Pages

Rabu, Januari 07, 2026

Mulai 2026, Pekerja Gaji 10 Juta Bebas Pajak*




 







 *Media Bisnis Nasional* , Jakarta 7 Januari 2026 - Mulai tahun anggaran 2026, pemerintah Indonesia resmi memberlakukan pembebasan Pajak Penghasilan (PPh) Pasal 21 bagi pekerja yang menerima penghasilan bruto maksimal Rp 10 juta per bulan. Kebijakan ini ditetapkan melalui Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 105 Tahun 2025 tentang PPh Pasal 21 ditanggung pemerintah sebagai bagian dari stimulus ekonomi nasional. 


Insentif PPh 21 ditanggung pemerintah (DTP) berlaku untuk masa pajak Januari sampai Desember 2026, sehingga pekerja yang memenuhi syarat tidak membayar PPh 21 langsung dari penghasilannya sepanjang tahun tersebut. Tujuan utama kebijakan ini adalah untuk menjaga daya beli masyarakat serta stabilitas ekonomi dan sosial di tengah ketidakpastian perekonomian global. 


Fasilitas bebas PPh 21 ini diberikan kepada pekerja yang bekerja di sektor-sektor tertentu yang termasuk dalam kategori usaha padat karya, seperti industri alas kaki, tekstil dan pakaian jadi, furnitur, kulit dan barang dari kulit, serta sektor pariwisata. Pemberi kerja di sektor-sektor ini wajib memenuhi kriteria Klasifikasi Lapangan Usaha (KLU) yang sesuai untuk dapat memanfaatkan insentif ini. 


Selain pekerja tetap, pegawai tidak tetap atau tenaga kerja lepas juga bisa mendapatkan fasilitas bebas PPh 21 jika memenuhi batas penghasilan tertentu, yakni rata-rata upah harian tidak lebih dari Rp 500.000 atau maksimal Rp 10 juta per bulan. Namun demikian, pegawai tidak boleh menerima insentif PPh 21 DTP lainnya sekaligus agar dapat memanfaatkan fasilitas ini secara sah. 


Untuk dapat menerima insentif PPh 21 ditanggung pemerintah, pekerja harus memiliki Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) atau Nomor Induk Kependudukan (NIK) yang sudah terintegrasi dengan sistem administrasi Direktorat Jenderal Pajak (DJP). Pemberi kerja juga wajib membuat bukti potong dan melaporkan pemberian fasilitas ini melalui Surat Pemberitahuan (SPT) Masa PPh Pasal 21/26 untuk setiap masa pajak sepanjang tahun 2026.


Secara administrasi, meskipun pajak tetap dicatat secara potong dalam perhitungan, jumlah PPh 21 yang seharusnya dipotong akan ditanggung oleh pemerintah dan dibayarkan kembali tunai oleh pemberi kerja sehingga tidak mengurangi take-home pay pekerja. Dengan demikian, para pekerja berpenghasilan di bawah batas yang ditetapkan menerima penghasilan bersih lebih tinggi karena tidak terpotong PPh 21. 


Langkah pembebasan pajak ini mendapat respons positif dari pelaku industri, terutama karena dapat meningkatkan daya beli rumah tangga pekerja sekaligus mendorong permintaan terhadap produk-produk manufaktur dan jasa pariwisata. Praktisi industri berharap kebijakan ini akan membantu mempertahankan hubungan kerja di sektor padat karya dan memperkuat produktivitas nasional. 


Meskipun demikian, kebijakan ini juga disertai sejumlah syarat administratif yang harus dipenuhi oleh pekerja dan pemberi kerja agar fasilitas PPh 21 ditanggung pemerintah dapat dimanfaatkan dengan benar. Pemerintah melalui aturan tersebut menegaskan bahwa semua ketentuan harus dipatuhi, termasuk syarat integrasi NPWP/NIK dan pelaporan yang tepat kepada Ditjen Pajak.




 *Sonny H. Sayangbati* 




 

Taklimat Awal Tahun Kabinet Merah Putih, Presiden Prabowo Tegaskan Arah Kerja Pemerintahan

 





 Media Bisnis Nasional,* Hambalang, 07 Januari 2026 - Presiden Prabowo Subianto memimpin langsung Taklimat Awal Tahun yang diikuti seluruh jajaran Kabinet Merah Putih di kediamannya di Hambalang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Selasa (06/01/2026). Dalam keterangannya kepada awak media, Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi menyampaikan bahwa taklimat yang dimulai sekitar pukul 14.00 WIB menjadi forum pembekalan sekaligus evaluasi menyeluruh terhadap pelaksanaan program prioritas pemerintah.


