Pages

Rabu, Januari 14, 2026

Pelabuhan Tanjung Priok atau Pelindo Regional 2 Tanjung Priok Salurkan Bantuan Banjir bagi Warga Tanjung Priok

 

 

 



TANJUNG PRIOk (Media Bisnis Nasional.com) - PT Pelabuhan Indonesia (Persero) Regional 2 Tanjung Priok menyalurkan bantuan logistik kepada warga terdampak banjir di wilayah Tanjung Priok, Jakarta Utara. Kegiatan tersebut merupakan bagian dari Program Tanggap Bencana dan Musibah Tahun 2026 yang digelar di Markas Kodim 0502/Jakarta Utara, Rabu (14/1/2026).


Sebanyak 200 warga terdampak menerima paket bantuan sembako yang terdiri atas beras lima kilogram, minyak goreng satu liter, dan mi instan. Bantuan ini ditujukan untuk membantu memenuhi kebutuhan pangan masyarakat yang terdampak banjir di sekitar wilayah operasional Pelabuhan Tanjung Priok.


Executive General Manager PT Pelabuhan Indonesia (Persero) Regional 2 Tanjung Priok, Yandri Trisaputra, mengatakan bahwa program tersebut merupakan bentuk tanggung jawab sosial perusahaan sekaligus komitmen Pelindo untuk hadir di tengah masyarakat saat menghadapi situasi darurat.


“Pelindo tidak hanya berperan sebagai pengelola pelabuhan, tetapi juga sebagai bagian dari masyarakat. Melalui program tanggap bencana ini, kami ingin membantu meringankan beban warga terdampak sekaligus memastikan kebutuhan dasar, khususnya pangan, tetap terpenuhi,” ujar Yandri.


Ia menambahkan, kolaborasi dengan TNI melalui Kodim 0502/JU menjadi bagian penting dalam memastikan bantuan tersalurkan tepat sasaran dan berjalan tertib.


Sementara itu, Peltu Bangun Tambunan, Bati Intel Kodim 0502/Jakarta Utara mewakili DanDim 0502/Jakarta Utara, menyampaikan apresiasi atas dukungan yang diberikan oleh Pelindo Regional 2 Tanjung Priok kepada masyarakat.


“Kami mengucapkan terima kasih kepada PT Pelabuhan Indonesia Regional 2 Tanjung Priok atas kepedulian dan bantuan yang diberikan. Sinergi ini sangat membantu masyarakat yang terdampak banjir dan memperkuat kerja sama antara TNI dan Pelindo Regional 2 Tanjung Priok dalam pelayanan kemanusiaan,” kata Bangun.


Program tanggap bencana ini diharapkan dapat memberikan manfaat langsung bagi masyarakat serta memperkuat hubungan harmonis antara Pelindo dan warga di sekitar wilayah kerja Pelabuhan Tanjung Priok. Pelindo Regional 2 Tanjung Priok menegaskan komitmennya untuk terus berkontribusi dalam upaya kemanusiaan dan pembangunan sosial di wilayah operasional perusahaan.


(Redaksi MBN.Com).


IPC TPK Bukukan Kinerja 3,6 Juta TEUs Sepanjang Tahun 2025 kemarin




JAKARTA  (Media Bisnis Nasional.com) -  IPC Terminal Petikemas menorehkan sejarah baru dalam kinerja operasionalnya. Sepanjang tahun 2025, total throughput IPC Terminal Petikemas menembus 3.597.487 TEUs, tumbuh 13,2% dibandingkan capaian tahun 2024 sebesar 3.177.939 TEUs. 


Pencapaian ini menjadi yang tertinggi sepanjang sejarah perusahaan sejak berdiri, sekaligus menegaskan peran strategis IPC TPK sebagai penggerak arus logistik dan perdagangan ekspor-impor nasional, khususnya di wilayah barat Indonesia.

