Pages

Selasa, Januari 06, 2026

Danantara Indonesia dan BUMN Peduli Bangun Hunian di Aceh Tamiang*

 



*Media Bisnis Nasional* , Aceh, Tamiang, Januari 2026 — Menjelang akhir tahun, Danantara Indonesia bersama BP BUMN dan sejumlah BUMN mempercepat pembangunan Huntara (Hunian Danantara) di Aceh Tamiang sebagai hunian sementara yang layak bagi warga terdampak banjir yang masih berada di lokasi pengungsian. Hingga akhir Desember 2025, ratusan unit Huntara telah dibangun di atas lahan milik PTPN yang berlokasi sekitar 15 kilometer dari Kota Kuala Simpang, sebagai bagian dari komitmen menghadirkan total 15.000 unit Hunian Danantara di berbagai wilayah terdampak bencana.

 

Pembangunan Huntara didukung kolaborasi tujuh BUMN Karya melalui desain modular yang aman, nyaman dan layak huni. Dukungan juga datang dari PLN, Telkom, dan Himbara melalui penyediaan listrik, konektivitas, dan pendanaan, sehingga Huntara dapat ditinggali secara aman dan nyaman, dengan pengerjaan yang melibatkan tenaga kerja lokal dan nasional


COO Danantara Indonesia, Dony Oskaria, terus memberikan arahan pada BUMN terkait untuk memastikan proses konstruksi berlangsung cepat, terstandar, dan efisien. Setiap kawasan Huntara dilengkapi dengan fasilitas umum dan sosial, termasuk kamar mandi, dapur umum, serta musala, guna mendukung kenyamanan dan kebutuhan dasar para penghuni.


Pekerjaan pembangunan dilaksanakan secara intensif oleh tim pekerja dari berbagai daerah, termasuk tenaga dari Pulau Jawa dan tenaga kerja lokal setempat, dengan dukungan pasokan bahan bangunan yang didatangkan dari berbagai wilayah di Indonesia. Kolaborasi nasional ini menjadi wujud nyata semangat gotong royong BUMN dalam merespons bencana dan mempercepat pemulihan masyarakat




 *Sonny H. Sayangbati* 



 

Program MANTRA, Upaya Kemenperin Transformasi IKM Fesyen dan Kriya*

 





 *Media Bisnis Nasional,* Jakarta 6-1/26 - Kementerian Perindustrian terus berkomitmen memperkuat fondasi manajemen usaha industri kecil dan menengah (IKM) agar mampu tumbuh secara berkelanjutan serta adaptif terhadap dinamika industri. Salah satu upaya tersebut dilakukan melalui peran Balai Pemberdayaan Industri Fesyen dan Kriya (BPIFK) yang menjalin kerja sama dengan Business & Export Development Organization (BEDO) dalam upaya menyelenggarakan program Manajemen, Akselerasi, dan Transformasi (MANTRA) Bali.


Program MANTRA dirancang untuk meningkatkan produktivitas dan daya saing IKM fesyen dan kriya melalui penerapan praktik manajemen yang bertanggung jawab dan kolaboratif berbasis metode ILO-SCORE


Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menegaskan, penguatan manajemen usaha merupakan kunci utama dalam mendorong transformasi dan keberlanjutan IKM nasional. Menurutnya, peningkatan produktivitas IKM tidak hanya bertumpu pada aspek teknis produksi, tetapi juga pada tata kelola usaha yang tertata, efisien, dan berorientasi pada perbaikan berkelanjutan.


“Program MANTRA menjadi salah satu instrumen penting Kementerian Perindustrian dalam membangun kapasitas manajerial IKM, agar pelaku usaha mampu mengelola sumber daya secara lebih efektif, meningkatkan kualitas kerja, serta memperkuat daya saing produk fesyen dan kriya nasional,” ujar Menperin dalam keterangannya, Selasa (6/1).


Program MANTRA Bali dilaksanakan pada 12 November hingga 12 Desember 2025 melalui rangkaian kegiatan sosialisasi dan kick-off, kurasi peserta, pembelajaran di kelas, kunjungan industri, coaching langsung di tempat usaha, serta sesi presentasi akhir.