Acara taklimat diawali dengan pemutaran sejumlah video capaian pemerintah. Mensesneg mengatakan bahwa salah satu video menampilkan perkembangan pembangunan jembatan gantung yang sebelumnya diperintahkan Presiden untuk segera dikerjakan, terutama yang menjadi akses bagi anak-anak untuk bersekolah. 


“Alhamdulillah dalam satu bulan sudah ada perkembangan, 11 jembatan gantung sudah selesai, sedang dalam proses 50, dan terus akan kita kejar di tahun 2026, yang sangat urgent tadi dilaporkan kurang lebih sekitar 6.900 jembatan,” ujar Mensesneg.


Selain itu, turut dipaparkan capaian sejumlah program prioritas pemerintah di antaranya program makan bergizi gratis (MBG) yang saat ini telah menjangkau sekitar 55 juta penerima manfaat dengan dukungan kurang lebih 19 ribu satuan pelayanan pemenuhan gizi (SPPG) yang telah terbangun. Pada tahun 2026, pemerintah menargetkan sekitar 35 ribu SPPG akan melayani hingga 82,9 juta penerima manfaat.


“Kemudian juga cek kesehatan gratis telah mencapai angka 70 juta seluruh warga negara dalam satu tahun di 2025,” katanya.


Lebih lanjut, Mensesneg mengatakan bahwa pada momen taklimat ini Presiden juga menyampaikan apresiasi sekaligus mengajak seluruh jajaran kabinet untuk kembali membulatkan tekad bekerja sepenuhnya bagi kepentingan bangsa dan negara. Pada forum ini, Presiden turut mendengarkan laporan secara langsung mengenai perkembangan pelaksanaan program prioritas dari para menteri terkait. 


“Kendala-kendala yang mungkin timbul di dalam pelaksanaan program-program prioritas di dalam retret tadi disampaikan langsung oleh menteri-menteri terkait kepada Bapak Presiden, dan langsung kemudian didiskusikan penyelesaian-penyelesaiannya,” tandasnya.




 *Sonny H. Sayangbati* 




 

Presiden Prabowo Tiba di Karawang, Disambut Antusias Warga Jelang Panen Raya

 




Media Bisnis Nasional,*Kerawang 07 Januari 2025 - Presiden Prabowo Subianto tiba di Kabupaten Karawang, Provinsi Jawa Barat, Rabu (07/01/2026), dalam rangka kunjungan kerja. Kepala Negara mendarat di Helipad Balai Layanan Usaha Produksi Perikanan Budidaya (BLUPPB), Dusun Sukajadi, Kecamatan Cilebar, Kabupaten Karawang.


Kedatangan Presiden Prabowo disambut diantaranya oleh Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi dan Danrem 063/Sunan Gunung Jati Kolonel Inf Hista Soleh Harahap. Selain jajaran pemerintah, masyarakat sekitar juga tampak antusias menyambut kehadiran Presiden Prabowo.


Sepanjang perjalanan menuju lokasi acara di Desa Kertamukti, Kecamatan Cilebar, ribuan warga terlihat memadati sisi jalan untuk menyaksikan langsung kedatangan Presiden Prabowo. Dari atas kendaraan, Presiden Prabowo menyapa warga dengan ramah, melambaikan tangan, dan beberapa kali menghentikan kendaraan untuk berinteraksi lebih dekat dengan masyarakat.


Salah seorang warga, Lilis, mengaku sengaja datang sejak pagi untuk melihat langsung Presiden Prabowo. Ia pun sangat senang ketika bisa melihat langsung Presiden Prabowo. “Senang, senang banget” ujarnya dengan penuh antusias.


Di Desa Kertamukti, Presiden Prabowo dijadwalkan menghadiri acara Panen Raya dan Pengumuman Swasembada Pangan Nasional Tahun 2025. Kegiatan tersebut menjadi tonggak penting dalam perjalanan pembangunan sektor pangan nasional.


Sebagaimana diketahui, swasembada pangan merupakan agenda prioritas nasional yang secara konsisten ditekankan Presiden Prabowo sebagai fondasi ketahanan nasional, kedaulatan negara, dan kesejahteraan rakyat. Melalui kerja kolektif lintas kementerian dan lembaga, pemerintah daerah, petani, pelaku usaha, serta dukungan masyarakat luas, Indonesia pada akhir tahun 2025 berhasil mencapai kondisi swasembada pangan sesuai target nasional.