 

Capaian historis ini mencerminkan keberhasilan transformasi layanan dan penguatan daya saing terminal petikemas yang dilakukan IPC Terminal Petikemas secara berkelanjutan. Melalui peningkatan efisiensi operasional, pengembangan layanan, penguatan kolaborasi dengan para pemangku kepentingan serta peningkatan kompetensi dan kapabilitas sumber daya manusia menjadi fondasi penting dalam mendukung operasional terminal yang semakin kompleks dan berstandar internasional.

 

Corporate Secretary IPC Terminal Petikemas, Pramestie Wulandary, menyampaikan bahwa pencapaian 3,6 juta TEUs merupakan hasil dari kepercayaan pengguna jasa serta sinergi kuat dengan seluruh stakeholder. “Capaian ini bukan sekadar angka, tetapi menjadi bukti nyata kepercayaan pengguna jasa terhadap layanan IPC Terminal Petikemas. Inovasi berkelanjutan, peningkatan kualitas layanan, serta dibukanya sejumlah layanan baru baik reguler maupun adhoc menjadi faktor utama pendorong pertumbuhan throughput sepanjang 2025,” ujarnya.

 

Kinerja positif juga tercermin pada capaian bulan Desember 2025 yang mencatatkan throughput sebesar 327.880 TEUs, meningkat 12% dibandingkan Desember 2024 sebesar 292.690 TEUs. Dari total tersebut, petikemas domestik tercatat 247.153 TEUs, sementara petikemas internasional mencapai 80.727 TEUs, menunjukkan pertumbuhan yang seimbang antara arus logistik domestik dan internasional.

 

Sepanjang 2025, IPC Terminal Petikemas melayani 25 new service baik reguler maupun adhoc service, yang membuka peluang baru bagi pengguna jasa serta memperkuat ketersediaan armada pengangkut barang. Langkah ini turut mendorong kelancaran arus logistik dan memperluas konektivitas perdagangan nasional dan internasional.

 

Peningkatan kinerja juga terjadi di hampir seluruh area operasional IPC Terminal Petikemas. Di wilayah Tanjung Priok, kinerja meningkat 13,74%, disusul Area Panjang yang melonjak 24,5%, Area Teluk Bayur tumbuh signifikan sebesar 16,74%, Area Pontianak meningkat 7,4%, serta Area Palembang tumbuh 6,1%.

 

Sejalan dengan capaian tersebut, data Badan Pusat Statistik menunjukkan kinerja perdagangan nasional yang positif, di mana nilai ekspor nonmigas meningkat 7,07% menjadi US$244,75 miliar, sementara impor nonmigas naik 4,37% menjadi US$188,61 miliar, dengan surplus neraca perdagangan nonmigas Januari–November 2025 sebesar US$56,15 miliar.

 

Menutup pernyataannya, Pramestie menegaskan bahwa capaian ini menjadi fondasi untuk pertumbuhan ke depan. “Pencapaian historis ini menjadi pijakan bagi IPC Terminal Petikemas untuk terus berinovasi dan memperkuat perannya dalam mendukung kelancaran arus logistik nasional. Kami menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh stakeholder atas dukungan dan kolaborasi yang telah mengantarkan IPC Terminal Petikemas menembus capaian 3,6 juta TEUs untuk pertama kalinya,” tutupnya.


(Redaksi MBN.Com/Corcom IPC TPK). 

Pelindo Regional 4 Perkuat Tata Kelola Arsip Digital Melalui Bimtek Aplikasi P-ERCENT Tahap 2




MAKASSAR,  (Media Bisnis Nasional.com) -  PT Pelabuhan Indonesia (Persero) Regional 4 kembali memperkuat tata kelola perusahaan berbasis digital melalui pelaksanaan Agenda Bimbingan Teknis Aplikasi Pelindo Electronic Record Center (P-ERCENT) Tahap 2 yang dilaksanakan selama dua hari, Selasa dan Rabu (13–14 Januari 2026), bertempat di Ruang Rapat AKHLAK Lantai 7 Kantor Pelindo Regional 4, Makassar.


