Pages

Senin, Januari 05, 2026

Pelindo Tembus Pelayanan 1,5 Juta Penumpang Laut Pada H+8 Nataru*

 


Jakarta, (Media Bisnis Nasional.com4 Januari 2026) - PT Pelabuhan Indonesia (Persero) atau Pelindo telah berhasil melayani sebanyak 1.526.167 penumpang pada H+8 periode Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025/2026 melalui seluruh terminal penumpang yang dikelola perseroan, naik 2,5% dari tahun sebelumnya pada periode yang sama. Jumlah tersebut tercatat dalam rentang waktu 10 Desember 2025 hingga 2 Januari 2026 (H-15 hingga H+8). 


Selain penumpang, terdapat sebanyak 156.464 unit kendaraan yang berhasil dilayani, naik signifikan sebesar 51% dari tahun sebelumnya pada periode yang sama. Kenaikan kendaraan tersebut didominasi oleh pergerakan kendaraan melalui Pelabuhan Ciwandan, Banten. Tingginya volume kendaraan di Ciwandan sejalan dengan kebijakan pengaturan lalu lintas penyeberangan melalui rute Jawa-Sumatra serta optimalisasi pelabuhan alternatif yang diterapkan selama periode Nataru, sehingga mampu mendukung kelancaran distribusi kendaraan dan mengurai kepadatan di Pelabuhan Merak, Banten.


“Pengaturan alur kendaraan dilakukan secara terstruktur sejak akan memasuki kawasan pelabuhan, didukung oleh kesiapan infrastruktur, fasilitas pendukung serta kesiapsiagaan petugas di seluruh titik layanan.” ujar Group Head Sekretaris Perusahaan Pelindo, Ali Sodikin, menjelaskan kunci kelancaran layanan selama periode ini.


Selain itu, Ali menambahkan bahwa pihaknya juga melakukan perluasan kapasitas tampung kendaraan di darat. Buffer area yang sebelumnya hanya mencakup Lapangan A dan Lapangan R2, kini ditambah dengan Lapangan Dermaga 001 dan Lapangan Helipad.


Sejumlah pelabuhan tercatat sebagai yang tersibuk selama periode ini. Untuk arus penumpang, pelabuhan Tanjung Pinang menjadi pelabuhan tersibuk dengan 177.959 orang, diikuti oleh Tanjung Balai Karimun (133.700 orang), Tanjung Perak (116.353 orang), Ambon (77.689 orang), dan Makassar (68.072 orang). Sementara itu, untuk kendaraan, Tanjung Perak menjadi pelabuhan dengan arus tertinggi, mencatat 33.041 unit, disusul Banten (30.634 unit), Lembar (20.390 unit), Balikpapan (12.692 unit) dan Tanjung Wangi (9.112 unit).


Pengendara sepeda motor roda dua asal Tangerang yang hendak menyeberang ke Sumatra mengapresiasi layanan Pelindo. "Pelayanannya keren terlihat para petugas sigap, membuat saya merasa nyaman," ungkap Nani.


Pelindo terus berupaya melayani sepenuh hati demi kenyamanan penumpang dan aktif melakukan koordinasi secara intensif dengan stakeholder kepelabuhanan guna memastikan perjalanan masyarakat pada arus balik dapat terkendali dengan baik.


"Terima kasih kepada seluruh pihak dan stakeholder atas kolaborasi dan kerja sama yang sangat baik dalam membantu dan mendukung kelancaran pelayanan selama periode Nataru ini," pungkas Ali.


(Redaksi MBN.Com)

Akhir Layanan Nataru 2025/2026, Pelindo Regional 2 Banten Sukses Layani Penyeberangan Pemudik dan Logistik*



BANTEN, (Media Bisnis Nasional.com), 05 Januari 2026 - PT Pelabuhan Indonesia (Persero) Regional 2 Banten mencatat keberhasilan dalam melayani arus penumpang dan kendaraan logistik selama periode Nataru 2025/2026. Pelayanan yang berlangsung sejak 19 Desember 2025 hingga 04 Januari 2026 di Pelabuhan Ciwandan untuk rute penyeberangan Jawa-Sumatera ini berjalan aman, tertib, dan lancar. 