 *Sonny H. Sayangbati* 




 

Presiden Prabowo Tinjau Hilirisasi dan Teknologi Pertanian Modern pada Panen Raya di Karawang

 






Media Bisnis Nasional , Kerawang 07 Januari 2026 - Presiden Prabowo Subianto melakukan peninjauan berbagai inovasi hilirisasi dan teknologi pertanian modern dalam rangkaian kegiatan Panen Raya di Desa Kertamukti, Kabupaten Karawang, Provinsi Jawa Barat, Rabu (07/01/2026).


Dalam peninjauan tersebut, Presiden Prabowo menyaksikan langsung pengolahan lahan menggunakan alat dan mesin pertanian (alsintan) otonom, seperti traktor dan rice transplanter, demonstrasi penggunaan drone pertanian, serta pemanfaatan pompa otomatis untuk mendukung efisiensi sistem irigasi.


Selain itu, Kepala Negara juga mengunjungi Pameran Hilirisasi Pertanian yang menampilkan beragam inovasi pengolahan hasil pertanian dan perkebunan. Bahkan, Presiden Prabowo turut mencicipi sejumlah produk hasil pertanian dan perkebunan yang ditampilkan pada pameran tersebut.


Salah satu inovasi hilirisasi yang dipamerkan adalah pengembangan produk gambir. Muhammad Makky dari Universitas Andalas menjelaskan bahwa gambir merupakan tanaman endemik Indonesia dengan potensi strategis yang besar.


“Gambir merupakan satu-satunya tanaman yang dapat tumbuh di Indonesia dan tidak dapat ditumbuhkan di negara lainnya. Jadi itu merupakan suatu tanaman endemik dan keunggulan karena tidak ada pesaing dari negara lain,” ujarnya dalam keterangan terpisah.


Ia menjelaskan bahwa gambir diolah dari daun yang direbus dan diperas hingga menghasilkan getah berbentuk pasta yang kemudian mengeras menjadi bongkahan. Di dalam bongkahan tersebut terdapat dua komponen aktif utama, yakni tanin dan katekin, yang sangat dibutuhkan dunia.


Muhammad Makky juga menekankan bahwa selama ini Indonesia masih mengekspor gambir dalam bentuk bongkahan, sehingga nilai tambahnya lebih banyak dinikmati oleh negara lain. Oleh karena itu, ia berharap adanya dukungan pemerintah untuk pengembangan industri hilirisasi gambir di dalam negeri.


“Harapannya tentu Bapak Presiden dan melalui Pembantu Presiden, Menteri, dan struktur lainnya memberikan kesempatan dibukanya industri hilirisasi gambir, khususnya di sentra produksi yaitu di Sumatera Barat dan juga Sumatra Utara,” ucapnya.




 *Sonny H. Sayangbati* 



 

Presiden Prabowo Umumkan Swasembada Pangan Nasional 2025






Media Bisnis Nasional, 07 Januari 2026 - Presiden Prabowo Subianto secara resmi mengumumkan keberhasilan Indonesia mencapai swasembada pangan nasional tahun 2025. Pengumuman tersebut disampaikan Kepala Negara saat menghadiri Panen Raya di Desa Kertamukti, Kabupaten Karawang, Provinsi Jawa Barat, Rabu (07/01/2026).


“Dengan mengucap bismillahirrahmanirrahim, pada pagi hari ini, hari Rabu 7 Januari tahun 2026, saya Prabowo Subianto Presiden Republik Indonesia, dengan ini mengumumkan telah tercapainya swasembada pangan tahun 2025 bagi seluruh bangsa Indonesia,” ujar Presiden Prabowo.


Dalam sambutannya, Presiden Prabowo menegaskan bahwa swasembada pangan merupakan tonggak fundamental bagi kemerdekaan dan kedaulatan sebuah bangsa. Menurut Presiden, tidak ada bangsa yang benar-benar merdeka apabila kebutuhan pangannya masih bergantung pada negara lain.


“Tidak ada bangsa yang merdeka kalau makan tidak bisa tersedia untuk rakyat. Tidak mungkin bangsa itu merdeka kalau makan, pangan, tergantung bangsa lain,” tegas Presiden.


Presiden mengingatkan pengalaman Indonesia pada masa pandemi COVID-19, ketika sejumlah negara produsen beras menahan ekspor demi kepentingan domestik masing-masing. Situasi tersebut, kata Presiden, menjadi peringatan keras bagi Indonesia agar tidak lengah dan terus bergantung pada pihak lain, terutama dalam urusan pangan dan energi.


