepat proses pembangunan fasilitas yang akan dipergunakan untuk legislatif maupun yudikatif, yang harapannya bisa selesai di tahun 2028,” ujar Menteri Pras.


Dalam rapat bersama OIKN tersebut, Presiden Prabowo memberikan sejumlah catatan atas paparan yang disampaikan. Menurut Menteri Pras, catatan Presiden pada prinsipnya menekankan dua hal utama yakni perbaikan dan percepatan proses pembangunan.


“Jadi tadi masih ada beberapa hal yang Bapak Presiden memberikan koreksi terhadap pertama misalnya mengenai desain, kemudian mengenai fungsi, dan diminta terus-menerus OIKN dan Kementerian PU untuk memperbaiki,” katanya.


Lebih lanjut, Mensesneg menegaskan bahwa percepatan tersebut ditujukan agar tiga fungsi utama pemerintahan di IKN dapat segera terwujud. “Catatannya adalah untuk perbaikan dan percepatan proses pembangunan supaya tiga fungsi bisa segera selesai,” lanjut Menteri Pras.


Dari IKN, Presiden kemudian melanjutkan perjalanan ke Kabupaten Malang, Provinsi Jawa Timur untuk meresmikan SMA Taruna Nusantara Kampus Malang. Pemerintah, kata Mensesneg, secara paralel terus membangun berbagai fasilitas pendidikan mulai dari sekolah rakyat untuk masyarakat desil 1 dan desil 2 hingga sekolah unggulan.


“Sekali lagi ini memang kita bekerja keras untuk meningkatkan fasilitas-fasilitas pendidikan kita. Sekolah rakyat untuk desil 1, desil 2 kita adakan, kita bangun. Kemudian yang sekolah unggulan juga kita bangun karena kita benar-benar ingin mempersiapkan sumber daya manusia kita, yang kita harapkan akan mengawaki kebangkitan Indonesia Emas 2045,” tandasnya. 





(Hendhry/Redaksi mbn.com/Humas BPMI Setpres).

Presiden Prabowo Dorong Riset Kampus Jadi Mesin Hilirisasi dan Industri Nasional

 



Media Bisnis Nasional, Jakarta 16 Januari 2026 - Presiden Prabowo Subianto mendorong perguruan tinggi untuk memperkuat riset dan inovasi yang berorientasi pada pembangunan industri nasional dan peningkatan pendapatan negara. Arahan tersebut disampaikan Presiden dalam Taklimat Presiden Republik Indonesia dengan Rektor serta Pimpinan Perguruan Tinggi Negeri dan Swasta Tahun 2026 di halaman tengah Istana Kepresidenan Jakarta, pada Kamis, 15 Januari 2026.


Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek) Brian Yuliarto dalam keterangan persnya menyampaikan bahwa Presiden menekankan pentingnya peran riset dan inovasi sebagai fondasi pembangunan industri berbasis sains dan teknologi. Presiden menegaskan bahwa di era saat ini salah satu pahlawan bangsa adalah mereka yang mampu melahirkan inovasi dan terobosan nyata.


“Bapak Presiden meminta riset-riset dan inovasi untuk membangun industri dan mengangkat pendapatan negara. Jadi tadi Bapak Presiden menyampaikan bahwa di era dulu perjuangan bangsa kita para pahlawan negara itu adalah orang-orang yang bisa melawan penjajah, membela rakyat dari penjajahan. Nah saat ini pahlawan-pahlawan ini adalah orang-orang yang bisa melakukan inovasi-inovasi, melakukan terobosan-terobosan sehingga bisa meningkatkan pendapatan negara,” ucap Mendiktisaintek.


“Dan karenanya marilah kita menjaga kekompakan, persatuan, sehingga riset dan teknologi ini bisa terus didorong, penguasaan sains dan teknologi itu terus berlangsung,” lanjutnya.