Pendekatan komprehensif ini dirancang untuk membantu pelaku IKM mengidentifikasi permasalahan utama di lingkungan kerja, menyusun rencana perbaikan, serta mengimplementasikan perubahan nyata dalam aspek produktivitas, efisiensi, kualitas kerja, dan hubungan kerja.


Direktur Jenderal Industri Kecil, Menengah, dan Aneka (IKMA) Reni Yanita menyampaikan, peningkatan produktivitas IKM perlu dimulai dari pembenahan manajemen dan sistem kerja di tingkat usaha. “Program MANTRA Bali menjadi contoh konkret bagaimana penataan manajemen produksi, penguatan disiplin kerja, serta kolaborasi antara manajemen dan pekerja dapat mendorong peningkatan produktivitas IKM. Transformasi cara kerja di tingkat usaha ini penting agar IKM fesyen dan kriya semakin efisien, adaptif, dan berdaya saing,” ungkap Reni.


Sebanyak empat IKM terpilih mengikuti Program MANTRA Bali, yaitu Geokraft (Kota Denpasar), Amod Bali (Kabupaten Gianyar), Jaya Dewata (Kabupaten Gianyar), serta TB Shop (Kabupaten Badung). Para peserta melaksanakan perbaikan bertahap yang disesuaikan dengan kondisi awal masing-masing unit usaha guna memperkuat fondasi manajemen operasional.


Geokraft memperkuat pengendalian produksi melalui penerapan papan monitoring order, penataan pengarsipan pola, serta pengelompokan material sisa produksi. Amod Bali membangun sistem pemantauan progres produksi berbasis timeline yang transparan disertai penataan dan pelabelan material kerja, sehingga koordinasi dan keteraturan area produksi meningkat.


Jaya Dewata mulai menerapkan aspek keselamatan dan keteraturan kerja melalui penyediaan sarana P3K serta pelabelan bahan baku, sementara TB Shop melakukan penataan dan pelabelan area kerja untuk memperjelas alur kerja dan memudahkan pengawasan.


Kepala BPIFK Dickie Sulistya Aprilyanto menambahkan, program MANTRA Bali tidak hanya berfokus pada peningkatan keterampilan teknis, tetapi juga pada perubahan pola pikir dan budaya kerja di lingkungan usaha. “Melalui MANTRA Bali, kami mendorong IKM untuk berbenah dari aspek paling mendasar, membangun manajemen yang lebih tertata, kolaboratif, dan berorientasi pada perbaikan berkelanjutan sebagai fondasi peningkatan produktivitas dan daya saing ke depan,” jelasnya.


BPIFK berharap implementasi Program MANTRA Bali dapat menjadi model pengembangan IKM fesyen dan kriya berbasis manajemen berkelanjutan yang mampu mendorong peningkatan produktivitas kerja, efisiensi proses usaha, serta kualitas hubungan kerja, sekaligus memperkuat daya saing industri fesyen dan kriya nasional.




 *Sonny H. Sayangbati* 



 

Adopsi Sistem Swiss, Kemenperin Perkuat Praktik Kerja Industri Vokasi





 *Media Bisnis Nasional* , Jakarta 6 Januari 2026 - Kementerian Perindustrian (Kemenperin) terus memperkuat pengembangan sumber daya manusia (SDM) industri yang unggul dan berdaya saing melalui penguatan pendidikan vokasi industri. Salah satu upaya strategis yang dilakukan adalah penerapan Praktik Kerja Industri Terstruktur (Structured Internship) yang diadaptasi dari sistem pendidikan vokasi Swiss. 


Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menegaskan, pendidikan vokasi memiliki peran penting dalam menyiapkan SDM industri yang adaptif terhadap kebutuhan dunia usaha dan industri, sekaligus menjaga keberlanjutan rantai pasok nasional.


“Pendidikan vokasi merupakan tulang punggung dalam mencetak sumber daya manusia industri yang kompeten, siap kerja, dan berdaya saing global. Melalui penguatan praktik kerja industri yang terstruktur, lulusan vokasi diharapkan memiliki kompetensi yang selaras dengan kebutuhan industri,” ujar Agus dalam keterangannya, Selasa (6/1).