Presiden Prabowo juga mengungkapkan bahwa saat dilantik sebagai Presiden RI, dirinya menargetkan swasembada pangan dapat dicapai dalam waktu empat tahun. Namun, berkat kerja keras dan kekompakan seluruh elemen pertanian nasional, target tersebut berhasil diwujudkan hanya dalam satu tahun.


“Kalau waktu saya dilantik jadi Presiden, memang saya beri target 4 tahun swasembada beras, swasembada pangan. Saudara bekerja keras, saudara bersatu, saudara kompak, saudara hasilkan yang (tadinya) 4 tahun saudara berikan kepada bangsa dan negara, 1 tahun kita sudah swasembada, 1 tahun kita sudah berdiri di atas kaki kita sendiri,” ungkap Presiden.


Presiden Prabowo pun menyampaikan apresiasi dan rasa bangganya kepada para petani, penyuluh pertanian, serta seluruh komunitas pertanian Indonesia. Menurut Presiden, mereka telah membuktikan bahwa bangsa Indonesia mampu berdiri mandiri.


“Hari ini saudara memberi kepada bangsa dan negara bukti yang nyata. Saudara telah, menurut saya, mencatat tonggak penting dalam kemerdekaan bangsa Indonesia,” ucap Presiden.


Sementara itu, Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman dalam laporannya turut menyampaikan apresiasi mendalam atas perhatian dan kepemimpinan Presiden Prabowo dalam sektor pertanian. Ia menegaskan bahwa keberhasilan swasembada pangan merupakan buah dari gagasan besar Presiden yang diwujudkan melalui kerja kolektif Kabinet Merah Putih dan seluruh insan pertanian di tanah air.


“Seluruh petani Indonesia ada 160 juta mengucapkan terima kasih kepada Bapak Presiden yang luar biasa perhatiannya pada sektor pertanian. Sekali lagi, atas nama petani Indonesia, Bapak Presiden, mengucapkan terima kasih tak terhingga,” ujar Mentan.


Mentan turut menambahkan bahwa swasembada pangan nasional menjadi salah satu capaian terbaik Kabinet Merah Putih sejak awal pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.


“Swasembada ini adalah kerja terbaik Kabinet Merah Putih dari gagasan besar Bapak Presiden Republik Indonesia dan seluruh penyuluh petani Indonesia,” pungkasnya.





 *Sonny H. Sayangbati* 




Ekonomi Triwulan III 2025 Resilien, Penciptaan Lapangan Kerja Berlanjut




Media Bisnis Nasional , Jakarta 7 Januari 2026  – Momentum pertumbuhan ekonomi Indonesia dapat dipertahankan pada triwulan III 2025 di level 5,04% (yoy) dengan permintaan domestik dan kinerja ekspor yang kuat, investasi yang resilien, serta optimalisasi belanja Pemerintah. Lebih lanjut, perkembangan aktivitas ekonomi di awal triwulan IV yang masih ekspansif ditambah strategi kebijakan di triwulan terakhir tahun ini, diyakini dapat menjaga pertumbuhan ekonomi tahun 2025 sesuai target.


 “Realisasi triwulan III menunjukkan bahwa APBN dikelola secara efektif, diperkuat koordinasi erat dengan otoritas moneter dan sektor keuangan. APBN berperan menjaga daya beli masyarakat dan mendukung kinerja dunia usaha agar lebih berdaya saing terutama di tingkat global. Dukungan fiskal juga diberikan melalui penempatan Rp200 triliun kas negara secara prudent untuk memastikan likuiditas ekonomi memadai, termasuk dukungan nonfiskal untuk debottlenecking demi realisasi investasi lebih tinggi secara berkelanjutan,” ujar Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa.


Konsumsi rumah tangga tumbuh 4,89% (yoy), seiring meningkatnya mobilitas penduduk, pertumbuhan transaksi digital, serta dukungan kebijakan Pemerintah. Pengeluaran untuk transportasi dan komunikasi meningkat 6,41%, tercermin dari peningkatan mobilitas masyarakat, kenaikan penjualan bahan bakar kendaraan, serta bertambahnya jumlah penumpang angkutan rel dan laut.


Konsumsi restoran dan hotel juga tumbuh kuat 6,3%, sejalan dengan peningkatan jumlah perjalanan wisatawan nusantara yang meningkat signifikan 21,8%. Kuatnya konsumsi masyarakat juga tercermin dari kenaikan indeks penjualan eceran riil, nilai transaksi uang elektronik, dan kartu debit/kredit. Sementara itu, Konsumsi Pemerintah tumbuh 5,49%, dengan Belanja Barang dan Belanja Pegawai masing-masing tumbuh 19,3% dan 9,0%, merupakan wujud komitmen Pemerintah untuk menjaga momentum pertumbuhan ekonomi dan menopang daya beli melalui percepatan dan optimalisasi belanja.