Selama periode Nataru, Pelindo Regional 2 Banten mencatat 273 trip kapal operasi yang melayani mobilitas masyarakat dan logistik. Dari aktivitas itu, sebanyak 39.232 penumpang menyebrang melalui Pelabuhan Ciwandan. Angka ini menunjukkan tingginya kepercayaan masyarakat terhadap layanan penyeberangan laut, khususnya pada momentum libur panjang akhir tahun yang identik dengan peningkatan pergerakan penumpang.


Tak hanya dari sisi penumpang, arus kendaraan roda dua dan truk logistik juga dilayani dengan baik. Sebanyak 30.634 unit kendaraan tercatat melintas yang terdiri atas kendaraan roda dua (R-2) sebanyak 17.153 unit dan kendaraan truk logistik sebanyak 13.481 unit.


Sejak awal masa angkutan Nataru, aspek operasional dikelola secara menyeluruh melalui dukungan sarana pelabuhan yang memadai, kesiapsiagaan petugas di lapangan, serta seluruh fasilitas pendukung guna menjaga kelancaran dan ketertiban pergerakan penumpang dan kendaraan.


General Manager Pelindo Regional 2 Banten, Benny Ariadi, menyampaikan bahwa capaian tersebut merupakan hasil kerja bersama seluruh pihak yang terlibat.


“Pelayanan Nataru 2025/2026 di Pelabuhan Ciwandan merupakan bentuk komitmen kami dalam memastikan masyarakat dan logistik dapat sampai ke tujuan secara aman dan lancar dengan melayani sepenuh hati,” ujar Benny.


Benny menambahkan bahwa keberhasilan pelayanan Nataru juga tidak lepas dari sinergi lintas sektor yang terjalin dengan baik. Pelindo Regional 2 Banten secara intensif berkoordinasi dengan Kementerian Perhubungan melalui KSOP dan BPTD, ASDP, Pemerintah Provinsi Banten, Pemerintah Kota Cilegon, Polda Banten, TNI AL Banten, serta instansi terkait lainnya. Kolaborasi tersebut menjadi kunci dalam menjaga kelancaran arus penumpang, keselamatan pelayaran, serta keamanan di kawasan pelabuhan.


“Koordinasi dan kolaborasi dengan seluruh stakeholder berjalan sangat baik. Sinergi yang terbangun mewujudkan seluruh proses pelayanan di lapangan berjalan selaras dan responsif, sehingga masyarakat dapat menikmati layanan penyeberangan yang aman dan lancar sepanjang periode Nataru 2025/2026,” tutup Benny.


Dengan berakhirnya periode angkutan Nataru 2025/2026, Pelindo Regional 2 Banten menjadikan capaian pelayanan ini sebagai pijakan untuk terus meningkatkan kualitas layanan di masa mendatang. Pelindo Banten berkomitmen menjadikan pelabuhan tidak hanya sebagai simpul transportasi, tetapi juga sebagai ruang pelayanan publik yang aman, nyaman, dan dapat diandalkan oleh masyarakat. 


(Redaksi MBN.Com).

TPK Kendari Pastikan Layanan Terminal Tetap Normal, meski ada Aksi Demo di Sekitar Akses Terminal


 


 

KENDARI (Media Bisnis Nasional.com, 5/1/2026) – Terminal Petikemas Kendari (TPK Kendari) memastikan kegiatan operasional di dalam terminal tetap berjalan normal, meskipun terdapat aksi mogok dari sebagian sopir truk di area menuju TPK Kendari.



Aktivitas bongkar muat kapal, pelayanan petikemas, serta kegiatan operasional di dalam area terminal hingga saat ini tetap berlangsung sesuai rencana dengan mengedepankan aspek keselamatan, keamanan, dan kelancaran layanan kepada pengguna jasa.



Terkait kondisi akses jalan, TPK Kendari terus melakukan koordinasi intensif dengan Pemerintah Kota Kendari. Dalam pertemuan siang ini antara manajemen TPK Kendari dengan Pemkot Kendari, kedua pihak menegaskan komitmen bersama untuk percepatan peningkatan dan perbaikan akses jalan menuju TPK Kendari



Sebagai tindak lanjut, sejak kemarin TPK Kendari telah melakukan perbaikan sementara akses jalan dengan penimbunan material pasir dan batu (sirtu).