Dalam menghadapi tantangan transformasi digital serta perubahan kebutuhan kompetensi di dunia kerja, Kemenperin mendorong peningkatan kualitas pendidikan vokasi industri melalui implementasi Praktik Kerja Industri Terstruktur. Program ini mengadopsi sistem ganda (dual system), yakni proses pembelajaran yang dilaksanakan di dua tempat, di satuan pendidikan dan di perusahaan, dengan pendampingan pelatih tempat kerja yang kompeten.


Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Industri (BPSDMI) Doddy Rahadi menjelaskan, langkah awal penerapan Structured Internship telah dimulai melalui kegiatan Pre-discussion Structured Internship bekerja sama dengan Swiss Skills for Competitiveness (SS4C).


“Melalui kegiatan tersebut, kami mulai memetakan kesiapan serta praktik yang telah berjalan di berbagai satuan pendidikan vokasi di lingkungan Kementerian Perindustrian,” ujar Doddy.


Penerapan Praktik Kerja Industri Terstruktur di Kemenperin tidak terlepas dari dukungan program SS4C yang didanai oleh Sekretariat Negara Swiss Urusan Ekonomi (SECO). Program ini bekerja sama dengan kementerian terkait dan industri di Indonesia untuk membangun sistem ganda pendidikan dan pelatihan vokasi melalui politeknik dan akademi komunitas terpilih, khususnya pada sektor logam, manufaktur, makanan, serta mebel dan perkayuan


Sebagai bentuk penguatan implementasi, pada tahun 2024 Kemenperin bersama SS4C telah menerbitkan Buku Panduan Praktik Kerja Industri Terstruktur (Structured Internship Guideline). Panduan tersebut memuat prosedur lengkap pelaksanaan praktik kerja industri, mulai dari tahap persiapan, perencanaan, pelaksanaan, hingga penyelesaian, sekaligus menjelaskan peran dan tanggung jawab seluruh pihak yang terlibat.


Pada kegiatan Strategic Dialogue on Structured Internship yang digelar di Jakarta, beberapa waktu lalu, Kepala Pusat Pengembangan Pendidikan Vokasi Industri, Wulan Aprilianti Permatasari, yang mewakili Kepala BPSDMI, menyampaukan hasil diskusi saat itu bahwa menunjukkan perkembangan yang cukup menggembirakan.


“Sebagian besar politeknik dan SMK di bawah binaan Kemenperin telah mulai menerapkan konsep Structured Internship, antara lain melalui penyusunan capaian pembelajaran lulusan (CPL) yang selaras dengan job profile industri, pembekalan soft skills bagi peserta, serta pengaturan jadwal dan mekanisme monitoring yang sistematis,” tuturnya.


Saat ini, Kemenperin menaungi 11 politeknik, dua akademi komunitas, dan sembilan SMK yang tersebar di berbagai daerah di Indonesia. Unit-unit pendidikan tersebut mencatat capaian positif dalam penyerapan lulusan.


Berdasarkan data BPSDMI per September 2025, sebanyak sembilan dari sepuluh lulusan politeknik dan akademi komunitas Kemenperin tahun 2024 telah terserap di dunia kerja. Sementara itu, lebih dari tiga perempat lulusan SMK binaan Kemenperin juga tercatat langsung terserap oleh industri.



 *Sonny H. Sayangbati* 



 

Jakarta Pertamina Enduro Perkenalkan Tim Proliga 2026, Target Pertahankan Gelar Juara






 *Media Bisnis Nasional* , Jakarta, 6 Januari 2026 – PT Pertamina (Persero) menegaskan komitmennya dalam mendukung pengembangan olahraga Indonesia dan prestasi atlet nasional. Salah satunya dengan menyokong keberadaan Tim Voli Putri Jakarta Pertamina Enduro (JPE) yang telah resmi memperkenalkan komposisi tim untuk menghadapi Proliga 2026 dengan target mempertahankan gelar juara.


Wakil Direktur Utama PT Pertamina (Persero), Oki Muraza mengatakan, Pertamina sebagai perusahaan energi, juga memberikan energi bagi tim voli putri Jakarta Pertamina Enduro bisa mempertahankan gelar juara yang sudah diraih tahun lalu.