Investasi (Pembentukan Modal Tetap Bruto) tumbuh 5,04% (yoy) didukung keyakinan pelaku usaha terhadap prospek ekonomi nasional serta komitmen Pemerintah dalam menciptakan iklim usaha yang stabil dan mendukung ekspansi usaha. Belanja modal Pemerintah dan BUMN menjadi pengungkit investasi swasta, terutama dengan beroperasinya Danantara. Investasi Bangunan meningkat 3,02% (yoy) dengan percepatan pembangunan infrastruktur dalam Proyek Strategis Nasional serta program prioritas seperti dapur untuk Makan Bergizi Gratis, sekolah rakyat, dan program perumahan. Investasi Mesin tumbuh 17,00% dengan meningkatnya kapasitas produksi dan upaya modernisasi mesin oleh dunia usaha.


Ekspor barang dan jasa riil tumbuh signifikan 9,91% (yoy), menjadi salah satu penopang utama pertumbuhan. Penguatan aktivitas industri domestik, peningkatan permintaan negara mitra dagang utama, dan kuatnya daya saing produk ekspor Indonesia menjadi faktor pendorong. Ekspor barang rill tumbuh 10,16%, terutama ditopang oleh peningkatan ekspor lemak dan minyak hewan/nabati, komoditas besi dan baja, serta mesin dan peralatan listrik. Sementara itu, ekspor jasa riil juga tumbuh 7,62% dengan meningkatnya kunjungan wisatawan mancanegara hingga 21,8% (yoy). Pada periode yang sama, impor barang dan jasa riil tumbuh 1,18%. Impor barang riil tumbuh 0,92% (yoy) masih mendukung kebutuhan produksi dalam negeri, sementara impor jasa riil tumbuh 2,82% (yoy).


Dari sisi produksi, sektor Industri Pengolahan tumbuh solid di topang permintaan yang kuat. Impresifnya kinerja ini khususnya didorong oleh subsektor strategis berbasis hilirsasi. Industri Makanan dan Minuman tumbuh 6,49%, didorong peningkatan produksi CPO dan produk turunannya. Industri Logam Dasar tumbuh 18,62%, sejalan dengan permintaan ekspor yang tinggi terhadap produk besi dan baja. Industri Kimia, Farmasi, dan Obat Tradisional tumbuh 11,65%, didorong kenaikan permintaan domestik dan luar negeri atas bahan serta produk kimia. Dari Realisasi ini sejalan dengan Purchasing Managers’ Index (PMI) Manufaktur pada September yang ekspansi di 50,4 (Juni: kontraksi 46,9) dan berlanjut ke 51,2 pada Oktober 2025. Sektor Konstruksi mencatat pertumbuhan 4,21%, didukung oleh percepatan pembangunan infrastruktur dalam Proyek Strategis Nasional (PSN), yang tidak hanya menyerap tenaga kerja, tetapi juga memperkuat fondasi untuk pertumbuhan ekonomi tinggi dalam jangka panjang.


Sektor Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan mencatat pertumbuhan positif 4,93% (yoy) pada triwulan III 2025, didorong oleh Subsektor Perkebunan sebagai kontributor utama yang tumbuh 4,56%, terutama ditopang oleh peningkatan produksi kelapa sawit dan kopi. Sementara itu, sektor Pertambangan mengalami kontraksi sebesar 1,98% terutama disebabkan oleh penurunan permintaan ekspor batu bara.


Kinerja Sektor Jasa pada triwulan III-2025 ekspansif dengan dukungan kebijakan Pemerintah dalam menjaga stabilitas ekonomi dan mendorong daya beli masyarakat. Sektor Perdagangan sebagai kontributor terbesar kedua tumbuh 5,49% (yoy) dengan meningkatnya distribusi barang domestik, khususnya produk pertanian dan industri pengolahan. Sektor Akomodasi dan Makan Minum tumbuh kuat 8,41%, seiring meningkatnya mobilitas dan perjalanan wisatawan nusantara yang naik 21,8%, mengindikasikan kuatnya konsumsi rumah tangga. 


Sektor Informasi dan Komunikasi tumbuh signifikan 9,65% (yoy), didorong pendapatan jasa telekomunikasi, pertumbuhan trafik data, dan naiknya transaksi perdagangan melalui sistem elektronik, mendukung arah kebijakan menuju ekonomi digital dalam jangka panjang.


 *Sonny H. Sayangbati*