Selain itu, dalam arahannya, Presiden turut menekankan pentingnya sinergi antara riset, teknologi, dan industri nasional agar penguasaan saintek dapat memberikan dampak langsung bagi perekonomian bangsa. “Riset dan teknologi berjalan beriringan dengan industri-industri yang memang dibutuhkan oleh bangsa kita,” ujarnya


Dalam hal ini, Presiden berharap para guru besar dan pimpinan perguruan tinggi dapat menjadi pahlawan bangsa melalui penciptaan terobosan industri berbasis sains dan teknologi. “Pada akhirnya bisa menciptakan industri-industri besar di Indonesia, bisa mengangkat pendapatan yang akan masuk ke dalam negara kita,” kata Brian.


Pada taklimat tersebut, Presiden juga menyinggung rencana pembukaan 18 proyek hilirisasi industri oleh Danantara yang membutuhkan dukungan SDM unggul, riset, dan inovasi dari perguruan tinggi. Menurut Presiden, momentum tersebut merupakan kesempatan besar bagi perguruan tinggi untuk mengambil peran strategis dalam pembangunan nasional.


“Ini sekali lagi perguruan tinggi harus memegang peran yang penting, harus mengambil peran yang signifikan. Ini saatnya perguruan tinggi bisa berkontribusi bagi negara dalam bentuk menghasilkan SDM unggul dan juga riset, serta inovasi,” jelasnya.


Sebagai bentuk dukungan konkret, menurut Brian, pemerintah akan menambah alokasi dana riset dan inovasi bagi seluruh perguruan tinggi hingga Rp4 triliun. “Jadi itu adalah satu bukti, satu gambaran betapa memang Bapak Presiden memberikan amanat yang besar kepada perguruan tinggi, kepada seluruh peneliti, seluruh guru besar untuk memiliki kontribusi yang signifikan bagi kemajuan bangsa kita ke depan,” tandasnya.


Dengan dorongan tersebut, Presiden Prabowo menegaskan visinya bahwa Indonesia tidak hanya kaya sumber daya alam, tetapi juga unggul dalam mengolahnya melalui ilmu pengetahuan, riset, dan inovasi anak bangsa



(Hendhry/Redaksi mbn.com) 

Kemenperin Pacu Transformasi Model Bisnis Berkelanjutan IKM Fesyen dan Kriya

 




Media Bisnis Nasional, Jakarta 16 Januari 2026 - Kementerian Perindustrian terus memperkuat transformasi industri kecil dan menengah (IKM) agar semakin berdaya saing, berkelanjutan, dan berbasis nilai budaya lokal. Salah satu upaya tersebut dilakukan melalui kolaborasi antara Balai Pemberdayaan Industri Fesyen dan Kriya (BPIFK) dengan Universitas Mahasaraswati (UNMAS) Denpasar dalam pengembangan Sustainability and Culture Business Model Canvas (SC-BMC).


 


Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menyampaikan, transformasi model bisnis IKM menjadi agenda strategis dalam mendukung Strategi Baru Industrialisasi Nasional (SBIN) yang menempatkan keberlanjutan, inovasi, dan penguatan identitas lokal sebagai fondasi pengembangan industri nasional.


 


“IKM fesyen dan kriya memiliki potensi besar untuk menjadi penggerak ekonomi berkelanjutan berbasis budaya. Melalui pendekatan model bisnis yang terintegrasi antara aspek ekonomi, sosial, lingkungan, dan budaya, IKM tidak hanya mampu meningkatkan daya saing, tetapi juga menciptakan nilai tambah yang berkelanjutan dan berkarakter Indonesia,” ujar Menperin dalam keterangannya di Jakarta, Rabu (14/1).


 


Sebagai wujud konkret kolaborasi tersebut, BPIFK dan UNMAS Denpasar telah menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) dan melaksanakan penelitian bersama terkait penerapan SC-BMC. Model ini merupakan pengembangan dari Business Model Canvas (BMC) klasik yang mengintegrasikan prinsip keberlanjutan (sustainability) dan nilai budaya (culture) ke dalam perancangan model bisnis.