Langkah tersebut dilakukan sebagai upaya pencegahan risiko kecelakaan lalu lintas, baik kendaraan roda dua maupun roda empat, sembari menunggu pelaksanaan perbaikan lanjutan secara menyeluruh oleh Pemerintah Kota Kendari.



Terminal Head TPK Kendari, Herryanto, menyampaikan bahwa seluruh kegiatan operasional di dalam terminal tetap berjalan sesuai prosedur.



“Kegiatan demonstasi tidak menganggu aktivitas di terminal. Kami pastikan operasional bongkar muat dan pelayanan petikemas di dalam Terminal Petikemas Kendari tetap berjalan normal,” ujar Herryanto.

Saat ini TPK Kendari melayani kegiatan bongkar muat Kapal Meratus Larantuka, sementara KM SPIL Rahayu telah menyelesaikan pelayanan dan lepas tambat pada pukul 09.34. Selanjutnya, terminal dijadwalkan menerima kedatangan KM Kabonga Baru, KM Huanghe Mas, dan KM Tanto Kawan.



Ketua ALFI/ILFA Provinsi Sulawesi Tenggara Abd. Rahim Nabok menyampaikan apresiasi kepada TPK Kendari atas langkah cepat dalam mendukung penanganan sementara berupa penimbunan pada titik-titik jalan berlubang di akses masuk menuju TPK Kendari.  Ia berharap Pemerintah Kota Kendari dapat segera menyelesaikan permasalahan akses jalan ini, paling lambat pada Selasa, 6 Januari 2026, guna menjaga kelancaran arus logistik dan keselamatan pengguna jalan.



"Kami mengapresiasi langkah cepat TPK Kendari dalam mendukung penanganan sementara melalui penimbunan pada titik-titik jalan berlubang di akses masuk menuju TPK Kendari. Kami berharap sinergi antar TPK Kendari dan Pemerintah Kota Kendari dapat segera menyelesaikan permasalahan akses jalan ini," imbuh Rahim



(Redaksi MBN.Com). 

TPS Surabaya Catat Arus Peti Kemas Bulan Desember 2025 Tetap Tumbuh 4,03%


 


SURABAYA (Media Bisnis Nasional.com) - 5/1/2026 – PT Terminal Petikemas Surabaya (TPS) mencatat pertumbuhan arus peti kemas sebesar 4,03% pada bulan Desember 2025 dibandingkan bulan sebelumnya (month-on-month). Volume peti kemas meningkat dari 132 ribu Twenty-foot Equivalent Units (TEUs) di bulan November menjadi 138 ribu TEUs pada bulan Desember. Kinerja positif di Desember 2025 didorong oleh kontribusi peti kemas internasional sebesar 130 ribu TEUs dan domestik sebesar 8 ribu TEUs. Sebagai perbandingan, pada November 2025 arus peti kemas internasional mencapai 125 ribu TEUs, sementara domestik sebesar 7 ribu TEUs.


Sedangkan berdasarkan perbandingan year-on-year, arus peti kemas internasional pada periode Januari-Desember 2025 sebanyak 1,509 juta TEUs atau naik 0,06% dibandingkan periode yang sama tahun  lalu sebesar 1,508 juta TEUs. Secara total, arus peti kemas—baik domestik maupun internasional—terkoreksi sebesar 0,45% dibandingkan periode yang sama tahun lalu, dari 1,58 juta TEUs menjadi 1,57 juta TEUS. Faktor penyebab adanya koreksi pada throughput year-on-year karena pada arus peti kemas domestik terjadi unbalancing atau ketidakseimbangan antara volume dan ship’s call kapal domestik.


TPS saat ini mengelola terminal petikemas dengan dermaga internasional sepanjang 1.000 meter dan dermaga domestik 450 meter, dilengkapi dengan 12 unit e-CC untuk menunjang efisiensi dan keandalan operasional bongkar muat.


Dari sisi perdagangan luar negeri, arus ekspor pada bulan Desember 2025 mengalami pertumbuhan month-on-month sebesar 5%, dari 59 ribu TEUs menjadi 62 ribu TEUs. Di sisi impor, juga terjadi kenaikan sebesar 2,98% dari 66 ribu TEUs menjadi 68 ribu TEUs.