"Harapannya, Tim Voli Putri JPE bisa membawa nama Pertamina ke seluruh Nusantara. Bagi Pertamina tidak hanya menjadi juara, tetapi bagaimana berkontribusi bagi olahraga di Indonesia,"ujar Oki.


Menghadapi musim kompetisi tahun 2026, JPE diperkuat 19 pemain, didominasi oleh pemain lokal sebanyak 17 personil dan 2 pemain asing. Di antara pemain lokal, Jakarta Pertamina Energi diperkuat pemain kunci dengan jam bermain yang tinggi, antara lain Megawati Hangestri Pertiwi, Tisya Amallya Putri, dan pemain unggulan lainnya serta diperkuat dua pemain asing yakni Iana Shcherban dan Wilma Salas. 


"Tim yang disiapkan luar biasa, salah satu bintang internasional Megawati Hangesti Pertiwi yang menjadi kebanggaan Indonesia dan sekarang kembali memperkuat Jakarta Pertamina Enduro,"imbuh Oki.


Tim Voli Putri JPE, Megawati Hangestri Pertiwi menyampaikan kebanggaannya kembali membela JPE.


“Tim ini sangat spesial bagi saya. Di sinilah saya pertama kali memulai perjalanan di Proliga 2015, saat tim ini masih bernama Jakarta Pertamina Energi. Karena itu, ketika ada kesempatan untuk kembali, saya merasa ini adalah keputusan yang tepat,”ujar Megawati.


Sementara itu, Vice President Corporate Communication PT Pertamina (Persero), Muhammad Baron, mengatakan, partisipasi Pertamina dalam Proliga bukan semata dukungan kompetisi, melainkan bagian dari strategi perusahaan dalam membangun karakter unggul bangsa.


“Dukungan Pertamina terhadap JPE merupakan wujud nyata komitmen kami dalam mendorong prestasi olahraga nasional, sekaligus memperkuat peran atlet sebagai inspirasi generasi muda untuk memiliki nilai-nilai positif seperti kerja keras, konsistensi, dan semangat untuk menjadi yang terbaik,” ujar Baron.


Yang berbeda dengan aktivitas tim JPE tahun ini juga akan melakukan kegiatan kepedulian sosial. Saat pertandingan di Medan pada pertengahan Januari, tim JPE akan menyerahkan bantuan berupa 500 paket perlengkapan sekolah bagi anak-anak yang terdampak banjir di Sumatra Utara.


"Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya tim untuk berbagi dan memberikan dampak positif bagi masyarakat di daerah yang disinggahi selama kompetisi berlangsung,"jelas Baron.


Olahraga menjadi medium strategis bagi Pertamina untuk membangun kedekatan dengan masyarakat sekaligus memperkuat identitas perusahaan sebagai Badan Usaha Milik Negara yang berdaya saing global dan berorientasi pada dampak sosial.


Jakarta Pertamina Enduro (JPE) merupakan tim bola voli putri Indonesia milik Pertamina. JPE telah menorehkan sejarah panjang di kompetisi Proliga sejak debut tim voli putri Pertamina pada musim 2013. Sempat dikenal sebagai Jakarta Pertamina Fastron pada 2023 sebelum menjadi Jakarta Pertamina Enduro sejak 2024, tim ini telah mencetak berbagai prestasi gemilang termasuk mencapai gelar juara Proliga pada tahun 2014, 2018, dan 2025, dan gelar runner-up pada tahun 2016, 2017, 2019, 2023.


Pertamina sebagai perusahaan pemimpin di bidang transisi energi, berkomitmen dalam mendukung target Net Zero Emission 2060 dan terus mendorong program-program yang berdampak langsung pada capaian Sustainable Development Goals (SDGs). Seluruh upaya tersebut sejalan dengan transformasi Pertamina yang berorientasi pada tata kelola, pelayanan publik, keberlanjutan usaha dan lingkungan, dengan menerapkan prinsip-prinsip Environmental, Social & Governance (ESG) di seluruh lini bisnis dan operasi Pertamina, berkoordinasi dengan https://www.danantaraindonesia.co.id/.





 *Sonny H. Sayangbati*