 


“Dengan demikian, SC-BMC tidak hanya menjawab aspek profitabilitas, tetapi juga dampak positif terhadap manusia, lingkungan, serta pelestarian nilai lokal,” tutur Direktur Jenderal Industri Kecil, Menengah, dan Aneka (IKMA) Reni Yanita.


 


Menurut Reni, pilot test penerapan SC-BMC berbasis budaya lokal telah dilakukan pada 15 IKM di Bali dalam kondisi usaha nyata. Adapun hasil uji coba menunjukkan bahwa model ini membantu pelaku IKM memahami potensi dan tantangan bisnis secara lebih menyeluruh, sekaligus mendorong praktik usaha yang seimbang antara aspek ekonomi, sosial, lingkungan, dan budaya.


 


“Oleh karena itu, kolaborasi antara pemerintah, perguruan tinggi, dan pelaku industri merupakan kunci dalam mempercepat transformasi industri nasional,” jelasnya. Dengan dukungan SDM, riset terapan, dan kebijakan yang tepat, IKM fesyen dan kriya diyakini dapat naik kelas dan menembus pasar nasional maupun global.


 


Lebih lanjut, hasil penelitian menunjukkan bahwa SC-BMC mampu mengintegrasikan aspek ekonomi, sosial, budaya, dan lingkungan secara terpadu. Model ini tidak hanya berfungsi sebagai alat perencanaan bisnis, tetapi juga menjadi pendekatan transformasi IKM menuju usaha yang berdaya saing, berkelanjutan, serta memiliki legitimasi sosial dan budaya.


 


Model bisnis yang dikembangkan terdiri atas 15 blok terintegrasi yang menggabungkan dimensi ekonomi, sosial, lingkungan, dan budaya. Hasil riset bersama antara BPIFK dan UNMAS Denpasar ini merupakan salah satu enabling factors yang dapat mendukung keberhasilan SBIN, serta diharapkan dapat dipraktikkan secara luas oleh IKM sebagai alat pengembangan usaha.


 


“Hasil penelitian ini menjadi dasar penting dalam perumusan kebijakan penguatan IKM fesyen dan kriya. Model bisnis SC-BMC membuktikan bahwa keberlanjutan dan budaya dapat berjalan seiring dengan profitabilitas. Ini adalah fondasi penting bagi penguatan IKM hijau dan berdaya saing global,” imbuh Reni.


 


Dari sisi pasar, SC-BMC dinilai efektif dalam merespons tren nasional dan global seperti conscious consumer, keberlanjutan, digitalisasi, serta kebangkitan produk berbasis budaya lokal. Diferensiasi berbasis identitas budaya memberikan nilai tambah yang sulit ditiru oleh produk mass manufacturing, khususnya untuk segmen pasar premium, pariwisata budaya, dan ekspor berbasis nilai.


 


Aspek sosial dan budaya juga menunjukkan dampak signifikan melalui pemberdayaan sumber daya manusia lokal, pelestarian pengetahuan tradisional, serta penguatan nilai komunitas. Sementara dari sisi lingkungan, penerapan prinsip circularity, penggunaan eco-material, praktik reuse, dan efisiensi energi terbukti mampu menekan penggunaan sumber daya dan emisi tanpa mengurangi nilai produk.


 


“Kolaborasi dengan perguruan tinggi merupakan kunci dalam mendorong transformasi industri. Kerja sama ini tidak berhenti pada penandatanganan MoU, tetapi menjadi komitmen bersama untuk menghadirkan pendampingan, inovasi, dan model bisnis yang aplikatif bagi IKM fesyen dan kriya di Indonesia,” ujar Kepala BPIFK, Dickie Sulistya.


 


Ke depan, kerja sama BPIFK dan UNMAS Denpasar diharapkan mampu memperkuat posisi Indonesia dalam pasar fesyen dan kriya nasional maupun internasional melalui pendekatan bisnis yang berkelanjutan, berakar pada budaya lokal, dan inklusif bagi pelaku IKM.