Perbandingan arus peti kemas antara ekspor dan impor Januari-Desember 2025 adalah 49% (741 ribu TEUs) untuk petikemas ekspor dan 51% (767 ribu TEUs) untuk peti kemas impor. Dibandingkan dengan periode yang sama tahun 2024, arus peti kemas ekspor impor tahun 2024 untuk persentase perbandingan tidak mengalami perubahan. Persentase ekspor 49% di tahun 2024 merupakan kontribusi arus peti kemas sebanyak 743 ribu TEUs. Sedangkan 51% arus peti kemas impor pada Januari-Desember tercatat sebanyak 765 ribu TEUs.


Jumlah kunjungan kapal ke TPS selama tahun 2025 juga mencatatkan peningkatan 5,43%, dari 1.215 kunjungan pada tahun lalu menjadi 1.281 kunjungan di tahun ini.


Pertumbuhan arus peti kemas menunjukkan kinerja operasional TPS yang tetap terjaga di tengah dinamika arus logistik internasional,” ujar Erika Asih Palupi.


Ia menjelaskan peningkatan tersebut didukung oleh keandalan layanan bongkar muat serta kelancaran proses pelayanan di terminal.


Sementara itu, dari sisi pengguna jasa, Wakil Ketua Dewan Pengurus Daerah (DPD) Gabungan Perusahaan Ekspor Indonesia (GPEI) Jawa Timur, Boy George Rahman, turut mengapresiasi kualitas layanan yang diberikan TPS. Menurutnya, berbagai perbaikan yang dilakukan TPS selama ini telah memberikan dampak positif bagi kelancaran aktivitas logistik para pelaku usaha terutama dari sisi eksportir.


“Kami selaku pengguna jasa TPS sangat mengapresiasi layanan yang diberikan oleh TPS, khususnya layanan receiving peti kemas ekspor. Truck Round Time (TRT) berkisar di bawah 30 menit, sehingga dapat meningkatkan efisiensi waktu dalam pengiriman peti kemas ekspor ke pelabuhan. Semoga ke depan layanan TPS dapat terus ditingkatkan bagi seluruh pengguna jasa,” ujar Boy.


Dari sisi produktivitas, TPS mencatatkan rata-rata kinerja bongkar muat sebesar 52 box/ship/hour selama tahun 2025, melebihi standar minimum yang ditetapkan Kementerian Perhubungan melalui KSOP Utama Tanjung Perak, yaitu 48 box/ship/hour. Selain itu, TPS berhasil mempertahankan posisi dominan di pasar peti kemas internasional dengan penguasaan pangsa pasar (market share) sebesar 83% di Pelabuhan Tanjung Perak.




(Redaksi MBN.Com).

 

Pelabuhan Panjang atau Pelindo Regional 2 Panjang Gelar Sunatan Massal

 

 





BANDAR LAMPUNG (Media Bisnis Nasional.com) – Pada Selasa 30 Desember 2025, PT Pelabuhan Indonesia (Persero)/ Pelindo Regional 2 Panjang menggelar kegiatan sunatan massal bagi masyarakat sekitar pelabuhan. Kegiatan ini merupakan wujud komitmen Pelindo dalam memberikan manfaat nyata untuk masyarakat  melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) dan bekerja sama dengan Pondok Khitan Malchotra.



General Manager Pelindo Regional 2 Panjang, Hardianto, dalam sambutannya menyampaikan bahwa Pelindo selalu berupaya untuk terus memberikan kontribusi positif dan berkelanjutan bagi masyarakat.



“Kegiatan sunatan massal ini tidak hanya bertujuan membantu meringankan beban orang tua, tetapi juga menjadi bagian dari komitmen kami dalam mendukung kesehatan anak-anak sebagai generasi penerus bangsa,” ujar Hardianto.



Kegiatan sunatan massal ini diikuti oleh ratusan anak dari berbagai wilayah di sekitar Pelabuhan Panjang dan sekitarnya. Selain mendapatkan layanan khitan secara gratis dan profesional, para peserta juga menerima paket bingkisan sebagai bentuk dukungan moril dari Pelindo Regional 2 Panjang.