Bimbingan teknis tersebut diikuti oleh 56 peserta yang berasal dari Regional 4 serta seluruh cabang di wilayah kerja Pelindo Regional 4. Peserta terdiri dari unsur Unit Kearsipan dan Unit Pengolah atau unit kerja yang memiliki peran strategis dalam pengelolaan arsip dinamis perusahaan.


Division Head Pengelolaan Keuangan dan Perpajakan Pelindo Regional 4, Muh. Ichsan Bayupah, dalam sambutannya menyampaikan bahwa penguatan sistem kearsipan digital merupakan bagian penting dari upaya menjaga akuntabilitas dan transparansi pengelolaan dokumen perusahaan.


“Pengelolaan arsip yang tertib, aman, dan terintegrasi bukan sekadar kebutuhan administratif, tetapi menjadi fondasi penting dalam mendukung tata kelola keuangan dan kepatuhan perusahaan. Melalui implementasi Aplikasi P-ERCENT yang terintegrasi dengan Pelindo E-Office, seluruh proses pengelolaan arsip dinamis dapat dilakukan secara lebih sistematis dan akuntabel,” ujar Ichsan.


Dia menambahkan bahwa pemahaman yang menyeluruh terhadap alur pemindahan arsip inaktif sangat dibutuhkan agar setiap unit kerja dapat menjalankan perannya secara konsisten sesuai ketentuan perusahaan.


Sementara itu, Division Head Pelayanan SDM dan Umum Pelindo Regional 4, Rinto Saiful, menekankan bahwa Bimbingan Teknis P-ERCENT Tahap 2 merupakan bagian dari transformasi budaya kerja menuju digitalisasi administrasi dan kearsipan.


“Melalui bimbingan teknis ini, kami mendorong seluruh Unit Kearsipan dan Unit Pengolah untuk tidak hanya memahami aspek teknis aplikasi, tetapi juga menyadari pentingnya peran masing-masing dalam menjaga siklus hidup arsip perusahaan. Arsip yang terkelola dengan baik akan mendukung kelancaran operasional, pengambilan keputusan, serta mitigasi risiko di kemudian hari,” jelas Rinto.


Rinto juga menegaskan bahwa transformasi digital di bidang kearsipan sejalan dengan upaya Pelindo dalam meningkatkan kualitas layanan internal dan memperkuat sistem pendukung manajemen perusahaan.


Adapun Aplikasi Pelindo Electronic Record Center (P-ERCENT) merupakan sistem pengelolaan arsip dinamis perusahaan, yang mencakup arsip aktif, arsip inaktif, dan arsip vital, dengan akses login yang diberikan secara terbatas kepada Unit Kearsipan dan Unit Pengolah. Pada Tahap 2 Tahun 2026 ini, implementasi integrasi antara Pelindo E-Office (PEO) dan P-ERCENT meliputi sejumlah rangkaian kegiatan, antara lain Bimbingan teknis bagi Unit Kearsipan dan Unit Pengolah, Sosialisasi kepada pekerja pengguna aplikasi Pelindo E-Office (PEO), Pemberitahuan pemindahan arsip inaktif oleh Unit Kearsipan, Seleksi arsip inaktif usul pindah oleh Unit Pengolah/Unit Kerja, dan Persetujuan pemindahan arsip oleh para pihak terkait.


Melalui kegiatan ini, Pelindo Regional 4 menargetkan tercapainya pemahaman yang utuh terhadap alur proses pemindahan arsip inaktif untuk arsip elektronik, optimalisasi fungsi monitoring oleh Unit Kearsipan di tingkat regional, serta terlaksananya pemindahan arsip inaktif dari Pelindo E-Office ke P-ERCENT sesuai dengan ketentuan perusahaan.


Dengan terselenggaranya Bimbingan Teknis Aplikasi P-ERCENT Tahap 2 ini, Pelindo Regional 4 berharap pengelolaan arsip dinamis di seluruh unit kerja dapat berjalan lebih tertib, terintegrasi, dan berkelanjutan, sekaligus mendukung terwujudnya tata kelola perusahaan yang modern, profesional, dan berdaya saing.


(Redaksi MBN.Com/Humas Pelindo Regional 4).