(Hendhry/Redaksi mbn.com) 

Perkuat Industri Semikonduktor, Kemenperin Konsisten Bangun Ekosistem Chip Design Nasional Sejak Tahun 2023

 



Media Bisnis Nasional, Jakarta 16 Januari 2026 - Kementerian Perindustrian (Kemenperin) menegaskan komitmennya dalam mengakselerasi penguatan industri nasional berbasis teknologi tinggi, termasuk pengembangan industri semikonduktor, sebagai fondasi penting bagi transformasi industri dan kemandirian teknologi Indonesia. Komitmen ini sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto untuk memperkuat struktur industri nasional dan memperdalam hilirisasi berbasis inovasi.


Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menyampaikan, upaya pengembangan ekosistem semikonduktor nasional bukanlah langkah yang baru, melainkan telah dibangun secara konsisten oleh Kemenperin dalam beberapa tahun terakhir.


“Dalam lima tahun terakhir, Kemenperin telah secara aktif mengambil inisiatif untuk terlibat langsung dalam pengembangan chip design. Upaya ini antara lain dimulai sejak 2019 dilanjutkan Hannover Messe tahun 2023, ketika Indonesia mulai membangun komunikasi dan penjajakan kerja sama dengan pelaku industri semikonduktor global,” ujar Menperin seusai melalukan pertemuan dengan pengurus Indonesia Chip Design Collaborative Center (ICDeC) di Jakarta, Selasa (13/1).


ICDeC merupakan sebuah organisasi non-profit yang berfokus pada pengembangan sumber daya manusia dan teknologi di bidang Integrated Circuits atau desain chip di Indonesia. Dalam proses pembentukan ICDeC, Kementerian Perindustrian Republik Indonesia memainkan peran penting sebagai inisiator. Dukungan ini terlihat sejak titik awal pembentukan ICDeC pada tahun 2023, yang saat ini telah mengumpulkan perwakilan dari 16 universitas yang memiliki pakar desain chip di Indonesia.


Pada ajang Hannover Messe 2023 tersebut, Kemenperin melakukan pembicaraan awal dengan sejumlah perusahaan teknologi global. Langkah ini menjadi bagian dari strategi awal Indonesia untuk masuk ke rantai nilai global industri semikonduktor melalui pendekatan yang realistis dan terukur.


Menperin juga menegaskan bahwa Kemenperin telah menandatangani nota kesepahaman (MoU) dengan Apple, yang di dalamnya mencakup komitmen pengembangan kegiatan riset dan pengembangan (research and development/R&D) di Indonesia melalui kolaborasi dengan ICDeC. Dalam kerja sama tersebut, pengembangan brainware atau sumber daya manusia nasional menjadi salah satu fokus utamanya, yang telah menunjukkan kemajuan melalui pengoptimalan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN).


“Kerja sama ini menegaskan bahwa Indonesia tidak hanya menjadi pasar, tetapi juga mulai membangun kapabilitas sebagai bagian dari ekosistem inovasi global, khususnya dalam pengembangan desain chip,” ungkapnya.


Lebih lanjut, Menperin menyampaikan terimakasih kepada Bappenas karena program pengembangan chip design telah masuk dalam Blue Book Bappenas yang dijalankan melalui ICDeC.  Proyek strategis ini merupakan bagian dari strategi pengembangan industri nasional berbasis teknologi tinggi. Hal ini menunjukkan bahwa pengembangan industri semikonduktor telah menjadi agenda lintas kementerian dan masuk dalam perencanaan pembangunan nasional.


Guna mendukung implementasi roadmap tersebut, Kemenperin juga telah menyiapkan infrastruktur fisik untuk pengembangan chip design. Salah satunya melalui penyediaan satu lantai khusus di Indonesia Manufacturing Center (IMC) sebagai wadah kolaborasi riset, pengembangan, dan inovasi chip design nasional.


“Dalam lima tahun terakhir, Kemenperin juga semakin aktif mendorong kegiatan R&D chip design, termasuk melalui penyediaan infrastruktur pendukung untuk pengujian desain chip. Ini menjadi bagian penting untuk memastikan hasil desain dapat memenuhi standar industri dan siap masuk ke tahap berikutnya dalam rantai nilai semikonduktor,” imbuhnya.