Program ini merupakan bagian dari upaya Pelindo untuk terus hadir di tengah masyarakat, tidak hanya sebagai penyedia jasa kepelabuhanan, tetapi juga sebagai BUMN yang memiliki tanggung jawab sosial dalam mendukung peningkatan kualitas kesehatan dan kesejahteraan masyarakat.



Pelaksanaan kegiatan berlangsung dengan tertib, aman, dan mengedepankan standar kesehatan, dengan dukungan tenaga medis berpengalaman dari Pondok Khitan Malchotra.



“Ke depan, Pelindo Regional 2 Panjang berkomitmen untuk terus menjalankan berbagai program TJSL yang berorientasi pada pemberdayaan dan peningkatan kualitas hidup masyarakat secara berkelanjutan." pungkasnya.


(Redaksi MBN.Com).


Pelabuhan Panjang atau Pelindo Regional 2 Panjang Gelar Last Call 2025 dan First Call Ship 2026




BANDAR LAMPUNG (Media Bisnis Nasional.com)
– Pada 1 Januari 2026, PT Pelabuhan Indonesia (Persero)/ Pelindo Regional 2 Panjang menggelar Last Call Ship 2025 dan First Call Ship 2026 sebagai simbol penutupan operasional pelayanan kepelabuhanan tahun 2025 dan mengawali kesiapan Pelindo menyongsong aktivitas pelayanan kapal di awal tahun 2026.


General Manager Pelindo Regional 2 Panjang, Hardianto, menyampaikan bahwa pelaksanaan Last Call dan First Call Ship merupakan wujud nyata komitmen Pelindo dalam menjaga kesinambungan pelayanan kepelabuhanan dan kelancaran arus logistik nasional hingga penghujung tahun.


“Ceremony Last Call dan First Call Ship ini bukan sekadar seremoni, namun menjadi simbol konsistensi dan komitmen Pelindo Regional 2 Panjang dalam menghadirkan pelayanan yang prima, aman, dan andal bagi seluruh pengguna jasa, bahkan hingga hari terakhir operasional di Tahun 2025,” ujar Hardianto.


Pada rangkaian Last Call Ship, Pelindo Regional 2 Panjang melepas keberangkatan Kapal Anugerah Buana VII yang mengangkut komoditas Pupuk In Bag dan bertolak dari Pelabuhan Panjang menuju Pelabuhan Gresik.


Sementara itu, rangkaian First Call Ship ditandai dengan pelayanan terhadap MV Sacura Coral yang  berlayar dari Pelabuhan Jakarta menuju Pelabuhan Klang dengan membawa muatan Tin Plate Coil.


Branch Manager PTP Cabang Panjang, Doddy Setiawan menambahkan kegiatan seperti ini merupakan salah satu bentuk apresiasi kami untuk pengguna jasa di Pelabuhan Panjang.


“Kami bersyukur kegiatan operasional sepanjang 2025 berjalan dengan lancar dan terima kasih kepada seluruh pengguna jasa yang telah memberikan kepercayaan untuk Pelindo,” ucap Doddy.


Selain itu, sebagai bagian dari rangkaian First Call Ship, Pelindo Regional 2 Panjang juga melayani Kapal TMS Glory yang membawa muatan Petikemas sekaligus menandai dimulainya aktivitas pelayanan kapal di awal periode operasional berikutnya.


Manager Area IPC TPK Area Panjang, Anang Subagyono menyampaikan momentum penutupan tahun 2025 ini menjadi semangat baru untuk mengawali tahun 2026.


“Sebagai perusahaan jasa, setiap tahunnya peningkatan pelayanan menjadi fokus kami untuk kinerja yang lebih optimal, inovatif, dan berkelanjutan dalam mendukung sistem logistik nasional,” kata Anang.


Hardianto juga menuturkan Pelindo Regional 2 Panjang akan terus meningkatkan kualitas layanan, aspek keselamatan dan keamanan pelayaran, serta memperkuat kolaborasi dengan seluruh pemangku kepentingan guna menghadapi tantangan operasional di tahun berikutnya.



(Redaksi MBN.Com).