Sebagai bagian dari upaya memperkuat ekosistem dan membangun kesadaran nasional terhadap pentingnya industri semikonduktor, Menperin juga dijadwalkan menjadi salah satu keynote speaker pada agenda Indonesia Semiconductor Summit 2026 yang diselenggarakan oleh ICDeC pada 29–30 Januari 2026 di ITB Innovation Park, Bandung. Forum ini akan mempertemukan pemerintah, pelaku industri, akademisi, serta mitra global untuk membahas arah kebijakan, peta jalan, dan peluang kolaborasi pengembangan industri semikonduktor nasional.


“Forum seperti Indonesia Semiconductor Summit menjadi ruang strategis untuk menyatukan visi, menyelaraskan kebijakan, serta memperkuat kolaborasi lintas pemangku kepentingan. Kemenperin memandang agenda ini sebagai bagian penting dari penguatan ekosistem semikonduktor nasional secara berkelanjutan,” ujar Menperin.


Menurut Menperin, seluruh langkah tersebut dirangkum dalam Roadmap Pengembangan Ekosistem Semikonduktor Indonesia, yang disusun secara bertahap dengan fokus awal pada desain chip, pengembangan talenta nasional, serta penguatan kolaborasi antara pemerintah, industri, akademisi, dan mitra global.


(Hendhry).

Sinergi Pelindo dengan Kemenko Perekonomian Salurkan Bantuan Pasca Bencana di Aceh




JAKARTA (Media Bisnis Nasional.com)  - PT Pelabuhan Indonesia (Persero) atau Pelindo bersama Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Republik Indonesia mengunjungi Provinsi Aceh dalam rangka mendukung percepatan penanganan dampak bencana serta pemulihan ekonomi pasca bencana. Kunjungan yang berlangsung pada 14-17 Januari 2026 ini berfokus ke lokasi terdampak bencana khususnya di wilayah Kabupaten Aceh Tengah.

 
Kunjungan ini dipimpin oleh Asisten Deputi Pengembangan BUMN Bidang Infrastruktur dan Logistik Kemenko Perekonomian, Yuli Sri Wilanti, serta melibatkan sejumlah Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dan mitra.

 
Dalam kesempatan ini, Pelindo menyalurkan bantuan untuk korban bencana di Aceh Tengah berupa 100 paket sembako yang berisi beras, ikan kaleng, minyak, gula pasir, telur satu papan, dan biskuit gandum. Selain itu, untuk kebutuhan dasar warga pasca bencana juga telah disalurkan 50 selimut jumbo dan 50 lampu emergency.
 

Group Head Sekretariat Perusahaan Pelindo, Ali Sodikin, menegaskan komitmen Pelindo dalam mendukung program pemerintah, terutama dalam upaya membantu pemulihan masyarakat yang terdampak bencana.
 

“Pelindo berkomitmen untuk senantiasa mendukung program pemerintah, termasuk berkolaborasi dengan berbagai instansi dan BUMN lainnya untuk menyalurkan bantuan kemanusiaan. Ini merupakan bagian dari tanggung jawab kami dalam melayani sepenuh hati dalam mendukung pemulihan masyarakat terdampak bencana,” ujar Ali.
 

Ali menambahkan bahwa sebelumnya Pelindo juga telah menyalurkan bantuan di daerah-daerah terdampak dengan berkoordinasi dan berkolaborasi bersama TNI, Polri, BNPB, serta Pemerintah Daerah setempat.
 

Sebagai operator pelabuhan, Pelindo terus memastikan kelancaran bantuan dan logistik untuk daerah-daerah yang membutuhkan dengan melakukan percepatan layanan serta sejumlah langkah untuk mempermudah proses bongkar muat barang di pelabuhan. 
 

"Kehadiran Pelindo bersama Kemenko Perekonomian dan BUMN lainnya diharapkan dapat mempercepat pemulihan ekonomi serta meningkatkan kembali aktivitas sosial masyarakat di Aceh khususnya Aceh Tengah. Kami percaya bahwa melalui sinergi yang solid dan saling menguatkan, bantuan yang disalurkan akan lebih tepat sasaran dan benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat terdampak," pungkas Ali.



(Redaksi MBN.Com/ Corcom Pelindo Pusat) .   

Pelindo Terminal Petikemas Ambon Salurkan TJSL: Sembako, Santunan, Pendidikan hingga Bantuan Rumah Ibadah




AMBON INDONESIA (Media Bisnis Nasional.com) – PT Pelabuhan Indonesia (Persero) melalui Terminal Peti Kemas (TPK) Ambon menyalurkan bantuan Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) di awal tahun 2026. Bantuan yang diberikan mencakup 100 paket sembako, santunan, bantuan pendidikan, serta dukungan pembangunan rumah ibadah bagi masyarakat di sekitar wilayah operasional Pelabuhan Petikemas Ambon.


Untuk paket sembako, distribusi dilakukan di Desa Kudamati sebanyak 100 paket. Sementara santunan disalurkan kepada Yayasan Rumah Layanan Berkat Ambon, dan bantuan rumah ibadah diberikan untuk Masjid Nurul Huda, Desa Jalan Baru, Ambon, serta bantuan pendidikan disalurkan ke Yayasan Cendekia Ambon.


Terminal Head TPK Ambon, Yandi Sofyan Hadi, menyampaikan bahwa program TJSL merupakan komitmen perusahaan yang dilakukan secara berkelanjutan sebagai bentuk kepedulian kepada masyarakat sekitar pelabuhan. “Program TJSL yang rutin kami jalankan antara lain santunan anak yatim, bantuan pendidikan, bantuan sembako, dukungan rumah ibadah, serta program bantuan lainnya sebagai wujud kepedulian perusahaan,” ujar Yandi.


Yandi juga menjelaskan bahwa TPK Ambon turut menjalankan program pemberdayaan masyarakat pesisir melalui pengembangan usaha budidaya lobster di Desa Poka. Program tersebut merupakan sinergi antara Pelindo Terminal Petikemas Ambon, BPPSDMKP, BPPP Ambon, dan Mutiara Pelindo, dalam mendukung penguatan ekonomi masyarakat.


“Bantuan yang disalurkan meliputi sarana dan prasarana budidaya, benih lobster, serta pelatihan bagi kelompok nelayan dan wanita pesisir,” tambahnya.


Sementara itu, perwakilan penerima bantuan menyampaikan apresiasi atas kepedulian TPK Ambon. Ketua RT/RW 004/08 Desa Kudamati, Karel Leatemia, mengatakan bantuan sembako tersebut sangat membantu warga yang membutuhkan.


“Kami mengucapkan terima kasih kepada Pelindo Terminal Petikemas Ambon. Bantuan sembako ini benar-benar bermanfaat bagi warga kami, apalagi di awal tahun. Semoga Pelindo semakin maju dan terus hadir membantu masyarakat,” ujar Karel.


Apresiasi serupa disampaikan Ketua Yayasan Rumah Layanan Berkat Ambon, Theofilus Matrutty. Ia menilai program TJSL ini memberi dampak nyata, terutama bagi masyarakat yang membutuhkan. “Terima kasih atas perhatian dan partisipasi Pelindo Terminal Petikemas Ambon. Meski bantuan ini tidak harus dilihat dari besar kecilnya, tapi sangat berarti dan bisa menjadi berkat bagi penerima yang membutuhkan,” kata Theofilus.


Pelindo Terminal Petikemas Ambon menegaskan akan terus memperkuat sinergi dengan pemerintah daerah dan para pemangku kepentingan melalui program TJSL yang berdampak pada aspek sosial, ekonomi, dan lingkungan secara berkelanjutan. Langkah ini sejalan dengan visi Pelindo Group untuk mendukung pertumbuhan ekonomi nasional dan memperkuat daya saing sektor maritim di kawasan timur Indonesia.


(Redaksi MBN.Com/Corcom SPTP).